• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Temuan Penelitian

4.2.4 Temuan Penelitian Significant Others Subjek II (AR)

90

dia itu.. kalo orang jawa itu dia ajeg, ga terpengaruh sama temen-temen nya sama lingkungan sekitar nya yang minggar minggir (observasi : bahasa tubuh, tangan meliuk-liuk) (W.1.P.EY.KAREG.24Juli2019, baris 191 – 194)

WF memiliki kemampuan untuk mengoperasikan komputer. Hal ini karena WF memiliki latar belakang sebagai penyedia rental komputer

Dia itu, punya basic rental komputer. Bisa dia ngurusin internet.. kemaren pas lebaran, dia yang setting komputer di depan itu untuk pendaftaran kunjungan.. jadi dia sesekali pernah keluar juga, bukan keluar gerbang ya.. keluar portir karna kan kalo mau keluar aja ada prosedurnya ya.. ada sidang TPP nya mbak (W.1.P.EY.KAREG.24Juli2019, baris 133 -137)

Dia memang punya skill itu yang keliatan ya. Karna saya bilang dia punya usaha rental, jadi pengembangan nya disini.. jadi ga dari awal lagi..

(W.1.P.EY.KAREG.24Juli2019, baris 142 – 144)

Keadaan psikologis WF saat ini berada pada kondisi yang baik. EY melihat kalau WF adalah pribadi yang optimis.

Ya.. gak ada yang bahagia di penjara pasti.. tapi dia disini memang optimis. Tapi ya namanya up and down tuh ada lah ya manusiawi itu, fisik nya capek, ya saya kasih kebebasan kalau dia mau istirahat ya libur aja, kalau butuh perawatan ke klinik aja, saya longgarkan.. kalo bahagia sih, dia bahagia kalo dikunjungi anaknya. Bahagia kan relatif, tapi kan dia pengen nya bebas ya, apalagi dia udah diusulkan jadi pemuka, dia lebih optimis lagi..dia sangat berharap pemuka nya itu lulus, tapi kan SK nya bukan dari kalapas, dari kanwil (W.1.P.EY.KAREG.24Juli2019, baris 215 -223)

91

Kesan awal AR saat bertemu dengan WF yaitu menilai WF sebagai orang yang sadis karena lamanya hukuman yang diterima

Serem karna liat dari hukuman nya lama mbak.. sembilan belas tahun.. pasti orang nya sadis nih.. eh makin lama-lama kenal.. ternyata enggak sama sekali (W.1.L.AR.KAREG.24Juli2019, baris 17 -19)

Setelah mengenal WF, AR memiliki penilaian yang berbeda dengan kesan awal. AR menilai kalo WF adalah orang yang baik. AR juga mengatakan kalau WF menjadi “sosok”

orang yang dijadikan panutan di kamar.

Welcome banget mba sama orang. Baik juga dia mah.. ga aneh-aneh di sini (W.1.L.AR.KAREG.24Juli2019, baris 21 -22)

Hm.. orang nya tetep welcome mbak dia. Ga berubah sih, terus asik juga diajak ngobrol, jadi ga canggung, dia ngayomin sama temen-temen nya, ga ada kerengganggan dari dia, ngobrol aja biasa.. dia paling jadi sosok dikamar (W.1.L.AR.KAREG.24Juli2019, baris 21 -22)

Karena kan dia di kamar juga paling tua, kalau ada masalah juga kita sharing nya sama dia, dia istilahnya yang bisa ngayomin anak-anak. Dia pemecah solusi.. pemberi solusi gitu.. (W.1.L.AR.KAREG.24Juli2019, baris 32 -34)

AR menilai kalau WF juga adalah orang yang sabar.

Sabar banget... hahahahha (observasi:tertawa) Dia hukuman nya lama, tapi dia jalanin nya tetep happy gitu.. (W.1.L.AR.KAREG.24Juli2019, baris 89 – 90)

Untuk di masa depan, AR mengatakan kalau WF sudah mempersiapkan rencana di masa depan nya

92

Dia sih ada nanti rencana pengen nerusin usaha nya. Tinggal nerusin usaha bokapnya.. selama ini sih dia udah berjalan empang, kontrakan.. tinggal terusin aja dia... (W.1.L.AR.KAREG.24Juli2019, baris 110 -112)

Berdasarkan temuan penelitian baik dari WF maupun significant others, berikut ini merupakan kesimpulan temuan penelitian yang disajikan dalam tabel dibawah ini

Tabel 4.4 Temuan Penelitian Subjek II (WF)

Tahap Komponen Peristiwa

Derita

Peristiwa tragis

 Mendapat kekerasan selama proses penyelidikan

 Mendapat ancaman hukuman pidana mati

 Mendapat vonis pidana penjara 19 tahun

Penghayatan tanpa makna

 Takut dengan suasana di Lapas yang belum diketahui

 Merasa kehilangan keluarga karena harus berada dalam tahanan

 Menyesali keadaan

Penerimaan diri

Pemahaman diri

 Menerima putusan sidang dengan ikhlas

 Ada satu rekan sesama narapidana yang menjadi teladan bagi WF

Pengubahan sikap

 Beribadah lebih sering, mendekatkan diri pada Tuhan

 Menyadari bahwa ibadah sebagai pembatas

93

 Lebih perhatian

 Lebih sabar

Penemuan makna hidup

Penemuan makna hidup dan penentuan tujuan

hidup

 Memahami bahwa dirinya seorang ayah dan tujuan nya adalah untuk melihat kedua anaknya sukses

 Nilai penghayatan : waktu

Realisasi makna

Keikatan diri

 Melakukan segala sesuatu dasarnya dari hati dan niat yang baik

Kegiatan terarah

 Mengerjakan rutinitas ya dengan baik. WF lebih senang berada di hari kerja dibanding di hari libur

Kehidupan bermakna

Penghayatan bermakna  Belajar iklhas, berusaha untuk tetap menjaga kesehatan

Kebahagiaan

 WF berkata kalau kebahagiaan adalah pilihan karena tidak selamanya berada pada kondisi yang menguntungkan

Dari hasil temuan penelitian kedua subjek, analisis antar subjek disajikan dalam tabel berikut

Tabel 4.5 Analisis Antar Subjek

Tahap Komponen Subjek I (RR) Subjek II (WF) Derita Peristiwa

tragis

 Reaksi yang muncul:

-Penyesalan,

perasaan bersalah,

 Reaksi yang muncul:

-takut, menyesal Penghayatan

tanpa makna

 Reaksi yang muncul :

94 putus asa, apatis terhadap lingkungan

-perasaan sedih dan terbeban karena kehilangan keluarga Penerimaan

diri

Pemahaman diri

 Memahami

kesaahan dan mau bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat sehingga timbul perasaan untuk menjadi lebih

baik dari

sebelumnya

 Memahami kesaahan dan mau bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat sehingga timbul perasaan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya

Pengubahan sikap

 Menjadi lebih menghormati orang tua, lebih taat pada aturan

 Lebih sabar dibanding saat berada di luar tahanan

Penemuan makna hidup

Penemuan makna hidup

dan penentuan tujuan hidup

 Merasa bahwa dirinya sudah merugikan orang lain sehingga apa yang terjadi adalah pembelajaran untuk masa depan untuk menjadi lebih baik lagi

 Memahami bahwa dirinya tetap seorang ayah dan bertanggung jawab terhadap perkembangan anak-anaknya sehingga tujuan nya adalah untuk sukses dalam arti melihat anak-anaknya menjadi orang yang berhasil

95 Realisasi

makna

Keikatan diri  Melakukan sesuatu demi kebaikan orang lain

 Berusaha untuk menjadi orang yang berguna

 Melakukan sesuatu atas darsar hati dan niat yang baik

Kegiatan terarah

 Mengikuti jadwal di Lapas secara khusus menjadi tamping klinik

 Mengikuti jadwal di Lapas secara khusus menjadi tamping registrasi

Kehidupan bermakna

Penghayatan bermakna

 Bekerja dengan baik, dan belajar

sebanyak-banyaknya

 Belajar ikhlas dan berusaha untuk selalu sehat

Kebahagiaan  Menyadari bahwa dirinya terbatas untuk saat ini namun kebahagiaan

diartikan sebagai kondisi dimana dia merasa cukup dan tenang

 Bahagia adalah pilihan bahkan dalam situasi yang sulit

 Memberitahukan jumlah remisi kepada

teman sesama

narapidana