Lisa Yulita Damayanti SMK Muhammadiyah 1 Lendah
Apa itu Teknologi informasi?
Teknologi informasi adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6). Menurut kamusOxford(1995) teknologi informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama kom-puter, untuk menyimpan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar. Kemudian, yang dimaksud dengan teknologi informasi dalam bidang pendidikan adalah metode bersistem untuk merencana-kan, menggunamerencana-kan, dan menilai seluruh kegiatan pengajaran dan pembelajaran dengan memperhatikan, sehingga mendapatkan bentuk pendidikan yang lebih efektif.
Diketahui bahwa pada zaman sekarang perkembangan tek-nologi informasi terutama di Indonesia semakin berkembang. Adanya teknologi informasi dan komunikasi memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi di dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Seka-rang ini, jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berat
untuk mendapatkan ilmu karena berbagai aplikasi tercipta untuk memberikan fasilitas.
Indonesia tercatat sebagai negara berkembang, dengan ketersediaan komunikasi yang masih minimal dapat mengakibat-kan kesempatan setiap orang untuk mendapatmengakibat-kan informasi dan pengetahuan menjadi terbatas. Ketersediaan untuk memperoleh informasi ini masih terasa sangat terbatas di daerah-daerah. Hal ini dikarenakan penyebaran teknologi informasi dan komunikasi yang belum merata sehingga hanya di kota-kota besar saja yang sudah menikmati dengan mudah dan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia. Akibatnya, perkembangan pendidikan pun menjadi terhambat dan juga tidak merata.
Salah satu wadah yang paling berperan dalam dunia tekno-logi informasi dan komunikasi di Indonesia saat ini ialah inter-net. Di negara kita, terutama yang berada di kota-kota besar sudah banyak yang menggunakan akses internet sehingga pe-manfaatan internet sebagai salah satu media pembelajaran, pen-carian informasi, dan pengetahuan dapat lebih maksimal walaupun akses internet di Indonesia belum sepenuhnya dapat dirasakan semua orang.
Jika kita bercermin ke negara lain, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia bisa dikatakan cukup tertinggal. Di negara lain, teknologi informasi dalam bidang pendidikan sudah berjalan dengan baik serta merata. Selain itu, di dalam proses pembelajaran di sekolah juga sudah mengguna-kan berbagai macam media teknologi informasi dan komunikasi. Untuk itu, peran pemerintah sangat diharapkan untuk mening-katkan pertumbuhan serta perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan di Indonesia. Peme-rintah diharapkan dapat menyetarakan perkembangan teknologi informasi di semua daerah. Pemerintah diharapkan dapat mem-bantu daerah-daerah yang penyampaian informasinya masih kurang. Pemerintah jangan hanya terfokus pada daerah atau kota-kota besar saja, seperti yang terjadi pada saat sekarang
ini. Oleh karena itu, peran daerah dalam mendukung perkem-bangan teknologi informasi dalam perkemperkem-bangan pendidikan di Indonesia sangatlah penting.
Dengan belum meratanya penyebaran teknologi informasi, dampaknya akan berpengaruh terhadap proses perkembangan pendidikan di Indonesia. Hal ini dikarenakan peran teknologi informasi di dunia pendidikan sangatlah penting. Dengan adanya teknologi informasi, segala macam ilmu pengetahuan dan infor-masi dapat diterima dan didapatkan dengan mudah dan cepat. Selain itu, akhir-akhir ini di dalam bidang pendidikan di Indonesia juga telah mengalami perubahan. Salah satunya yaitu dengan adanya ujian nasional berbasis komputer. Ujian nasional yang dahulu dilakukan dengan cara tertulis kini telah beralih pada ujian nasional berbasis komputer. Pastinya ujian nasional berbasis komputer juga merupakan salah satu perkembangan teknologi informasi yang ada di Indonesia khususnya dalam dunia pendi-dikan. Meskipun belum semua sekolah di Indonesia melakukan ujian nasional dengan berbasis komputer, setidaknya sistem ujian tersebut sudah mulai berjalan di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan teknologi informasi, terdapat lima pergeseran dalam proses pembelajaran, yaitu (a) dari pelatihan ke penampilan, (b) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (c) dari kertas ke online, (d) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan (e) dari waktu siklus ke waktu nyata.
Apa yang kita rasakan sekarang ini sangatlah berbeda dengan sepuluh tahun tahun yang lalu. Teknologi informasi dan komu-nikasi bisa kita nikmati dalam berbagai bidang teknologi infor-masi, salah satunya yaitu dalam bidang pendidikan. Para siswa di zaman yang serba canggih ini dituntut bisa menguasai kom-puter dan internet agar dapat melaksanakan proses pembelajaran
dengan mudah. Akan tetapi, tidak semua siswa dapat meng-gunakan internet untuk proses pembelajaran, melainkan sebagian siswa menggunakan internet hanya untuk tegur sapa melalui jejaring sosial yang ada saat ini, sepertifacebook,twitter, dan lain-lain.
Teknologi informasi dan komunikasi digunakan bukan hanya untuk tegur sapa dan mencari teman yang belum tentu kita tahu tentang pribadinya, melainkan digunakan untuk proses kegiatan pembelajaran di sekolah melalui pemanfaatan komputer dengan didukung oleh teknologi internet. Dengan teknologi komputer dan internet, para siswa tidak hanya dapat belajar di dalam kelas, tetapi mereka dapat belajar di mana saja dan kapan pun. Hampir semua materi pelajaran dapat diperoleh dengan mengakses me-lalui internet. Secara umum, peran teknologi informasi dalam lingkungan pendidikan dapat dirasakan oleh para siswa, seko-lah, dan orang tua.
Dengan terus berkembangnya teknologi informasi pada sekarang ini, semakin banyak pula aplikasi-aplikasi yang tersedia. Pastinya, dengan adanya aplikasi-aplikasi tersebut banyak siswa yang menggunakannya dan itu akan membuat pengaruh yang sangat besar untuk siswa. Teknologi informasi dapat memberi-kan pengaruh positif dan negatif bagi siswa.
Dampak positif teknologi informasi (TI) antara lain ialah sebagai berikut. Pertama,teknologi itu dapat memudahkan siswa dalam proses pembelajaran. Kedua, siswa dapat dengan mudah mengakses internet. Ketiga, siswa dapat mudah untuk mencari teman baru.Keempat, siswa akan lebih mudah untuk mencari informasi. Kelima,TI dapat mempermudah dalam berkomunika-si jarak jauh. Keenam, TI dapat memperluas pergaulan sebagai makhluk sosial. Ketujuh, dengan TI aktivitas relatif terasa lebih efisien. Kedelapan, penyebaran informasi dapat dilaksanakan secara cepat tanpa ada batasan wilayah, ruang, dan waktu.
Dampak negatif adanya teknologi informasi di antaranya yaitu sebagai berikut. Pertama, siswa akan kurang berinteraksi
langsung dengan guru. Kedua, siswa lebih cenderung menjadi siswa yang pemalas. Ketiga, siswa menjadi kurang berkreatif dalam menciptakan hal yang baru. Keempat,siswa akan kurang bersosialisasi. Kelima, menjadikan siswa kurang aktif dalam masyarakat. Keenam, dapat menimbulkan pembajakan karya intelektual. Ketujuh, semakin menyebarnya situs-situs porno-grafi.
Dengan adanya dampak tersebut, sangatlah penting tekno-logi informasi bagi guru dan orang tua dalam mengawasi siswa. Teknologi informasi tidak akan terjadi dengan sendirinya karena setiap siswa memiliki kondisi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Siswa memerlukan bimbingan, baik dari guru maupun dari orang tuanya dalam melakukan proses pembelajar-an dengpembelajar-an dukungpembelajar-an teknologi informasi. Dalam hal ini, guru memegang peran yang amat penting dan harus menguasai seluk beluk teknologi informasi dan yang lebih penting lagi ialah kemampuan memfasilitasi pembelajaran anak secara aktif. Peran guru sebagai pemberi informasi harus bergeser menjadi manajer pembelajaran dengan sejumlah peran-peran tertentu, karena guru bukan satu-satunya sumber informasi melainkan hanya salah satu sumber informasi.
Saat ini, interaksi antara guru dan siswa teknologi informasi tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media yang ada saat ini, sepertilaptop, komputer, telepon, pos-el,dan lain-lain. Guru dapat memberikan informasi tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Begitu juga dengan siswa, jika ingin bertanya tentang pembelajaran di sekolah tidak harus berhadapan lang-sung dengan guru. Namun, dengan adanya media tersebut siswa akan menjadi lebih mudah untuk berkomunikasi walaupun tidak berhadapan langsung. Mungkin di zaman sekarang ini banyak guru memberikan tugas kepada siswa melalui pos-el dan media yang lainnya. Akibatnya, interaksi antara guru dan siswa secara langsung akan semakin berkurang.
Dengan semakin berkurangya interaksi yang dilakukan oleh guru dan siswa, semakin banyak pula risiko ke depannya. Siswa akan merasa lebih bebas tanpa pengawasan di sekolah, karena pengawasan di rumah mungkin tidak sepenuhnya diperhatikan oleh orang tua. Dengan demikian siswa akan semakin bebas dalam menggunakan teknologi informasi saat ini. Bahkan, akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, dengan semakin berkembangnya teknologi infor-masi di masa sekarang ini, semakin mudahnya pula pengaruh-pengaruh dari luar yang akan mempengaruh-pengaruhi perkembangan siswa. Untuk itu, peran guru dan orang tua sangatlah penting dengan semakin berkembangnya teknologi informasi pada masa sekarang ini.Hal-hal yang harus dilakukan oleh guru dan orang tua, antara lain (i) selalu mengawasi siswa dalam menggunakan teknologi informasi saat ini, (ii) selalu mengecek apa yang dilaku-kan siswa dalam media sosial, (iii) selalu memberi nasehat, agar siswa tidak terjerumus ke hal yang tidak diinginkan, dan (iv) membimbing siswa bagaimana cara menggunakan teknologi informasi dengan baik.
Saat ini banyak siswa menggunakan teknologi dengan tidak sewajarnya, yaitu dengan menggunakan teknologi informasi tidak sesuai dengan manfaatnya. Mereka menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Apalagi sekarang semakin canggihnya teknologi media, sepertihandphone, android,dan yang lainnya karena telah menyediakan berbagai macam aplikasi. Akibatnya, siswa akan menghabiskan waktu untuk bermain
handphone (hp)bukan untuk belajar. Sekarang ini banyak siswa yang menggunakan hp tidak sewajarnya, dan itu akan sangat merugikan untuk masa depannya kelak.
Jika siswa akan terus-menerus bermainhp, siswa akan me-rasa asyik dengan dunianya sendiri yaitu dunia bersama hp. Sehingga siswa akan sangat kehilangan segalanya yang ada di dunia nyata. Ada sebuah contoh. Ada empat orang siswa, mereka berteman dan sangat akrab sekali. Suatu saat satu dari empat
orang siswa tersebut sangat asyik dengan dunianya sendiri. Dia lebih memilih untuk selalu bermain hp dari pada bergabung dengan temannya sehingga anak tersebut merasa asyik dan lupa dengan temannya. Dengan terus menerus seperti itu, akan ber-pengaruh dengan pribadinya sendiri dan temannya. Mengapa? Karenahpakan membuat dirinya buta akan apa yang ada pada dunia nyata dan juga akan membuat dirinya malas. Dia akan menghabiskan waktunya hanya untuk bermainhp, yaitu dengan selalu aktif di media sosial (facebook, twitter, instagram, dan lain-lain). Itu akan membuatnya semakin malas untuk belajar dan akan merasa kecanduan dengan hp, sehingga siswa tersebut akan kehilangan prestasi di sekolah dan kehilangan teman-temannya.
Oleh karena itu, jadikanlah teknologi informasi sekarang ini sebagai sahabat belajar bukan sebagai hantu dalam kehidupan kita. Kita dapat menggunakanhp,laptop, komputer sebagai media belajar kita. Dengan adanya media teknologi informasi tersebut kita dapat dengan mudah mendapatkan informasi apa saja yang bermanfaat dan dapat membantu siswa dalam pembelajaran di sekolah. Gunakanlah media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat bukan untuk teman curhat, karena banyak di zaman sekarang ini siswa menggunakan media sosial untuk teman curhat dari-pada untuk mencari teman baru dan berkomunikasi dengan teman yang jauh.
Cara untuk menjadikan internet sebagai sahabat belajar. Pertama, menjadikan media sosial untuk menambah teman serta mencari dan menemukan hal-hal yang bermanfaat.Kedua, tidak menjadikan media sosial sebagai tempat curhat, tetapi curhatlah kepada Allah Swt. Ketiga, carilah informasi yang positif melalui internet. Keempat, jadikanlah google untuk membantu dalam proses pembelajaran di sekolah maupun di rumah.Kelima, atur-lah waktu untuk bermain internet, jangan sampai waktumu habis hanya untuk mencari hal-hal yang tidak bermanfaat.
Dari artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa teknologi infor-masi saat ini semakin berkembang. Tentunya kita sebagai
pengguna teknologi, harus bisa memilih dan memilah mana yang benar dan mana yang salah, mana yang positif dan mana yang negatif. Oleh karena itu, gunakanlah teknologi informasi saat ini dengan bijak sesuai dengan kebutuhan kita.
Lisa Yulita Damayanti.Remaja putri ini lahir di Pematang Kolim,16 Juli 1999. Gadis yang memiliki kegemaran membaca ini tinggal ber-sama keluarganya di Pedukuhan IX, Jalan Bana-ran, Galur, Kulon Progo. Saat ini Lisa berlajar di SMK Muhammadiyah 1 Lendah dengan alamat Kutan, Jatirejo, Lendah, Kulon Progo. Jika ingin berkorespondensi, Anda dapat menghubungi nomor telepon selulernya 085879850794 atau pos-el lisayulitadamayanti @gmail.com.