• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

C. Teori Dan Konsep Keperawatan yang terkait

Kolcaba dalam studi teorinya yang dituangkan dalam buku

(Alligood, 2014), menganalisis konsep teori keperawatan dalam hal

memberikan kenyamanan. Beliau menjelaskan bahwa kenyamanan

merupakan hal utama dan tidak boleh lepas dari observasi atau tujuan

utama. Perawat memiliki peranan yang sangat besar dalam

memengaruhi kenyamanan pasien. Pertimbangan pertama dan terkahir

perawat serta faktor yang penting dan yang paling utama adalah

kenyamanan pasien. Harmer (1926) yang dikutip dalam buku (Alligood,

2014) menyatakan bahwa asuhan keperawatan memiliki fokus dalam

memberikan ―lingkungan yang nyaman‖, dan asuhan keperawatan

individu pasien mencakup ―kebahagiaan, kenyamanan, dan

meringankan, fisik dan mental,‖.

Penelitian ini menggunakan konsep teori comfort colcaba. Tomey &

Alligood (2014) menjelaskan tentang konsep metaparadigma sebagai

berikut:

1. Keperawatan

Keperawatan adalah pengkajian yang sengaja dilakukan untuk

pemenuhan kenyamanan, merancang pengukuran kenyamanan

untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dan mengkaji ulang tingkat

kenyamanan pasien setelah implementasi serta

membandingkannya dengan target sebelumnya. Pengkajian awal

kedua-duanya. Pengkajian dapat dicapai melalui administrasi

analogue visual atau daftar pertanyaan atau kedua-duanya.

Menurut Kolcaba dalam Tomey & Alligood (2014), untuk

memberikan kenyamanan pasien setidaknya memerlukan tiga jenis

intervensi kenyamanan, yaitu:

a. Teknik mengukur kenyamanan (technical comfort measures)

adalah intervensi yang didesain untuk mempertahankan

homeostasis dan manajemen nyeri, manajemen resiko mual dan

muntah, monitor tanda-tanda vital dan hasil kimia darah.

Pengukuran kenyamanan didesain untuk (1) membantu pasien

mempertahankan atau memulihkan fungsi fisik dan kenyamanan,

dan (2) mencegah terjadinya komplikasi.

b. Pembinaan (coaching), termasuk intervensi yang didesain untuk

menyediakan penenteraman hati dan informasi, membangkitkan

harapan, mendengar, dan membantu perencanaan yang realistis

untuk pemulihan, integrasi, atau meninggal sesuai budayanya.

c. ‖Comfort Food‖ untuk jiwa, meliputi intervensi yang tidak dibutuhkan pasien saat ini tetapi sangat berguna bagi pasien.

Intervensi kenyamanan ini membuat pasien merasa lebih kuat

dalam kondisi yang sulit diukur secara personal. Target

intervensi ini adalah transcendence meliputi hubungan yang

mengesankan antara perawat dan pasien, keluarga, atau

kelompok. Sugesti kenyamanan ini dapat diberikan dalam bentuk

dan ketenangan, guided imagery, terapi musik, mengenang

masa lalu, dan sentuhan terapeutik.

2. Pasien

Pasien adalah penerima perawatan, dapat perorangan,

keluarga, lembaga, atau komunitas yang membutuhkan pelayanan

kesehatan.

3. Lingkungan

Lingkungan adalah semua aspek luar (fisik, politis,

kelembagaan, dan lain-lain) dari pasien, keluarga, lembaga yang

dapat dimanipulasi oleh perawat atau seseorang yang dicintai untuk

meningkatkan kenyamanan

4. Kesehatan

Kesehatan adalah fungsi optimum yang diperlihatkan oleh

pasien baik individu, keluarga, kelompok, atau komunitas. Colcaba

(1994) mengemukakan beberapa asumsi tentang kenyamanan

antara lain, manusia mempunyai respon yang holistik terhadap

stimulus yang kompleks.

a. Kenyamanan adalah suatu hasil holistik yang diharapkan yang

berhubungan dengan disiplin keperawatan.

b. Manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhan

kenyamanannya secara aktif.

c. Kenyamanan adalah lebih dari tidak adanya nyeri, cemas, dan

Kenyamanan pasien merupakan bagian yang mendasar dari

perawatan, karena kenyamanan merupakan kriteria hasil yang

diharapkan dari asuhan keperawatan tersebut. Teori keperawatan

memberikan dasar dari tindakan keperawatan yang berorientasi

pada kenyamanan dalam tiga fase : (ease, relief, transcendence)

dalam konteks fisik, sosial, psikospiritual, dan lingkungan dan

meningkatkan kenyamanan.

Tabel. 1

Struktur taksonomi teori Colcaba

Type of Comfort

Relief Ease Transcendence

C o n te xt in W h ic h C o mf o rt O ccu rs Physical Psychospiritual Environmental Social

Sumber: Tomey & Alligood (2014) Jenis Kenyamanan :

Relief (Kelegaan) : Keadaan seseorang pasien yang memiliki

kebutuhan spesifiknya terpenuhi

Ease (ketentraman) : Keadaan tenang atau puas

Transcendence (Transendensi ) : keadaan dimana seseorang berhasil melampaui masalah atau

kesakitannya.

Konteks dimana kenyamanan terjadi:

Psychospiritual ( Psikospiritual ) : berhubungan dengan kesadaran

akan diri sendiri, termasuk harga diri,

konsep diri, seksualitas, dan makna

dalam hubungan seseorang dengan

tatanan atau keberadaan yang lebih

tinggi.

Environmental (Lingkungan) : berhubungan dengan lingkungan

eksternal, kondisi-kondisi, dan

pengaruh di sekitarnya

Social ( Sosial ) : berhubungan dengan hubungan-hubungan

interpersonal, keluarga dan sosial.

Gambar 7.7. Kerangka konseptual keperawatan (Health & Needs, 2015)

Pramedikasi dalam proses operasi terutama proses anastesi

memiliki banyak resiko serta penyulit yang dapat menyebabkan

pasien akan mengalami post operative nausea and vomiting.

seperti riwayat alergi, riwayat penyakit kardiovaskular dan

pernafasan. Hal ini sangat penting karena akan berhubungan

dengan resiko setelah nya. Dijelaskan dalam buku ini bahwa post

operative nausea and vomiting masuk dalam kategori resiko minor

(Gwinnutt, 2011)

Pasien yang telah dilakukan prosedur operasi memiliki kondisi

yang tidak nyaman seiring dengan proses medikasi, salah satunya

adalah proses anastesi yang mengakibatkan kehilangan rasa atau

efek pada tubuh. Proses adaptasi setelah melewati proses tersebut

mengakibatkan kondisi ketidaknyamanan yang mengakibatkan lama

rawat. Dalam teori kolcaba ini, pemberian terapi akupresur termasuk

dalam kategori “comfort food” yang memberikan sugesti

kenyamanan yang dapat diberikan dalam bentuk pijatan.

Korelasi antara tindakan post operative nausea and vomiting

yang dicegah dengan melakukan intervensi tekhnik akupresur

dengan teori kenyamanan oleh Kolcaba dapat dilihat dari konsep

yang dituangkan pada aspek berikut,

a. Relief (kelegaan) merupakan arti kenyamanan yang

mengemukakan bahwa perawat dapat meringankan efek post

operasi yang berupa gejala mual dan muntah yang dirasakan

oleh pasien, dalam hal ini pemberian terapi akupresur

b. Ease (ketentraman) merupakan arti kenyamanan dari hasil

intervensi yang diberikan. Pasien tidak merasakan mual muntah

c. Transcendence (Kelebihan) merupakan kekuatan yang dimiliki

oleh perawat dalam melakukan intervensi tekhnik akupresur.

Dalam hal ini perawat bisa mendapatkan sertifikat melalui

pelatihan yang dibuat khusus untuk pelatihan akupresur.

Ketiga bentuk kenyamanan yang telah dijabarkan berdasarkan

teori kolcaba didukung oleh empat konteks fisik, psikospiritual,

sosiokultural, serta lingkungan. Kolcaba menerapkan konsep

kenyamanan mencakup dari berbagai aspek sehingga pasien dapat

merasakan rasa nyaman secara holistik. Pasien yang telah melewati

proses pembedahan akan kembali merasa nyaman dalam hal ini

adalah meminimalisir kejadian mual dan muntah akibat proses

medikasi serta proses anestesi yang membuat hilang efek atau rasa.

Penelitian ini menerapkan kerangka kerja dari teori Kolcaba

KERANGKA KONSEP TEORI KENYAMANAN

PENCEGAHAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING DENGAN TEKHNIK AKUPRESUR PADA TITIK P6 DAN ST36 PADA PASIEN LAPARATOMI GINEKOLOGI DENGAN SPINAL ANASTESI

Gambar 7.7. Kerangka konseptual keperawatan berdasarkan fenomena penelitian (Health & Needs, 2015)

Kebutuhan fisiologis Pencegahn mual dan muntah Perilaku mencari kenyamanan Oleh perawat : diberikan terapi akupresur Mempertah ankan protokol prosedur Dukungan perawatan dari Rumah sakit Meminimal isir long of stay Miring kanan miring kiri Usia,Stress Diet , Obat anastesi Terapi komplement er Pasien tidak merasakan mual & muntah Terapi akupresur pada titik P6 dan ST36

Dokumen terkait