• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

8. Teknik Warning Uf For Reading (wfr)

h. Deskripsi dan Tujuan Penggunaan Teknik-Teknik

Warning uf for Reading(WFR) adalah teknik yang mencoba menggali pengetahuan dasar siswa unutk memahami teks bacaan yang dimliki siswa.

Teknik ini sederhana dan hanya menggunakan secarik kertas kerja (worksheet) sebagai salah satu media kegiatannya. Kegiatan ini dapat dilakukanpada jenis teks apapun, pada berbagai tingkatan usia dan pada setiap jenjang pendidikan.

Tampilan kertas kerja (worksheet) tersebut sangat sederhana sehingga memberi kesan bahwa siswa akan melakukan hal yang mudah. Hal ini penting sebagai upaya untuk memotivasi dan menumbuhkan rasa percaya diri siswa.

Kertas kerja (worksheet) tersebut didalamnya memuat instruksi yang jelas sehingga memberikan gambaran bahwa tekhnik ini dapat dilakukan secara mandiri, sehingga kegiatan ini berpusat pada siswa (student center). Pada kertas kerja (worksheet) ini tercantum nama dan jenis tugas (individu dan kelompok) agar memudahkan evaluasi dan memonitor kegiatan apa saja yang telah dilakukan siswa. Adapun langkah-langkah penggunaan teknik Warning uf for Reading(WFR) adalah sebagai berikut.

1) Guru memberi penjelasan mengenai teknik Waning uf for Reading(WFR).

Pada setiap awal kegiatan teknik Warning uf for Reading(WFR), guru harus selalu menjelaskan petunjuk kegiatan danmenjelaskan apa manfaatnya bagi siswa walaupun hal tersebut sudah tercantum dengan jelas pada kertas kerja.

Hal ini dilakukan agar siswa mersa guru selalu dekat dan siap membantu mereka dalam melakukan kegiatan ini.

2) Membentuk kelompok

Guru memberikan kebebasan kepada siswa untukmembentuk kelompok sendiri. Setiap kelompokberanggota 5 orang. Jadi dalam satu kelas ada 8 kelompok.

3) Peranan ketua kelompok dan anggota kelompok 4) Guru memberikan judul teks bacaan

Pada tahap ini guru memberikan judul yang ditulis dipapan tulis atau layar infokus (LCD). Berdasarkanjudul tersebut, siswa diminta untuk membuat pertanyaan yang jawabannnya harus mereka temukan dalam teks tersebut.

5) Guru memberikan bahan belajar, seperti lembar kerja teknik Warning uf fo Reading(WFR)

6) Guru membantu siswa dalam melakukan teknik Warning uf for Reading(WFR).

Dalam kegiatan ini, jika perlu siswa dilatih terlebih dahulu bagaimana membuat pertanyaan dengan menggunakan “5W+1H” dijelaskan bahwa

fungsi dari pertanyaan ini bertujuan untuk mencari informasi yang spesifik/

tertentu.

Pada tahap ini, harus diingat bahwa siswa hanya „memprediksi‟dan„prediksi‟

tersebut tidak harus selalu benar.Penjelasan ini perlu agar siswa tidak merasa kecewa „prediksi‟ mereka tidak benar. Pada kolom berikutnya, disebelah pertanyaan terdapat 30 nomor yang memuat prediksi kata-kata yang mungkin

muncul di dalam topik yang sesuai dengan judul tersebut. Teks yang diberikan bisa merupakan teks yang sudah jadi atau yang telah diadaptasi oleh peneliti. Kemudian siswa mulai diberi teks dan membaca teks tersebut dengan kelompok. Mereka membaca dengan seksama, mencoba mencari jawaban atas pertanyaan yang telah mereka buat sebelumnya. Mereka juga mencari kata-kata apa saja yang muncul pada bacaan tersebut dan apabila ada diberi tanda “checklist” (√).

7) Guru bersama siswa mengevaluasi proses dan hasil pelaksaan pembelajaran.

8) Guru menugaskan siswa untuk menjawab pertanyaanyang sudah ada di bawah bacaan sebagai tugas individu.

i. Keunggulan dan Kelemahan teknik Warning uf for Reading(WFR) 1) Keunggulan teknik Warning uf for Reading(WFR)

Dengan menggunakan teknik Warning uf for Reading(WFR) ini, siswa merasa tertantang dan termotivasi untuk membaca. Menurut Burns (via farida rahim, 2008:12) membaca merupakan proses berfikir, untuk dapat memahami bacaan pembaca terlebih dahulu harus memahami kosa-kata dan kalimat yang dihadapinya melalui proses asosiasi. Oleh karena itu pembaca harus berfikir logis, sistematis dan kreatif.

Penting untuk diketahui bahwa dengan teknik Warning uf for Reading(WFR) pembelajaran membaca menjadi lebih bermakna karena siswa memusatkan perhatian mereka kepada inti informasi tersebut. Teknik Warning uf for Reading(WFR) juga akan melatih siswa menggunakannya diluar lingkungan sekolah.

Peran masing-masing siswa disini adalah sebagai partisipan aktif yang harus membaca teks, menuliskan pertanyaan dan memprediksi. ini dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi kegiatan yang berpusat pada siswa.

Melalui kegiatan teknik Warning uf for Reading(WFR) setidaknya tercakup 4 komponen dasar dalam proses membaca, yaitu pertama adalah mengembangkan kosa kata. Kedua, melalui Teknik Warning uf for Reading(WFR) siswa diberikan judul terlebih dahulu sebelum diberikan teks.

Sehingga siswa dapat membayangkan apa yang akan muncul dalam bacaan dengan judul tersebut. Ketiga, siswamengantisipasi informasi yang akan mereka terima maka terjadilah proses sintesa dan evaluasi. Keempat adalah ketika siswa mencari informasi umum, lalu mencari informasi tertentu, membuat kesimpulan dan memahami judul bacaan maka pada waktu bersamaan teknik Warning uf for Reading (WFR) melatih siswa agar lebih paham dan selalu menggunakan teknik Warning uf for Reading (WFR) ketika mereka harus membaca.

Salah satu manfaat dari teknik Warning uf for Reading(WFR) yaitu sebagai kegiatan pra-membaca juga membuat membaca lebih bermakna karena dapat menjadi instrumen untuk menggali dan mengaktifkan pengetahuan dasar siswa.

2) Kelemahan Teknik Warning uf for Reading (WFR)

a) Memerlukan kreativitas dan keterampilan dalam menyusun teknik Warning uf for Reading (WFR)tersebut.

b) Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan teknik Warning up for Reading (WFR).

c) Membutuhkan ketua kelompok yang cukup terampil untuk menghindari suasana yang sedikit ramai ketika menggunakan teknik Warning uf for Reading (WFR) ini.

E. Kerangka Pikir

Pembelajaran membaca pemahaman yang selama ini dilaksanakan di sekolah belum berjalan secara maksimal.Siswa diminta untuk membaca teks kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah disediakan. Pembelajaran membaca cenderung bersifat tradisional, sehingga siswa merasa bosan dan malas.

Pembelajaran membaca yang saat ini membuat kemampuan membaca pemahaman siswa tidak berkembang dan tidak menumbuhkan motivasi dan minat siswa untuk gemar membaca. Padahal membaca merupakan kunci untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan tehnik pembelajaran sebagai variasi dalam membaca pemahaman.Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman adalah teknik Warning uf for Reading (WFR). Pada awal kegiatan teknik Warning uf for Reading (WFR) guru harus selalu menjelaskan petunjuk kegiatan dan manfaatnya, walapun hal tersebut sudah tercantum jelas pada kertas kerja. Hal ini bertujuan agar siswa dan guru selalu dekat dan siap membantu dalam pembelajaran. Pada kertas kerja (worksheet) juga tercantum nama dan jenis tugas (individu dan kelompok) agar guru mudah melakukan evaluasi danmonitoring.

Melalui teknik Warning uf for Reading (WFR) setidaknya ada 4 komponen dasar dalam membaca, yaitu: (1) pengembangan kosa kata; (2) memprediksi apa

yang muncul dalam bacaan tersebut; (3) mengantisipasi informasi yang akan diterima siswa, sehingga akan terjadi proses evaluasi, (4) siswa mencari informasi umum, lalu mencari informasi tertentu. Salah satu manfaat dari teknik Warning uf for Readin (WFR) sebagai kegiatan pra- membaca juga membuat pembelajaran membaca menjadi lebih bermakna, karena dapat menjadi instrument untuk menggali dan mengaktifkan pengetahuan dasar siswa.

Keberhasilan teknik Warning uf for Reading (WFR) dapat dilihat dari prestasi membaca pemahaman setelah dilakukan pengukuran pada siswa berupa tes pemahamanbacaan. Tes dilaksanakan dua kali yaitutes awal dan tesakhir.

Teknik Warning up for Reading (WFR) dikatakan efektif apabila prestasi membaca kelas lebih tinggi .

Bagan Kerangka Pikir:

Pengembangan kosakata

Memprediksi apa yang muncul dalam bacaan tersebut

Mengantisipasi informasi yang akan diterima siswa, sehingga terjadi proses evaluasi

Siswa mencari informasi umum, lalu mencari informasi tertentu

Dilakukan pengukuran pada siswa berupa tes pemahaman bacaan

Dilaksanakan tes awal dan tes akhir

Peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui teknik warning uf for Reading siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tanete Riaja tahun pelajaran

2019/2020

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus,siklus1meliputi perencanaan, pelaksanaan,observasi dan refleksi. sedangkan siklus II merupakan penyempurnaan atau perbaikan dari siklus I apabila masih terdapat kekurangan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

B. Subjek dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri I Tanete Riaja tahun ajaran 2019/2020 pada semester genap selama dua bulan, subjek penilitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri I Tanete Riaja dengan jumlah siswa 26 orang.

C. Fokus Penelitian

Fokus penelitianini yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri I Tanete Riaja.

Penelitian ini dilakukan untuk peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui teknik Warning uf for Reading(WFR)

D. prosedur Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitan tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Tiap siklus dilaksanakan sesuai ranvangan siklus yang ingin dicapai.kedua siklus merupakan rangkaian kegiatan yang saling berkaitan artinya pelaksanaan siklus II merupakan rangkaian kelanjutan dan

29

perbaikan dari siklus I, setiap siklus dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan, 3 kali pertemuan proses pembelajaran dan I kali proses pertemuan tes.

Berdasarkan rencana pembelajaran diatas, maka dilaksanakan penelitian tindakan kelas dengan prosedur. (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi,dan (4) refleksi.

Proses dalam Penelitian Tindakan Kelas (Arikunto, 2007)

.a. Siklus I

siklus I berlangsung selama 3 kali pertemuan kali dalam 4 tahap, sesuai dengan kriteria penelitian tindakan kelas yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.

Perencanaan

Pelaksanaan

Perencanaan Observasi/ Evaluasi

Siklus N Refleksi

Siklus II

Pelaksanaan

Observasi/ Evaluasi Refleksi

1. Tahap perencanaan

Sebelum diadakan tindakan, terlebih dahuluh dilakukan langkah-langkah berikut:

a. Menelaah kurikulum (memilih materi yang sesuai).

b. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran untuk pelaksanaan tindakan dengan menggunakan metode teknik Warning uf for Reading.

c. Membuat soal atau instrument berupa tes hasil belajar untuk melakukan evaluasi disetiap akhir siklus.

d. Membuat lembar evaluasi untuk melihat bagaimana kondisi atau

keadaan siswa dikelas saat proses belajar mengajar berlangsung dengan digunakannya metode teknik Warning uf for Reading(WFR)

2. Tahap pelaksanaan tindakan

setelah tahap perencanaan matang, kemudian dilaksanakaan tahap tindakan. pada tahap ini, dilakukan kegiatan pembelajaraan membaca pemahaman dengan pembelajaran yaitu 1). membentuk kelompok dan menentukan materi atau topik yang akan dipelajari, 2). merencanakan kegiatan kelompok, 3).

melaksanakan penyelidikan, 4). mempersiapkan laporan ,dan 5). menyajikan laporan.

3. Tahap obsrrvasi dan evaluasi

Pada tahap ini dilaksanalkan observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat serta melaksanakaan evalusi. observasi dilakukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Data observasi yang diambil adalah tentang perubahan sikap siswa yang meliputi

kehadiran,keaktifan, dalam memerlukan bimbingan serta banyaknya yang memperoleh penghargaan pada akhir siklud I, diberikan evalaluasi berupa tes hasil belajar untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa terhadap proses pembelajaraan yang telah dilakukan.

4. Tahap refleksi

Berdasadarkan data yang telah diperoleh dari pengamatan,baik berupa hasil evaluasi maupun data hasil observasi, pada siklus I terdapat beberapa kekurangan pada proses pembelajaran membaca pemahaman dengan belajar metode teknik Warning uf for Reading maka ditindak lanjuti pada siklud II.

b. Siklus II

Kegiatan yang dilakukan pada siklus II ini adalah mengukur kegiatan-kegiatan yang pernah dilakukan pada siklus I yang merupakan perbaikan dari refleksi pelaksanaansiklus I dengan menambah atau mengurangi bagian-bagian yang dianggap kurang baik berdasarkan hasil refleksi pada siklus I.

pelaksanaannya sama dengan siklus 1, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi dan evaluasi, dan 4) refleksi.

c. Instrumen penelitian

`Instrumen yang digunakanuntuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah :

a. Lembar observasi

Lembar observasi digunakan untuk mengetahui data tentang kehadiran siswa, keajtifan, perhatian dan pemahaman siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar.

b. Tes hasil belajar

Tes hasil belajar dilakukan pada setiap akhir siklus yang bertujuan untuk memperoleh informasih tentang penguasaan materi oleh siswa setelah proses pembelajaraan.

c. Dokumentasi

Mengambil hal-hal penting yang terjadi selama pembelajaran berlangsung, yang digunakan untuk melengkapi data.

F. Teknik Pengumpulan Data

Telaah pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Tes

Tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas yang harus dikerjakan siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkahlaku atau prestasi anak tersebut yang kemudian dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh siswa lain atau standar yang telah ditetapakan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tes adalah cara atau metode untuk menentukan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas tertentu atau mendemonstrasikan penguasaan suatu keterampilan atau pengetahuan.

2. Observasi

Instrumen nontes adalah observasi yang digunakan untuk memperoleh data pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Aspek yang diamati: a).

respon atau sikap siswa terhadap bacaan yang diberiakn, b). respon atau sikap siswa terhadap metode pembelajaran yang digunakan guru, c). jumlah siswa yang menjawab pertanyaan, 4) jumlah siswa yang memberi tanggapan terhadap bacaan.

3. Dokumentasi

Membuat hal-hal penting yang terjadi selama pembelajran berlangsung, yamg digunakan untuk melengkapi data yang tidak terekam dalam lembar observasi.

G. Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan bersifat kualitatif, data yang diperoleh dikategorikan dan diklasifikasikan berdasarkan analisis kaitan logisnya kemudian ditafsirkan dan disajikan secara actual dan sistematis dalam keseluruhan permasalahan dan kegiatan penelitian,

Adapun kriteria yang digunakan sebagai standar untuk menilai peningkatan hasil belajar siswa adalah sesuai dengan kriteria standar yang menunjuk pada Mc.

Taraf Keberhasilan Kualifikasi

85%-100% Sangat Tinggi (ST)

70%-85% Tinggi (T)

55%-69% Sedang(S)

40%544% Rendah (R)

0-39% Sangat Renda (SR)

Tabel 2.1 Kriteria Standar Keberhasilan

Berdasarkan kriteria diatas, maka kriteria keberhasilan tindakan dilihat dari hasil belajar siswa yaitu apabila semua siswa yang menjadi subjek penelitian ini memeroleh skor minimal antara 70%- 84% atau kualifikasi baik (B). Rumus yang digunakan untuk memperoleh nilai tersebut adalah :

N= Nilai perolehan : Nilai Maksimal x 100%

Keterangan:

N =Presentase deskritif

Nilai perolehan =Nilai yang diperoleh siswa selama tes Nilai maksimal =Nilai terbaik (100)

H. Indikator Keberhasilan

Kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VIII SMP Negeri I Tanete Riaja sudah berhasil jika siswa telah mencapai minimal 70 dan secara klasikal telah mencapai 85% maka dianggap telah tuntas.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Penelitian pni merupakan penelitian yang menggunakan dua siklus pada siswa kelas VIII SMP Negeri I Tanete Riaja. Setiap siklus Terdiri dari 3 kali pertemuan, metode pelaksanaanya terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

Data dari hasil penelitian menyiapakan berupa kemampuan membaca siswa dan aktifitas belajar siswa diperoleh melalui instrument penilaian yang dilakukan oleh peneliti pada saat siswa melakukan proses belajar mengajar, sesuai dengan standar nilai KKM yang telah ditentukan dapat dilihat pada lampiran hasil penelitian.

1).Tindakan Siklus I

a. Tahap perencanaan

pada tahap ini peneliti menyiapkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang ingin dicapai oleh siswa selanjutnya menyiapkan lembar observasi siswa dan aspek penialian kemampuan membaca siswa sebagai alat pengumpulan data, untuk mengetahui bagamana kondisi belajar mengajar di kelas pada waktu berlangsungnya kegiata pembelajaran, baik siswa maupun guru.

b. Tahap pelaksanaan

pembelajaran peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui teknik Warning uf for Reading , siklus I dilaksanakan selama 4

36

jam pelajaran dengan tiga kali pertemuan, yaitu Kamis, Jumat dan Sabtu 2019 ( 2x30 menit ).

1). Perencanaan

Tahap pertama dalam penelitian tindakan kelas ini adalah perencanaan. pada tahap ini, penelitian melakuakan diskusi dengan guru kalaborator yang bertujuan untuk menginformasikan tentang penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti. peneliti bekerja sama dengan guru kelas yang mengampu mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII untuk mengatasi permasalahan yang ada. Penyebab terjadinya permasalahan dalam kegiatan membaca pemahaman telah terindentifikasi dengan baik oleh peneliti dan kalaborator. setelah peneliti dan kalaborator mempunyai persamaan persepsi terhadap permasalahan siswa dalam pelajaran membaca. peneliti bersama kolaborator merancang pelaksanaan pemecahaan masalah dalam kegiatan pembelajaran membaca pemahaman

Dengan melihat kondisi siswa dan permasalahan yang ada dikelas , peneliti dan kolaborator memutuskan untuk menggunakan teknik warning kegiatan membaca yang diyakini mampu membantu siswa untuk memahami isi bacaan dan meningkatkan partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran . hasil perencanaan siklus I sebagai berikut :

a. Peneliti dan kolaborator menetapkan waktu pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Penelitian diaadakan setiap hari kamis, jumat dan sabtu yakni sesuai jadwal mata pelajaran bahasa Indonesia

b. Peneliti dan kolaborator menentukan materi pembelajaran yang akan disampaikan .

c. Peneliti menyusun perangkat pembelajaran yang akan digunakan ,yaitu meliputi RPP ,bahan ajar, lembar evaluasi hasil belajar , dan lembar observasi .

d. Peneliti menyiapkan sarana pembelajaran yang mendukung terlaksananya tindakan

e. Peneliti menyiapkan instrument penelitian , mengobservasi proses dan hasil pembelajaran

2). Implementasi tindakan

Tahap kedua dari penelitian tindakan kelas ini adalah implementasi tindakan yang merupakan pelaksanaan isi rancangan .berikut uraian pelaksanaan tindakan siklus I.

a) Pertemuan pertama (23 juli 2019)

Pelaksanaan siklus 1 pada pertemuan pertama dilaksanakan pada hari selasa 23 juli 2019, selama dua jam (2x40 menit) di ruang kelas VIII SMP Negeri I Tanete Riaja. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pemimpin jalannya kegiatan pembelajaran,

Langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam pembelajaran membanca pemahaman siklus I pertemuan pertama adalah sebagai berikut.

(1) Peneliti membuka pembelajaran dengan mengucap salam.

(2) Siswa dikondisikan dengan presensi.

(3) Peneliti dan siswa bertanya jawab tentang kesulitan dalam membaca pemahamana.

(4) Peneliti memperkenalkan kepada siswa mengenai strategi yang akan digunakan dalam pembelajaran membaca pemahamana yaitu strategi teknik Warning uf for Reading(WFR).

(5) Peneliti menyuruh siswa mencari cerita atau tentang pengalamannya sehari- hari lalu naik membacakan di deapan kelas .

b). Pertemuan kedua ( rabu, 24 juli 2019)

(1) siswa mempersiapkan diri untuk menerima pelajaran.

(2) Peneliti mengigatkan kepada siswa tentang tugas pada pertemuan yang lalu.

(3) peneliti meminta siswa naik membacakan hasil dari tugasnya masing-masing di depan kelas .

(4) Siswa dan peneliti melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilakasanakan.

(5) Pelajaran diakhiri dengan ucapan salam.

3). Observasi

Tahap ketiga dari penelitian tindakan kelas ini adalah observasi.

Observasi dilakukan bersama dengan berlangsunganya tindakan. Hal pokok dari pelakasanaan observasi ini adalah tindakan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran (keberhasialan proses) dan hasil pembelajaran (keberhasilan produk) berupa hasil belajarsiswa pada saat pembelajarn membaca pemahaman.

a) Keberhasilan proses

Dalam melakukan pengamatan proses pembelajaran, peneliti menggunakan pedoman pengamatan yang difokuskan pada situasi kegiatan belajar siswa. Hal yang diamati dari situasi kegiatan belajar siswa adalah situasi belajar, perhatian atau focus, keaktifan dan proses belajar. Berikut disajikan hasil pengamatan pada siklus 1.

Tabel 1: Lembar Pengamatan Situasi Pembelajaran Siklus I.

No Aspek Indikator Skala Penilaian Pert. I Pert. II 1 Situasi belajar Keantusiasan

siswa mengikuti

4 Proses Belajar Proses belajar mengajar di

K:Kurang

Berdasarkan tabel di atas, terdapat peningkatan dari pertemuan pertama hingga kedua. Pada pertemuan pertama, proses pembelajaran masih terasa kurang. Siswa terasa antusias mengikuti proses pembelajaraan. Namun peran aktif siswa dalam kegiatan belajar –mengajar masih kurang. Kondisi ini disebabkan siswa belum memahami betul materi yang disampaikan oleh peneliti.

Tetapi sebagian siswa juga sudah memperhatikan apa yang dijelaskan oleh peneliti. Pada saat diminta untuk membacakan hasil tugas mereka, siswa terlihat sangat antusias sekali. Akan tetpi, masih banyak siswa yang berbincang- bincang sendiri dan mementingkan kepentingan pribadi mereka sendiri.

Pada pertemuan kedua, proses pembelajaran terlihat telah baik. Pada awal pembelajaran siswa diberikan evaluasi mengenai hasil belajar mereka. Ternyata berpengaruh terhadap meningkatnya minat siswa dan kualitas proses pembelajaran. Meningkatnya proses pemebelajaran juga terlihat saat siswa diminta untuk membacakan hasil tugasnya pada pertemuan sebelumnnya

b. Keberhasilan Produk

Tes individu siswa dilakukan setiap akhir siklus. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah melakukan pembelajaran dengan strategi kegiatan membaca .

Tabel 2: Persentase Perolehan Nilai Tes Siklus No Interval Frekuensi Persentase

1 85%-100% 6 7,69%

2 70%-85% 5 19,23%

3 55%-69% 7 26,9%

4 40%-54% 4 15,38%

5 0-39% 4 15,38%

Berdasarkan tabel 2dapat dinyatakan bahwa dari 26 siswa yang menjadi subjek penelitian, 6 siswa berada pada kategori sangat tinggi, 5 siswa berada pada kategoti tinggi, 7 siswa berada pada kategori sedang, 4 siswa berada pada kategori rendah, 4 siswa berada pada kategori sangat rendah.

Apabila hasil belajar siklus I dianalisis maka ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3: Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Siswa

Skor Kategori Frekuensi Presentase

0-69 Tidak tuntas 15 57,69%

70-100 Tuntas 11 42,30%

Berdasarkan tabel diatas bahwa siswa yang berada pada kategori tidak tuntas sebanyak 15 siswa dengan presentase 57, 69% dan siswa yang

berada pada kategori tuntas sebanyak 11 osiswa dengan presentase 42, 30%.

4). Refleksi

Tahap keempat dalam penelitian tindakan kelas ini adalah refleksi.pada kegiatan ini, peneliti bersama guru mengevaluasi semua tindakan yang sudah dilaksanakan. Evaluasi bertujuan untuk mencari sebagai hal yang harus diperhatikan selama pelaksanaan siklus 1.

Berdasarkan data hasil pengamatan pada proses pembelajaran membaca pemahaman dengan strategi kegiatan membaca teknik Warning uf for Reading siklus I.

2. Hasil tindakan siklus II a. Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan dibuat berdasarkan refeleksi pada siklus I adapun aspek-aspek yang akan diperbaiki pada siklus II adalah lebih aktif dan semanagat lagi pada proses pembelajaran.

Perencanaan pada siklus II ini dilakukan oleh peneliti dan guru. Adapun proses pemebelajaran membaca pemahaman dengan strategi teknik Warning uf for Reading(wfr) dilakukan kembali karena hasil belajar siswa masih belum oktimal pada pelakasanaan siklus I.

b. Tahap Pelakasanaan

Pelaksanaan tindakan siklus II yaitu perbaikan hasil belajar siswa dengan menggunakan strategi teknik Warning uf for Reading untuk meningkatakan hasil belajar siswa.

Pembelajaran difokuskan untuk memahami isi bacaan dan mencari makana kosakata baru yang di kerjakan individu. Langkag-langkah Pada siklus II yaitu sebagai berikut:

Pembelajaran difokuskan untuk memahami isi bacaan dan mencari makana kosakata baru yang di kerjakan individu. Langkag-langkah Pada siklus II yaitu sebagai berikut:

Dokumen terkait