• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tema dan Topik Temu Pakar (Expert Group Meeting/EGM)

Dalam rangka pemantapan arah dari background study ini, maka akan dilakukan seminar awal yang bertujuan untuk menyamakan presepsi tentang maksud, tujuan, alternative

framework, keluaran diharapkan serta proses kegiatan selanjutnya (methodology) di antara

semua pihak yang terkait. Selanjutnya pengumpulan data dan verifikasi akan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu melalui tahap expert group meeting (EGM), tahap seminar, focus

group discussion (FGD).

Serial EGM akan diselenggarakan terlebih dahulu untuk melakukan penilaian (assessment) dan analisis terhadap data-data yang akan digunakan sebagai bahan acuan di dalam serial seminar.

Memberikan gambaran yang termanifesto sebagai capaian, dengan memberikan berbagai data dan informasi berkaitan dengan sasaran/capaian itu.

Data-data sebaiknya digambarkan (misalnya dalam bentuk besaran, pola, trends, proyeksi, indikator, indeks, dst.) yang memperlihatkan dinamika dari RPJMN 2004-2009 dan 2010 – 2014;

Bila memungkinkan ada perbandingan dalam konteks Asia atau secara global/internasional; Uraian berupa penilaian (assessement) tentang apa yang telah dicapai; serta Analisa dan Identifikasi apa yang menjadi sebab langsung, yaitu: isu, tantangan, serta apa yang berpotensi menjadi masalah

∗ Bila memungkinkan, apa rekomendasi indikator yang lebih sensitive/sesuai;

Peserta yang diharapkan hadir dalam serial EGM adalah mereka yang menguasai data kuantitatif. Dengan demikian, untuk serial EGM diundang wakil-wakil dari BPS, TNP2K, pusat-pusat studi terkait, pakar di bidang terkait, wakil-wakil Balitbang K/L terkait, dan direktorat terkait di Bappenas. Data dan informasi hasil dari EGM akan digunakan dalam seminar serial sesuai masing-masing topik.

Adapun tema dan topik-topik yang diangkat dalam EGM serial adalah sebagai berikut: Tema: Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan menuju kesetaraan

gender.

Di dalam RPJPN 2005-2015 diuraikan bahwa pembangunan terkait erat dengan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia. Kondisi kehidupan masyarakat tercermin pada kualitas penduduk, seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Kemudian dijabarkan menjadi salah satu arah kebijakan RPJPN 2005-2015 terkait kesetaraan gender, yaitu peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan di berbagai bidang pembangunan. Tidak kalah penting dan urgent untuk segera tertangani adalah perlindungan terhadap perempuan. Cakupan perlindungan dalam hal ini ditetapkan di dalam arah kebijakan RPJPN 2005-2025 adalah perlindungan bagi perempuan terhadap berbagai tindak kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi. Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan melalui proses yang cukup panjang dan sangat penting untuk didukung oleh suatu strategi pengarusutamaan. Oleh sebab itu, pengarusutamaan gender di dalam pembangunan menjadi strategi yang telah diterapkan sejak RPJMN I (2005-2009) hingga RPJMN II (2010-2014). Arah kebijakan RPJPN 2005-2015 yang ketiga dan terakhir terkait kesetaraan gender adalah penguatan kelembagaan dan jaringan pengarusutamaan gender (PUG). Dengan demikian, tema dan 10 topik dari serial EGM background study ini senantiasa mencakup ketiga arah kebijakan dari RPJPN 2005-2015.

Berikut adalah 10 topik yang akan dibahas di dalam 10 EGM (dan 10 seminar serial). Topik 1: Isu Gender di bidang Ketenagakerjaan (termasuk upah, status, jam kerja, pekerja

migran, jaminan sosial, kekerasan, pelecehan, dll.)

Tujuan : memberikan gambaran data dan informasi terkait bidang ketenagakerjaan. Peserta EGM diharapkan:

1. mengetengahkan data kuantitatif mengenai sasaran (de jure) dan hasil yang dicapai (de facto) untuk kurun waktu 2004-2009 (RPJMN I) dan 2010 – 2014 (RPJMN II); terhadap isu-isu tersebut diatas;

2. menggunakan data dan informasi tersebut untuk mengidentifikasi per-masalahan, mencakup: a) kualitas SDM/tenaga kerja; b) perlindungan tenaga kerja; dan c) kelembagaan penyelenggara kebijakan (nasional dan daerah), instansi pemberi kerja, dan organisasi pekerja;

3. menyajikan data-data yang relevan dan dari sumber yang valid dalam bentuk pola, trend, dll. Diharapkan sebisa mungkin data terpisah berdasarkan jenis kelamin (sex-disaggregated data), dengan penyajian yang mudah dipahami. 4. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, mengidentifikasi potensi ke

depan untuk pemenuhan hak dan kewajiban pekerja dan pemberi kerja, dengan memberikan proyeksi-proyeksi;

5. bila memungkinkan merekomendasikan indikator-indikator lain/baru yang lebih sensitif/sesuai;

6. berdasarkan data yang dimiliki, merekomendasikan provinsi-provinsi yang perlu mendapat perhatian khusus terkait masalah ketenagakerjaan;

7. khusus peserta dari badan internasional, diharapkan untuk fokus pada data dan informasi berdasarkan pengalaman dan lessons learned dari negara-negara lain. Topik 2: Dampak uncounted/undocumented statistics terhadap kesetaraan gender

dan perlindungan perempuan (mencakup bidang ketenagakerjaan dan hukum) Tujuan : untuk memberikan data dan informasi yang ada terkait uncounted/

undocumented statistics secara responsif gender, serta kemungkinan

solusi ke depan.

Lingkup : istilah uncounted/undocumented statistics dalam studi ini adalah kegiatan-kegiatan yang tidak tercakup dan tidak terhitung di dalam sistem statistik nasional Indonesia. Contoh: kegiatan-kegiatan bernilai ekonomi-sosial seperti pekerjaan sektor informal, pembantu di rumah/ di tempat kerja yang tidak bergaji (un-paid non-care workers), anggota keluarga yang bertindak sebagai pengasuh/perawat orang sakit/anak di rumah, relawan PKK/Posyandu (un-paid care workers), dll.

Peserta EGM diharapkan:

1. mengetengahkan data kuantitatif dan kualitatif mengenai sasaran (de jure) dan hasil yang dicapai (de facto) untuk kurun waktu 2004-2009 (RPJMN I) dan 2010 – 2014 (RPJMN II);

2. menggunakan data dan informasi tersebut untuk mengidentifikasi permasalahan, mencakup: a) kualitas pendataan dan pengolahan data dan informasi; dan b) kelembagaaan penyelenggara kebijakan (nasional dan daerah);

3. menyajikan data-data yang relevan dan dari sumber yang valid dalam bentuk pola, trends, proyeksi dll., dengan penyajian yang mudah dipahami (dalam bentuk bar-charts, pie chart, dst.) ;

4. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, mengidentifikasi potensi ke depan untuk penanganan masalah uncounted/ underdocumented statistics, dan bila memungkinkan merekomendasikan indikator lain/baru yang lebih sensitif/sesuai ;

5. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, merekomendasikan provinsi-provinsi yang perlu mendapat perhatian khusus terkait masalah uncounted/

undocumented statistics;

Topik 3: Percepatan penurunan AKI, AKB dan AKABa dari perspektif gender

Tujuan : untuk memberikan data dan informasi yang ada terkait AKI, AKB dan AKABa.

Peserta EGM diharapkan:

1. mengetengahkan data kuantitatif dan kualitatif mengenai sasaran (de jure) dan hasil yang dicapai (de facto) untuk kurun waktu 2004-2009 (RPJMN I) dan 2010 – 2014 (RPJMN II);

2. menggunakan data dan informasi tersebut untuk mengidentifikasi permasalahan, mencakup kualitas layanan kesehatan dan nutrisi dan kualitas kesehatan ibu dan anak (hasil layanan kesehatan dan nutrisi), dan kelembagaaan kesehatan; 3. menyajikan data-data yang relevan dan dari sumber yang valid dalam bentuk

pola, trend, dll. Diharapkan sebisa mungkin data terpisah berdasarkan jenis kelamin (sex-disaggregated data), dengan penyajian yang mudah dipahami. 4. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, mengidentifikasi potensi ke

depan untuk pemenuhan hak kesehatan ibu dan anak, dengan memberikan proyeksi-proyeksi AKI, AKB, dan AKABa;

5. Bila memungkinkan merekomendasikan indikator-indikator lain/baru yang lebih sensitif/sesuai;

6. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, merekomendasikan provinsi-provinsi yang perlu mendapat perhatian khusus terkait masalah AKI, AKB dan AKABa;

7. khusus peserta dari badan internasional, diharapkan untuk fokus pada penyediaan data dan informasi berdasarkan pengalaman dan lessons learned dari negara-negara lain.

Topik 4: Dampak ancaman HIV/AIDS (mencakup aspek perlindungan perempuan)

Tujuan : untuk memberikan data dan informasi yang ada terkait HIV/AIDS, serta kemungkinan trendske depan.

Peserta EGM diharapkan:

1. mengetengahkan data kuantitatif dan kualitatif mengenai sasaran (de jure) dan hasil yang dicapai (de facto) untuk kurun waktu 2004-2009 (RPJMN I) dan 2010 – 2014 (RPJMN II);

2. menggunakan data dan informasi tersebut untuk mengidentifikasi permasalahan, mencakup kualitas serta cakupan informasi-edukasi bagi masyarakat dan kualitas layanan kesehatan dan nutrisi, dan kelembagaaan terkait;

3. menyajikan data-data yang relevan dan dari sumber yang valid dalam bentuk pola, trend, dll., termasuk gambaran penyandang HIV/AIDS laki-laki, perempuan; anak laki-laki dan perempuan; daerah dengan kasus terbanyak, daerah dengan trend menurun., dengan penyajian yang mudah dipahami awam;

4. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, mengidentifikasi potensi ke depan melalui proyeksi-proyeksi tentang perkembangan HIV/AIDS ;

5. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, merekomendasikan langkah-langkah penanganan masalah (misalnya, berkaitan tentang pencatatan), dan bila memungkinkan merekomendasikan indikator lain/baru yang lebih sensitif/sesuai;

6. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, merekomendasikan target

audience yang lebih tepat untuk pendataan HIV/AIDS dan provinsi-provinsi/

daerah rawan yang perlu mendapat perhatian khusus terkait masalah pencatatan kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS.

Topik 5: Isu gender dalam Hukum dan Politik: penegakan hukum secara responsif gender dan pemenuhan hak partisipasi dalam hukum dan politik

Tujuan : untuk memberikan data dan informasi yang ada terkait penegakan hukum serta pemenuhan hak partisipasi dalam hukum dan politik.

Peserta EGM diharapkan:

1. mengetengahkan data kuantitatif dan kualitatif mengenai sasaran (de jure) dan hasil yang dicapai (de facto) untuk kurun waktu 2004-2009 (RPJMN I) dan 2010 – 2014 (RPJMN II);

2. menggunakan data dan informasi tersebut untuk mengidentifikasi permasalahan, mencakup:

 bidang hukum: a) kualitas SDM penegak hukum; b) jumlah produk hukum yang bias gender dan yang responsif gender; dan c) kelembagaaan penyelenggara kebijakan (nasional dan daerah) dan organisasi perlindungan hukum;

 bidang politik: a) kualitas SDM (peserta pemilu dan pemilih); b) peraturan perundang-undangan dan regulasi yang bias gender dan yang responsif gender; dan c) kelembagaaan penyelenggara kebijakan (nasional dan daerah) dan organisasi politik;

3. menyajikan data-data yang relevan dan dari sumber yang valid dalam bentuk pola, trend, dll. Diharapkan sebisa mungkin data terpisah berdasarkan jenis kelamin (sex-disaggregated data), dengan penyajian yang mudah dipahami maknanya;

4. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, mengidentifikasi potensi ke depan melalui proyeksi-proyeksi untuk peningkatan kesetaraan gender di bidang hukum dan politik, dan bila memungkinkan merekomendasikan indikator-indikator (baru) yang lebih sensitif/sesuai;

5. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, merekomendasikan provinsi-provinsi yang perlu mendapat perhatian khusus terkait masalah penegakan hukum dan perlindungan hukum, dan partisipasi politik;

Topik 6: Dampak trafficking in person (tindak perdagangan orang)

Tujuan : untuk memberikan data dan informasi yang ada terkait penanganan dan pencegahan trafficking.

Peserta EGM diharapkan:

1. mengetengahkan data kuantitatif dan kualitatif mengenai sasaran (de jure) dan hasil yang dicapai (de facto) untuk kurun waktu 2004-2009 (RPJMN I) dan 2010 – 2014 (RPJMN II);

2. menggunakan data dan informasi tersebut untuk mengidentifikasi permasalahan dan trend, mencakup: a) kualitas SDM penegak hukum dan pendamping; b) perlindungan terhadap korban dan informan kasus trafficking; dan c) kelembagaaan penyelenggara kebijakan (nasional dan daerah) dan organisasi perlindungan korban trafficking;

3. menyajikan data-data yang relevan dan dari sumber yang valid dalam bentuk pola, trend, dll. Diharapkan sebisa mungkin data terpisah berdasarkan jenis kelamin (sex-disaggregated data), dengan penyajian yang mudah dipahami maknanya;

4. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, mengidentifikasi potensi ke depan untuk penanganan dan pencegahan kasus trafficking melalui proyeksi-proyeksi, dan bila memungkinkan merekomendasikan indikator-indikator lain/baru yang lebih sensitif/sesuai;

5. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, merekomendasikan provinsi-provinsi yang perlu mendapat perhatian khusus terkait masalah trafficking; 6. khusus peserta dari badan internasional, diharapkan untuk fokus pada penyajian

data dan informasi berdasarkan pengalaman dan lessons learned dari negara-negara lain.

Topik 7: Isu Gender terkait Kemiskinan

Tujuan : untuk memberikan data dan informasi yang ada terkait penanganan kemiskinan.

Peserta EGM diharapkan:

1. mengetengahkan data kuantitatif dan kualitatif mengenai sasaran (de jure) dan hasil yang dicapai (de facto) untuk kurun waktu 2004-2009 (RPJMN I) dan 2010 – 2014 (RPJMN II);

2. menggunakan data dan informasi tersebut untuk mengidentifikasi permasalahan, mencakup: a) kualitas hidup dan kondisi kerentanan penduduk miskin dan miskin; b) perlindungan sosial terhadap penduduk miskin dan hampir-miskin; dan c) kelembagaaan penyelenggara kebijakan (nasional dan daerah); 3. menyajikan data-data yang relevan dan dari sumber yang valid dalam bentuk

pola, trend, dll. Diharapkan sebisa mungkin data terpisah berdasarkan jenis kelamin (sex-disaggregated data), dengan penyajian yang mudah dipahami maknanya;

4. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, mengidentifikasi potensi ke depan untuk penanggulangan kemiskinan melalui proyeksi-proyeksi, dan bila memungkinkan merekomendasikan indikator-indikator lain/baru yang lebih sensitif/sesuai;

5. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, merekomendasikan provinsi-provinsi yang perlu mendapat perhatian khusus terkait masalah kemiskinan;

6. khusus peserta dari badan internasional, diharapkan untuk fokus pada penyajian data dan informasi berdasarkan pengalaman dan lessons learned dari negara-negara lain, dan tidak menyertakan data dan temuan dari program kerjasama Indonesia.

Topik 8: Dampak perubahan iklim dan lingkungan hidup (mencakup aspek kualitas hidup perempuan)

Tujuan : untuk memberikan data dan informasi yang ada terkait perubahan iklim dan lingkungan hidup.

Peserta EGM diharapkan:

1. mengetengahkan data kuantitatif dan kualitatif mengenai sasaran (de jure) dan hasil yang dicapai (de facto) untuk kurun waktu 2004-2009 (RPJMN I) dan 2010 – 2014 (RPJMN II);

2. menggunakan data dan informasi tersebut untuk mengidentifikasi permasalahan, mencakup: a) fenomena perubahan sumber daya alam dalam hubungannya dengan perubahan iklim; b) perlindungan lingkungan hidup dari perusakan dan eksploitasi; c) perubahan pola dan kualitas hidup sebagai dampak dari perubahan iklim dan pengrusakan lingkungan hidup dan d) kelembagaaan penyelenggara kebijakan (nasional dan daerah);

3. menyajikan data-data yang relevan dan dari sumber yang valid dalam bentuk pola, trend, dll., agar mudah dipahami maknanya;

4. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, mengidentifikasi potensi ke depan untuk adaptasi terhadap perubahan iklim dan penanganan masalah lingkungan hidup melalui proyeksi-proyeksi, dan bila memungkinkan merekomendasikan indikator-indikator lain/baru yang lebih sensitif/sesuai;

5. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, merekomendasikan provinsi-provinsi yang perlu mendapat perhatian khusus terkait masalah perubahan iklim dan lingkungan hidup;

6. khusus peserta dari badan internasional, diharapkan untuk fokus pada penyajian data dan informasi berdasarkan pengalaman dan lessons learned dari negara-negara lain, dan tidak menyertakan data dan temuan dari program kerjasama Indonesia.

Topik 9: Perspektif gender dalam pendidikan bagi yang belum terjangkau (mencakup wilayah/komunitas termiskin, wilayah tertinggal, wilayah perbatasan, difabel, dan komunitas adat terpencil)

Tujuan : untuk memberikan data dan informasi yang ada terkaitpendidikan bagi penduduk yang sulit terjangkau dan yang menyandang kondisi khusus. Peserta EGM diharapkan:

1. mengetengahkan data kuantitatif dan kualitatif mengenai sasaran (de jure) dan hasil yang dicapai (de facto) untuk kurun waktu 2004-2009 (RPJMN I) dan 2010 – 2014 (RPJMN II);

2. menggunakan data dan informasi tersebut untuk mengidentifikasi permasalahan, mencakup kualitas pendidikan dan anak didik (hasil pendidikan), peraturan perundangan dan regulasi, serta kelembagaaan pendidikan;

3. menyajikan data-data yang relevan dan dari sumber yang valid dalam bentuk pola, trend, dll. Diharapkan sebisa mungkin data terpisah berdasarkan jenis kelamin (sex-disaggregated data), dengan penyajian yang mudah dipahami maknanya;

4. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, mengidentifikasi potensi ke depan untuk pemenuhan hak pendidikan melalui proyeksi-proyeksi, dan bila memungkinkan merekomendasikan indikator-indikator lain/baru yang lebih sensitif/sesuai;

5. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, merekomendasikan provinsi-provinsi yang perlu mendapat perhatian khusus terkait masalah kesetaraan gender terkait pendidikan bagi yang belum/sulit terjangkau.

Topik 10: Kesetaraan gender dari sudut pandang agama dan budaya

Tujuan : untuk memberikan data dan informasi yang ada terkait kesetaraan gender.

Lingkup : meliputi kualitas hidup perempuan, termasuk –tetapi tidak terbatas pada– kesetaraan gender di ruang publik seperti: partisipasi perempuan dan laki-laki di bidang pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, dan politik, kekerasan dan diskriminasi. Topik 10 tidak akan mendiskusikan teori budaya dan teologi.

Peserta EGM diharapkan:

1. mengetengahkan data kuantitatif dan kualitatif mengenai sasaran (de jure) dan hasil yang dicapai (de facto) untuk kurun waktu 2004-2009 (RPJMN I) dan 2010 – 2014 (RPJMN II);

2. menggunakan data dan informasi tersebut untuk mengidentifikasi permasalahan, mencakup kualitas hidup, perlindungan dan kelembagaaan; 3. menyajikan data-data yang relevan dan dari sumber yang valid dalam bentuk

pola, trend, dll. Diharapkan sebisa mungkin data terpisah berdasarkan jenis kelamin (sex-disaggregated data), dengan penyajian yang mudah dipahami maknanya;

4. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, mengidentifikasi potensi ke depan untuk peningkatan kesetaraan gender melalui proyeksi-proyeksi, dan bila memungkinkan merekomendasikan indikator-indikator lain/baru yang lebih sensitif/sesuai;

5. berdasarkan data dan informasi yang dimiliki, merekomendasikan provinsi-provinsi yang perlu mendapat perhatian khusus terkait peningkatan kesetaraan gender di ruang publik dari sudut pandang agama dan budaya.

Setelah semua sesi EGM dilaksanakan, seminar serial untuk 10 topik yang sama akan diselenggarakan. Seminar serial tersebut akan menggunakan data dan informasi yang telah disepakati dalam EGM. Dengan demikian, pembahasan mengenai perbedaan dalam hal data dan informasi yang digunakan oleh masing-masing pemakalah seminar tidak akan berlarut-larut. Di dalam seminar serial akan dibahas akar permasalahan dan penyebab langsung dari permasalahan yang diketengahkan dalam 10 topik tersebut.

LAMPiRAN 2