• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

C. Telkom Makassar

Salah satu implementasi dan restrukturisasi internal TELKOM pada tahun 1995 adalah dibentuknya unit usaha utama Divre VII atau yang dikenal dengan sebutan TELKOM Divre VII Nangurakamuri.

Nangurakamuri adalah singkatan dari beNANG Untaian mutiaRA KAwasan tiMUR Indonesia. TEL KOM Divre VII ini merupakan divisi Regional terluas daerah operasinya yang meliputi Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara Makassar dipilih sebagai lokasi kantor Divre VII, karena posisinya yang cukup strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia.

Wilayah pelayanan Divre VII dibagi menjadi 1 kantor Divisi Regional yang berkedudukan di Makassar, Sulawesi Selatan, dan 7 Kantor Daerah Te (KANDATEL), serta 20 Kantor Operasional Telekomunikasi (KANOPTEL). Area Geografis Telkom Divre VII Area geografis Telkom Divre VII meliputi Propinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah,Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, bali, NusaTenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. 4. 3. 2.

Kerjasama Operasi (KSO) Divre VII Untuk mempercepat pembangunan dan untuk mengatasi pendanaannya, maka TELKOM

“merangkul” swasta dalam pembangunan prasarana jaringan, penyediaan jasa-jasa khusus dan pelaksanaan operasinya. Partisipasi swasta sampai saat ini dikenal dengan bentuk Pola Bagi Hasil (PBH), Perusahaan Patungan dan

Kerja sama Operasi (KSO). KSO merupakan organisasi kemitraan yang tidak membentuk suatu badan hukum, namun tetap sebagai suatu divisi dan TELKOMPT. Telkom Divre VII mengadakan kerjasama operasi dengan PT.

Bukaka Singtel Indonesia (BSI) Makassar, dengan perjanjian KSO Nomor 225 810/ UTA-00/1995.

berdasarkan Master Plan Divisi Regional VII (1999) bahwa, Divisi Regional VII adalah merupakan salah satu unit usaha melalui kerjasama operasi, pengelolaan dan pengembangannya dilaksanakan sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah, Kebijakan-Kebijakan Departemen Parpostel, dan Kantor Perusahaan maupun divisi KSO sendiri. Sehingga Unit KSO antara PT. TELKOM Divre VII dan PT. Bukaka Singtel Indonesia merupakan pusat laba. Berdasarkan perjanjian kerjasama operasi antara TELKOM dan mitranya, maka divisi regional mulai beröperasi sebagai unit yang terpisah (Unit KSO) sejak 1 April 1996. Unit KSO dibagi dalam 7 Kandatel dan 13 Kanoptel. Peran Divre VII Divre VII diperlakukan sebagai profit center yang bertanggung jawab atas pencapaian laba sebesar-besarnya di seluruh area bisnisnya melalui peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan pasar.

Adapun Visi PT. TELKOM DIVRE VII, adalah menjadi perusahaan penyedia jasa layanan dan jaringan telekomunikasi dan informasi terbaik di Indonesia Kawasan Timur (IKAT), dan misinya adalah memberikan jasa layanan dan jaringan telekomunikasi dan informasi yang berkualitas demi

36

kepuasan pelanggan, karyawan dan pemilik perusahaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia Kawasan Timur (IKAT).

D. Struktur Orgasnisasi dan Pembagian Tugas

1. Struktur Organisasi PT. TELKOM, Tbk DIVRE VII

Struktur organisasi perusahaan dibuat untuk memudahkan pencapaian tujuan perusahaan. Dalam struktur organisasi terdapat pembagian tugas dan tanggung jawab pada setiap karyawan yang ada didalamnya. Setiap karyawan dapat menyadari dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Struktur organisasi juga dimaksudkan sebagai alat kontrol bahkan diharapkan struktur organisasi dapat membawa persatuan dan dinamika suatu perusahaan dengan kata lain bahwa struktur organisasi inilah yang mempersatukan fungsi fungsi yang ada dalam lingkungan organisasi tersebut.

Divre VII dipimpin oleh seorang Kadivre (Kepala Divisi Regional) yang membawahi:

a. Strategy and Transformation Departement, dipimpin oleh seorang DGM.

b. Marketing Departement, dipimpin oleh seorang DGM.

c. Network Operration Departemnt, dipimpin oleh seórang DGM.

d. Human Resources and Business Support Departement, dipimpin oleh seorang DGM.

e. Intenal Auditor, dipimpin oleh seorang Chief Internal Auditor.

f. Division Secretariat, dipimpin oleh seorang Manager.

g. Unit Costumer Care (UCC), dipimpin oleh seorang Ka. UCC dan bertanggung jawab atas pengelolaan lingkup bisnis Divre VII yang meliputi layanan jasa telekomunikasi dan informasi kepada pelanggan dalam bentuk:

1. Pengembangan, pengelolaan dan pelayanan jasa telekomunikasi berbasis POTS (Plain Ordinary Telephone Service).

2. Pengembangan, pengelolaan dan pelayanan jasa sewa.

3. Pengembangan, pengelolaan dan pelayanan jasa. Call Center.

4. Pengembangan, pengelolaan dan pelayanan jasa telex dan telegram.

5. Jasa layanan telepon umum.

6. Jasa layanan interlokal melalui operator.

7. Jasa Iayanan informasi pelanggan.

8. Jasa lainnya berbasis POTS yang terkait

9. Layanan prajual (bantuan advisory) dan puma jual

38

Gambar 1. 2

STRUKTUR ORGANISASI KEPALA DIVRE

DEPUTI KADIVRE

KANDATEL

DIVISION SECRETARIAT DEPARTEMEN

HR & BUSINES SUPPORT DEPARTEMEN

NETWORK OPERATION DEPARTEMEN

MARKETING DEPARTEME N

INTERNAL AUDITOR DEPARTEMEN

UCC

39 A. Hasil Penelitian

1. Karakteristik Responden

Data-data mengenai responden sangat penting untuk mengetahui karakteristik responden. Dalam penelitian ini responden adalah pegawai PT. WITEL Sul-Sel. Jumlah keseluruhan responden dalam penelitian ini sebanyak 50 orang, sebagaimana data berikut:

a. Jenis Kelamin

Tabel 5. 1

Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid perempuan 23 46. 0 46. 0 46. 0

laki-laki 27 54. 0 54. 0 100. 0

Total 50 100. 0 100. 0

Sumber: Data Diolah SPSS 23, 2016

Berdasarkan tabel 5. 1 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden dalam hal ini pegawai PT. WITEL Sul-Sel adalah laki-laki sebanyak 54% atau 27 orang sedangkan Perempuan 46% atau 23 orang.

40

b. Usia

Tabel 5. 2

Sumber: Data Diolah SPSS 23,2016

Berdasarkan tabel 5. 2 dapat diketahui responden berusia 26-35 tahun sebesar 22% atau 11 orang, 36-45 tahun sebesar 18% atau 9 orang, 46-55 tahun sebesar 50% atau 25 orang, dan diatas 55 tahun sebesar 10% atau 5 orang.

c. Pendidikan Terakhir

Tabel 5. 3

Sumber: Data Diolah SPSS 23, 2016

Data Responden Berdasarkan Usia

Data Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Frequency Percent

Berdasarkan tabel 5. 2 dapat diketahui bahwa sebagian responden merupakan lulusan SMU yaitu sebesar 46% atau 23 orang, responden lulusan D3 yaitu sebesar 18% atau 9 orang, responden lulusan S1 yaitu sebesar 20% atau 10 orang, sedangkan reponden lulusan S2 yaitu sebesar 16% atau 8 orang.

B. Deskripsi Variabel

1. Responden Mengenai Variabel Pelatihan (X)

Berdasarkan data yang diperoleh mengenai tanggapan tentang Pengaruh Pelatihan Terhadap kinerja Pegawai Pada Kantor PT. WITEL Sul-Sel. Maka berikut ini adalah jawaban responden tentang variabel Pelatihan.

Tabel 5. 4

TANGGAPAN RESPONDEN MENGENAI PELATIHAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KANTOR PT.

WITEL SUL SEL

No Pernyataan Alternatif Jawaban Responden kode ss s ks ts sts

42

No Pernyataan Alternatif Jawaban Responden kode ss s ks ts sts yang baik dengan

peserta

3 Anda dapat Memahami Materi pelatihan yang

4 Anda dapat merasakan manfaat pelatihan

7 Metode pelatihan yang di gunakan sesuai

No Pernyataan Alternatif Jawaban Responden

Sumber: data diolah dengan spss 23 tahun 2016

Pada tabel 5. 4 yakni persepsi jawaban responden pada pernyataan 1 yaitu Instruktur Menguasai materi yang di berikan (ahli dalam bidangnya,banyak yang memberikan jawaban setuju (44,o%) karena dimana proses pelatihan yangbaik untukkinerja Karyawan sehingga banyak responden memberikan jawaban setuju,selanjutnya pernyataan 2 Instruktur dapat menciptakan ineraksi yang baik dengan peserta,banyak yang memberikan jawaban setuju (50,0%) dimana menciptakan interaksi dengan baik terhadap peserta yang menunjukkan arah yang sudah baik sehingga responden banyak yang membrikan jawaban setuju,selanjutnya pernyataan 3,Anda dapat Memahami Materi pelatihan yang di sampaikan, dimana responden banyak yang memberikan jawaban setuju (56,0%),

44

alasanya karena dengan adanya materi pelatihan Karyawan dapat memahami dengan cepat dan telah menujukkan kearah yang baik sehingga responden banyak memberikan jawaban yang setuju.

selanjutnya pernyataan 4,Anda dapat merasakan manfaat pelatihan dalam meningkatkan kinerja, dimana responden banyak yang memberikan jawaban kurang setuju (52,0%) alasanya proses pelatihan terhadap kinerja Karyawan harus lebih di tingkatkan lagi sehingga dapat meningkatkan kualitas kinerja, selanjutnya pernyataan 5,Materi yang di berikan sesuai dengan tujuan pelatihan, dimana responden ada yang memberikan jawaban setuju (38,0%) dan kurang setuju (38,0%) dimana proses pelatihan yang baik akan berpengaruh yang baik terhadap kemampuan untuk melaksanakan tugas –tugas yang di berikan terhadap Karyawan pada kantor PT. WITEL SUL SEL. Selanjutnya pernyataan 6, Materi yang di berikan sudah cukup lengkap, di mana responden banyak yang memberikan jawaban setuju (44,0%) dengan proses pelatihan Karyawan banyak memberikan jawaban setuju di mana materi yang di berikan sudah cukup baik dan responden banyak yang memberikan jawaban setuju.

pernyataan 7,Metode pelatihan yang di gunakan sesuai dengan tujuan pelatihan, responden banyak yang memberikan jawaban setuju (50,0%) alasanya karena metode pelatihan yang di berikan sudah baik sehingga responden memberikan jawaban setuju, selanjutnya pernyataan 8, Metode yang digunakan mempermudah anda akan memahami pelatihan yang di laksanakan, dimana responden banyak yang memberikan jawaban setuju

(56,0%) dengan metode mudah, karyawan dapat cepat memahami sehingga responden banyak yang memberikan jawaban setuju.

selanjutnya pernyataan 9, Anda selalu memberikan ide/gagasan kepada atasan untuk kemajuan perusahaan,di mana responden banyak yang memberikan jawaban kurang setuju (52,0%) proses pelatihan dalam memberikan ide kepada atasan untuk kemajuan perusahaan harus lebih di tingkatkan lagi karena dengan adanya ide atau gagasan dapat memberikan motivasi bagi Karyawan pada PT KANTOR WITEL SULSEL.

selanjutnya pernyataan 10, Anda selalu memberikan inisiatif untuk menghadapi masalah dalam pekerjaan, dimana responden ada yang memberiakan jawaban setuju (38,0%) dan kurang setuju (38,0%) di mana proses pelatihan,beberapa responden memiliki pendapat yang berbeda tentang memberikan inisiatif untuk menghadapi masalah dalam pekerjaan,

2. Responden Mengenai Variabel Pelatihan (X)

Berdasarkan data yang diperoleh mengenai tanggapan tentang Pengaruh Pelatihan Terhadap kinerja Pegawai Pada Kantor PT. WITEL Sul-Sel. Maka berikut ini adalah jawaban responden tentang variabel Kinerja Karyawan

46

Tabel 5. 5

TANGGAPAN RESPONDEN MENGENAI KINERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KANTOR

PT. WITEL SUL SEL

No Pernyataan komunikasi yang baik

dengan

atasan,bawahan,dan rekan kerja

8 Anda dapat menciptakan komunikasi yang baik kepada pelanggan

pkk 14,0% 80,0% 6,0% - -

9 Anda selalu memberikan ide/ gagasan kepada atasan untuk kemajuan perusahaan

pkk 20,0% 68,0% 12,0% - -

10 Anda selalu memberikan inisiatif untuk menghadapi masalah dalam pekerjaan

pkk 14,0% 80,0% 6,0% - -

Sumber: data diolah dengan spss 23 tahun 2016

Pada tabel 5. 5 yakni persepsi jawaban responden pada pernyataan 1 yaitu Anda selalu Memberikan kualitas pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan, dimana responden banyak yang memberikan jawaban setuju (52,0%) alasanya meningkatkan kualitas pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan, dapat meningkatkan perusahaan pada PT. KANTOR WITEL SUL SEL selanjutnya pernyataan 2, Anda dapat menyelesaikan tugas sesuai target dan waktu yang di tentukan banyak yang memberikan jawaban setuju (76,0%) dimana dengan proses pelatihan Karyawan dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan target yang di tentukan. Selanjutnya

48

pernyataan 3, Anda selalu hadir tepat waktu (masuk dan keluar jam kerja), dimana responden banyak yang memberikan jawaban setuju (80,,0%), karena dengan adanya proses pelatihan Karyawan dapat menyesuaikan waktu dengan baik. selanjutnya pernyataan 4, Anda bekerja dengan disiplin kerja yang tinggi,dimana responden banyak yang memberikan jawaban setuju (68,0%) dimana proses pelatihan terhadap kinerja Karyawan yang memiliki di siplin kerja sudah bagus,selanjutnya pernyataan 5,Anda memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas – tugas yang di berikan,dimana responden ada yang memberikan jawaban setuju (38,0%) dan kurang setuju (38,0%) dimana proses pelatihan yang baik akan berpengaruh yang baik terhadap kemampuan untuk melaksanakan tugas –tugas yang di berikan terhadap Karyawan pada kantor PT. WITEL SUL SEL. selanjutnya pernyataan 6, Anda mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik,di mana responden banyak yang memberikan jawaban setuju (52,0%) dengan proses pelatihan Karyawan banyak memberikan jawaban setuju dimana Karyawan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik. pernyataan 7,Anda memiliki komunikasi yang baik dengan atasan,bawahan,dan rekan kerja, responden banyak yang memberikan jawaban setuju (76,0%), karena komunikasi yang baik antar Karyawan sangat berpengaruh di harapkan, maka dari itu banyak memberikan jawaban setuju,selanjutnya pernyataan 8,Anda dapat menciptakan komunikasi yang baik kepada pelanggan,di mana responden banyak yang memberikan jawaban setuju (80,0%) alasanya dengan

adanya komunikasi yang baik maka akan berdampak pada pekerjaan yang baik pula maka dari itu responden banyak yang memberikan jawaban setuju. selanjutnya pernyataan 9,Pelatihan yang di laksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, dimana responden banyak yang memberikan jawaban setuju (68,0%) alasanya karenaproses pelatihan dapat memberikan ide kepada atasan untuk kemajuan perusahaan yang baik pada PT KANTOR WITEL SULSEL. selanjutnya pernyataan 10 Anda selalu memberikan inisiatif untuk menghadapi masalah dalam pekerjaan di mana responden ada yang memberiakan jawaban setuju (80,0%) dengan adanya inisiatif atau keinginan yang baik masalah lebih mudah dihadapi sehingga responden banyak yang memberikan jawaban setuju pada PT KANTOR WITEL SUL SEL.

C. Hasil Analisis Data 1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur ketatapan atau kecermatan suatu instrument penelitian. Untuk menentukan apakah layak atau tidak suatu item yang digunakan maka dapat diuji signifikan, artinya dianggap valid apabila berkorelasi signifikan terhadap total atau jika melakukan penilaian langsung jika batas minimal korelasi (r) 0,30 berdasarkan uraian tersebut maka perlu dilakukan uji validitas untuk setiap variabel, dimana data diolah dengan bantuan SPSS for windows release 23.

50

Sumber: Data Diolah SPSS 23,2016

Berdasarkan data pada tabel di atas menggambarkan bahwa semua item pernyataan atas variabel pelatihan dan kinerja karyawan yang digunakan

dalam penelitian memeliki r hitung lebih besar dari 0. 30 sehingga dapat disimpulkan semua item pernyataan adalah valid.

2. Uji Reliabilitas

Suatu instrument dikatakan reliable (andal) jika jawaban seseorang terhadap pernyataan yang ada dalam kuesioner tersebut adalah konsisten atau stabil dari waktu kewaktu. Untuk menentukan keandalan suatu pernyataan digunakan program kumputer SPSS 23, hingga diperoleh nilai Cronbach Alphauntuk tiap variabrl penelitian. Hasil uji dapat dikatakan reliable apabila CronbachAlpha>0,60. Hasil uji reliabilitas adalah sebagai berikut: Kinerja Karyawan 0,923 0,60 Reliable Sumber: Data Diolah SPSS 23, 2016

Berdasarkan data pada tabel di atas menunjukkan bahwa angka-angka dari nilai Cronbach Alpha (a) pada seluruh variabel dalam penelitian ini, semuanya menunjukkan besaran di atas nilai0,60. Hal ini bererti bahwa seluruh pernyataan untuk variabel independen dan dependen adalah reliable dan dapat disimpulkan bahwa instrument pernyataan kuesioner

52

menunjukkan kehandalan dalam mengukur variabel-variabel dalam model penelitian.

3. Analisis Regresi Sederhana

Analisis regresi linear sederhana dimaksud untuk mnguji seberapa besar pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Sulselbar Makassar. Analisis regresi linear sederhana dengan menggunakan bantuan program SPSS For Windows Release 23. Hasil analisis dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 23 diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 5. 8

Sumber: Data Diolah SPSS 23,2016

Dari hasil regresi, maka dapat disusun persamaan sebagai berikut:

Y= 24, 178 + 0,427 X

Persamaan regresi di atas terdapat nilai nilai konstanta sebesar 24,178 . Hal ini menunjukkan bahwa jika variabel independen dianggap konstan, maka proses pelatihan berpengaruh terhadap kualitas kerja karyawan adalah sebesar 24,178.

Dengan nilai koefisien X = 0,427menunjukkan bahwa pelatihan dengan kinerja karyawan berpengaruh positif. Dimana semakin baik pelaksanaan pelatihan maka kualitas tenaga kerja akan semakin meningkat. Dengan kata lain bahwa dengan pelaksanaan pelatihan maka akan mempengaruhi peningkatan kinerja karyawan.

4. Uji Korelasi

Tabel 5. 9 Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 . 677a . 458 . 447 3. 059

a. Predictors: (Constant), PELATIHAN Sumber: Data Diolah SPSS 23,2016

Hasil analisis pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan pada PT.

WITEL Sul-Sel seperti yang dilihat pada tabel di atas menunjukkan bahwa koefisien korelasi (R) = 0,677. Hal ini berarti pelatihan sangat berhubungan erat dengan kinerja karyawan karena nilai R= 0,677.

54

5. Pengujian Hipotesis a. Uji Simultan (Uji F)

Uji statistik F atau uji signifikan simultan, pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimaksudkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Uji F ini dilakukan dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabelpada taraf nyata ⍺ = 0,05. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat

Sumber: Data Diolah SPSS 23,2016

Dari hasil perhitungan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS diperoleh Fhitung sebesar 19,581. Sedangkan Ftabel sebesar 4,0426 dengan demikian maka Fhitunglebih besar dari Ftabel (19,581 >4,0426), sehingga diketahui bahwa Ha diterima dan Ho

ditolak. sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

b. Uji Parsial (Uji t)

Pengujian hipotesis parsial bertujuan untuk menukur pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan. Hasil pengujian hipotesis secara parsial dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5. 11

a. Dependent Variable: KINERJA_PEGAWAI Sumber: Data Diolah SPSS 23,2016

Nilai thitunguntuk variabel pelatihan adalah sebesar 6,370 sedangkan ttabeldengan taraf (a) =0,05, df = 50-1= 49 adalah sebesar 2,009. Berdasarkan criteria pengujiannya thitung> ttabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak dan tingkat signifikannya adalah 0,000<0,05. Yang berarti secara parsial variabel pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 24. 178 2. 484 9. 733 . 000

PELATIHAN . 427 . 067 . 677 6. 370 . 000

56

D. Pembahasan

Berdasarkan hasil pengolahn data SPSS diatas, penelitian ini menunjukkan variabel pelatihan mempunyai pengaruh secara singnifikan terhadap kinerja karyawan, dimana pada tabel 5. 10 uji F (a= 5%) sebesar Fhitung>Ftabel (40,581 > 4,0426). Artinya bahwa karyawan yang mengikuti pelatihan dengan mudah dapat memahami tujuan dari pelatihan itu sendiri.

Pelatihan yang diselenggarakan di PT. WITEL Sul-sel diharapkan selalu berjalan dengan baik dan dapat terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap karyawan dalam melaksanakan tugas yang dilimpahkan kepadanya sehingga kinerja karyawan tersebut meningkat dan akan berdampak pada peningkatan ki erja karyawan pada PT. WITEL Sul-Sel.

Dari hasil uji parsial (ujit) menggunakan SPSS di atas juga dapat dilihat bahwa variabel pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT>WITEL Sul-Sel.

57 A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian “PENGARUH PELATIHAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN”, maka dapat disimpulkan:

1. Secara parsial variabel pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya nilai thitung dibandingkan dengan ttabel pada vaariabel pelatihan.

2. Variabel pelatihan secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel kinerja karyawan PT. WITEL Sul-Sel. Hal ini tersebut ditunjukkan dengan hasil uji F (a=5%) sebesar 40,581 > Ftabel (4,0426). Sehingga diketahui bahwa Ha diterima dan Ho ditolak.

3. Variabel pelatihan berpengaruh signifikan secara parsial dengan nilai Thitung 6,370 > Ttabel 2,009. Berdasarkan criteria pengujiannya thitung>ttabel,

maka Ha diterima dan Ho ditolak dan tingkat signifikannya adalah 0,000>0,05.

4. Berdasarkan analisis korelasi (R Squared), variabel pelatihan dapat menjelaskan terhadap variabel kinerja karyawan sebesar 67,7 %.

B. Saran

Bertolak dari kesimpulan penelitian maaka penulis mencoba memberikan masukan atau pertimbangan berupa saran-saran:

1. Untuk mengoptimalkan program pelatihan karyawan PT. WITEL sebaiknya karyawan dilatih lintas bagian agar saling melengkapi dengan

58

posisi yang lain agar dapat membantu dengan begitu akan meningkatkan kerjasama antar pempinan dan bawahan untuk mencapai tujuan perusahaan, selain itu masing-masing karyawan akan memiliki pengetahuan dan pengalama baru karena berada pada posisi yang baru pula.

2. PT. WITEL sebainya meningkatkan interaksi antar karyawan, misalnya adanya hubungan komunikasih yang baik antara karyawan di dalam perusahaan, lebih baik lagi antara pimpinan dan bawahaan. Dalam badan usaha berbagai cara untuk mengadakan hubungan antar karyawan misalnya dengan: pertemuan-pertemuan, berbicar langsung, pemberian perintah dan sebgainya. Sehingga dengan begitu akan tercipta keharmonisan di dalam pelaksanaan tugas-tugas pekerjaan diantara anggota organisasi. Kepada peniliti berikutnya agar melakukan penelitian dengan mencari variabel lain di samping variabel pelatihan agar PT.

WITEL mengetahui variabel yang dapat memiliki kualitas dalam menilai kinerja karyawan seperti motivasi, gaya kepemimpinan. Sebab hal ini erat kaitanyya dengan kinerja karyawan.

DAFTAR PUSTAKA

Gomes, Faustino Cordoso, 2003 Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan ke 4. Andi Offset, Yogyakarta.

Hasibuan, H Malayu. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi revisi, cetakan ke 3. Penerbit PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Kamil, Mustofa. 2010. Model Pendidikan dan Pelatihan (Konsep dan Aplikasi).

Cet. 1; Bandung: Alfabeta.

Mangkunegara,A. A. AnwarPrabu. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusi aPerusahaan. Bandung: PT. RemajaRosdakarya.

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Cet. 2; Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nitisemito, S Alex. 1996. Manajemen Personalia. Cetakan ke 4. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Prawirosentono, Suyadi. 2008. Kebijakan KinerjaKaryawan. Yogyakarta: BPFE.

Rivai, Veithzal. 2003. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Cet. I; Jakarta:

PT Raja Grafindo Persada.

Sedarmayanti. 2009. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung:

MandarMaju.

Simamora, Henry. 2004. Manajemen SumberDaya Manusia. Yogyakarta: YKPN.

Suprianto, John. 1994. Manajemen Kantor dan Pegawai. Yogyakarta.

Zaputri, R. A., Rahardjo,K., danUtami,H. N. 2013. Pengaruh InsentifMaterial dan Non Material Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan:

Studipada KaryawanProduksiCetak PT. TemprinaMediaGrafikadi Surabaya. Jurnal AdministrasiBisnis UniversitasBrawijaya, 2 (2), 1-8.

60

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

HIRMAN, lahir di Lempong pada tanggal 31 Desember 1993. Anak ketujuh dari tujuh bersaudara, pasangan dari bunda Mamma dengan ayahanda Abd.Hafid.

Mulai menempuh pendidikan di SD 133 Lempong dan tamat pada tahun 2006. Dan pada tahun yang sama melanjutkan pendidikan kejenjang SMP NEGERI 2 CENRANA, tamat pada tahun 2008. Kemudian melanjutkan pendidikan ketingkat SMA NEGERI 1 BOLA dan tamat pada tahun 2011. Saat ini menempuh jenjang pendidikan tingkat Strata Satu (S1) di UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR, JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS dari tahun 2012.

Dokumen terkait