• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Penerapan Peraturan Tentang Biaya Nikah di KUA Kecamatan

1. Penerapan Biaya Administrasi Pernikahan Di KUA Kecamatan Gunung Pelindung

Peraturan tentang biaya nikah yang pada awalnya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2015 yang kemudian diatur Kembali pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 tahun 2018 tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Agama yang menyatakan bahwa biaya layanan nikah

61 Data dari Buku Register Pernikahan KUA Kecamatan Gunung Pelindung Tahun 2020.

62 Data dari Buku Register Pernikahan KUA Kecamatan Gunung Pelindung Tahun 2020.

63 Data dari Buku Register Pernikahan KUA Kecamatan Gunung Pelindung Tahun 2020.

peristiwa nikah sebesar Rp.600.000 bagi pernikahan di luar KUA dan pernikahan di KUA pada hari libur dan jam kerja, sedangkan biaya nikah geratis di berlakukan bagi masyarakat yang menikah di KUA pada hari dan jam kerja dan masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi atau terkena musibah yang melaksanakan pernikahan di luar KUA dengan adanya peraturan ini maka KUA Kecamatan Gunung Pelindung berupaya menerapkan peraturan tersebut.

Pada dasarnya pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 tahun 2018 tentang tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlakupada kementerian agama dapat berjalan dengan cukup efektif dengan respon masyarakat yang menerima dan menjalankan dengan cukup baik, walaupun terdapat beberapa catatan khusus dan hambatan dalam pelaksanaanya. Hal pertama yang menjadi catatan dalam temuan penelitian adalah bahwa masyarakat kebanyakan memilih menikah di luar kantor daripada menikah di KUA dengan biaya Rp. 0,-. Hal ini tercatum dalam buku register pernikahan KUA Kecamatan Gunung Pelindung yang menyebutkan bahwa 70 pasangan pengantin yang menikah di KUA pada tahun 2020 dan 110 pasangan pengantin yang menikah di Luar KUA Pada Jam Kerja dan di Luar Jam Kerja dari kurun waktu satu tahun pada tahun 2020 serta 10 pasangan pengantin yang menikah di KUA Pada Hari Libur dan di Luar Jam Kerja pada tahun 2020.64

64 Data dari Buku Register Pernikahan KUA Kecamatan Gunung Pelindung Tahun 2020.

Kepala KUA Kecamatan Gunung Pelindung Bapak Nur Hamid mengungkapkan bahwa:

“Penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 tahun 2018 tersebut sudah lancar dan berjalan dengan efektif dan masyarakat sudah menerima dan menjalankannya, walaupun akhir-akhir ini saya mendengar banyak masyarakat yang mengeluhkan tentang biaya administrasi pendaftran nikah yang terasa mahal bagi masyarakat.

Untuk kendalapun tetap ada namun dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Dan mayoritas masyarakat wilayah KecamatanGunung Pelindung ini dalam mengumpulkan persyaratan administrasi dan dalam pendaftaran pernikahannya di bantu dengan pihak ketiga atau perantara. Jika ingin mendaftarkan pernikahannya secara mandiri masyarakat bisa langsung menyetorkan biaya nikah melalui rekening kas negara ataupun rekening Bendahara Penerimaan (BPn) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Masyarakat rata-ratamenikah pada hari libur diluar jam kerja sehingga angka pernikahan di KecamatanGunung Pelindung banyak yang melaksanakan pernikahan di rumah hal ini didasari dengan banyaknya hitunganjawa yang jatuh pada hari tersebut. Sehingga dari pihak KUA pun tidak bisa menolaknya karena ini merupakan kebiasaan yang telah membudaya padamasyarakat.”65

Pendapat yang sama disampaikan oleh pengawai KUA Bapak Imam Muhtarom yang mengatakan bahwa:

“Di KUA ini sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 tahun 2018 sudah menjalankan peraturan tersebut. Namun memang setiap aturan tidak bisa langsung dijalankan olehmasyarakat sehingga hal yang pertama kami lakukan adalah mengadakan sosialisasi untuk menyampaikan kepada masyarakat. Masyarakat diberitahu kalau pembayaran pernikahan diluar KUA Rp. 600.000,- dan Rp. 0,- untuk pernikahan di KUA sesuai dengan aturan tersebut.

Untuk prakteknya dalam lingkungan KUA dan masyarakatnya sudah berjalan dari mulai pendaftaran, pembayaran, dan sebagainya, tapi ada juga masyarakat yang mendaftarkan pernikahan mereka dengan menggunakan perantara baik dari tokoh agama atau perantara desa.

Untuk pelaksanaannya di KUA sudah efektifitas namun pada masyarakat belum 100% karena masih kurangnya tingkat pemahaman masyarakat tentang peraturan tersebut. Masyarakat belum memahami untuk prosedur dan pelaksanaannya, dari awal ada yang langsung ke

65 Wawancara dengan Kepala KUA Kecamatan Gunung Pelindung Bapak Nur Hamid, Pada tanggal 14 Juli 2021, Jam 10.00 WIB.

KUA dan ada yang menggunakan perantara baik dari tokoh agama atau perantara desa. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 tahun 2018 tersebut belum efektif dimasyarakat karena biasanya masyarakat pasrah kepada seseorang yang mengurusnya, jadi dari masyarakat tidak mau tahu asalkan berjalan dengan lancar dan hal tersebut sudah membudaya pada masyarakat sehingga dari pihak KUApun harus pelan-pelan dalam mengubah kebiasaan tersebut.”66

Fakta di masyarakat banyak yang masih melalui perantara untuk mendaftar pernikahannya. Dalam hal ini juga disampaikan oleh pegawai KUA Bapak Abu Khoiri yang mengatakan:

“Sejak tahun 2013 Modin sudah tidak ada hubungannya dengan KUA karena sudah tidak ada SK nya di KUA sendiri sudah meminta bahwa pendaftara nikah sebaiknya dilakukan mandiri oleh calon pengantin sendiri. Namun masyarakat masih sangat membutuhkan modin, mayoritas masyarakat masih belum sepakat kalau tidak melalui modin. Karena modin sudah tidak diberlakukan maka masyarakat meminta bantuan perantara yaitu tokoh agama atau perantara desa untuk mendaftarkan pernikahannya. Namun, di masyarakat sudah ada yang melakukan pendaftaran mandiri mungkin jumlahnya 30% mereka datang sendiri dan tidak ada biaya apapun.

Maka dari itu pihak KUA menghimbau agar pendaftaran diurus sendiri agar tidak ada biaya diluar ketentuan”.67

Berdasarkan pernyataan dari pihak KUA di atas, masyarakat dihimbau untuk melakukan pendaftaran mandiri atau dilakukan sendiri oleh calon pengantin. Agar tidak ada biaya-biaya yang mungkin muncul di luar ketentuan dari pihak lain. Namun, banyak masyarakat yang belum paham dan berani untuk mengurus sendiri, jadi mendaftarkan pernikahan melalui perantara tetap menjadi pilihan masyarakat dan sangat membantu bagi masyarakat awam yang akan mendaftarkan pernikahannya.

Hal ini jugalah yang melatarbelakangi munculnya stigma di masayarakat

66 Wawancara dengan Bapak Imam Muhtarom Pegawai KUA Kecamatan Gunung Pelindung, Pada tanggal 14 Juli 2021, Jam 10.00 WIB.

67 Wawancara dengan Bapak Abu Khoiri Pegawai KUA Kecamatan Gunung Pelindung, Pada tanggal 14 Juli 2021, Jam 09.00 WIB

bahwa biaya mendaftarkan pernikahan itu mahal dan menjadi salah satu faktor penghambat dalam pelaksanaan Peraturan Pemerintah tersebut dikarenakan dari sebagian masyarakat tidak langsung daftar pada KUA sehinggaproses pendaftaran perkawinan lewat perantara seperti tokoh agama dan aparatur desa.

Selain dari petugas KUA, peneliti juga mewawancarai beberapa informan masyarakat yang telah melakukan pencatatan pernikahan di KUA Kecamatan Gunung Pelindung terkait pendaftaran dan biaya nikah.

Karena

data yang tercantum dalam buku register pernikahan KUA Kecamatan Gunung Pelindung diketahui bahwa pasangan yang mendaftarakan pernikahannya secara langsung tanpa perantara orang lain berjumlah 23 pasangan. Sedangkan pasangan yang mendaftarkan pernikahan melalui perantara tokoh agama seperti mudin berjumlah 17 pasangan dan pasangan yang mendaftarkan pernikahan melalui perantara aparat Desa berjumlah 160 pasangan.68

Pasangan pengantin Bapak Ahmad Azwar dan Ibu Elly Yulia Jayanti salah satu warga desa Pempen mengatakan,

“Pada saat itu kami sibuk mempersiapkan persiapan untuk resepsi dan lain sebagainya dan kami kurang memahami proses pendaftaran pernikahan jadi kami meminta bantuan aparat Desa. kebayakan disini kalau mau mendaftarkan pernikahan meminta bantuan aparatur desa.

Jadi kami tinggal mengikuti saja daripada kami repot. di sini untuk mendaftarkan pernikahan dengan memberikan uang transport perantara Rp250.000, biaya pengurusan dokumen syarat nikah di

68 Data dari Buku Register Pernikahan KUA Kecamatan Gunung Pelindung Tahun 2020.

Desa Rp. 350.000 dan biaya nikah Rp.600.000 jadi total biaya yang kami keluarkan sejumlah Rp1.200.000.”69

Dalam hal ini, pasangan Haruji dan Surati salah satu warga desa Pelindung Jaya mengatakan,

“Kami mendaftarakan pernikahan dengan meminta bantuan tokoh agama di sini dan kami memberi beliau uang transport Rp150.000, selanjutnya biaya nikah Rp600.000 dan biaya pembuatan dokumen syarat nikah di Desa Rp200.000 jadi total biayanya Rp950.000”70 Hal serupa disampaikan oleh orangtua pengantin perempuan Bapak Maftuh dan Ibu Maryam yang mengatakan, “Karena sudah merupakan kebiasaan di lingkungan ini ketika akan menikah meminta bantuan mudin untuk mendaftarkan juga menyetorkan biaya nikah yang Rp600.000 pada KUA dan Rp.200.000 untuk dokumen syarat nikah di kelurahan, dengan memberikan uang transport pada mudin tersebut senilai Rp150.000.” 71

Pasangan bapak Muhammad Khairudin dan ibu Sumayahwarga desa Negeri Agung yang mana mereka baru saja menikahkan putrinya Intan Pandini dengan Bagas Herdiansyah yang dilaksanakan pada tanggal 05 Agustus 2020 mereka juga menyatakan:

“biaya yang saya keluarkan untuk perkawinan anak saya adala Rp.

1.400.000,00(Satu juta empat ratus ribu rupiah) karena melaksanakan pernikahan di rumah. Persyaratan dan pembiayaan pernikahan lewat perantara aparatur desa dan untuk perincian dananya tidak ada dan saya juga tidak bertanya tentang hal itu saya hanya meneirma beresnya saja asalkan acaranya lancar, dalam hal ini aparatur desa telah mengurus semua hal yang terkait dengan administrasinya hanya waktu itu kami hanya menyetorkan foto, Fc Ijaazah, Fc KTP Orang tua, data saksi, pas itu saya langsung ke aparatur desa karena berliau

69 Wawancara dengan pasangan pengantin Bapak Ahmad Azwar dan Ibu Elly Yulia Jayanti, yang melaksanakan pernikahan di luar KUA, Pada tanggal 17 Juli 2021, Jam 15.32 WIB.

70 Wawancara dengan pasangan pengantin Haruji dan Surati, Pada tanggal 25 Juli 2021, Jam 09.00 WIB

71 Wawancara dengan Bapak Maftuh dan Ibu Maryam sebagai keduaorangtua pengantin perempuan, Pada tanggal 25 Juli 2021, Jam 16.00 WIB.

menyanggupi terkait ini. Waktu itu saya juga tanya terkait pencalonan dll lalu beliau menjawab tidak atau dari pihak menginginkan maka saya akan mengantarkan atau tinggal menunggu dirumah buku nikah langsung jadi pas akad nikah. Saya juga berserah kepada aparatur desa bagaimananya bisa berjalan dengan lancarnya dan untuk KERnya memang wajibnya manten. Kami merasa biaya pernikahan nya mahal seperti kata tetangga saya tapi memang karena kami ingi terima beresnya ya jadi kami terima saja biayanya segitu.”72

Berbeda halnya dengan pernikahan dari pasangan pengantin yang mendaftar secara mandiri tanpa perantara yaitu Umar Susanto dan Bella Susanti salah satu warga desa Way Mili mengatakan,

“kami membayar pengurusan dokumen syarat nikah Rp. 250.000 di kelurahan dan membayar biaya nikah yang Rp.600.000 kemarin secara langsung ke bank sesuai dengan arahan pegawai KUA karena kemarin kami memang mudah untuk mengakses bank tersebut.”73 Hal yang sama disampaikan oleh kedua orangtua penganti perempuan yaitu Bapak Sardi dan Ibu Marfu‟ah mereka mengatakan, “Biaya nikah kemarin langsung dibayarkan via bank sesuai dengan arahan pegawai KUA ketika mau melakukan pendaftaran, lalu bukti bayar itu yang kemudian kami serahkan ke pegawai KUAnya prosesnya mudah kok tidak ribet.”74

Selanjutnya, Bapak Muhammad Deni Ariyanto selaku Sekretaris Desa (Sekdes) desa Pelindung Jaya Kecamatan Gunung Pelindung mengungkapkan bahwasannya:

“Administrasi yang saya terima nantinya akan dialokasikan untuk meningkatkan sarana dan prasarana desa dan juga untuk pengurusan dokumen-dokumen kelengkapan syarat mendaftarkan pernikahan.

Untuk pembiayaan mendaftarkan pernikahan di KUA seluruhnya

72 Wawancara dengan bapak Muhammad Khairudin dan ibu Sumayah orangtua pasangan pengantin Intan Pandini dengan Bagas Herdiansyah, Pada 11 November 2021, Jam 17.00 WIB

73 Wawancara dengan pasangan pengantin Umar Susanto dan Bella Susanti , Pada 18 Juli 2021, Jam 18.00 WIB

74 Wawancara dengan Bapak Sardi dan Ibu Marfu‟ah sebagai keduaorangtua pengantin perempuan, Pada tanggal 18 Juli 2021, Jam 16.00 WIB.

yaitu Rp.600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) dan itu diserahkan kepada pihak KUA. Sebenarnya kami tidak mematok biaya dalam pengurusan administrasi dokumen-dokumen kelengkapan syarat mendaftarkan pernikahan, namun apabila ada masyarakat yang memberikannya sebagai tanda teri kasih ya akan kami terima.

Menurut saya yang terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 tahun 2018 tersebutsudah efektivitas namun dalam pelaksanaannya di KUA belum efektif dikarenakan digratiskan tapi pertama masyarakat tidak bisa mencari hari untuk perkawinannya, terus harus mampu melaksanakan perkawinan sendiri artinya menggunakan wali sendiri dan kebanyakan tradisi orang sinikan kepercayaan masyarakatkan mencari hari yang bagus otomatiskan untuk harinya membuat sendiri harinya yang buat biasanya orang tua atau sesepuh jadi pembiayaan tersebut lebih dari jumlah yang telah ditentukan karena sebagai pengganti hari danjam yang menentukan yang akan menikah.”75 Berdasarkan pernyataan dari pihak aparatur desa Bapak Muhammad Deni Ariyanto diatas, bahwa masyarakat tidak ditarik biaya apapun dalam pengurusan administrasi dokumen-dokumen kelengkapan syarat mendaftarkan pernikahan. Melainkan masyarakat sendiri yang memberikan uang tanda terima kasih kepada petugas yang bertugas membantu pengurusan administrasi dokumen-dokumen tersebut. Hal ini berbeda dengan pengakuan masyarakat, berdasarkan hasil wawancara beberapa masyarakat dengan peneliti menyatakan bahwa masyarakat diharuskan membayar biaya pengurusan administrasi dokumen-dokumen kelengkapan syarat mendaftarkan pernikahan berkisar antara Rp. 200.000,-Rp. 350.000,-.

Sama halnya yang diungkapkan Bapak Riyan Wijaya pegawai bagian Administrasi desa Nibung mengatakan bahwa:

“Pihak-pihak dari kelurahan desa Nibung terkait pengurusan administrasi dokumen-dokumen kelengkapan syarat nikah tidak mau

75 Wawancara dengan bapak Muhammad Deni Ariyanto selaku Sekretaris Desa (Sekdes) desa Pelindung Jaya Kecamatan Gunung Pelindung, Pada 11 November 2021, Jam 15.30 WIB

membebani masyarakat dengan mematok biaya. Maka dari itu biaya pengurusan administrasi dokumen-dokumennya gratis bagi masyarakat. Begitu pula jika masyarakat meminta bantuan dalam pendaftaran pernikahannya di KUA kami akan tetap membantu tanpa dikenakan biaya. Tapi jika masyarakat berkenan atau memaksa memberikan uang sebagai tanda terima kasih dan sebagai uang atas jasa yang kami lakukan maka kami tidak menolaknya. Asal tidak memberatkan masyarakat. Biasanya masyarakat yang datang ke kantor ada yang sudah membawa persyaratan dan ada yang belum.

Persyaratannya seperti Foto Copy (FC) Ijazah, Foto Copy KTP orangtua, Foto dan diluar persyaratan pribadi seperti mencari surat ke Puskesmas kadang kami membantu mencarikannya jika masyarakat belum membawanya.”76

Bapak Yusuf Amin selaku pegawai bagian Administrasi desa Pempen mengatakan bahwa:

“Pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 tahun 2018 tersebut sudah sesuai dan efektif dan untuk rincian dananya sudah mutlakjika menikah dirumah Rp. 600.000,00 (Enam ratus ribu rupiah) untuk pendaftaran saya yang mendampingi masyarakat karena sudah jadi kebiasaan masyarakat terima beres atas perkawinan mereka, mereka beranggapan asalkan lancar pelaksanaannya. Dalam hal ini masyarakat lebih banyak memilih untuk menikah dirumah karena sudah hal yang membudaya bagi masyarakat. Disini kami memang menetapkan biaya dalam pengurusan administrasi dokumen-dokumen kelengkapan syarat mendaftarkan pernikahan bagi masyarakat. Tapi tidak yang sampai memebratkan masyarakat. Dan untuk masyarakat darai kalangan yang tidak mampu secara ekonomi kami geratiskan pengurusan administrasi dokumen-dokumen kelengkapan syarat nikahnya.”77

Pernyataan berbeda dari wawancara yang diungkapkan Bapak Azka Dzikra selaku Sekretaris Desa (Sekdes) desa Way Mili Kecamatan Gunung Pelindung yang menyatakan bahwa:

“Kami pihak kelurahan sepakat jika masyarakat berkenan atau memaksa memberikan uang sebagai tanda terima kasih dan sebagai uang atas jasa yang kami lakukan maka kami tetap tidak

76 Wawancara dengan bapak Riyan Wijaya pegawai bagian Administrasi desa Nibung Kecamatan Gunung Pelindung, Pada 11 November 2021, Jam 16.30 WIB

77 Wawancara dengan bapak Yusuf Amin pegawai bagian Administrasi desa Pempen Kecamatan Gunung Pelindung, Pada 11 November 2021, Jam 10.30 WIB

menerimanya. Karena memang pada hakikat peraturannya tidak ada biaya atau Rp. 0,- untuk pengurusan administrasi dokumen-dokumen kelengkapan syarat nikah. Kami ingin membantu masyarakat dari semua golongan makanya kami menetapkan dan menerapkan peraturan tersebut.”78

Kebiasaan masyarakat yang selalu memakai pihak ke tiga dalam pengurusan pendaftaran nikah, hal ini kadang menjadikan biaya menjadi lebih besar dari ketentuan sebenarnya. hal ini juga menjadi faktor penghambat keterlaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 tahun 2018 tentang tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada kementerian agama yaitu yang pertama, daerah Kecamatan Gunung Pelindung adalah memiliki jalan yang rusak parah sehingga akses menuju Kecamatan Gunung Pelindung dan perumahan masyarakat masih sulit dijangkau. Jarak antara rumah masyarakat dengan KUA rata-rata masih jauh sehingga tidak memungkinkan masyarakat datang untuk mengurus persyaratan, sehingga memilih untuk mengurus persyaratan lewat perantara.

Menanggapi hal ini Bapak Amir Mahmud pengawai KUA Kecamatan Gunung Pelindung Mengatakan:

“Seperti yang telah diketahui bahwa daftar kesini itu bisa mandiri tidak harus pakai jasa orang lain nanti pasti gratis. Penyetoran biaya nikah sebagai salah satu Penerimaan Negara Bukan Pajak dilakukan melalui rekening kas negara ataupun rekening Bendahara Penerimaan (BPn) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Namun karena di masyarakat masih kebiasaan pakai perantara, jadi perantara yang mengurus keperluan pendaftaran dan segala keperluanya, mungkin itu yang membuat biaya jadi mahal. Karena perantara sendiri tidak dapat imbalan dari KUA untuk mengurus itu, jadi mereka jual jasa ke calon pengantin dalam mengurus pendaftaran nikah.

Sebenarnya kami juga dari KUA sudah sering mendengar hal itu

78 Wawancara dengan bapak Azka Dzikra selaku Sekretaris Desa (Sekdes) desa Way Mili Kecamatan Gunung Pelindung, Pada 11 November 2021, Jam 08.30 WIB

bahwa pihak perantara menarif biaya pengurusan, umumnya memang hingga Rp. 300.000,00 kadang lebih. Pihak perantara juga membutuhkan uang karena mereka mengurus keperluan pendaftaran calon pengantin. Kalau ada kejadian seperti itu misalnya nikah di KUA bayar dan dirasa mahal, kalau itu dari oknum dalam seperti pegawai KUA bisa lapor kepada Kepala KUA atau kepada saya tapi kalau dari luar misalnya perantara yang narif sangat mahal dan calon pengantin merasa dirugikan dapat dilaporkan di Kementrian Agama (KEMENAG). Pihak perantara bukan wewenang kami pihak KUA untuk mengurusi jadi kalau merasa dirugikan calon pengantin sendiri yang bisa melaporkan”.79

Berdasarkan penjelasan dari Bapak Amir Mahmud pengawai KUA Kecamatan Gunung Pelindung tersebut dapat dinyatakan bahwa menanggapi tarif pendaftaran nikah yang lebih dari ketentuan, pihak KUA sebenarnya mengetahui akan hal ini, namun jika dalam pengurusan tersebut memakai jasa perantara dalam pengurusan sudah pantas memberikan imbalan karena memang pihak perantara menjual jasa untuk pengurusan tersebut. Bapak Amir Mahmud juga menjelaskan bahwa apabila ada calon pengantin yang dirugikan terkait biaya administrasi nikah di KUA Kecamatan Gunung Pelindung, jika dari pihak luar maka bisa di laporkan ke Kementrian Agama (KEMENAG) dan kalau dari pihak KUA bisa melaporkan kepada Kepala KUA. Namun beliau menghimbau sebaiknya pengurusan dilakukan sendiri agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak lain yang ingin mengambil keuntungan.

Hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa penyetoran biaya nikah sebagai salah satu Penerimaan Negara Bukan Pajak dilakukan melalui rekening kas negara ataupun rekening Bendahara Penerimaan (BPn) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Akan tetapi terdapat

79 Wawancara dengan Bapak Amir Mahmud Pegawai KUA Kecamatan Gunung Pelindung, Pada tanggal 15 Juli 2021, Jam 09.00 WIB

pasangan pengantin yang menggunakan jasa perantara aparat Desa maupun tokoh agama selanjutnya perantara tersebut menyetorkan biaya nikah tersebut pada Petugas Penerima Setoran dengan ketentuan sebagai berikut:

Pertama, Jika tidak terdapat akses layanan bank atau penyetoran

langsung ke kas negara, biaya nikah dapat di setorkan pada petugas penerima setoran di Kantor Urusan Agama. Kedua, Petugas penerima Setoran pada Kantor Urusan Agama Kecamatan wajib menyetorkan biaya nikah yang diterima dari calon pengantin ke rekening Bendahara Penerimaan pada akhir hari kerja berkenaan. Ketiga, jika dalam proses penyetoran mengalami kendala baik karena kondisi geografis atau biaya yang dibutuhkan untuk melakukan penyetoran ke bank/ pos persepsi lebih besar, maka Kepala Kantor Kementerian Agama mengajukan permohonan izin melakukan setoran tersebut kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan melalui Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.

Berdasarkan temuan penelitian ditemukan bahwa pasangan calon pengantin membayar biaya nikah di KUA senilai Rp.600.000 untuk pernikahan yang dilakukan di luar KUA dan di KUA pada hari libur dan di luar KUA. Kemudian semua pasangan pengantin membayar biaya pengurusan dokumen syarat nikah di Kelurahan sebesar Rp200.000-Rp350.000 dan jika menggunakan perantara aparat Desa atau tokoh agama membayar transport atas jasanya berkisar antara Rp100.000-Rp250.000.

2. Penerapan Biaya Nikah Geratis Bagi Pernikahan di KUA

Mengenai penerapan peraturan biaya nikah geratis bagi pasangan calon pengantin yang menikah di KUA, Kepala KUA Bapak Nur Hamid berpendapat bahwa:

“Semenjak peraturan pemerintah yang terbaru terkait biaya nikah geratis di KUA diterapkan banyak sekali pasangan pengantin yang kemudian menikah di KUA pada hari dan jam kerja meskipun mereka ada yang berasal dari keluarga mampu, kami menerapkan peraturan tersebut tapi kami memberlakukan persyaratan SKTM bagi semua pasangan yang menikah geratis di KUA”. 80

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala KUA di atas ditemukan bahwa praktek di lapangan sedikit berbeda dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 59 Tahun 2018 Pasal 5 ayat (1) huruf b dan Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak KEPDIRJEN BIMAS Islam Nomor DJ.III/600 Bab IV point a. Dalam peraturan tersebut menjelaskan

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala KUA di atas ditemukan bahwa praktek di lapangan sedikit berbeda dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 59 Tahun 2018 Pasal 5 ayat (1) huruf b dan Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak KEPDIRJEN BIMAS Islam Nomor DJ.III/600 Bab IV point a. Dalam peraturan tersebut menjelaskan

Dokumen terkait