PRESTASI SISWA TK BCC UNGARAN
4. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan metode interaktif dan metode non interaktif (Goetz dan le Comte , 1984 : 14). Metode interaktif meliputi observasi berperan dan wawancara , sedangkan metode non interaktif meliputi observasi dan analisis dalam dokumen.
Sesuai dengan bentuk pendekatan penelitian kualitatif dan sumber data yang akan digunakan , maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Metode wawancara ini bertujuan memperoleh data atau informasi dari responden ( key informan) tentang manajemen pembelajaran BCCT di TK BCC Ungaran , maka yang menjadi key informan adalah Kepala TK, guru , dan siswa TK BCC Ungaran. Sedangkan tokoh masyarakat setempat menjadi informan sekunder yang terlibat dengan persoalan yang terkait dengan manajemen pembelajaran BCCT di TK BCC Ungaran..
Riset ini juga akan menggunakan teknik Focus Group Discussion
(FGD) untuk kebutuhan melengkapi data tentang manajemen pembelajaran. Secara umum teknik ini akan mengambil sampel dari Kepala TK BCC dan guru. Karena mereka yang terlibat langsung dengan siswa. Kedua kategori ini dikelompokkan secara terpisah. Penggalian data melalui diskusi kelompok ini dimaksudkan agar peneliti dapat menghimpun data dari hasil sharing pengalaman informan.
2. Observasi
Metode ini dilakukan dengan pengamatan langsung dan pengamatan tidak langsung terhadap obyek yang diteliti (Suharsimi Arikunto, 1993 : 1). Pengamatan langsung ini dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh data yang berhubungan dengan gambaran riil dan detil
tentang manajemen pembelajaran , begitu juga tentang keadaan guru dalam pembelajaran dikelas. Sedangkan pengamatan tidak langsung dilakukan untuk memperoleh data tentang persepsi masyarakat terhadap TK BCC Ungaran .
3. Dokumentasi
Metode dokumentasi digunakan untuk mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan, tulisan, arsip atau dokumen (Moh. Nazir, 1999 : 56). Catatan dan tulisan tersebut berupa UU Sisdiknas, peraturan pemerintah, jurnal, dan catatan penilaian kepala sekolah, penilaian guru, prestasi siswa serta profil TK BCC Ungaran. Dokumen tersebut dapat dijadikan data pendukung dalam penelitian ini.
E. Keabsahan Data
Agar data yang diperoleh berujung pada kesimpulan atau verifikasi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah , maka mutlak dilakukan pemeriksaan keabsahan data. Dalam pemeriksahan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan derajat kepercayaan (reliability) data yang diperoleh dari informan, keteralihan (transferability) data dari sumber data satu dengan sumber data yang lain, ketergantungan
(dependability) data dan kepastian (confirmability) data yang diperoleh
Dalam menguji keabsahan data peneliti menggunakan tri angulasi.
Tri angulasi yaitu teknik pemeriksahan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data ituuntuk keperluan pengecekan atau sebagai pembenading terhadap data. Pemeriksaan itu dilakukan terhadap sumber lainnya, sebagaimana dikatakan moleong (2002 : 178) yaitu berupa pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber data. Tri angulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi melalui alat yang berbeda dengan jalan :
1. Membandingkan data hasil pengamatan dari berbagai pihak yang
terlibat dalam manajemen pembelajaran BCCT di TK BCC Ungaran dengan hasil wawancara.
2. Membandingkan dengan apa yang dikatakan oleh orang di depan
umum secara pribadi dari subyek penelitian, baik key informan maupun informan pendukung.
3. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen
pelaksanaan kompetensi profesional guru.
Teknik analisis data dalam penelitian ini deskriptif-eksploratif-analisis, yaitu mendiskripsikan pendapat kepalaTK BCC, komite sekolah, guru, dan siswa serta tokoh masyarakt kemudian dianalisa tentang manajemen pembelajaran. Adapun alur yang digunakan interprestasi data dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1992 : 16), yaitu reduksi data, sajian data, dan verifikasi.
a. Reduksi Data
Reduksi data adalah proses pemilihan, perumusan, perhatian pada penyederhanaan atau menyangkut data dalam bentuk uraian (laporan) yang terperinci dan sistematis, menonjolkan pada pokok-pokok yang penting agar lebih mudah dikendalikan. Reduksi data merupakan satu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan,membuang yang tidak perlu , yang akan memberikan gambaran yang lebih terarah tentang hasil pengamatan, dan juga mempermudah peneliti untuk mencari kembali data itu apabila diperlukan.
Display data merupakan upaya penyajian data untuk melihat gambaran keseluruhan data atau bagian-bagian tertentu dari penelitian. Data yang dikumpulkan tidak semuanya valid dan reliable, karenanya perlu dilakukan reduksi agar data yang akan dianalisis benar-benar memiliki validitasdan reliabilitas yang tinggi.
b. Sajian Data
Sajian data adalah rangkaian organisasi informasi yang memungkinkan kesimpulan riset dapat dilakukan (Bambang Sumardjoko : 2003 : 30). Sajian data diperlukan peneliti untuk lebih mudah memahami berbagai hal yang terjadi dan memungkinkan mengerjakan sesuatu pada analisis ataupun tindakan lain berdasarkan pemahamannya. Sajian data dapat berupa berbagai jenis matriks, gambar,skema, jaringan kerja yang berkaitan dengan kegiatan dan juga tabel.
c. Penarikan Kesimpulan
Sejak awal kegiatan pengumpulan data seorang peneliti sudah harus memahami arti berbagai hal yang ditemui dengan mulai melakukan pencatatan peraturan-peraturan , pola-pola, pernyataan-pernyataan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin , arahan sebab akibat dan berbagai proposisi. Kesimpulan atau verifikasi adalah upaya untuk mencari makna terhadap data yang dikumpulkan dengan mencari pola, tema, hubungan, persamaan, hal-hal lain yang sering timbul dan sebagainya.
Pengambilan kesimpulan atau verifikasi dilakukan secara bertahap. Pertama-tama dirumuskan kesimpulan sementara, akan tetapi dengan bertambahnya data perlu dilakukan dengan cara mempelajari kembali data-data yang terkumpul, baik yang telah direduksi maupun yang telah disajikan. Demikian juga verifikasi ini dilakukan dengan cara meminta pertimbangan dari pihak-pihak yang kompeten, misalnya kepala TK ,komite sekolah, dan tokoh masyarakat. Teknik pengambilan kesimpulan dan penelitian ini adalah teknik analisis induktif berdasarkan bagian-bagian yang telah dikumpulkan, kemudian dikelompok-kelompokkan yang saling berhubungan (Moleong, 2002 : 6).
Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi sebagai sesuatu yang jalin menjalin pada saat sebelum, selama, dan sesudah pengumpulan data dalam bentuk yang sejajar untuk membangun wawasan umum yang disebut analisis.
Tiga jenis kegiatan analisis (reduksi data, sajian dat, verifikasi atau penarikan kesimpulan) dan kegiatan pengumpulan data merupakan siklus dan interaktif. Peneliti bergerak ulang alik diantara kegiatan reduksi data , sajian data, dan verifikasi selama kurun waktu penelitian. Pengkodean data , misalanya reduksi data menjurus kearah gagasan-gagasan baru guna dimasukkan kedalam suatu matriks
(penyajian data). Pencatatan data mempersyaratkan reduksi data selanjutnya. Setelah matrik teirisi, kesimpulan awal dapat ditarik, dan menggiring pada pengambilan keputusan, misalnya untuk menambah kolom lagi pada matriks itu untuk dapat menguji kesimpulan tersebut.
Untuk lebih jelasnya tiga komponen dalam kegiatan penelitian ini dapat dilihat dalam gambar di bawah ini :
Masa pengumpulan data
reduksi data
sebelum sesudah
sebelum sesudah
kesimpulan (verifikasi)
(Miles and Huberman, 1984: 19).
Gambar 1. Tahap-tahap analisis data menurut Miles and Huberman.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN