• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI STUDI KASUS

F. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data menggunakan cara : 1. Data Primer

Data yang diperoleh dari pengukuran tinggi badan dan berat badan, pengukuran tekanan darah responden dan data hasil perhitungan indeks massa tubuh yaitu dengan membagi berat badan dengan tinggi badan kuadrat (Setiawan dan Saryono, 2011).

a. Wawancara

Metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai langsung responden yang diteliti, sehingga metode ini memberikan

hasil secara langsung (Hidayat, 2014). Pada kasus gangguan reproduksi dengan fluor albus patologis dilakukan wawancara pada pasien dengan memberikan konseling tentang personal hygiene yang benar.

b. Observasi

Cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung kepada responden penelitian untuk mencari perubahan atau hal-hal yang akan diteliti (Hidayat, 2014). Pada kegiatan observasi kasus ini dilakukan dengan pengamatan langsung pada pasien dengan fluor albus patologis yaitu mengobservasi Keadaan Umum, kesadaran, vital sign, pengeluaran pervaginam fluor albus (banyaknya, warna, bau).

c. Pemeriksaan Fisik 1) Inspeksi

Suatu proses observasi yang dilaksanakan secara sistematis dari ujung kepala sampai ujung kaki (Matondang dkk, 2013). Pada kasus gangguan reproduksi dengan fluor albus patologis dilakukan pemeriksaan inspeksi vulva apakah ada kemerahan dan keputihan.

2) Palpasi

Pemeriksaan dengan meraba, mempergunakan telapak tangan dan memanfaatkan alat peraba yang terdapat pada telapak dan jari tangan. Dengan palpasi dapat ditentukan bentuk,

besar, tepi, permukaan serta konsistensi organ (Matondang dkk, 2013). Dalam kasus gangguan reproduksi fluor albus patologis pemeriksaan palpasi dilakukan untuk menilai apakah ada nyeri tekan pada bawah abdomen.

3) Perkusi

Teknik pemeriksaan dengan mengetukan ujung jari II atau III langsung pada daerah yang diperkusi (Matondang dkk, 2013). Pada kasus gangguan reproduksi fluor albus patologis pemeriksaan perkusi tidak dilakukan.

4) Auskultasi

Pemeriksaan dengan mempergunakan dengan mempergunakan stetoskop. Dengan cara auskultasi dapat didengar suara pernapasan, bunyi dan bising jantung, peristaltik usus dan aliran darah dalam pembuluh darah (Matondang dkk, 2013). Pada kasus gangguan reproduksi fluor albus patologis pemeriksaan auskultasi dilakukan pada saat pemeriksaan tekanan darah.

2. Data Sekunder

Data yang diambil dari data jumlah penduduk usia dewasa dari Kelurahan yang dapat digunakan untuk melengkapi dan mendukung data primer (Setiawan dan Saryono, 2011).

a. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi adalah metode pengumpulan data dengan cara mengambil data yang berasal dari dokumentasi asli (Aziz, 2010). Dalam studi kasus ini informasi didapat dari data rekam medik BPM Siti Soeharjani Mojosongo Jebres Surakarta.

b. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan adalah literatur yang berhubungan dengan masalah klien (Nursalam, 2013).Studi kepustakaan pada gangguan reproduksi dengan fluor albus patologis mengambil buku-buku kesehatan tahun 2006-2016.

G. Alat-alat yang digunakan

1. Alat dan bahan yang digunakan dalam wawancara diantaranya : a. Format pengkajian gangguan reproduksi

b. Buku tulis

c. Alat tulis (bolpoint, penggaris, pensil dan penghapus) 2. Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam observasi meliputi :

a. Spygnomanometer b. Stetoskop

c. Termometer d. Handscoonsteril e. Kassa dan kapas steril f. Kom kecil

g. Bengkok

3. Alat dan bahan yang digunakan dalam dokumentasi : a. Buku tulis

b. Bolpoin c. Kamera

H. Jadwal Penelitian

Dalam bagian ini diuraikan langkah-langkah kegiatan dari mulai penyusunan proposal penelitian, sampai dengan penulisan laporan penelitian, beserta waktu berjalan atau berlangsungnya tiap kegiatan tersebut (Aziz, 2010). Jadwal penelitian terlampir.

46 BAB IV

TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

A. TINJAUAN KASUS Ruang : Periksa Tanggal masuk : 2 Maret 2017 No Register : -

I. PENGKAJIAN

Tanggal : 2 Maret 2017 Pukul : 18.30 WIB

A. IDENTITAS PASIEN IDENTITAS SUAMI

1. Nama : Ny. S Nama : Tn. N

2. Umur : 37 tahun Umur : 35 tahun

3. Agama : Islam Agama : Islam

4. Suku Bangsa : Jawa/Indonesia Suku Bangsa : Jawa/Indonesia 5. Pendidikan : D3 Pendidikan : SMA

6. Pekerjaan : Swasta Pekerjaan : Swasta 7. Alamat : Mojosongo 03/32 Mojosongo

B. ANAMNESA (DATA SUBYEKTIF)

1. Keluhan Utama : Ibu mengatakan datang ke BPM mengeluh mengalami keputihan sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu ini sering keluar lendir kental yang berlebihan, berwarna kuning, berbau, dan gatal pada alat kelaminnya.

2. Riwayat Menstruasi

a. Menarche : Ibu mengatakan menstruasi pertama umur 14 tahun.

b. Siklus : Ibu mengatakan siklus haidnya 28 hari.

c. Teratur / tidak teratur : Ibu mengatakan haidnya teratur.

d. Lama : Ibu mengatakan lama haidnya 7 hari.

e. Banyaknya : Ibu mengatakan 1 hari ganti pembalut 4 kali.

f. Sifat darah : Ibu mengatakan darahnya encer dan berwarna merah.

g. Disminorhoe : Ibu mengatakan tidak nyeri saat menstruasi.

3. Riwayat Perkawinan

a. Umur menikah pertama kali : Ibu mengatakan menikah umur 22 tahun dengan suami umur 20 tahun b. Lama menikah : 15 tahun

c. Suami ke : 1

d. Usia pernikahan dengan suami sekarang : 15 tahun

4. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas

6. Riwayat penyakit

a. Riwayat penyakit sekarang : Ibu mengatakan saat ini tidak sedang menderita batuk, pilek, dan demam

b. Riwayat penyakit sekarang

1) Jantung : Ibu mengatakan tidak pernah merasa cepat lelah dan berkeringat dingin dan nyeri tekan pada dada sebelah kiri.

2) Ginjal : Ibu mengatakan tidak pernah merasa nyeri tekan pada pinggang sebelah kiri dan kanan serta nyeri saat BAK.

3) Asma : Ibu mengatakan tidak pernah merasa sesak nafas.

4) TBC : Ibu mengatakan batuk berkepanjangan lebih dari 2 minggu.

5) Hepatitis : Ibu mengatakan pada mata, kulit, muka serta kuku tidak pernah berwarna kuning.

6) DM : Ibu mengatakan pada malam hari tidak pernah mudah merasakan lapar, haus, serta BAK.

7) Hipertensi : Ibu mengatakan tekanan darah tidak pernah lebih dari 140/90 mmHg.

8) Epilepsi : Ibu mengatakan tidak pernah kejang-kejang sampai mengeluarkan busa dari mulut.

9) Lain-lain : Ibu mengatakan tidak mempunyai riwayat sakit apapun.

c. Riwayat penyakit keluarga : Ibu mengatakan baik dari keluarganya maupun keluarga suaminya tidak ada yang mempunyai riwayat penyakit menurun seperti DM, jantung ataupun menular seperti hepatitis, TBC, HIV/AIDS.

d. Riwayat keturunan kembar : Ibu mengatakan baik dari keluarganya maupun keluarga suaminya tidak ada yang mempunyai riwayat keturunan kembar.

e. Riwayat operasi: Ibu mengatakan belum pernah menjalani tindakan operasi apapun.

7. Pola Kebiasaan Sehari-hari

a. Nutrisi : Ibu mengatakan makan sehari 3 kali porsi sedang, dengan menu (nasi, sayur, lauk) dan minum 7-8 gelas sehari dan tidak ada perubahan sebelum dan saat ini.

b. Eliminasi

Sebelum : Ibu mengatakan sebelum mengalami keputihan buang air kecil 4-5 kali sehari warna kuning jernih dan buang air besar 1-2 kali sehari konsistensi lunak, serta tidak ada keluhan apapun.

Saat ini : Ibu mengatakan sering buang air kecil dan buang air besar 1-2 kali sehari konsistensi lunak.

c. Istirahat : Ibu mengatakan tidur siang ± 2 jam dan tidur malam ± 8 jam.

d. Aktifitas : Ibu mengatakan melakukan pekerjaan rumah dibantu oleh suami dan bekerja.

e. Personal Hygiene : Ibu mengatakan mandi 2x sehari, gosok gigi 2x sehari, ganti baju 2x sehari, keramas 3x seminggu.

Sebelum : Ibu mengatakan ganti celana dalam 2x sehari serta membersihkan

genetalianya setiap habis buang air kecil dan besar ceboknya hanya dengan air menggunakan sabun pencuci vagina, cara ceboknya sudah benar dari arah depan ke belakang.

Saat ini : Ibu mengatakan setelah buang air kecil cebok hanya menggunakan air saja dan selama mengalami keputihan menggunakan pantyliner dan menggantinya bila basah.

f. Seksualitas

Sebelum : Ibu mengatakan melakukan hubungan seksual 2x dalam seminggu.

Saat ini : Ibu mengatakan tidak melakukan hubungan seksual selama mengalami keputihan.

8. Data Psikologis : Ibu mengatakan merasa cemas dan tidak nyaman dengan keadaannya saat ini.

C. PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBYEKTIF) 1. Status Generalis

a. Keadaan Umum : Baik

b. Kesadaran : Composmentis

c. TTV : TD : 110/80 mmHg S : 36,5ºC

N : 86 x/menit R : 20 x/menit

d. BB : 55 kg

e. TB : 158 cm

2. Pemeriksaan Sistematis a. Kepala

1) Rambut : Bersih, tidak rontok, tidak berketombe.

2) Muka : Bersih, tidak oedema, tidak pucat.

3) Mata :

a) Oedema : Tidak oedema.

b) Cojungtiva : Merah muda.

c) Sklera : Putih.

4) Hidung : Bersih, tidak ada benjolan, tidak ada secret.

5) Telinga : Simetris, bersih, tidak ada serumen.

6) Mulut / gigi / gusi : Bersih, tidak ada stomatitis.

b. Leher

1) Kelenjar Gondok : Tidak ada pembesaran kelenjar gondok.

2) Benjolan : Tidak ada benjolan.

3) Pembesaran Kelenjar Limfe : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe.

c. Dada dan Axilla

1) Dada : Simetris kanan dan kiri 2) Mammae

a) Membesar : Normal

b) Benjolan : Tidak ada benjolan c) Simetris : Simetris kanan dan kiri 3) Axilla

a) Benjolan : Tidak ada benjolan b) Nyeri : Tidak ada nyeri tekan d. Abdomen

1) Pembesaran hati : Tidak ada pembesaran hati.

2) Benjolan : Tidak ada benjolan.

3) Nyeri tekan : Tidak ada nyeri tekan.

4) Luka bekas operasi: Tidak ada luka bekas operasi.

e. Anogenital 1) Vulva Vagina

a) Varices : Tidak ada varices

b) Luka : Tidak ada luka

c) Kemerahan : Ada sedikit kemerahan d) Kelenjar Bartholini : Tidak dilakukan

e) Pengeluaran pervaginam : Ada cairan kental dan berwarna kuning

2) Inspeculo

a) Servik / Porsio : Terdapat erosi porsio 3) Pemeriksaan dalam

a) Porsio / Servik

Keras / lunak : Lunak

b) Benjolan : Tidak terdapat benjolan c) Nyeri : Tidak ada nyeri tekan 4) Anus

a) Haemorhoid : Tidak ada haemorhoid b) Keluhan lain : Tidak ada

f. Ekstremitas

1) Varices : Tidak ada varices

2) Oedema : Tidak ada oedema

3) Reflek Patella : Tidak dilakukan 3. Pemeriksaan penunjang

a. Pemeriksaan Laboratorium : Tidak dilakukan

b. Pemeriksaan penunjang lain : IVA Test hasilnya negatif

II. INTERPRETASI DATA

Tanggal : 2 Maret 2017 Pukul : 18.50 WIB

A. DIAGNOSA KEBIDANAN

Ny. S P1A0 umur 37 tahun dengan gangguan reproduksi Fluor Albus Patologis.

Data Dasar : Data Subjektif :

1. Ibu mengatakan berumur 37 tahun.

2. Ibu mengatakan pernah melahirkan satu kali dan belum pernah keguguran.

3. Ibu mengatakan keluar cairan kental, berwarna kuning, gatal dan berbau sejak 1 bulan ini.

4. Ibu mengatakan merasa tidak nyaman dengan keadaan ini.

Data Objektif :

Keadaan Umum : Baik

Kesadaran : Composmentis

TTV : TD : 110/80 mmHg

S : 36,5ºC N : 86 x/menit R : 20 x/menit

BB :55kg

TB : 158 cm

Pengeluaran pervaginam : Ada cairan kental dan berwarna kuning.

B. MASALAH

Ibu merasa cemas dan tidak nyaman sehubungan dengan cairan yang keluar dari vaginanya.

C. KEBUTUHAN

1. Beri dukungan moril pada Ny. S 2. Berikan konseling tentang keputihan III. DIAGNOSA POTENSIAL

Infeksi genetalia

IV. ANTISIPASI TINDAKAN SEGERA

Pemberian terapi obat dilakukan secara kolaborasi dengan dr. Sp. OG antara lain :

Obat Herbal 550mg 3x1

Metronidazol 500mg 3x1

Vit C 500mg 3x1

V. PERENCANAAN

Tanggal : 2 Maret 2017 Pukul : 19.00 WIB

1. Lakukan pemeriksaan IVA Test.

2. Berikan penjelasan pada ibu tentang hasil pemeriksaan.

3. Jelaskan pola hidup sehat.

4. Jelaskan untuk setia kepada pasangan dan hindari berhubungan seksual dengan sejumlah laki-laki.

5. Beri KIE tentang cara menjaga kebersihan daerah kewanitaannya agar tetap bersih dan kering.

6. Jelaskan penggunaan cairan pembersih vagina.

7. Jelaskan untuk menghindari penggunaan bedak talkum, tissue atau sabun dengan pewangi pada daerah vagina.

8. Beri dukungan moril pada ibu sehubungan dengan keadaannya.

9. Beri penjelasan pada ibu agar tidak menggaruk daerah kewanitaannya bila merasa gatal.

10. Kolaborasi dengan dr. Sp. OG untuk pemberian terapi untuk keputihan yang dialami.

11. Beritahu ibu bahwa akan dilakukan kunjungan rumah pada tanggal 9 Maret 2017.

VI. PELAKSANAAN Tanggal : 2 Maret 2017

1. Pukul 19.05 WIB : Melakukan pemeriksaan IVA Test dan mengoleskan albotyl pada porsio yang terdapat erosi.

2. Pukul 19.10 WIB : Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa ibu mengalami keputihan yang tidak normal. Keputihan yang tidak normal seperti : vagina berwarna kemerahan, keluar cairan lendir kental,kuning, dan berbau.

3. Pukul 19.15 WIB : Menjelaskan pola hidup sehat yaitu diet yang seimbang, olahraga rutin, istirahat

cukup, hindari rokok dan alkohol serta hindari stres berkepanjangan.

4. Pukul 19.18 WIB : Menjelaskan untuk setia kepada pasangan.

5. Pukul 19.20 WIB : Memberikan KIE tentang cara menjaga kebersihan daerah kewanitaannya yaitu dengan cara cebok dengan benar dari arah depan ke belakang agar kuman di anus tidak berpindah ke vagina serta tidak perlu menggunakan sabun pembersih vagina hanya perlu menggunakan air, mengganti celana dalam bila basah, dan menghindari penggunaan handuk, sabun yang berganti-ganti.

6. Pukul 19.25 WIB : Menjelaskan penggunaan cairan pembersih vagina sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mematikan flora normal vagina. Jika perlu, lakukan konsultasi medis dahulu sebelum menggunakan cairan pembersih vagina.

7. Pukul 19.30 WIB : Menjelaskan untuk menghindari penggunaan bedak talkum, tissue atau sabun dengan pewangi pada daerah vagina karena dapat menyebabkan iritasi.

8. Pukul 19.35 WIB : Memberikan dukungan moril pada ibu supaya tidak cemas bahwa keputihannya akan sembuh.

9. Pukul 19.38 WIB : Memberikan penjelasan pada ibu agar tidak menggaruk apabila alat kelaminnya terasa gatal, hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya luka agar terhindar dari infeksi.

10. Pukul 19.40 WIB : Memberikan terapi obat yaitu : obat herbal 550mg3x1, Kandungan : ekstra kacip fatimah (labisia pumila folium) 175mg, ekstra manjakani (quercus infectoria galls) 175mg, ekstra pegagan (centella asiatica) 50mg, ekstra sirih (piper betle folium) 50mg, ekstra kulit buah delima (punica granatum pericarpium) 100mg.

Metronidazol500mg3x1, Vit C500mg3x1 11. Pukul 19.45 WIB : Memberitahu ibu bahwa akan dilakukan

kunjungan rumah pada tanggal 9 Maret 2017.

VII. EVALUASI

Tanggal : 2 Maret 2017

1. Pukul 19.10 WIB : Ibu sudah dilakukan pemeriksaan IVA Test.

2. Pukul 19.14 WIB : Ibu sudah mengerti tentang keadaannya.

3. Pukul 19.17 WIB : Ibu sudah mengerti tentang pola hidup sehat.

4. Pukul 19.20 WIB : Ibu bersedia untuk setia kepada pasangan.

5. Pukul 19.24 WIB : Ibu mengerti dan mampu mengulang kembali penjelasan yang sudah diberikan serta bersedia untuk melakukan anjuran cara menjaga alat kelaminnya tetap bersih dan kering, ibu bersedia segera mengganti celana dalam bila basah agar tidak lembab, dan ibu bersedia untuk tidak menggunakan handuk yang dipakai secara bergantian.

6. Pukul 19.28 WIB : Ibu sudah mengerti cara penggunaan cairan pembersih vagina dengan benar.

7. Pukul 19.33 WIB : Ibu sudah mengerti tentang akibat penggunaan bedak talk, tissue dan sabun secara berlebihan.

8. Pukul 19.37 WIB : Ibu sudah diberikan dukungan moril dan ibu merasa lebih tenang.

9. Pukul 19.39 WIB : Ibu bersedia untuk tidak menggaruk daerah kewanitaannya saat terasa gatal.

10. Pukul 19.44 WIB : Terapi obat sudah diberikan dan ibu bersedia minum obat secara teratur.

11. Pukul 19.55 WIB : Ibu sudah mengerti bahwa akan dilakukan kunjungan rumah pada tanggal 9 Maret 2017.

DATA PERKEMBANGAN I (KUNJUNGAN RUMAH)

Tanggal : 9 Maret 2017 Pukul : 18.15 WIB

Tempat : Rumah Ny. S (Mojosongo 03/32 Mojosongo) S : Subjektif

1. Ibu mengatakan setelah keputihannya diobati, dan minum obat secara teratur keputihannya mulai berkurang, tetapi masih terasa gatal, dan sedikit berbau.

2. Ibu mengatakan sudah menjaga kebersihan kewanitaannya sesuai anjuran bidan secara teratur.

3. Ibu mengatakan masih cemas dengan keadaannya.

O : Objektif

1. Pemeriksaan umum

a. KU : Baik

b. Kesadaran : Composmentis

c. TTV : TD : 110/60 mmHg S : 36ºC

N : 82 x/menit R : 20 x/menit

A : Asessment

Ny. S P1A0 umur 37 tahun dengan gangguan reproduksi Fluor Albus Patologis hari ke 7

P : Planning

Tanggal : 9 Maret 2017 Pukul : 18.25 WIB

1. Menjelaskan pada ibu bahwa keputihannya sejauh ini membaik dilihat dari hasil pemeriksaan yang dilakukan.

2. Menjelaskan pada ibu untuk tetap menjaga daerah kewanitaannya secara rutin dengan cara yang sudah diajarkan.

3. Menjelaskan pada ibu untuk tidak khawatir dengan keadaannya.

4. Menganjurkan pada ibu untuk tetap minum obatnya secara teratur.

5. Memberi informasi pada ibu untuk kunjungan kembali 3 hari lagi pada tanggal 12 Maret 2017.

EVALUASI :

Tanggal : 9 Maret 2017 Pukul : 18.50 WIB

1. Ibu telah mengetahui hasil pemeriksaan.

2. Ibu bersedia untuk selalu menjaga kebersihan daerah kewanitaannya.

3. Ibu sudah tidak terlalu cemas dengan keadaannya.

4. Ibu bersedia untuk minum obatnya secara teratur.

5. Ibu sudah mengetahui bahwa akan dilakukan kunjungan ulang pada tanggal 12 Maret 2017.

DATA PERKEMBANGAN II (KUNJUNGAN RUMAH)

Tanggal : 12 Maret 2017 Pukul : 17.00 WIB

Tempat : Rumah Ny. S (Mojosongo 03/32 Mojosongo) S : Subjektif

1. Ibu mengatakan keputihan sedikit berkurang, tetapi masih terasa gatal, berwarna kuning dan sedikit berbau.

2. Ibu mengatakan sudah membersihkan alat genitalnya dengan benar.

3. Ibu mengatakan obatnya diminum secara teratur dan diminum sesuai aturan yaitu 3x1 sehari.

O : Objektif

1. Pemeriksaan umum

a. KU : Baik

b. Kesadaran : Composmentis

c. TTV : TD : 100/70 mmHg S : 36,5ºC

N : 84 x/menit R : 22 x/menit

A : Asessment

Ny. S P1A0 umur 37 tahun dengan gangguan reproduksi Fluor Albus Patologis hari ke 10.

P : Planning

Tanggal : 12 Maret 2017 Pukul : 17.15 WIB 1. Memberitahu ibu bahwa keadaannya saat ini dalam keadaan

baik.

2. Menjelaskan pada ibu untuk tetap menjaga kebersihan daerah genitalnya.

3. Menganjurkan pada ibu untuk tetap minum obatnya secara teratur.

4. Mengingatkan pada ibu untuk kunjungan kembali 4 hari lagi pada tanggal 16 Maret 2017.

EVALUASI :

Tanggal : 12 Maret 2017 Pukul : 17.30 WIB

1. Ibu telah mengetahui hasil pemeriksaan.

2. Ibu bersedia untuk selalu menjaga kebersihan daerah kewanitaannya.

3. Ibu bersedia untuk minum obatnya secara teratur.

4. Ibu bersedia untuk kunjungan ulang pada tanggal 16 Maret 2017.

DATA PERKEMBANGAN III (KUNJUNGAN ULANG I)

Tanggal : 16 Maret 2017 Pukul : 18.45 WIB

Tempat : BPM Siti Soeharjani Mojosongo Jebres Surakarta S : Subjektif

1. Ibu mengatakan keputihan sudah benar-benar berkurang, tidak merasa gatal lagi, berwarna bening dan keputihan tidak berbau.

2. Ibu mengatakan sudah merasa lebih tenang.

3. Ibu mengatakan sudah meminum obat secara teratur.

4. Ibu mengatakan sudah membersihkan genitalianya dengan benar.

O : Objektif

1. Pemeriksaan umum

a. KU : Baik

b. Kesadaran : Composmentis

c. TTV : TD : 110/70 mmHg S : 36ºC

N : 82 x/menit R : 22 x/menit

2. Pemeriksaan fisik

Vagina : terlihat ada lendir putih ±1cc, tidak berbau Servik / Porsio : tidak terdapat erosi porsio

A : Asessment

Ny. S P1A0 umur 37 tahun dengan gangguan reproduksi Fluor Albus Patologis hari ke 14.

P : Planning

Tanggal : 16 Maret 2017 Pukul : 19.00 WIB 1. Memberikan ibu hasil pemeriksaan bahwa keputihan yang dialami oleh ibu sudah membaik dan tidak ada tanda-tanda yang mengarah ke infeksi genetalia.

2. Menganjurkan pada ibu untuk tetap menjaga kebersihan daerah kewanitaannya secara rutin.

3. Menganjurkan ibu untuk periksa ke bidan jika ada keluhan.

EVALUASI :

Tanggal : 16 Maret 2017 Pukul : 19.20 WIB

1. Ibu telah mengetahui hasil pemeriksaan dan ibu merasa lebih nyaman.

2. Ibu bersedia untuk selalu menjaga kebersihan daerah kewanitaannya secara rutin.

3. Ibu bersedia datang kembali jika ada keluhan.

B. PEMBAHASAN

Pada pembahasan ini penulis akan menjelaskan kesenjangan yang ada dengan cara membandingkan teori yang ada dengan praktek yang dilakukan di lahan. Dalam menjelaskan kesenjangan tersebut penulis menggunakan langkah-langkah dalam manajemen kebidanan yaitu pengkajian, interpretasi data, diagnosa potensial, antisipasi tindakan segera, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Pembahasan ini dimaksudkan agar diambil suatu kesimpulan dan pemecahan masalah dari kesenjangan yang ada, sehingga dapat digunakan sebagai tindak lanjut dalam penerapan asuhan kebidanan yang tepat, efektif, efisien khususnya pada asuhan kebidanan gangguan sistem reproduksi pada Ny. S P1A0 umur 37 tahun dengan Fluor Albus Patologis.

1. PENGKAJIAN

Pengumpulan data yang diperlukan untuk mengevaluasi keadaan secara lengkap dan semua data dikumpulkan dari sumber yang berhubungan dengan kondisi pasien (Walyani, 2015). Pada kasus Fluor Albus Patologis ciri-cirinya keputihan yang disertai gatal, panas pada vagina, keluarnya lendir yang kental, rasa panas saat kencing, secret vagina berwarna putih dan menggumpal, berwarna putih ke abu-abuan atau kuning dengan bauyang menusuk. Pada kasus Fluor Albus Patologis harus dilakukan pemeriksaan IVA Test untuk mendeteksi kemungkinan infeksi vagina

Pada kasus ini dimulai tanggal 2 Maret 2017 diperoleh data subjektif yaitu Ny. S datang ke BPM dengan keluhan mengalami keputihan sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu ini sering keluar lendir kental yang berlebihan, berwarna kuning, berbau, dan gatal pada alat kelaminnya. Pada data objektif dari pemeriksaan tanda-tanda vital meliputi tekanan darah 110/80 mmHg, suhu36,5ºC, nadi 86 x/menit, pernafasan 20 x/menit. Saat pemeriksaan vagina ada lendir kental menggumpal berwarna kuning. Pada Ny. S dilakukan pemeriksaan penunjang untuk mendeteksi kemungkinan infeksi vagina serta penanganan yang tepat. Dalam pengkajian ini penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan kasus di lahan.

2. INTERPRETASI DATA

Menurut Sulistyawati (2011), masalah pada Fluor Albus yang sering muncul yaitu akibat timbul rasa cemas dan gelisah dengan keadaannya, sedangkan kebutuhan yang diperlukan yaitu dukungan moril dan informasi tentang Fluor Albus.

Pada kasus ini dari pengkajian telah ditegakkan diagnosa kebidanan yaitu Ny. S P1A0 umur 37 tahun dengan gangguan reproduksi Fluor Albus Patologis. Masalah yang timbul pada Ny. S adalah kecemasan pasien terhadap keadaannya. Dari masalah yang timbul maka kebutuhan yang diberikan yaitu dorongan moral dan informasi tentang Fluor Albus. Dalam kasus ini penulis tidak

menemukan kesenjangan karena teori dan hasil studi kasus sudah sesuai.

3. DIAGNOSA POTENSIAL

Diagnosa potensial yang mungkin terjadi pada kasus Fluor Albus yaitu infeksi vagina seperti candida albican, kondiloma akuminata, dan herpes serta luka di daerah vagina (Sibagariang, 2010).

Antisipasi yang tepat dan penatalaksanaan yang baik dari asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien sehingga tidak terjadi infeksi vagina. Kesimpulan dari kasus Ny. S adalah tidak terdapat kesenjangan teori dan praktek lapangan.

4. ANTISIPASI

Antisipasi merupakan tindakan segera untuk mengantisipasi diagnosa potensial yang berkembang lebih lanjut dan menimbulkan komplikasi, yaitu dengan memberikan terapi Metronidazol 500mg (Sibagariang, 2010).

Antisipasi yang diberikan pada Ny. S dengan Fluor Albus Patologis ini adalah memberikan terapi obat yaitu Obat Herbal 550mg, Metronidazol 500mg, Vit C 500mg. Dalam kasus ini penulis menemukan kesenjangan antara teori dan hasil studi kasus dalam rencana pemberian terapi. Terapi obat ditambah dengan obat herbal dan vitamin C untuk mengurangi lendir yang keluar secara berlebihan dan mengurangi bau pada vagina yang disebabkan karena bakteri.

Kesenjangan dapat terjadi pada pemberian terapi karena

masing-masing pasien memiliki kebutuhan yang berbeda. Selanjutnya pada perencanaan akan diberikan terapi yang berbeda dengan teori.

5. PERENCANAAN

Rencana asuhan yang diberikan kepada gangguan reproduksi dengan Fluor Albus menurut Sibagariang (2010), adalah jelaskan pola hidup sehat dengan diet seimbang, hindari seks bebas, jelaskan bagaimana membersihkan daerah alat genetal, jelaskan cara membasuh vagina dengan benar, jelaskan untuk tidak sering menggunakan pencuci vagina, jelaskan untuk tidak menggunakan bedak, jelaskan untuk tidak menggunakan barang-barang yang memudahkan penularan, berikan terapi obat pada keputihan yaitu Obat Herbal 550mg, Metronidazol 500mg, Vit C 500mg.

Pada kasus Ny. S dengan gangguan reproduksi Fluor Albus Patologis ini rencana tindakan yang diberikan adalah lakukan pemeriksaan IVA Test, berikan penjelasan pada ibu hasil pemeriksaan, jelaskan pola hidup sehat, jelaskan untuk setia kepada pasangan, beri KIE tentang cara menjaga daerah kewanitaannya agar tetap bersih dan kering serta cara mencuci vagina dengan benar, jelaskan penggunaan

Pada kasus Ny. S dengan gangguan reproduksi Fluor Albus Patologis ini rencana tindakan yang diberikan adalah lakukan pemeriksaan IVA Test, berikan penjelasan pada ibu hasil pemeriksaan, jelaskan pola hidup sehat, jelaskan untuk setia kepada pasangan, beri KIE tentang cara menjaga daerah kewanitaannya agar tetap bersih dan kering serta cara mencuci vagina dengan benar, jelaskan penggunaan

Dokumen terkait