• Tidak ada hasil yang ditemukan

Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG (Halaman 33-38)

BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

2. Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi

Berdasarkan Ketentuan Pasal 1 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Dalam Negeri Tahun 2024 bahwa Rencana Strategis Kementerian dalam Negeri Tahun 2020-2024 Yang Selanjutnya Renstra Kementerian Dalam adalah Dokumen Perencanaan Jangka Menengah Kementerian Dalam Negeri untuk Periode 5 (lima) Tahun Terhitung Sejak Tahun 2020 sampai dengan Tahun 2024.

Selanjutnya, mempedomani Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, dan Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyusunan Renstra Kementerian/Lembaga Tahun 2020-2024, serta sejalan dengan tugas dan fungsi Kementerian Dalam Negeri di bidang urusan pemerintahan dalam negeri tersebut di atas, Kementerian Dalam Negeri menyusun Rencana Strategis (Renstra)

Tahun 2020- 2024 untuk menjadi pedoman dalam mewujudkan visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden dalam lima tahun ke depan.

Sebagai keberlanjutan pembangunan nasional Tahun 2015-2019, dalam lima tahun ke depan (2019-2024) telah ditetapkan Visi Presiden dan Wakil Presiden “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”, yang akan ditempuh dengan 9 (sembilan) Misi meliputi:

a. Peningkatan kualitas manusia Indonesia.

b. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing.

c. Pembangunan yang merata dan berkeadilan.

d. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan.

e. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa.

f. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

g. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberiakan rasa aman pada seluruh warga.

h. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya.

Selanjutnya, sebagai usaha keberlanjutan untuk untuk mewujudkan Kementerian Dalam Negeri menjadi POROS jalannya Pemerintahan dan Politik Dalam Negeri, Meningkatkan Pelayanan Publik, Menegakan Demokrasi dan Menjaga Integrasi Bangsa dan lima tahun kedepan seluruh pelaksanaan tugas dan fungsi kementeraian dalam negeri akan dipandu daam visi.

“Kementerian Dalam Negeri yang Adaptif, Profesional, Proaktif, dan Inovatif (APPI) dalam memperkuat penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri, untuk mewujudkan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden:

Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong”. Beberapa Kata kunci yang terkandung dalam Visi Kementerian Dalam Negeri Tahun 2020-2024 dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Adaptif.

Adaptif atau kematangan diri untuk menyesuaikan dalam setiap keadaan, dapat dimaknai bahwa Kementerian Dalam Negeri ke depan mampu memposisikan sebagai Kementerian yang dapat mengikuti setiap perubahan dan perkembangan lingkungan strategis, memiliki tingkat kepekaan yang cukup tinggi dan bersifat terbuka dalam menerima perubahan yang cepat.

Oleh karenanya diharapkan Kementerian Dalam Negeri dalam menjalankan fungsi utamanya melakukan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah, mau mengerti kebutuhan rakyatnya secara progresif, mampu melihat berbagai masalah dengan berbagai sudut pandang sehingga dapat menemukan penanganan yang lebih efektif dan mengena bagi rakyat.

2. Profesional.

Profesional, dapat dimaknai bahwa Kementerian Dalam Negeri mampu mengembangkan kapasitas dan kualitas aparatur pemerintahan dalam negeri untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, cepat dan tepat

dengan semangat reformasi birokrasi, sesuai tugas dan fungsinya.

3. Proaktif.

Proaktif atau dapat didefinisikan sebagai tindakan yang lebih aktif, dapat dimaknai bahwa Kementerian Dalam Negeri mampu bertindak lebih daripada sekedar mengambil inisiatif guna mewujudkan pencapaian visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah. Kementerian Dalam Negeri karena kedudukannya sebagai salah satu Kementerian kunci dan tidak dapat dihapuskan harus bersikap aktif melaksanakan tugas dan fungsinya secara tepat sasaran dan tepat langkah, tidak saja dalam situasi normal maupun dalam situasi kontijensi dalam membantu tugas-tugas Presiden di bidang penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri.

4. Inovatif.

Inovatif dapat dimaknai bahwa Kementerian Dalam Negeri memiliki kemampuan untuk melakukan suatu pembaharuan terhadap berbagai sumber daya yang ada, sehingga sumber daya tersebut mempunyai manfaat yang lebih tinggi untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi.

Inovasi yang dikembangkan juga diarahkan dalam kedudukan Kementerian Dalam Negeri selaku koordinator pembinaan dan pengawasan penyelenggaran pemerintah daerah, untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan pembangunan daerah, serta pelayanan publik dan peningkatan daya saing daerah. Dengan inovatif juga mengharuskan Kementerian Dalam Negeri dapat lebih berkontribusi secara optimal dalam membangun dan mengembangkan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Merujuk pada Visi Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018-2023 adalah

“Jawa Tengah Berdikari dan Semakin Sejahtera (Tetep) Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi”. Guna mencapai visi tersebut, dilaksanakan melalui 4 (empat) Misi Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018-2023 yaitu :

1. Membangun masyarakat jawa tengah yang religious, toleran dan guyup untuk menjaga NKRI;

2. mempercepat reformasi birokrasi serta memperluas sasaran ke pemerintah kabupaten/kota;

3. memperkuat kapasitas ekonomi rakyat dan memperluas lapangan kerja untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran; dan

4. menjadikan masyarakat Jawa Tengah, lebih sehat, lebih pintar, lebih berbudaya, dan mencintai lingkungan.

Misi kedua ini bertujuan untuk semakin mempercepat implementasi reformasi birokrasi secara optimal, yang pada periode sebelumnya telah terwujud dalam membaiknya tata kelola pemerintahan Jawa Tengah berlandaskan nilai “Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi”.Dalam lima tahun kedepan, reformasi birokrasi diharapkan semakin diperluas sampai ke pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Reformasi birokrasi yang diharapkan kedepan adalah pada tiga dimensi utama yaitu pelayanan publik yang semakin dinamis, efektivitas dan efisiensi manajemen pemerintahan,kapasitas kelembagaan, serta manajemen sumber daya manusia yang semakin baik. Pelayanan publik yang dinamis diwujudkan

dengan membangun open government dan pemerintahan yang responsif.

Open government dilakukan dengan perkuatan keterbukaan informasi publik, transparansi, partisipasi publik dalam penyelenggaraan pemerintahan, serta meningkatkan komunikasi dan serapan aspirasi publik. Sedangkan pemerintahan yang responsif tercermin dalam respon pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dalam menghadapi aduan dan persoalan riil masyarakat, dengan cepat dan tepat, baik dalam bentuk kebijakan maupun kegiatan.Pelayanan publik yang dinamis, terbuka, dan responsif diikat dalam satu taglinepelayanan yang mudah, murah, cepat, serta didukung inovasi dan teknologi informasi.

Fokus pada kerja tetapi kinerja, dan berorientasi pada hasil (outcome).

Untuk Efektivitas dan efisiensi manajemen pemerintahan tergambarkan dalam proses perencanaan, penganggaran, serta evaluasi pembangunan yang akuntabel. Manajemen pembangunan Jawa Tengah kedepan tidak hanya itu perlu juga dilakukan pengawasan dalam prosesnya, sejak dimulainya proses perencanaan, implementasi hingga evaluasi. bersih maka dibutuhkan kelembagaan/organisasi yang tepat dan didukung dengan penataan sistem manajemen sumberdaya manusiaaparatur yang baik. Manajemen sumber daya manusia aparaturyang baikterejawantahkan dalam bentuk integritas aparatur yang dibangun melalui kompetensi dan etika menuju integritas pribadi dan institusi, mendorong birokrasi yang inovatif, dan dijamin dalam quality assurance aparatur.

3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Kecamatan Garung berdasarkan strukrur ruang pada Rencana Tata Ruang Wilayah merupakan PPL (Pusat Pelayanan Lokal) yang mempunyai fungsi pengembangan kawasan meliputi: pemerintahan kecamatan, pusat pemerintahan desa, pusat permukiman desa, kawasan pertanian, kawasan agropolitan, pusat pelayanan jasa dan pusat pelayanan sosial skala antar desa, dan pendukung aktivitas wisata, misalnya dengan adanya obyek yang menjadi pendukung aktivitas wisata di Kecamatan Garung seperti Telaga Menjer. Selain itu, untuk pengembangan tenaga listrik di Kecamtan Garung berupa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Garung ,Sistem jaringan transmisi listrik tegangan tinggi 150 KV, melalui kecamatan Watumalang, Mojotengah, Garung, Kejajar, Wonosobo, Selomerto, dan Sapuran. bahwa dalam perencanaan program dan kegiatan di kecamatan diarahkan untuk ikut mendukung perwujudan kebijakan rencana tata ruang.

3.5. Penentuan Isu-Isu Strategis

Penentuan isu-isu staregis selain belum dibentuk Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang menangani bidang persandian, Kecamatan Garung terdapat permasalahan/kendala atau isu-isu yang harus mendapatkan penanganan. Isu tersebut antara lain :

1. Belum optimalnya pelayanan kepada masyarakat

2. Belum optimalnya koordinasi dan penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kecamatan.

Berdasarkan permasalahan, telaahan RPJMD Kabupaten Wonosobo dan telaahan RTRW serta Kajian Lingkungan Hidup Strategis, maka isu-isu strategis yang dihadapi Kecamatan Garung adalah :

1. Kualitas dan kuantitas SDM pelayanan belum memadai a. Tidak ada rekrutmen ASN bidang pelayanan di kecamatan b. Banyak ASN pelayanan yang pensiun/mutase

c. Kualitas pendidikan tidak sesuai dengan jabatan

d. SDM pelayanan belum memiliki kompetensi teknis pelayanan 2. Minimnya dukungan dari Perangkat Daerah kepada kecamatan

a. Pengadaan dan pemeliharaan peralatan oleh PD pengampu urusan administrasi kependudukan

b. Monitoring tidak dilakukan secara berkala c. Minimnya operasi penegakan Perda

3. Kurang efektif akses pelayanan masyarakat a. Media sosialisasi kurang komunikatif

b. Kurangnya pembinaan bagi petugas register desa/kelurahan 4. Tidak ada keselarasan pembagian peran/tanggungjawab

a. Tidak ada aturan pelaksana dari Peraturan Pemerintah yang mengatur pendelegasian kewenangan

b. Kurangnya pemahaman jalur koordinasi antar perangkat daerah tingkat kecamatan

5. Belum optimalnya pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintah desa.

a. Kurangnya pemahaman peran masing-masing seksi di kecamatan b. Kapasitas SDM pendamping desa/pencamping lokal desa kurang

memadai

Berdasarkan penjabaran atas Misi Kepala Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2c 021-2026, Kecamatan Garung bertanggungjawab untuk mewujudkan visi dengan mendukung misi Kepala Daerah, dukungan visi dan misi kepala daerah dalam lingkup tugas fungsi dan kewenangan yang menjadi tanggungjawab Kecamatan sebagai berikut :

a. Memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat sesuai kewenangan kecamatan;

b. Memaksimalkan pengelolaan arsip;

c. Meningkatkan validitas data administrasi kependudukan;

d. Meningkatkan akses penyerapan informasi pertanahan kepada masyarakat;

e. Meningkatkan SDM aparatur pemerintah kecamatan;

f. Bersama TNI/POLRI meningkatkan pembinaan pemberdayaan ketenteraman dan ketertiban masyarakat;

g. Bersama Puskesmas meningkatkan pembinaan pemberdayaan kesehatan dan posyandu;

h. Menjaga kondusifitas dan toleransi antar umat beragama;

i. Menjaga dan mengembangkan adat budaya dan tradisi lokal.

BAB IV

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG (Halaman 33-38)

Dokumen terkait