LANDASAN TEORI
A. Deskripsi Konseptual
1. Teori Belajar dan Pembelajaran a. Konsep Belajar
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Witherington yang dikutip oleh Sukmadinata dalam bukunya Landasan Pendidikan belajar adalah merupakan perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respon yang baru berbentuk , sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan. Belajar merupakan kegiatan integral yang melibatkan seluruh komponen termasuk siswa. Artinya keberhasilan belajar ditentukan oleh aktivitas siswa dalam belajar.9
Menurut Syai‘ful Bahri Djamarah dalam bukunya ―Psikologi Belajar‖
pengertian belajar adalah serangkai kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik.10
Menurut Robert M. Gagne (1970) belajar merupakan kegiatan yang kompleks, dan hasil belajar berupa kapabilitas, timbulnya kapabilitas disebabkan stimulasi yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang dilakukan oleh peserta didik. Setelah belajar orang memiliki , pengetahuan, sikap dan nilai. Dengan demikian dapat ditegaskan, belajar adalah seperangkat proses kognitif yang
9
Sukmadinata, Nana Syaodih, 2003, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Remaja Rosdakarya, Bandung h. 155.
10
35
mengubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengolahan informasi, dan menjadi kapabilitas baru.11
Dalam implementasinya belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku, dan dengan cara mengolah bahan ajar dengan memanfaatkan segala sumber belajar yang tersedia. Untuk menangkap isi dan pesan bahan ajar tersebut maka dalam belajar individu menggunakan kemampuan pada ranah-ranah :
1). Kognitif; yaitu kemampuan yang berkenanaan dengan
pengetahuan, penalaran, atau pikiran yang terdiri dari katagori pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sistesis dan evaluasi
2). Afektif; yaitu kemampuan yang mengutamakan perasaan, emosi, dan reaksi-reaksi yang berbeda dengan penalarannya yang terdiri dari kategori penerimaan, partisipasi, penilaian/penentuan sikap, organisasi dan pembentukan pola hidup,
3). Psikomotorik; yaitu kemampuan yang mengutamakan jasmani terdiri dari persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian pola gerakan, dan kreatifitas. Orang dapat mengamati tingkah laku orang telah belajar setelah membandingkan dengan sebelum belajar.
11
36
Dari beberapa teori tersebut di atas dapat penulis simpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku, keperibadian yang dimiliki oleh manusia yang berbentuk , sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan secara dinamis dari tidak tahu menjadi tahu, dari yang sederhana menjadi yang kompleks dan merupakan cipta, rasa dan karsa yang diintegrasikan dari buah budi manusia.
b. Konsep Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan padapeserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal12.
Hakikat Pembelajaran diantaranya :
1) Kegiatan yang dimaksudkan untuk membelajarkan pembelajaran.
2) Program pembelajaran yang dirancang dan dimplementasikan sebagai suatu sistem.
12
Gagne, Robert, M (terjemahan Munandar). 1998. Condition of Learning and Intruktion . Dirjen Dikti Depdikbud. Jakarta, hal.3
37
3) Kegiatan yang dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar kepada pembelajaran.
4) Kegiatan yang mengarahkan pembelajaran kearah pencapaian tujuan pembelajaran
5) Kegiatan yang melibatkan komponen-komponen tujuan, isi pelajaran, sistem penyajian, dan sistem evaluasi dalam realisasinya13.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar, dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relatif lama dan karena adanya usaha.
c. Hasil Belajar
1). Pengertian Hasil Belajar
Menurut Winarno Surakhmad hasil belajar siswa bagi kebanyakan orang berarti ulangan, ujian atau tes. Maksud ulangan tersebut ialah untuk memperoleh suatu indek dalam menentukan keberhasilan siswa.14
Menurut Ngalim Purwanto, hasil belajar adalah hasil yang dicapai seseorang karena usahanya untuk memiliki suatu kecakapan atau ilmu pengetahuan atau perubahan-perubahan yang dicapai seseorang dalam usahanya untuk memiliki
13
Dimyati dan Mudjiono 2006. Belajar dan Pembelajaran. Direktorat Jendral, hal.46
14
Winarno Surakhmad (dalam buku, Interaksi Belajar Mengajar, Bandung: Jemmars, 1980:hal. 25
38
suatu kecakapan atau - tertentu dan perubahan-perubahan yang dicapai oleh individu dalam proses belajar-mengajar meliputi aspek pengetahuan, dan sikap.15
Sedangkan menurut Nana Sudjana mengatakan bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang diinginkan pada diri siswa yang mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik. Hasil belajar ini bisa berupa huruf atau standar angka interpretasi nilai atau skor tersebut akan dapat diketahui kedudukan siswa dibandingkan dengan kelompoknya, posisi siswa dengan dibandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan.16
Menurut Howard Kingsley, hasil belajar dibedakan dalam 3 kelompok, yaitu (1) dan kebiasaan; (2) pengetahuan dan pengertian serta (3) sikap dan cita-cita.17
Menurut Sardiman ―hasil belajar adalah hasil langsung berupa tingkah laku siswa setelah melalui proses belajar-mengajar yang sesuai dengan
materi yang dipelajarinya‖. Sehingga hasil belajar dapat ditafsirkan
sebagai output dari proses belajar-mengajar.18
Dari definisi di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar adalah hasil belajar yang dicapai siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan membawa suatu perubahan dan pembentukan tingkah laku seseorang. Untuk menyatakan bahwa suatu proses belajar dapat dikatakan berhasil, setiap guru memiliki pandangan masing-masing sejalan dengan filsafatnya. Namun untuk menyamakan persepsi sebaiknya kita berpedoman pada kurikulum yang berlaku
15
Ngalim Purwanto,2002, Psikologi Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosda Karya , hal.12.
16
Nana Sudjana dan Ahmad Rifa‘i, 2001, Penelitian Dan Penilaian Pendidikan, Bandung: Sinar Baru, hal 153.
17
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2008), hal 22
18
Sardiman, A.M. 2006. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.hal.51
39
saat ini yang telah disempurnakan, antara lain bahwa suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila tujuan pembelajaran khususnya dapat dicapai.
2). Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Menurut Shabri , hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor dari lingkungan dan faktor yang datang dari diri siswa. Faktor yang datang dari diri siswa seperti kemampuan belajar (intelegensi), motivasi belajar, minta dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, faktor fisik dan psikis.19
Hasil belajar siswa pada umumnya dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal yang berasal dari dalam diri individu siswa sendiri dan faktor eksternal yang berasal dari luar individu siswa.
Menurut pendapat Nana Sudjana hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor dari dalam diri siswa itu sendiri (internal) dan faktor yang datang dari luar diri siswa (eksternal) atau lingkungan. Faktor yang datang dari diri siswa terutama kemampuan yang dimilikinya. Sesungguhnya demikian, hasil yang didapat masih juga tergantung dari lingkungan.20
Sedangkan menurut Slameto, mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi hasil belajar tersebut sebagian besar berasal dari dalam diri individu dan sebagian lagi berasal dari luar individu.21 Penjelasan selengkapnya adalah sebagai berikut :
19
Shabri, H. A. 2005. Strategi belajar mengajar micro teaching. Jakarta: Quantum Teaching.hal.20
20
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2006), hal. 39
21
Slameto, 2003, Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Jakarta: PT Rineka Cipta, hal.57
40 a). Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar individu. Faktor-faktor internal ini meliputi factor fisiologis dan faktor psikologis.
(1). Faktor fisiologis
Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam.
Pertama, keadaan jasmani. Keadaan jasmani pada umumnya sangat mempengaruhi aktivitas belajar seseorang. Kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Sebaliknya, kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal.
Kedua, keadaan fungsi jasmani/fisiologis. Selama proses belajar berlangsung, peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat mempengaruhi hasil belajar, terutama panca indera.
(2). Faktor psikologis
Faktor-faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa, motivasi, minat, sikap dan bakat.
41
(a). Kecerdasan/intelegensi siswa
Menurut J.P. Chaplin, ―intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis, yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan kedalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui atau menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat‖.22
Jadi, intelegensi adalah kemampuan seseorang untuk lebih cepat menerima respon terhadap sesuatu yang diterimanya. Sesorang yang memiliki intelegensi yang tinggi akan lebih mudah menerima dan memeahami pelajaran yang diberikan.
(b). Motivasi
Motivasi adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorong untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai suat tujuan (kebutuhan)23.
Sedangkan motivasi dalam belajar menurut Clayton Aldelfer adalah kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai hasil belajar sebaik mungkin.24
Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.
Menurut Arden N. Frandsen, dalam Hayinah (1992) yang termasuk dalam motivasi intrinsik untuk belajar anatara lain adalah:((1)) Dorongan ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas,((2)) Adanya sifat positif dan kreatif yang
22
Slameto, 2003, Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Jakarta: PT Rineka Cipta, h.58.
23
Djali, 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta. Bumi Aksara, hal.101
24
Nashar,2004. Peranan Motivasi dan Kemampua awal dalam Kegiatan Pembelajaran. Jakarta. Delia press. hal.15
42
ada pada manusia dan keinginan untuk maju, ((3)) Adanya keinginan untuk mencapai hasilsehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting, misalkan orang tua, saudara, guru, dan teman-teman. ((4)) Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna baginya.
Motivasi ekstrinsik adalah faktor yang datang dari luar diri individu tetapi memberikan pengaruh terhadap kemauan untuk belajar. Seperti pujian, peraturan, tata tertib, teladan guru, orangtua, danlain sebagainya.
(c). Ingatan
Secara teoritis, ada 3 aspek yang berkaitan dengan berfungsinya ingatan, yakni : ((1)) Menerima kesan, ((II)) Menyimpan kesan, dan ((III)) Memproduksi kesan. Mungkin karena fungsi-fungsi inilah, istilah ―ingatan‖ selalu didefinisikan sebagai
kecakapan untuk menerima, menyimpan dan mereproduksi kesan. Kecakapan merima kesan sangat sentral peranannya dalam belajar. Melalui kecakapan inilah, subjek didik mampu mengingat hal-hal yang dipelajarinya. Dalam konteks pembelajaran, kecakapan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya teknik pembelajaran yang digunakan pendidik. Teknik pembelajaran yang disertai dengan alat peraga kesannya akan lebih dalam pada siwa.
(d) Minat
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus menerus yang disertai rasa senang. Jadi berbeda dengan perhatian, karena perhatian
43
sifatnya sementara dan belum tentu diikuti dengan rasa senang, sedangkan minat selalu diikuti dengan rasa senang dan dari situlah diperoleh kepuasan.25
Dalam konteks belajar di kelas, seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya.Untuk membangkitkan minat belajar tersebut, banyak cara yang bisa digunakan. Antara lain:((a)) Dengan membuat materi yang akan dipelajari semenarik mungkin dan tidak membosankan, baik dari bentuk buku materi, desain pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplore apa yang dipelajari, melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif, afektif, psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif, maupun performansi guru yang menarik saat mengajar.((b)) Pemilihan jurusan atau bidang studi. Dalam hal ini, alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai dengan minatnya.
(e). Sikap
Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relatif tetap terhadap obyek, orang, peristiwa dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif.26
25
Slameto, 2003. Belajar dan faktor - faktor yang mempengaruhinya. Jakarta. PT Rineka Cipta. Halalaman 57
26
44
Sikap juga merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu yang membawa diri sesuia dengan penilaian. Adanya penilaian tentang sesuatu mengakibatkan terjadinya sikap menerima, menolak, atau mengabaikan.
(f). Bakat
Faktor psikologis lain yang mempengaruhi proses belajar adalah bakat. Bakat atau aptitude merupakan kecakapan potensial yang bersifat khusus, yaitu khusus dalam suatu bidang atau kemampuan tertentu.27
Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa akan datang.28
Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya, maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk mencapai hasil belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
b). Faktor Eksternal
Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu factor lingkungan social dan faktor lingkungan nonsosial.
(1). Lingkungan social
(a) Lingkungan sosial sekolah
Seperti guru, administrasi, dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi proses belajar seorang siswa. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baik di sekolah.
27
Nana Syaodih.S. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung. Remaja Rosdakarya. Hal 101
28
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1999), h. 135.
45
(b) Lingkungan sosial masyarakat.
Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan mempengaruhi belajar siswa. Lingkungan siswa yang kumuh, banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat mempengaruhi aktivitas belajarsiswa, paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar, diskusi, atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya.
(c) Lingkungan sosial keluarga.
Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. Ketegangan keluarga, sifat-sifat orangtua, demografi keluarga (letak rumah), pengelolaan keluarga, semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa.
(2). Lingkungan non sosial
Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah; (a) Lingkungan alamiah
Adalah lingkungan tempat tinggal anak didik, hidup, dan berusaha didalamnya. Dalam hal ini keadaan suhu dan kelembaban udara sangat berpengaruh dalam belajar anak didik. Anak didik akan belajar lebih baik dalam keadaan udara yang segar. Dari kenyataan tersebut, orang cenderung akan lebih nyaman belajar ketika pagi hari, selain karena daya serap ketika itu tinggi. Begitu pula di lingkungan kelas. Suhu dan udara harus diperhatikan. Agar hasil belajar memuaskan. Karena belajar dalam keadaan suhu panas, tidak akan maksimal.29
(b) Faktor instrumental
29
Drs. Syaiful Bahri Djamarah, 2002. Psikologi Belajar. Jakarta, CV Rineka Cipta. hal. 143-144
46
Yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. Pertama, hardware, seperti gedung sekolah, alat-alat belajar,fasilitas belajar, lapangan olah raga dan lain sebagainya. Kedua, software, seperti kurikulum sekolah, peraturan-peraturan sekolah, bukupanduan, silabi dan lain sebagainya.
(c) Faktor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga dengan metode mengajar guru, disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa. Karena itu, agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa, maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi siswa.
3). Hasil belajar mata kuliah PAI
Hasil belajar mata kuliah PAI adalah hasil kegiatan yang telah dicapai dalam usaha belajar yang ditandai oleh adanya penguasaan kompetensi dalam menggunakan media cetak dengan tingkat penguasaan diatas 71.
Mata kuliah Pendidikan Agama Islam adalah salah satu mata kuliah pada program studi DIII-Manajemen Informatika, yang termasuk dalam kelompok Mata Kuliah inti dengan kode MPK 31302 yang mempunyai bobot 3 SKS. Mata kuliah ini dilaksanakan pada semester V (Lima). Standar kompetensi mata kuliah ini adalah Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami keislaman secara esensial sehingga nilai-nilai Islam bisa melandasi pemikiran, sikap, dan prilakunya yang kelak tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
47
Pokok bahasan dari mata kuliah ini adalah Manusia dan Agama, Kenabiaan dalam Islam, Dasar-dasar Dinul Islam, Dasar-dasarTauhid, Thaharah (bersuci), Dasar-dasar Ibadah, Dasar-dasar Akhlak, Dasar-dasar Muamalah, Syari‘ah dan Ibadah
2. Media Pembelajaran
a. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti
‖tenggah‖, ‖perantara‖ atau pengantar. Dalam bahasa arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.30
Gerlach & Ely (1971), Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap contohnya dosen, buku teks dan lingkungan kampus merupakan media. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan sebagai alat–alat grafis, photografis atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.31
Munadi (2013:7) mengartikan media sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.32
Terdapat beberapa pendapat mengenai pengertian media dalam buku berjudul Media Pembelajaran Interaktif Inovatif. Beberapa diantaranya mengemukakan bahwa media adalah sebagai berikut :
1) National Education Association (NEA) mendefinisikan bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik cetak maupun audio-visual serta peralatannya. 2) Gagne mengatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen atau sumber
30
Azhar Arsyad, Media Pengajaran, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2000) hal. 3
31Ibid, hal. 4
32
Yudhi Munadi. (2013). Media Pembelajaran (Sebuah Pendekatan Baru). Jakarta : Referensi (GP Pres Group).hal, 7
48
belajar dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar. 3) Briggs mengatakan media adalah segala wahana atau alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk belajar. 4) Scharamm mengatakan media adalah teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional.33 Heinich, dan kawan – kawan (1982) mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima, seperti televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan–bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu membawa pesan–pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud–maksud pembelajaran maka media itu disebut media pembelajaran.34
Dari beberapa pengertian di atas dapat penulis simpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala bentuk atau sistem untuk menyampaikan pesan atau informasi pada proses pembelajaran sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan, demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya.
b. Manfaat media pembelajaran terhadap hasil belajar
Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap
33
Hujair A. H. Sanaky. (2013). Media Pembelajaran Interaktif-Inovatif. Yogyakarta : Kaukaba Dipantara., hal. 4
34
49
mahasiswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan materi pembelajaran. Selain membangkitkan motivasi dan minat mahasiswa, media pembelajaran juga dapat membantu mahasiswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.
Media bertujuan untuk tujuan instruksi dimana informasi yang terdapat dalam media itu harus melibatkan mahasiswa. Materi harus dirancang secara lebih sistematis dan psikologis dapat di lihat dari segi prinsip–prinsip belajar agar dapat menyiapkan instruksi yang efektif. Disamping menyenangkan, media pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman yang menyenagkan dan memenuhi kebutuhan perorangan mahasiswa.
Manfaat media pembelajaran baik secara umum maupun khusus sebagai alat bantu pembelajaran bagi guru dan siswa, yaitu :
1) Pengajaran lebih menarik perhatian pebelajar sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. 2) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami pebelajar, serta memungkinkan pebelajar menguasai tujuan pengajaran dengan baik. 3) Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-mata hanya komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar, pembelajar tidak bosan, dan pengajar tidak kehabisan tenaga. 4) Pebelajar lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan penjelasan dari
50
pengajar saja, tetapi juga aktivitas lain yang dilakukan seperti : mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.35.
Kemp & Dayton, mengemukakan beberapa hasil penelitian yang menunjukan dampak positif dari penggunaan media sebagai bagian integral pembelajaran di kelas atau sebagai cara utama pembelajaran langsung sebagai berikut: 1) Penyampaian materi menjadi lebih baku. Setiap mahasiswa yang melihat atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama. 2) Proses Pembelajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat mahasiswa tetap terjaga dan memperhatikan. Kejelasan dan keruntutan pesan, daya tarik image yang berubah–ubah, penggunaan efek khusus yang dapat menimbulkan keingintahuan menyebabkan mahasiswa berpikir, sehingga media dapat memiliki aspek motivasi dan meningkatkan minat. 3) Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip–prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi mahasiswa, umpan