• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Dalam Pokok Perkara:

1. TENTANG OBJEK SENGKETA

- Bahwa TERGUGAT II INTERVENSI menolak dengan tegas dalil gugatan

PENGGUGAT pada halaman 2 yang pada pokoknya menetapkan “Surat

Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nomor 671.23/DPMPTSP/3571/REK/2019, tanggal 22 November 2019, Perihal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur“, sebagai objek sengketa perkara aquo, KARENA menurut hukum surat tersebut belum memenuhi syarat sebagai Keputusan Tata Usaha Negara yang bersifat final;

- Bahwa terkait dengan jawaban TERGUGAT II INTERVENSI, Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986, tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009,

tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara menyebutkan:

“Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang

dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkret, individual, dan

final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan

hukum perdata“;

- Bahwa apa yang dimaksud dengan final dalam bunyi pasal 1 angka 3 di atas. Dalam penjelasan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1986 tentang

Peradilan Tata Usaha Negara frasa “bersifat final“ dijelaskan sebagai

berikut:

“Bersifat final artinya sudah definitif dan karenanya dapat menimbulkan akibat hukum. Keputusan yang masih memerlukan persetujuan

instansi atasan atau instansi lain belum bersifat final karenanya belum menimbulkan suatu hak atau kewajiban pada pihak yang bersangkutan. Umpamanya, keputusan pengangkatan seorang pegawai

negeri memerlukan persetujuan dari Badan Administrasi Kepegawaian Negara“;

- Bahwa berkaitan dengan penjelasan “bersifat final“ di atas, Surat Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nomor 671.23/DPMPTSP/3571/REK/2019, tanggal 22 November 2019, Perihal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur, pada poin ke 2 surat tersebut dengan jelas menyebutkan sebagai berikut:

“Rekomendasi ini bukan merupakan izin pembangunan PLTA Jambo Aye di Aceh Utara dan Aceh Timur, akan tetapi hanya sebagai

persyaratan yang harus dipenuhi untuk pengurusan lebih lanjut pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta“

- Bahwa kemudian terkait dengan dalil gugatan PENGGUGAT pada halaman 9 angka 2 dan 3 yakni:

2. Bahwa berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2016 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2016 sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi bagi pengadilan pada poin E Rumusan Hukum Kamar Tata Usaha Negara menyebutkan ... dst .... Keputusan Tata

Usaha Negara yang sudah menimbulkan akibat hukum meskipun masih memerlukan persetujuan dari instansi atasan atau instansi lain; 3. Bahwa berdasarkan pasal 1 angka 7 Undang-undang Nomor 30 Tahun

2014 tentang Administrasi Pemerintahan menyebutkan “Keputusan

Administasi Pemerintahan ... dst ... Maka berdasarkan ketentuan peraturan di atas, surat yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Penanaman

Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh selaku Tergugat dengan Surat Nomor

671.23/DPMPTSP/3571/REK/2019, tanggal 22 November 2019 Tentang Surat Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur adalah sebagai objek dalam sengketa Tata Usaha Negara“;

Menurut TERGUGAT II INTERVENSI TIDAK DAPAT DIJADIKAN SEBAGAI DASAR UNTUK MEMBENARKAN bahwa Surat Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nomor 671.23/DPMPTSP/3571/REK/2019, tanggal 22 November 2019, Perihal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur adalah Keputusan

Pejabat Tata Usaha Negara yang bersifat “final“ sehingga dapat menjadi

objek sengketa tata usaha negara dalam perkara aquo;

- Bahwa Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2016 sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi pengadilan tidak dapat dijadikan sebagai dasar dalam mengadili perkara aquo, karena Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia tersebut bertentangan dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986, tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah dirubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009, tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara;

- Bahwa berdasarkan kepada seluruh uraian tersebut di atas, maka jelas Surat Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nomor 671.23/DPMPTSP/3571/REK/2019, tanggal 22 November

2019, Perihal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur TIDAK DAPAT MENJADI OBJEK GUGATAN PENGGUGAT, KARENA

SURAT KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN SATU PINTU TERSEBUT TIDAK BERSIFAT FINAL;

- Bahwa oleh karena SURAT KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN SATU PINTU TERSEBUT tidak memenuhi syarat sebagai Keputusan Pejabat Tata Usaha Negara sebagaimana ditentukan dalam pasal 1 angka 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986, tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah dirubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009, tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, MAKA cukup dasar dan alasan bagi Majelis Hakim yang mengadili perkara aquo untuk menyatakan GUGATAN PENGGUGAT TIDAK DAPAT DITERIMA (niet ontvankelijke verklaard); 2. TENTANG KEPENTINGAN HUKUM PENGGUGAT

- Bahwa kemudian TERGUGAT II INTERVENSI juga menolak dengan tegas dalil gugatan PENGGUGAT pada halaman 4, sebab sesungguhnya PENGGUGAT tidak mempunyai kepentingan hukum untuk mengajukan gugatan pembatalan terhadap Surat Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nomor 671.23/DPMPTSP/3571/REK/2019, tanggal 22 November 2019, Perihal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur yang ditujukan kepada TERGUGAT II INTERVENSI, karena kepentingan hukum PENGGUGAT TELAH HAPUS semenjak berakhirnya Surat Gubernur Aceh Nomor 671.21/BP2T/1495/REK/2016, tanggal 15 Juli 2016, Perihal Perpanjangan Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye yang diberikan kepada PENGGUGAT;

- Bahwa Surat Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nomor 671.23/DPMPTSP/3571/REK/2019, tanggal 22 November 2019, Perihal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur yang diberikan oleh TERGUGAT kepada TERGUGAT II

INTERVENSI adalah perpanjangan rekomendasi pembangunan

pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Jambo Aye yang telah diberikan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nomor

671.23/DPMPTSP/1952/REK/2018, tanggal 13 Juli 2018, Hal Perpanjangan Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur;

- Bahwa Surat Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nomor 671.23/DPMPTSP/1952/REK/2018, tanggal 13 Juli 2018, Hal Perpanjangan Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur, merupakan surat perpanjangan rekomendasi pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Jambo Aye yang telah diberikan Gubernur Aceh dalam surat Nomor 671.23/13399, tanggal 18 Agustus

2017, Hal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur;

- Bahwa PENGGUGAT sama sekali tidak mempermasalahkan/ mempersoalkan penerbitan surat Nomor 671.23/13399, tanggal 18 Agustus 2017, Hal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur. Dan penerbitan surat Nomor 671.23/13399, tanggal 18 Agustus 2017, Hal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur dilakukan setelah berakhirnya Surat Gubernur Aceh Nomor

671.21/BP2T/1495/REK/2016, tanggal 15 Juli 2016, Perihal

Perpanjangan Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye yang diberikan kepada PENGGUGAT, sehingga dengan demikian terbitnya surat Nomor 671.23/13399, tanggal 18 Agustus 2017, Hal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur BUKAN pada saat Surat Rekomendasi Gubernur Aceh kepada PENGGUGAT masih hidup;

- Bahwa kalau penerbitan Surat Gubernur Aceh Nomor 671.23/13399, tanggal 18 Agustus 2017, Hal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur kepada TERGUGAT II INTERVENSI pada saat Surat Rekomendasi Gubernur Aceh kepada PENGGUGAT masih hidup,

barulah PENGGUGAT mempunyai kepentingan hukum untuk

membatalkan Surat Gubernur Aceh Nomor 671.23/13399, tanggal 18 Agustus 2017, Hal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Listrik

Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur atau Surat Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nomor 671.23/DPMPTSP/3571/REK/2019, tanggal 22 November 2019, Perihal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur. Dan PENGGUGAT sama sekali tidak dirugikan dengan terbitnya Surat Gubernur Aceh Nomor 671.23/13399, tanggal 18 Agustus 2017, Hal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur, terakhir Surat Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nomor 671.23/DPMPTSP/3571/REK/2019, tanggal 22 November 2019, Perihal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur, karena terbitnya surat tersebut setelah Surat Rekomendasi Gubernur Aceh kepada PENGGUGAT “ M A T I “;

- Bahwa oleh karena Surat Rekomendasi Gubernur Aceh kepada PENGGUGAT telah mati, maka JELAS PENGGUGAT tidak mempunyai kepentingan hukum untuk mengajukan gugatan pembatalkan terhadap Surat Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nomor 671.23/DPMPTSP/3571/REK/2019, tanggal 22 November 2019, Perihal Rekomendasi Pembangunan Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur, sehingga dengan demikian cukup dasar dan alasan hukum bagi Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Banda Aceh yang mengadili perkara aquo untuk menyatakan gugatan PENGGUGAT tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard);

Dokumen terkait