STUDI EKSISTING DAN PUSTAKA 2.1.Landasan Teori
2.2.2. Teori Persepsi
Gambar 2.18 adegan dalam Shonen
Sumber; Komik Fairy Tail, 6-3-2013
Shojo adalah komik yang dtiujukan kepada pembaca perempuan. Komik shojo memperlihatkan aksi yang terlihat montase wajah ekspresif memenuhi seluruh halaman, ketika emosi memuncak yang ditampilkan melalui efek ekspresionistis atau transformasi bentuk tubuh yang ekstrim. Pendekatan shojo untuk bertpartispasi dalam kehidupan emosional karakter. Jika dalam langkah pertama meniru komikus yang paling disukai sangat wajar dan tidak ada larangan. 2.2. Teori Desain Komunikasi Visual
2.2.1. Definisi Desain Komunikasi Visual
Desain Komunikasi Visual adalah media berkomunikasi untuk menyampaikan sebuah ide, cerita, konsep, dan informasi secara visual. Para desainer komunikasi visual melakukan usaha mempengaruhi target audiens, agar memberikan respon atau tanggapan postif kepada pesan visual yang disampaikan. Dengan demikian desain komunikasi visual harus komunikatif, dapat dibaca, dikenal, dan dimengerti oleh target audiens tersebut (Suharto, 1999: 3).
2.2.2. Teori Persepsi
Berasal dari kata berbahasa inggris yaitu perception dan juga bahasa latin perceptio, dan juga percipere yang berarti menerima. Yaitu proses – proses dan obyek – obyek dunia material dari ciri – ciri struktural luar atas gambaran indrawi yang langsung mempengaruhi organ - organ indrawi (Yongky Safanayong, 2005: 36). Persepsi di dasarkan dari pencerapan-pencerapan yaitu persepsi sebagai interpretasi dan organisasi atas data dasar indrawi. Beberapa teori persepsi :
• Teori kausal : persepsi mempunyai dan disebabkan oleh obyek-obyek yang ada secara eksternal yang merangsang indra kita.
• Teori kreatif, konstruktif : persepsi yang muncul karenan pikiran dan hanya sebatas pikiran memlikinya.
• Teori selektif : persepsi merupakan kumpulan hasil penginderaan (komplek sensa) yang diseleksi oleh pikiran sadar ataupun tidak sadar dan dijadikan teratur.
a. Proporsi
Proporsi adalah hubungan antara ukuran dan bagian-bagian suatu bentuk. Proporsi menciptakan harmoni dan juga proporsi juga dapat membantu kita mengerti tempat kita di alam semesta. Proporsi juga dapat meningkatkan fungsi dan komunikasi makna untuk membujuk dan menciptakan impresi tertentu.
b. Geometri dan Rasio
Dalam seni Fibonacci, geometri dan rasio angka dapat dikalkulasi guna untuk membentuk struktur bentuk rasio. Jumlah dari dua angka sebelumnya dan dibagi oleh angka sebelumnya maka hasilnya kira-kira 1.1618. Rasio ini biasa disebut dengan Golden Section yang juga mendasari bentuk-bentuk geometri dalam sejarah.
Le Corbusier menciptakan The Modulor yang memadukan logis, fungsi, dan estetis proporsi matematis dengan proporsi manusia. Teori ini telah mendukung desain komunikasi visual modern dalam dua hal :
• Dapat diaplikasikan secara langsung pada desain halaman
• Dapat mengembangkan desain asimetris dari bentuk simetris dan menjadi inspirasi bagi desainer grafis untuk perancangan sistem grid dan layout pada halaman cetak.
c. Sifat-sifat Figur/bentuk figur yang baik - Sederhana
- Mudah dikenal - Mudah diingat - Teratur
27
- Seimbang
- Proporsional
d. Kulitas visual sebuah pesan
Kontras antara unsur-unsur atau kelompok unsur dengan pengaturannya adalah ukuran, masa, keteraturan, tekstur, value/nada, arah, warna, shape, irama, repetisi, kontinuitas, kesederhanaan, orientasi.
e. Dominasi dan Emphasis
Berkaitan dengan hirarki. Unsur-unsur primer dan sekunder membentuk suatu kepentingan visual.
- Susunan hirarki - Kronologis
- Dari umum ke khusus - Dari khusu ke umum - Berdasarkan urutan baca 2.2.3. Gestalt
Menurut Yongky Safanayong dalam buku Desain Komunikasi Visual Terpadu (2006: 43) teori Gestalt melibatkan isu tentang persepsi visual, memori dan asosiasi pikiran dan pengetahuan, psikologi sosial dan psikologi seni. Gestalt adalah kata berasal dari bahasa Jerman yang berarti bentuk, arti secara meluas adalah utuh (whole), konfigurasi atau bentuk.
Yongky Safanayong menjelaskan dalam buku Deain Komunikasi Visual Terpadu (2006: 44)
“Para psikolog Gestalt telah mengajukan aturan pengelompokan visual yang menggambarkan persepsi visual beberapa kelompok bentuk, dengan cara orang memandang dan interpretasi informasi visual. Desainer akan mendapatkan hasil lebih dalam memberi makna komposisi dan bentuk.” Berikut aturan – aturan dasar mengenai komposisi seni visual, 1-4 termasuk dalam aturan pengelompokan (grouping laws) :
1. Kemiripan (Similarity)
Obyek yang mirip dengan yang lainnya cenderung dilihat sebagai kesatuan bentuk. Kemiripan dapat mempermudah pengelompokan.
Gambar 2.19 Similaity
(Sumber:http://gestalttheorysam.blogspot.com/2011/02/6) 2. Kedekatan (Proximity)
Obyek yang diletakkan berdekatan dan akan membentuk suatu bentuk.
Gambar 2.20 Proximity
Sumber : http://abecline.deviantart.com/art/Gestalt-Book-Proximity-161633958, 6-3-2013 3. Penutupan (Closure)
Sebuah bentuk yang unsur – unsurnya terpisah ditempatkan sebagai suatu kesatuan daripada bagian – bagian yang berlainan.
Gambar 2.21 Closure
Sumber : http://tafein2009.wordpress.com/gestalt-psychology/, 6-3-2013 4. Kontunuitas (Continuity)
Sebagian dari bentuk yang saling menumpuk atau bersentuhan, mata akan mengikuti bentuk yang dominan melintasi bentuk lainnya tanpa terputus.
29 Gambar 2.22 Continuity
Sumber : http://tafein2009.wordpress.com/gestalt-psychology/, 6-3-2013 5. Figur – Latar (Figure – Ground)
Kecenderungan untuk menginterpretasi data visual sebagai obyek dengan latar belakang atau figur dengan latar.
Gambar 2.23 Figure - Ground
Sumber : http://09034bobby.wordpress.com/2010/01/30/gestalt, 6-3-2013
Aspek tersebut secara individual atau kolektif membantu untuk memahami bentuk sebagai suatu kesatuan penuh dengan arti dan bukan merupakan bagian terpisah, unsur yang tidak berdiri sendiri melainkan kesatuan yang utuh.
2.2.4. Layout
Layout adalah tata letak elemen – elemen desain dalam suatu bidang pada media – media untuk mendukung konsep atau pesan yang dibawa. Layout adalah pekerjaan dalam mendesain, tetapi definisi layout dalam definisi desain sudah meluas mengikuti perkembangannya (Rustan, 2008: 0).
Teori layout dalam perancangan ini digunakan untuk susunan atau penataan panel-panel dalam komik. Supaya terdapat keselarasan dan keseimbangan tata letak panel dalam komik. Komik “Prince of Pringgadani” memilih layout yang bebas dalam peletakan ilustrasi maupun teks pada tiap-tiap panel, guna tidak menimbulkan sifat monoton dan membosankan tetapi tidak merusak prinsip-prinsip dasar layout seperti kesatuan, variasi, keseimbangan, irama, harmoni, proporsi dan kontras sehingga segi estetika dari keseluruhan isi buku tetap terjaga.
2.2.5. Ilustrasi
Ilustrasi adalah bidang seni spesialisasi menggunakan gambar yang dihasilkan secara manual untuk visualisasi. Respon yang ditimbulkan oleh ilustrasi sangat besar jika illustrator berhasil mengkomunikasikan pesan yang disampaikan, ilustrasi harus mendapat respon yang diharapkan kepada target audiens, membawa emosi dan dapat bercerita banyak dibandingkan dengan fotografi. Karena ilustrasi memiliki sifat lebih hidup (Suharto, 1999: 7).
Ilustrasi yang digunakan dalam perancangan komik adalah ilustrasi gaya gambar Jepang (Manga). Ilustrasi dalam perancangan menghadirkan dua suasana yang berbeda, yaitu suasana dunia nyata dan suasana dunia wayang dengan tone warna yang berbeda guna membedakan penggambaran suasan dalam dua dunia. Guna mendukung emosi yang disampaikan dalam komik “Prince of Pringgadani”.
Typografi
Typografi adalah proses seni peyusunan bahan publikasi dengan menggunakan huruf cetak. Menyusun meliputi rancangan bentuk huruf cetak dan dan dirangkai dalam sebuah komposisi yang baik dan tepat untuk memperoleh efek penampilan yang diinginkan. Typografi sebagai unsur pendukung tidak bisa lepas dari Desain Komunikasi Visual. Persepsi dari bentuk karakter typografi bisa berbeda – beda, rangkaian huruf bukan saja berarti makna yang mengacu sebuah obyek atau gagasan tetapi juga memiliki kemampuan menyampaikan suatu citra atau kesan secara visual. Dikarenakan terdapat nilai fungsional dan estetika dalam suatu huruf. Pemilihan jenis hruf dapat disesuaikan dengan konsep yang ingin disampaikan. Berikut berbagai cara pendekatan untuk memperdalam ilmu tentang typografi menurut Adi Kusrianto dalam buku Pengantar Desain Komunikasi Visual (2007: 190):
• Melalui pengenalan sejarah tentang huruf • Mengenali anatomi bentuk huruf
• Mengenali jenis huruf
31 • Mempelajari tata letak huruf
• Mempelajari komposisi penggabungan huruf • Mempelajari ilmu warna
• Mempelajari ciri bentuk huruf dengan emosi pesan yang hendak disampaikan.
Typografi dalam perancangan komik digunakan untuk Judul utama (headline) pada cover buku, sub judul, lettering, dan elemen-elemen dalam komik berupa huruf dan angka guna memenuhi estetika dalam komik. Jenis font yang ada dalam balon teks menggunakan font “Parmapetit” 12pt, jenis font dalam balon teks narasi menggunakan font “Doulos SIL” 12pt, dan jenis font untuk judul utama menggunakan “Epidode 1”.