METODOLOGI PENELITIAN
G. Teknik Penjamin Keabsahan Data
Untuk menetapkan keabsahan (trustworthness) data diperlukan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Ada empat kriteria yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan (credibility),
31 keteralihan (tranferability), kebergantungan (dependability) dan kepastian (confirmability). 6
a. Kepercayaan (creadibility)
Kredibilitas (creadibility) menggambarkan tingkat kepercayaan terhadap penelitian terutama terhadap data dan informasi yang diperoleh. Pada penelitian ini, teknik pemeriksaan kreadibilitas dilakukan dengan:
perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, pengecekan sejawat, kajian kasus negatif, dan pengecekan anggota” 7
1) Perpanjangan Keikutsertaan
Perpanjangan keikutsertaan peneliti akan memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan.8 Dengan perpanjangan keikutsertaan, peneliti memiliki kesempatan lebih banyak untuk memperoleh data dan informasi yang
6 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010), hlm. 324.
7Ibid,h. 327.
8 Ibid
32 dibutuhkan dengan memperluas lingkup kajian.
Penelitian tidak dilakukan dengan tergesa-gesa.
Perpanjangan keikutsertaan membantu terciptanya hubungan yang semakin baik antara peneliti dengan subjek sebagai sumber data, sehingga tidak ragu memberikan data.
Perpanjangan waktu pengamatan dengan berada pada latar penelitian, peneliti berpeluang lebih besar untuk mempelajari situasi, memeriksa kembali data yang kurang jelas dan berpeluang meningkatkan kepercayaan. Selain itu, peneliti dapat lebih mengenal konteks dengan lebih baik, dan dapat mengenal lebih jauh subjek yang terdapat dalam penelitian ini.
2) Ketekunan Pengamatan
Ketekunan pengamatan bermaksud menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari
33 dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci.9
Ketekunan pengamatan dalam penelitian ini sangat diperlukan untuk lebih memastikan kesahihan informasi yang diperoleh dari para subjek penelitian melalui pertanyaan silang. Dengan cara ini diharapkan bahwa data yang diperoleh akan semakin tajam.
3) Triangulasi
Triangulasi yaitu tekhnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.10
Denzin (1978) dalam Sudarwan Danim mengemukakan empat bentuk triangulasi, yaitu triangulasi sumber (sources triangulation), triangulasi metode (methods triangulation), triangulasi peneliti
9Ibid, h. 329.
10 Afifuddin dan Ahmad Saebani, Metodologi Penelitian Kualitatif(Bandung: CV. Pustaka Setia, 2009), hlm. 143.
34 (investigatorstriangulation), dan triangulasi teori (theories triangulation).11
Triangulasi sumber ialah membandingkan tingkat keakuratan informasi atau data yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda.12 Adapun yang dimaksud sumber dalam penelitian ini adalah guru dan siswa yang mengikuti GLS.
Triangulasi metode yaitu pengecekan tingkat kepercayaan dan keabsahan data dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yang berbeda, dan atau pengecekan kepada beberapa sumber data dengan metode yang sama.13
Selain dengan Triangulasi sumber dan Triangulasi metode, untuk meningkatkan kreadibilitas data dilakukan dengan tringulasi penelitian dan tringulasi teori. Tringulasi ini dilakukan atas dasar pemikiran bahwa fakta tertentu tidak dapat diperiksa dengan
11 Sudarwan Danim, Menjadi peneliti Kualitatif (Bandung: CV.
Pustaka Setia, 2002), hlm. 195.
12 Syukur Kholil, Metodologi Penelitian Komunikasi (Bandung:
Cipustaka Media, 2006), hlm. 132.
13Ibid, h. 133.
35 hanya berdasarkan pada satu teori melainkan pembanding yang lain.
4) Pengecekan Sejawat
Kegiatan ini dilakukan dengan mendiskusikan temuan penelitian dengan teman sejawat yang benar-benar memahami tentang program GLS di Kota Langsa. Melalui diskusi ini diperoleh kontrol dan masukan jujur yang bermanfaat untuk memperbaiki kekeliruan peneliti yang mungkin terjadi secara tidak sengaja.
Dengan membicarakan temuan-temuan penelitian yang telah di dapat dari teman seprofesi dan subjek lain di lokasi penelitian yang untuk memproleh masukan yang bersifat jujur dan benar sehingga lebih mudah memperbaikinya jika ada kesilapan dan kesalahan dalam penelitian ini, juga dapat menguatkan kembali hasil penelitian yang telah diperoleh.
Pengecekan sejawat yang dilakukan untuk menunjukkan bahwa temuan penelitian sesuai dengan
36 harapan dan tujuan penyelenggaraan GLS di Kota Langsa dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa. Masukan yang diperoleh melalui diskusi ini membantu peneliti untuk menguatkan keyakinan akan hasil penelitian.
5) Kajian Kasus Negatif
Teknik Analisis kasus negatif dilakukan dengan jalan mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan pembanding.14Hal ini dilakukan untuk memperbaiki hipotesis kerja sebagai upaya meningkatkan kreadibiltas penelitian. Analisis kasus negatif dilakukan dengan mengumpulkan temuan-temuan yang ada di lapangan.
6) Pengecekan Anggota
14 Moleong, Metodologi, hlm. 334
37 Pengecekan dengan anggota yang terlibat dalam proses pengumpulan data sangat penting dalam pemeriksaan derajat kepercayaan.15
Temuan dalam penelitian perlu diajukan untuk dikonfirmasikan kembali dengan para informan yang pernah diajak berbicara dan diamati, yang terdiri dari Kepala sekolah, gurudan sebagian siswa yang mengikuti program Gerakan Literasi Sekolah (GLS)
Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada informan untuk mengetahui hasil yang diperoleh sebagai temuan penelitian dan memberikan tanggapan dan koreksi terhadap temuan tesebut.
b. Keteralihan (Transferability)
Keteralihan dalam penelitian kualitatif adalah kemampuan untuk melihat kemungkinan hasil penelitian dapat diaplikasikan dalam situasi lain. Laporan hasil penelitian sedapat mungkin menyajikan uraian rinci yang
15Ibid, hlm. 335
38 disusun secara teliti sehingga memudahkan pembaca dalam memahami konteks latar dan situasi yang mungkin untuk menggeneralisasikan hasil penelitian pada situasi yang berbeda. Dengan kata lain bahwa dengan deskripsi hasil penelitian secara rinci, pembaca mampu menentukan kelayakan penerapan hasil penelitian tesebut untuk situasi lain.
c. Kebergantungan (Dependability)
Untuk memenuhi standar yang berlaku, maka peneliti berupaya untuk bersikap konsisten terhadap seluruh proses penelitian. Seluruh kegiatan penelitian ditinjau ulang dengan memperhatikan data yang telah diperoleh dengan tetap mempertimbangkan konsistensi dan reliabilitas data yang ada. Adanya kebergantungan ditujukan terhadap sejauh mana kualitas proses dalam mengkonseptualisasikan penelitian, dimulai dari pengumpulan data, analisis data, interpretasi temuan dan pelaporan yang diminta oleh pihak-pihak atau para ahli
39 yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang diteliti.
d. Kepastian (Confirmability)
Penelitian harus memastikan bahwa seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini terjamin kepercayaan dan diakui oleh orang banyak sebagai gambaran objektifitas, sehingga kualitas data dapat diandalkan (reliable). Untuk memperoleh kepastian terhadap data penelitian yang diperoleh, peneliti memberi kesempatan kepada pihak guru di tempat peneliti mengumpulkan data, sehingga kualitas data dapat dipertanggung jawabkan dan diandalkan sesuai dengan fokus dan sifat alamiah penelitian yang dilaksanakan.
40 BAB IV
Hasil Penelitian dan Pembahasan