ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.2. Telahaan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menjabarkan visi dan misi Kepala Daerah terpilih agar dapat dilaksanakan dan dioperasionalkan. Penjabaran ini harus diturunkan dalam bentuk Program dan Kegiatan yang diatur pelaksanaannya dalam jangka waktu 1 (satu) tahunan dalam bentuk Rencana Kerja (Renja) dan jangka waktu 5 (lima) dalam bentuk Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah.
Dinas Pendidikan Kota Parepare sebagai salah satu dinas tehnis yang menyelenggarakan pendidikan di Kota Parepare, berkewajiban menindaklanjuti visi dan misinya Walikota dan Wakil Walikota Parepare terpilih untuk periode 2013 – 2018. Visi dan misi Pemerintah Kota Parepare periode tahun 2013 - 2018, adalah sebagai berikut :
“TERWUJUDNYA KOTA PAREPARE YANG MAJU, PEDULI, MANDIRI DAN BERMARTABAT”
Visi Pembangunan Kota Parepare Tahun 2013-2018 di atas, memiliki makna :
a.Maju, mengandung arti mempunyai kualitas dan kemampuan untuk berprestasi dan berdaya saing sehingga masyarakat Kota Parepare dapat sejajar atau bahkan lebih tinggi dari daerah lain, ditandai dengan meningkatnya kualitas hidup dan tercukupinya kebutuhan kehidupan masyarakat.
b.Peduli, mengandung arti mempunyai keikhlasan dan empati untuk maju serta berkembang demi masa depan bersama, yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan daerah dan kelestarian lingkungan.
Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Parepare | 31 c. Mandiri, mengandung arti mempunyai inisiatif untuk menyelesaikan permasalahan berdasarkan rujukan dan nilai-nilai yang berlaku dimasyarakat.
d.Bermartabat, mengandung arti harkat atau harga diri yang menunjukkan eksistensi atau identitas (jati diri) masyarakat Kota Parepare yang dapat dijadikan teladan dalam berbagai sendi kehidupan. Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, ditetapkan 5 (lima) Misi Pembangunan Kota Parepare Tahun 2013-2018 adalah sebagai berikut : a. Meningkatkan optimalisasi pelayanan pendidikan dan kesehatan secara
berkeadilan, berkualitas dan berkesinambungan.
b. Mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah yang berbasis pada sumberdaya lokal, mengembangkan investasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
c. Mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur wilayah melalui keseimbangan penataan ruang dan adaptibilitas perubahan lingkungan hidup.
d. Memantapkan penegakan supremasi hukum, menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan meningkatkan partisipatif aktif masyarakat.
e. Mengaktualisasikan nilai-nilai agama dan budaya lokal dalam mengembangkan kehidupan bersama yang lebih baik.
Mencermati misi tersebut diatas, bahwa Pemerintah Kota Parepare pada periode tahun 2013 – 2018, khusus untuk bidang pendidikan berkeinginan untuk meningkatkan layanan dan penyelenggaraan pendidikan di Kota Parepare. Peningkatan layanan disini mencakup aksesibilitas, ketersediaan, keterjangkauan dan pemenuhan standar layanan pendidikan di satuan pendidikan.
Peningkatan layanan pendidikan ini, perlu dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang. Program dan kegiatan yang dijabarkan dalam Program Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah
Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Parepare | 32 3.3. Telaahan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam Rencana Strategis yang dibuat pada periode 2010 – 2014, memprioritaskan beberapa hal yang menjadi perhatian, yakni :
a. Pemerataan Akses Layanan Pendidikan
Dalam rangka untuk meningkatkan pemerataan akses dan layanan pendidikan kepada anak usia sekolah untuk mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan jenjangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan beberapa program untuk itu, yakni : 1) Penyediaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
Bantuan Operasional Sekolah ditujukan untuk membantu operasional sekolah yang sifatnya operasional, sehingga penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh satuan pendidikan dapat berjalan dengan baik. Bantuan operasional sekolah ini diberikan kepada satuan pendidikan dasar dan untuk pendidikan menengah diberikan pada tahun 2013 dengan konsep Rintisan BOS (R-BOS).
2) Bantuan Bagi Siswa Miskin (BSM)
Bantuan bagi siswa yang kurang mampu diberikan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu dan terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan. Bantuan ini diberikan agar peserta didik dimaksud dapat terus melanjutkan pendidikannya. Bantuan ini diberikan kepada peserta didik, mulai dari pendidikan dasar, menengah dan kejuruan yang memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pemberian bantuan ini dilaksanakan satu kali dalam satu tahun pelajaran kepada peserta didik.
Bantuan ini dipergunakan untuk memenuhi keperluan peserta didik yang berhubungan dengan kepentingannya dalam mengikuti pendidikan pada masing-masing jenjang pendidikan yang ditempuh oleh peserta didik.
Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Parepare | 33 3) Rehabilitasi Sekolah
Tujuan rehabilitasi sekolah adalah untuk mengembalikan fungsi bangunan gedung sekolah agar dapat dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar di satuan pendidikan, sehingga peserta didik mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditemputnya.
Bantuan rehabilitasi sekolah yang diberikan kepada Pemerintah Daerah maupun Satuan Pendidikan, dapat berupa bantuan melalui alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan, Blockgrant maupun Hibah.
4) Pendidikan Menengah Universal (PMU)
Tujuan diselenggarakannya Pendidikan Menengah Universal (PMU) adalah untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada setiap warga negara untuk mengikuti pendidikan menengah yang bermutu. Selain itu, PMU diharapkan dapat meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Menengah, yang ditujukan dengan makin meningkatnya rata-rata lama sekolah.
Untuk menunjang terselenggaranya PMU ini, maka jaminan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan menengah mutlak diperlukan, untuk meningkatkan daya tampung, kemudian perimbangan antara SMA-SMK sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah, meningkatkan layanan pendidikan menengah untuk wilayah yang tidak terjangkau, meningkatkan jumlah lulusan SMK untuk dapat bekerja, serta meningkatkan APK di daerah.
5) Satu Desa Satu PAUD
Maksud pelaksanaan Satu Desa Satu PAUD bertujuan untuk dapat melayani peserta didik usia dini agar dapat pelayanan pendidikan. Pendidikan anak usia dini yang bagus akan mengantarkan anak-anak belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, cepat beradaptasi dan semangat untuk belajar.
Oleh karena itu, untuk menjangkau anak-anak untuk dapat menempuh pendidikan PAUD, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan untuk mendirikan PAUD untuk
Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Parepare | 34 satu desa satu PAUD. Hal ini dimaksud agar anak-anak usia dini dapat memperoleh layanan pendidikan.
b. Peningkatan Kualitas, Relevansi dan Daya Saing
Bahwa dalam rangka untuk menghadapi tantangan global, pendidikan merupakan salahsatu bagian yang memegang peranan yang cukup penting. Oleh karena itu, dalam menyiapkan generasi penerus bangsa, tidak melulu hanya fokus pada penyediaan akses dan pemerataan, tetapi peningkatan kualitas dan relevansi juga sangat penting, karena hal ini akan ikut berperan dalam persaingan tersebut.
Untuk menjawab tantangan tersebut diatas, maka ada beberapa kebijakan dan Program yang ditetapkan yakni :
1) Kurikulum 2013
Kurikulum bertujuan sebagai panduan bagi tenaga pendidik untuk melaksanakan tugasnya mendidik, membimbing, mengajar dan mengevaluasi peserta didik. Sebagai panduan dalam pembelajaran, maka kurikulum harus mempunyai karakteristik menyesuaikan dengan perkembangan jaman dan tehnologi.
Kurikulum 2013 direncanakan dilaksanakan untuk menjawab tantangan pembelajaran abad 21, pembelajaran yang mandiri, aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan serta menarik, dan mampu menjawab kontruksi pendidikan yang berkarakter.
Kurikulum 2013 disiapkan untuk memberi bekal bagi peserta didik untuk mengantisipasi terhadap perubahan masa depan yang semakin kompleks. Harapan atas pelaksanaan kurikulum 2013 ini, akan menciptakan sumberdaya manusia yang punya nilai kompetetif dan kompetensi yang tinggi, sehingga mempunyai nilai dayasaing yang tinggi, berkarakter, dan mandiri, kreatif serta kritis.
2) Penilaian Kinerja Guru
Untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik, perlu ditetapkan penilaian atas kinerja yang dilaksanakan oleh tenaga pendidik. Hal ini ditujukan untuk mengetahui penguasaan atas mata pelajaran yang diajarkan, kompetensi tenaga pendidik serta
Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Parepare | 35 kemampuan tenaga pendidik untuk melaksanakan pengembangan diri selaku tenaga pendidik.
Mekanisme penilaian kinerja guru diatur secara detail melalui keputusan bersama Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
3) Ujian Kompetensi Guru dan Sertifikasi Guru
Uji Kompetensi Guru (UKG) merupakan salahsatu cara untuk memberikan layanan pembinaan dan pengembangan profesi guru yang baik kepada guru. UKG mengukur kompetensi dasar tentang bidang studi serta kemampuan pedagogik. Kompetensi dasar bidang studi yang diujikan sesuai dengan bidang studi sertifikasi dan sesuai dengan kualifikasi akademik guru. Kompetensi pedagogik yang diujikan adalah intergrasi konsep pedagogik ke dalam proses pembelajaran bidang studi tersebut di kelas.
UKG dilakukan untuk pemetaan kompetensi, pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) dan sebagai titik masuk penilaian kinerja guru (PKG)
4) Ujian Nasional
Evaluasi atau ujian adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pendidikan. Ujian juga merupakan salahsatu bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, dan ujian merupakan suatu mekanisme penilaian untuk mengukur kemajuan belajar peserta didik.
Pro kontra atas pelaksanaan UN sejak dikeluarkannya putusan MA pada tahun 2010 terus mengalir. Ada hal yang perlu diluruskan bahwa dalam amar putusan MA, tidak ada satupun yang menyebutkan UN harus dihentikan. Dalam putusan tersebut disebutkan bahwa pemerintah harus a) melalukan perbaikan sarana dan prasarana, b) peningkatan kualitas guru dan c) penyebarluasan informasi pendidikan.
Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Parepare | 36 c. Tata Kelola dan Regulasi
Dalam rangka untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pembiayaan pembangunan dan layanan pendidikan, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui menetapkan kebijakan dan program sebagai berikut :
1) Survei Kepuasan Pemangku Kepentingan
Bertujuan untuk menjaring pencapaian tujuan program dan kegiatan yang tepat sasaran dan memberikan dampak yang besar bagi penerima manfaat. Dengan adanya umpan balik dari para pemangku kepentingan ini, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat melakukan evaluasi atas semua program dan kegiatan agar lebih besar dampak yang dihasilkan.
2) Anggaran Berbasis Kinerja
Penetapan anggaran berbasis kinerja ini bertujuan untuk mencapai manfaat yang sebesar-besarnya dari pembiayaan yang disiapkan dan disediakan untuk menunjang pelaksanaan program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini dilakukan sebagai salahsatu bentuk dari adanya perubahan dan menjalankan reformasi birokrasi.
3) Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Pendidikan
Sebagai salahsatu upaya untuk mengontrol dan mengendalikan pembangunan pendidikan, upaya pengawasan dan pengendalian secara berjenjang perlu dilaksanakan agar dampak program dan kegiatan dapat dipenuhi sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pengawasan dan pengendalian dimaksud tidak semata pada hasil semata, namun proses pelaksanaannyapun dilakukan pengawasan dan pengendalian.
Mengingat pembiayaan pendidikan yang bersumber dari APBN cukup besar disalurkan ke Pemerintah Daerah, maka pengawasan dan pengendalian ini perlu dilakukan terhadap penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Tunjangan Sertifikasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan, Bantuan Rehabilitasi Bangunan Gedung Sekolah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan, Bantuan
Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Parepare | 37 Siswa Miskin (BSM), Bantuan Pembangunan Ruang Kelas/Sekolah melalui Blockgrant.
d. Pengembangan Kebudayaan
1) Pelestarian Hak Berkebudayaan
Hak dalam berkebudayaan adalah sebagai hak yang secara kodrati melekat kepada setiap orang sebagai manusia yang berbudaya. Pemerintah dan Pemerintah Daerah bertanggungjawab untuk mewujudkan hak berkebudayaan. Perwujudan hak berkebudayaan dilaksanakan di bidang ideology, politik, ekonomi dan sosial. Hak berkebudayaan tersebut bertujuan untuk :
a. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat b. Membangun ketahanan budaya
c. memperkukuh Jati Diri dan Karakter Bangsa. 2) Pembangunan dan Jati Diri dan Karakter Bangsa
Pembangunan nasional yang selama ini dilaksanakan telah menunjukkan kemajuan di berbagai bidang kehidupan masyarakat, yang meliputi bidang sosial budaya dan kehidupan beragama, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, politik, pertahanan dan keamanan, hukum dan aparatur, pembangunan wilayah dan tata ruang, penyediaan sarana dan prasarana, serta pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Namun, di samping banyak kemajuan yang telah dicapai ternyata masih banyak masalah dan tantangan yang belum sepenuhnya terselesaikan, termasuk kondisi karakter bangsa yang akhir-akhir ini mengalami pergeseran. Pembangunan karakter bangsa yang sudah diupayakan dengan berbagai bentuk, hingga saat ini belum terlaksana dengan optimal. Hal itu tecermin dari kesenjangan sosial-ekonomi-politik yang masih besar, kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai di seluruh pelosok negeri, masih terjadinya ketidakadilan hukum, pergaulan bebas dan pornografi yang terjadi di kalangan remaja, kekerasan dan kerusuhan, korupsi yang dan merambah pada semua sektor kehidupan masyarakat.
Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Parepare | 38 3) Penguatan Multikulturisme
Bangsa Indonesia adalah bangsa majemuk, beragam sosial, etnis, budaya, agama, aspirasi politik dan lain sebagainya, sehingga bangsa Indonesia sering disebut sebagai bangsa multikultural. Pada pihak lain, realitas "multikultural" tersebut berhadapan dengan kebutuhan mendesak untuk merekonstruksi kembali "kebhine-katunggalikaan yang dapat menjadi "integrating force" yang dapat mengikat seluruh keragaman etnis, budaya, dan agama". Kesadaran tentang multikulturalisme sudah muncul sejak negara Republik Indonesia terbentuk dan digunakan oleh pendiri bangsa Indonesia untuk mendesain kebudayaan bangsa Indonesia.
Perbedaan budaya, agama, aspirasi politik, kepentingan, visi dan misi, keyakinan, dan tradisi merupakan sebuah konduksi dalam hubungan interpersonal yang kadang-kadang juga menjadi perbedaan perilaku dalam memahami sesuatu. Maka dapat dikatakan bahwa berbagai kekisruan etnis yang merebak dibanyak tempat di wilayah Negara Kesatauan Republik Indonesia, merupakan akibat dari rendahnya kesadaran dan wawasan multikulturalime. Maka sebagai terobosan baru ditempuh strategi menjadikan sekolah sebagai pusat sosialisasi dan pembudayaan nilai-nilai multikulturalis. Melalui pendekatan inilah, dari SD sampai Perguruan Tinggi, Indonesia akan berhasil membentuk bangsanya yang dalam perkembangannya melampaui masyarakat kebhinekatunggalikaan. Kaitannya dengan nilai-nilai kebudayaan yang perlu diwariskan dan dikembangkan melalui sistem pendidikan pada suatu masyarakat.
4) Pelestarian Sejarah dan Warisan Budaya
Peninggalan sosial budaya haruslah dilestarikan agar dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya untuk menambah wawasan dan pengetahuan, juga untuk menanamkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa Indonesia. Melestarikan peninggalan sosial budaya merupakan kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia.
Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Parepare | 39 Peninggalan-peninggalan yang masih ada atau terekam sampai sekarang kemudian menjadi warisan budaya. Warisan budaya diartikan sebagai produk atau hasil budaya fisik dan tardisi-tradisi yang berbeda dan prestasi-prestasi spiritual dalam bentuk nilai dari masa lalu yang menjadi elemen pokok dalam jati diri suatu kelompok atau bangsa. Jadi, warisan budaya merupakan hasil budaya fisik (tangible) dan nilai budayanya (intangible) dari masa lalu.
Melestarikan peninggalan Sosial Budaya merupakan cara agar peninggalan – peninggalan sosial budaya tersebut tidak hilang atau punah nantinya. Melestarikan peninggalan sosial budaya juga dapat dilakukan dengan cara seperti dengan tarian adat, alat musik adat, museum atau bangunan – bangunan bersejarah, cagar alam, dan sebagainya
5) Pengembangan Industri Budaya
Industri Kreatif dapat diartikan sebagai kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait dengan penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi. Industri kreatif juga dikenal dengan nama lain Industri Budaya. Industri budaya adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. ndustri kreatif dipandang semakin penting dalam mendukung kesejahteraan dalam perekonomian, berbagai pihak berpendapat bahwa "kreativitas manusia adalah sumber daya ekonomi utama dan bahwa “industri abad kedua puluh satu akan tergantung pada produksi pengetahuan melalui kreativitas dan inovasi. Oleh karena itu produk kreatif yang berbasis kearifan lokal daerah harus diberi ruang untuk dikembangkan menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi.
Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Parepare | 40 6) Peningkatan SDM dan Pranata Kebudayaan
Sumber Daya adalah Segala sesuatu yg dpt dimanfaatkan (punya potensi untuk dimanfaatkan) untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor sentral dalam suatu organisasi. Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Oleh karena itu dalam mengelola kebudayan dari berbagai aspek, maka sangat dituntut kualitas SDM pengelolanya sebagai pranata kebudayaan. Hal tersebut tentu tak bsa dipisahkan dengan proses perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
7) Pengembangan Sarana dan Prasarana Budaya
Bagaimanapun hebatnya komptensi suatu SDM jika tidak didukung oleh saran dan prasarana yang memadai, maka efesiensi, efektifitas kerjanya dalam proses melaksanakan topoksi akan terhambat. Dan seiring dengan perkembangan ilmin pengetahuan dan teknologi, maka mejadi kewajiban untuk memanfaatkan sarana dan perasana yang berbasis Informasidan Teknologi (IT).
3.4. Telaahan Rencana Strategis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan