BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Walikota dan Wakil Walikota
Dalam penyusunan Renstra Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Magelang 2016-2021, penelaahan visi, misi, dan program Walikota dan Wakil Walikota dimaksudkan untuk memberikan pemahaman atas arah pembangunan Kota Magelang yang akan dilaksanakan selama periode tahun 2016-2021, yang tertuang dalam RPJM-D Kota Magelang Tahun 2016– 2021. Penelaahan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi pembangunan Kota Magelang Tahun 2016 – 2021 yaitu :
“MAGELANG SEBAGAI KOTA JASA YANG MODERN DAN CERDAS YANG DILANDASI MASYARAKATNYA YANG SEJAHTERA DAN RELIGIUS”dengan
5 (lima) misiyaitu :
1. MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR YANG BERKUALITAS DAN PROFESIONAL DENGAN MENGOPTIMALKAN
KEMAJUAN TEKNOLOGI SEBAGAI DASAR TERCIPTANYA
PEMERINTAHAN DAERAH YANG BERSIH SERTA TANGGAP TERHADAP PEMENUHAN ASPIRASI MASYARAKAT, MAMPU MENINGKATKAN DAN MENGELOLA POTENSI DAERAH DALAM RANGKA EFEKTIFITAS DAN
EFISIENSI PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT DIDUKUNG
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM RANGKA MENINGKATKAN
KESEJAHTERAAN MASYARAKAT.
2. MENGEMBANGKAN DAN MENGELOLA SARANA PERKOTAAN DAN SARANA PELAYANAN DASAR DI BIDANG PENDIDIKAN, KESEHATAN
DAN PERDAGANGAN YANG LEBIH MODERN SERTA RAMAH
LINGKUNGAN.
3. MENINGKATKAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN UNTUK MENDUKUNG PEMERATAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT.
4. MENGEMBANGKAN POTENSI BUDAYA DAN KESENIAN DAERAH
SEBAGAI LANDASAN PENGEMBANGAN DAN PEMBANGUNAN
PARIWISATA KOTA MAGELANG.
5. MEMPERKUAT KEHIDUPAN BERAGAMA DAN TOLERANSI ANTAR
UMAT BERAGAMA MELALUI PENYELENGGARAAN
KEGIATAN-KEGIATAN KEAGAMAAN DAN PENINGKATAN SARANA-PRASARANA PERIBADATAN SEBAGAI LANDASAN TERBANGUNNYA MASYARAKAT MADANI.
Visi Pembangunan Kota Magelang ini diharapkan akan mewujudkan keinginan dan amanat masyarakat Kota Magelang dengan tetap mengacu pada pencapaian tujuan nasional seperti diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Visi ini harus dapat diukur keberhasilannya dalam rangka mewujudkan Magelang sebagai kota jasa yang modern dan cerdas sekaligus masyarakat yang sejahtera dan religius.Berdasarkan penjabaran atas Misi Kota Magelang Tahun 2016-2021, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Magelang bertanggungjawab untuk mewujudkan unsur visi MODERN dan CERDAS,
dengan mendukung misi MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA
APARATUR YANG BERKUALITAS DAN PROFESIONAL DENGAN
MENGOPTIMALKAN KEMAJUAN TEKNOLOGI SEBAGAI DASAR
TERCIPTANYA PEMERINTAHAN DAERAH YANG BERSIH SERTA TANGGAP
TERHADAP PEMENUHAN ASPIRASI MASYARAKAT, MAMPU
MENINGKATKAN DAN MENGELOLA POTENSI DAERAH DALAM RANGKA
EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
DIDUKUNG PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM RANGKA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT, sebagai dukungan visi dan misi RPJMD Kota Magelang Tahun 2016-2021 dalam lingkup tugas fungsi dan kewenangan yang menjadi tanggungjawab Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Magelang, yaitu: “Menetapkan dan menerapkan standar pelayanan minimal atau standar prosedur yang jelas dan terbuka bagi calon pengguna layanan”, dengan arah kebijakan“ Penetapan regulasi yang mengatur kewajiban tiap SKPD memiliki Standar Prosedur Pelayanan / SPP (SOP) dan target Standar Pelayanan Minimal / SPM atau standar lainnya sesuai regulasi yang berlaku”.
Adapun maknayang terkandung dalam visi tersebut dijabarkan sebagai berikut :
Tabel 3.2 Penjelasan Visi
UNSUR VISI PENJELASAN
Kota Jasa yang Modern dan Cerdas
Pembangunan Kota Magelang diarahkan untuk memperkuat sektor jasa yang didominasi oleh jasa pemerintahan umum dan jasa swasta sebagai potensi kota, dengan menitikberatkan pada sektor perekonomian, sektor kesehatan, dan sektor pendidikan.
Modern adalah sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dengan tuntunan jaman, yang berarti suatu kondisi lebih maju daripada daerah lain, mampu berdaya saing dengan daerah lain menggunakan potensi yang ada.Kota modern adalah kota yang mampu menyelaraskan sosial, fisik, dan ekonomi dengan budaya dan sejarah yang dimiliki oleh kota tersebut, dengan karateristik:(a) Masyarakat sejahtera dalam
financial;(b) Kota terdepan dalam pelayanan (kota modern
menyediakan pelayanan yang mampu memenuhi kebutuhan para pengguna kota atau masyarakat umum);(c) Visual kota mengundang pesona (kota modern dapat dilihat dari fisiknya, secara visual kota terlihat tertata, menarik, mengundang kenyamanan untuk tinggal dan berkarya).
Kota cerdas adalah kota yang dikelola secara efektif dan efisien untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya secara adil tanpa diskriminasi dengan muatan kemudahan koneksitas informasi dan komunikasi berbasis teknologi informasi yang dilakukan dalam dunia usaha, sistem penyelenggaraan pelayanan publik, mekanisme partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, kontrol, maupun komplain, dan bidang lain pendukung nilai daya saing daerah. Unsur-unsur Kota Cerdas: (1) Smart Governance yaitu: pengembangan e-governance, ada partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan; (2) Smart infrastructure yaitu:pengembangan jaringan IT, pengembangan sistem informasi manajemen berbasis IT; (3) Smart Economy, yaitu:
pengembangan city branding, pengembangan kewirausahaan,
pengembangan e-commerce, dan ekonomi kreatif; (4) Smart environment yaitu: pengelolaan lingkungan berbasis IT, pengelolaan SDA berbasis IT, pemanfaatan sumber energi terbarukan; (5) Smart people yaitu: pendidikan dan pengembangan SDM yang melek teknologi, dan dukungan penelitian, pengembangan karakter sosial budaya masyarakat; serta (6) Smart Living yaitu: kemudahan akses terhadap layanan pendidikan, kemudahan akses terhadap layanan kesehatan, pengembangan peran media, dan kemudahan akses terhadap jaminan keamanan.
UNSUR VISI PENJELASAN
Sejahtera Perwujudan kota sejahtera dicapai melalui peningkatan dan pemantapan upaya menyejahterakan masyarakat secara adil merata tanpa diskriminasi melalui: (1) Optimalisasi peran dan fungsi lembaga pemerintah, swasta, masyarakat madani, dan media massa khususnya dalam pelayanan jasa perekonomian, jasa kesehatan dan jasa pendidikan; (2) Menciptakan peluang kerja dalam bidang pelayanan jasa perekonomian, jasa kesehatan dan jasa pendidikan; (3) Tanpa mengabaikan pembangunan dibidang lain sebagai upaya menuju masyarakat yang berdaya dan mandiri.
Religius Masyarakat religius adalah masyarakat yang menerapkan ketaqwaan kepada ketuhanannya dalam tata kehidupan sehari-hari sebagai warga negara dan anggota masyarakat. Dalam masyarakat religius dijamin kebebasan beribadah sesuai agama dan kepercayaannya, dan kecukupan ketersediaan tempat ibadah.
Perwujudan visi pembangunan ditempuh melalui misi untuk memberikan arah dan batasan proses pencapaiantujuan, maka ditetapkan 5 (lima) misi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Magelang Tahun 2016-2021, sebagai berikut:
1. Meningkatkan sumber daya manusia aparatur yang berkualitas dan profesional dengan mengoptimalkan kemajuan teknologi sebagai dasar terciptanya pemerintahan daerah yang bersih serta tanggap terhadap pemenuhan aspirasi masyarakat, mampu meningkatkan dan mengelola potensi daerah dalam rangka efektifitas dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat didukung partisipasi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
2. Mengembangkan dan mengelola sarana perkotaan dan sarana pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan dan perdagangan yang lebih modern serta ramah lingkungan.
3. Meningkatkan pemerataan pembangunan infrastruktur perkotaan untuk mendukung pemerataaan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
4. Mengembangkan potensi budaya dan kesenian daerah sebagai landasan pengembangan dan pembangunan pariwisata Kota Magelang.
5. Memperkuat kehidupan beragama dan toleransi antar umat beragama melalui penyelenggaraan kegiatan-kegiatan keagamaan dan peningkatan sarana-prasarana peribadatan sebagai landasan terbangunnya masyarakat madani.
Untuk penjabaran Visi Misi tersebut, maka penjabaranoperasional ditentukan ke dalam beberapa Program Unggulan sebagai berikut:
1. Program pengembangan daya saing daerah berbasis potensi lokal; 2. Program kota cerdas;
3. Program peningkatan Kualitas sumber daya aparatur pemerintah;
4. Program pembangunan berwawasan lingkungan aman, sehat, berkelanjutan; 5. Program pemerintahan responsif dan partisipatif;
6. Program kemitraan pemerintah, swasta, masyarakat madani, dan media massa khususnya dalam pelayanan jasa perekonomian, jasa kesehatan dan jasa pendidikan; 7. Program perluasan peluang kerjadalam bidang pelayanan jasa perekonomian, jasa
kesehatan dan jasa pendidikan;
8. Program penguatan pertumbuhan ekonomi
9. Program pelayanan kesejahteraan sosial dan penurunan kemiskinan;
10. Program pengembangan wilayah terpadu berkeadilan (inklusif) dan mengurangi kesenjangan wilayah.
11. Program masyarakat religius menuju masyarakat madani
Dalam pelaksanaan ke lima misi tersebut urusan pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil yang diamanatkan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipilsebagai Instansi Pelaksana sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, masih menjumpai berbagai permasalahan yang harus segera dicarikan solusinya. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai Instansi Pelaksana memiliki peran yang sangat strategis untuk melayani masyarakat dalam pembuatan dokumen kependudukan yang permasalahannyaada di Misi 1. Hasil telaahan sebagaimana tabel berikut :
BAB III PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS KEPENDUDUKAN DAN
Tabel 3.3
Telaahan Visi Misi Walikota Magelang terpilih, Permasalahan di seluruh Misi dan Faktor Penanganannya Program Penataan Administrasi Kependudukan (Misi 1)
No Visi Misi Program Unggulan Program Pembangunan Permasalahan Sebagai Faktor Penghambat Pendorong 1 KOTA JASA YANG MODERN DAN CERDAS 1 Program Unggulan Penerapan sebagai Pilot Project ISO 9001 : 2015 dalam Pelayanan
Administrasi Kependudukan Pada 2018.
Pemantapan Regulasi Belum kuatnya komit-
men bersama antara kota/kab dengan peme-rintah pusat mengenai pembagian peran dan kewenangannya dalam bentuk kebijakan teknis dan implementatif.
Karena berkaitan dengan
pendanaan, dibutuhkan
koordinasi yang tepat dan
cepat sesuai mekanisme
penganggaran (karena
urusan konkuren) terkait keterlibatan pusat, provinsi, dan kota/kab.
- Cakupan
permasalahan tidak luas dan tidak kompleks tetapi berdampak luas pada masa yang akan datang. - Adanya penyempurnaan perangkat hukum. Penguatan Kelembagaan
Pada saat ini RPP Nomor 41 tahun 2007 belum
disahkan menjadi PP
sehingga kelembagaan
Dinas belum ada
kepastian besar kecilnya
struktur organisasi
kelembagaan.
Aturan yang dipakai sebagai pijakan dalam masa transisi.
Dengan hanya berkewajiban melaksanakan satu urusan
program penataan
administrasi kependudukan dengan adanya penguatan
kelembagaan diharapkan
tugas kinerja semakin baik dan optimal. Pembinaan Aparatur Dalam penyelenggaraan pelayanan dibutuhkan kekompakan, teamwork
yang solid sehingga
pelayanan yang
berkualitas dapat
terwujud.
Adanya ego personal dan sektoral yang masihkental.
Meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kerjasama secara intend dan terus-menerus secara personal / individual, bersama akan
memudahkan perubahan
mindset yang positif.
No Visi Misi Program Unggulan Program Pembangunan Permasalahan Sebagai Faktor Penghambat Pendorong Penyusunan Program dan Kegiatan Adminduk.
kegiatan secara dominan
masih berorientasi
financial, bukan output /
outcome program
kegiatan itu dilakukan.
bidang dikarenakan
lemahnya komunikasi, koordinasi, kerjasama
dan diskusi untuk
persamaan persepsi.
yang diberikan keteladanan topleader hal ini akan bisa terselesaikan. Pengelolaan Akuntabilitas Pelaporan Keuangandan Aset (BUMN/BUMD) Peningkatan Pelayanan Pada Masyarakat Peningkatan pelayanan
pada masyarakat dapat dilihat sepanjang tidak
ada complain dari
masyarakat tentang
pelayanan, dinas masih banyak komplain dan
belum menerapkan standar operasional prosedur / SOP Lemahnya komitmen petugas / personal penyedia pelayanan.
- Adanya komitmen petugas / personal penyedian pelayanan; - Adanya standar operasional prosedur / SOP. Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan Pada Instansi Pengguna
Lemahnya proses system perolehan data sehingga data kurang valid dan akurat. Kompetensi dan ketersediaan sumber daya manusia, petugas/personil yang kurang.
Data akurat dan valid dapat diperoleh karena adanya
proses pelayanan yang
riil/nyata. Diperlukan per-
baikan mekanisme
pendaftaran penduduk.
No Visi Misi Program Unggulan Program Pembangunan Permasalahan Sebagai Faktor Penghambat Pendorong
Infrastruktur ruang/tempat pelayanan
yang belum memadai dan representatif.
pembiayaan/ anggaran. / kebijakan politik anggaran untuk pembiayaan
pelayanan hal ini terselesaikan. Peningkatan Partisipasi Masyarakat Lemahnya pengelolaan pengaduan/komplain
tentang layanan dari
masyarakat dan tindak lanjutnya.
Belum adanya SDM, petugas/personil yang mengelola hal ini.
SDM, petugas/personil tersedia cukup. 1 Prioritas Program penataan administrasi kependudukan.
Sarana / Prasarana Masih memerlukan
penambahan peralatan dan perlengkapan untuk pelayanan prima.
Keterbatasan anggaran yang bersumber dari APBD
Adanya komitmen
pemerintah pusat
dalam pembiayaan
yang bersumber dari APBN sesuai UU 24 tahun 2013. Ketersediaan Tempat Pelayanan Keterbatasan ruang untuk penyimpanan arsip / dokumen register pencatatan sipil
Pengelolaan arsip / dokumen dari manual
ke arah
digitalisasi/virtualisasi
arsip / dokumen
terutama untuk arsip aktif dinamis.
Kondisi geografis
yang relatif mudah dijangkau hanya perlu
komitmen goodwill
pengambil kebijakan
No Visi Misi Program Unggulan Program Pembangunan Permasalahan Sebagai Faktor Penghambat Pendorong dicantumkan dalam setiap dokumen kependudukan memudahkan untuk pemberian pelayanan lainnya (paspor,SIM, NPWP, polis asuransi, sertifikat hakatas tanah, dll). Pencatatan peristiwa penting penduduk memberikan
kepastian hukum bagi masyarakat.
Pembenahan system SIAK belum selesai secara tuntas.
- Pengolahan dan pengoperasian system pendaftaran
kependudukan belum bisa didayagunakan secara maksimal.
- Kurangnya penguasaan teknologi TI dan personil
Database yang valid
dan realtime yang
dihasilkan dari proses pendaftaran penduduk dan pencapil sangat penting dan berarti sebagai dasar dalam penentuan perencanaan pembangunan daerah, pembangunan demokrasi (pilpres, pilgub, pilbup/walikota.
BAB III PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS KEPENDUDUKAN DAN
3.3 Telaahan Renstra Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Provinsi Jawa