BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN
2.1. Konsep Teori
2.1.10. Teori Efektivitas dan Efisiensi
Efektivitas dan Efisiensi adalah sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan, sebab dalam sehari-hari penggunaan kata ini kerap kali menjadi kata yang terus bersanding dan satu paket. Namun walapun demikian, pengertian dari keduanya tetap saja memeiliki makna yang berbeda. Efektivitas lebih menekankan pada hasil yang diraih sesesorang atau suatu perusahaan sedangkan efisiensi lebih melihat pada proses untuk mencapai hasil tersebut dengan baik. Menurut Susilo162, efektivitas adalah suatu kondisi atau keadaan dimana dalam memilih tujuan yang hendak diinginkan dapat dicapai dengan hasil yang memuaskan. Sedangkan Gibson163 mengatakan bahwa efektivitas adalah hubungan optimal antara produksi, efisiensi, fleksibilitas, kepuasan, sifat keunggulan dan pengembangan.
Selanjutnya, pakar lain seperti Westra164 mengakatan bahwa efektivitas merupakan suatu keadaan yang mengandung pengertian mengenai terjadinya suatu efek atau akibat yang dikehendaki. Kata Efektif diartikan sebagai terjadinya suatu efek atau akibat yang dikehendaki dalam suatu perbuatan yang dilakukan. Setiap pekerjaan yang efisien yang tentu juga berarti efektif, karena dilihat dari segi tujuan, hasil atau akibat yang dikehendaki dengan perbuatan itu telah tercapai bahkan secara maksimal (mutu dan jumlahnya), sebaliknya dilihat dari segi usaha, maka efek yang diharapkan juga tercapai. Setiap pekerjaan yang efektif belum tentu
162 Adisasmita, Rahardjo. 2011. “Pengelolaan dan Pendapatan Anggaran daerah”. Yogyakarta : Graha Ilmu.
163 Adisasmita, Rahardjo. 2011. “Pengelolaan dan Pendapatan Anggaran daerah”. Yogyakarta : Graha Ilmu.
164 Adisasmita, Rahardjo. 2011. “Pengelolaan dan Pendapatan Anggaran daerah”. Yogyakarta : Graha Ilmu.
efisien, karena hasil dapat tercapai tetapi mungkin dengan penghamburan pikiran, tenaga, waktu, uang atau benda.
Makna efektivitas juga dikemukakan oleh pakar lainnya, seperti Saksono165 yang mengatakan bahwa efektivitas adalah sesuatu hal yang berbicara tentang seberapa besar tingkat kelekatan output (keluaran) yang dicapai dengan output yang diharapkan dari jumlah input (masukan) dalam suatu perusahaan atau seseorang.
Sedangkan menurut Indrawijaya166, efekktivitas berbicara terkait dengan prestasi.
Menurutnya, prestasi individu memiliki korelasi yang sangat jelas dengan prestasi organisasi sebagai bagian yang lebih besar. Dalam pengertiannya, Indrawijaya mengatakan bahwa apabila efektivitas individu dapat tercapai, akan memberikan kontribusi pada efektivitas organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa efektivitas organisasi sama dengan prestasi organisasi secara keseluruhan.
Pendapat lain tentang efektivitas dikemukakan Hidayat167. Dalam pandangannya Hidayat memberikan perumpamaan tentang efektivitas ini dalam bentuk perusahaan, ia mengatakan bahwa efektivitas adalah suatu ukuran perusahaan yang menyatakan seberapa target yakni kuantitas, kualitas, dan waktu telah tercapai secara jauh, dimana makin besar persentase target yang dicapai maka akan makin tinggi efektifitasnya. Sedangkan Sondang dalam pandangannya
165 https://www.seputarpengetahuan.co.id/2018/03/pengertian-efektivitas-menurut-para-ahli-rumus-aspek-contoh.html diakses pada tanggal 20 September 2017.
166 https://www.seputarpengetahuan.co.id/2018/03/pengertian-efektivitas-menurut-para-ahli-rumus-aspek-contoh.html diakses pada tanggal 20 September 2017.
167 https://www.seputarpengetahuan.co.id/2018/03/pengertian-efektivitas-menurut-para-ahli-rumus-aspek-contoh.html diakses pada tanggal 20 September 2017.
mengatakan bahwa efektivitas adalah suatu pemanfaatan sarana prasarana, sumber daya dalam jumlah tertentu yang sebelumnya telah ditetapkan untuk menghasilkan sejumlah barang atau jasa kegiatan yang akan dijalankan oleh seseorang atau suatu perusahaan.
Selanjutnya, pembicaraan efektivitas ini juga menarik perhatian Schemerhon168. Dalam pandangannya, ia berpendapat bahwa efektivitas menurut adalah pencapaian target keluaran (output) yang akan diukur dengan cara membandingkan utput anggaran atau OA (seharusnya) dengan output realisasi atau OS sesungguhnya). Jika OA > OS maka akan disebut dengan efektif. Sedangkan Wesha169 mengatakan bahwa efektivitas adalah keadaan atau kemampuan berhasilnya suatu kerja yang dilakukan oleh manusia untuk memberikan guna yang diharapkan untuk melihat efektivitas kerja yang pada umumnya dipakai empat macam pertimbangan yaitu: Pertimbangan ekonomi, pertimbangan fisiologi, pertimbangan psikologi dan pertimbangan sosial.
Adapun rumusan terkait dengan efektivitas ini adalah Efektivitas = Output Target/Output Aktual > = 1, dengan penjelasan bahwa, Pertama, jiika output (keluaran) aktual berbanding output yang dikehendaki < 1 maka tidak tercapai efektivitas. Kedua, jika output (keluaran) aktual berbanding output yang dikehendaki > 1 maka akan tercapai efektivitas. “Wesha”170.
168 https://www.seputarpengetahuan.co.id/2018/03/pengertian-efektivitas-menurut-para-ahli-rumus-aspek-contoh.html diakses pada tanggal 20 September 2017.
169 https://www.seputarpengetahuan.co.id/2018/03/pengertian-efektivitas-menurut-para-ahli-rumus-aspek-contoh.html diakses pada tanggal 20 September 2017.
170 https://www.seputarpengetahuan.co.id/2018/03/pengertian-efektivitas-menurut-para-ahli-rumus-aspek-contoh.html diakses pada tanggal 20 September 2017.
Kemudian, adapun pembicaraan terkait efisiensi seorang pakar mengatakan bahwa efisiensi berbicara terkakit dengan komponen, seperti yang dikatakan oleh Adisasmita171 bahwa efisiensi adalah komponen-komponen input yang digunakan seperti waktu, tenaga dan biaya dapat dihitung penggunaannya dan tidak berdampak pada pemborosan atau pengeluaran yang tidak berarti.
Sedangkan Susilo172 mengatakan bahwa efisiensi adalah suatu kondisi atau keadaan, dimana penyelesaian suatu pekerjaan dilaksanakan dengan benar dan dengan penuh kemampuan yang dimiliki. Kemudian, dalam pandangan yang berbeda, Lubis173 mengatakan bahwa Efisiensi adalah suatu proses internal atau sumber daya yang diperlukan oleh organisasi untuk menghasilkan satu satuan output. Oleh sebab itu efisiensi dapat diukur sebagai ratio output terhadap input.
Pada akhirnya, wujud dari efektivitas dan efisiensi kerja pada umumnya tercermin pada tingkat produktivitas kerja, yaitu adanya hasil yang dicapai sebanding dengan proses - proses kegiatan yang dilakukan, dimana terdapat ratio antara output dengan input. Meskipun demikian kadang - kadang untuk memperoleh tingkat produktivitas yang memadai, harus mengorbankan banyak sekali variabel - variabel input, dalam arti bahwa mengeluarkan modal yang besar untuk memperoleh kegiatan usaha dapat dikatakan produktif, namun belum tentu efisien.
171 Adisasmita, Rahardjo. 2011. “Pengelolaan dan Pendapatan Anggaran daerah”. Yogyakarta : Graha Ilmu.
172 Adisasmita, Rahardjo. 2011. “Pengelolaan dan Pendapatan Anggaran daerah”. Yogyakarta : Graha Ilmu.
173 Adisasmita, Rahardjo. 2011. “Pengelolaan dan Pendapatan Anggaran daerah”. Yogyakarta : Graha Ilmu.