KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
2. Tepat Waktu
a. Apakah dalam pengumpulan data-data sudah dilakukan ?
Pengumpulan data-data dikami itu seperti data-data perusahaan yang baru berdiri seperti perusahaan yang ingin berdiri didaerah Kabupaten Tangerang itu kami harus punya datanya. Karena kami membutuhkan data perkiraan limbah apa yang dikeluarkan dari hasil perushaan tersebut sebelum berdiri. Adalagi data hasil proses pengawasan dilapangan yang dilakukan oleh tim PPLHD pengawasan dan harus disetujui oleh pak Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah.
b. Apakah ketepatan waktu dalam pengumpulan data-data itu sudah berjalan dengan baik ?
Selama ini pengumpulan data–data dalam proses pengawasan itu sudah berjalan sesuai dengan peraturan daerah (PERDA) dan tugas pokok dan fungsi Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tangerang. Namun kami juga tidak menepis bahwa masih ada saja beberapa perusahaan yang tidak mentaati ketepatan waktu yang kami tentukan. Kami akan melakukan himbauan kepada perusahaan tersebut agar tidak mengulanginya lagi.
c. Apakah ada sanksi apabila pengumpulan data-data pengawasan dari perusahaan itu datang terlambat ?
Untuk sanksi kita hanya melakukan pengawasan saja dan hasil pengawasan dari data-data yang kami peroleh itu akan kami laporkan ke pak Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah setelah itu dari pak Kepala Badan dilaporkan ke Kementrian Lingkungan Hidup. Yang saya tau sanksi sudah banyak yang di pidana maupun ganti rugi, yang sedang proses pidana juga ada.
d. Langkah-langkah apa yang dilakukan oleh Bidang Pengawasan dan Pengendalian dalam menciptakan ketepatan waktu ?
Langkah-langkah yang dilakukan bidang pengawasan dalam menciptakan ketepatan waktu dalam ketepatan waktu saya selalu menghimbau kepada pengawasan didalam kantor terlebih dahulu
sebelum ke luar. Kepada para pegawai saya selalu mengimbau konsisten dalam ketepatan waktu datang dan pulang kerja.
e. Apakah ketepatan waktu dalam disiplin kerja di Bidang Pengawasan itu sudah baik ?
Seperti ini mas, dalam ketentuan perundang-undangan peraturan kedisiplinan jam masuk dan jam pulang kerja itu sudah sangat jelas dan ditambah lagi oleh peraturan daerah dikabupaten tangerang ini ya. Jadi apabila ditemukannya pegawai yang telat datang dan pergi keluar kantor maka biasanya akan diberi penilaian oleh masing-masing pimpinan kepala bidang. Iya dikita juga masih ada saja yang nekat melakukan kejadian tersebut. Namun pimpinan selalu berkoordinasi dengan bagian kepegawaian
f. Apakah ada sanksi kepada pegawai yang tidak melakukan ketepatan waktu dalam jam datang dan pulang kerja ?
Sanksi yang melakukan pelanggaran itu yang menilai BKD yaitu Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Tangerang.
3. Obyektif
a. Apakah informasi yang diterima sudah bersifat Obyektif ?
Untuk informasi apapun hasilnya dari Kepala Badan itu akan kita sampaikan langsung atas perintah dari bapak Kaban agar pegawai di semua bidang bukan hanya dibidang pengawasan saja berjalan dengan baik. Kan apabila tidak tersampaikannya informasi akan mengakibatkan keterlambatan pekerjaan entah itu soal pelayanan dan pengumpulan data. Karena di Bidang pengawasan ini sangat mempunyai peran yang cukup berat mas.bukan berarti kami mengeluh apabila terjadinya pencemaran pasti yang disalahkan pemerintah dan terlempar ke kami bidang pengawasan.
b. Apakah dalam penempatan pekerjaan sudah sesuai dengan taraf kompetensi yang dimiliki ?
Penempatan posisi pekerjaan sudah seharusnya melakukan tahap kualifikasi terlebih dahulu untuk melihat dari latar belakang pendidikan terakhir yang mengacu pada instansi tersebut.Karena masih banyak penempatan posisi pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan latar belakang yang dimiliki.
c. Apakah ada kebijakan dalam manajemen pengawasan dan sosialisasi yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku ?
Kebijakan sudah kita tetapkan dan itu jelas tertuang dalam Undang-Undang nomor 32 Tahun 2009 tentang pengelolaan lingkungan.Serta peraturan daerah Kabupaten Tangerang PERDA No.10.namun sosialsiasi kami disini lebih memberatkan kepada perusahaan-perushaan, rumah sakit, dan hotel.
d. Apakah yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pengawasan di Bidang Pengawasan dan Pengendalian Limbah ?
Untuk kendala permasalahnya dikita itu kekurangan SDM masih minim. Untuk petugas lapangan saja yaitu PPLHD Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup hanya berjumlah 6 orang dan itu dibagi menjadi 2 tim. Karena perusahaan di Kabupaten Tangerang ini ribuan tapi pejabat pelaksana teknis nya hanya berjumlah 6 orang saja.Disitu kita mengalami kendala.
e. Apakah informasi yang diberikan ke masyarakat harus bersifat obyektif ?dalam memberikan informasi lingkungan ?
Informasi kepada masyarakat harus akurat nyata dan obyektif.Sebab masyarakat pada zaman sekarang ini sudah pada pintar.Pintar disini dalam artian sudah bisa berpikir kepada siapa harus mengadu.
4. Terpusat pada titik-titik pengawasan
a. Ke terpusatan pada titik-titik pengawasan di Bidang Pengawasan dan Pengendalian Limbah dilapangan seperti apa ?
Pengawasan yang terpusat kepada penyimpangan dilapangan itu seperti misalnya penyimpangan-penyimpangan oleh industri atau perusahaan yang melakukan pencemarann lingkungan.Sebab kenapa bidang wasdal ini kita pusatkan pada titik-titik penyimpangan dilapangan khususnya di Kecamatan Balaraja karena Balaraja itu sektor di Kabupaten Tangerang Barat yang diperuntukkan oleh segi pembangunan daerah itu yakni sektor Kecamatan Balaraja. Titik-titik pengawasan yang kami lakukan yaitu langsung mendatangi sejumlah perusahaan dan meninjau kegaitan proses pengolahan-pengolahan limbahnya. Seperti itu mas.jadi dilakukan sudah sesuai.
b. Apakah pengawasan yang dilakukan sudah berpusat pada pencemaran lingkungan?
Sudah mas, sebab instansi kita kan lebih kepada lingkungan dan pencemaran dan informasi lingkungan serta pengelolaan lingkungan. c. Adakah langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan
Langkah-langkah yang kita lakukan yaitu pendataan perushaan. Pendataan hasil buang limbah perusahaan segala bentuk limbah itu kami cek terlebih dahulu sebelum melakukan proses tinjau lapang. d. Pengawasan yang seperti apa yang dipusatkan kepada perusahaan ?
Ya betul disini kami semua bekerja penuh dalam melakukan pengawasan kepada seluruh perushaan-perusahaan industri-industri dan rumah sakit.Namun kami menitik beratkan pengawasan kepada perusahaan.
e. Apakah selama ini Bidang Pengawasan dan Pengendalian Limbah sudah memusatkan daerah-daerah yang memerlukan pengawasan khusus ?
Ya bidang pengawasan dan pengendalian tidak berjalan sendiri perlu melakukan koordinasi antar bidang maupun instansi.Kabupaten Tangerang mesmusatkan perhatian ke daerah Barat di Kecamatan Balaraja untuk skala industri besar terletak didaerah barat.
f. Bagaimana tindakan yang dilakukan dalam memusatkan pengawasan dilapangan ?
Tindakan yang kami lakukan sesuai prosedur dan peraturan daerah. 5. Realistik secara ekonomi
a. Apakah anggaran di Bidang Pengawasan dan Pengendalian yang sudah ditetapkan sudah mampu menunjang dalam melakukan pengawasan ?
Untuk anggaran kami rasa sudah cukup yah selama ini.
b. Apakah kecukupan anggaran menjadi tolak ukur keberhasilan ?
Iyah anggran sebenarnya bukan menjadi tolak ukur buat kami, apabila anggaran berlebih pun apabila pekerjaan tidak dilakukan dengan baik sama saja bohong.
c. Apakah Bidang Pengawasan membutuhkan anggaran yang lebih dari pada bidang-bidang yang lain ?
Tidak mas, kami bidang pengawasan sama saja seperti bidang-bidang yang lainnya. Kami tidak menganggarkan bahwa proses pengawasan itu mengganggarkan dana yang lebih banyak. Karena nanti akandikoreksi lagi dalam rencana kerja tiap tahunnya.Ini yang dimaksudkan realistik secara ekonomi itu untuk biaya anggaran mungkin mas yah. Untuk anggaran kita dari bidang pengawasan mengsusulkan anggaran biaya yang rendah dalam melakukan
pengawasan karena kami dibidang pengawasan juga melihat kondisi dan situasi mas.karena perusahaan yang berada di Kabupaten Tangerang ini angkanya mencapai ribuan. Bidang pengawasan juga harus pintar mengatur biaya pengawasan tersebut karena apabila penggunaan yang boros akan mengakibatkan tidak teratur kegiatan perencanaan. Serta pembiayaan dalam program kerja seperti kegiatan penyluluhan, sosialisai, penghijauan konservasi lingkungan, rehabilitasi lahan, dan kegiatan kampanye lingkungan hidup.Maka serendah mungkin kami dibidang pengawasan menggunakan anggaran.
d. Apakah selama ini sudah berjalan cukup baik dari dana yang sudah dianggarkan ?
Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik mas dan sesuai prosedur. 6. Realistik secara organisasional
a. Apakah ada Himbauan Kinerja dari Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah dalam melakukan evaluasi ?
Selalu memberikan arahan rencana dan prosedur kerja yang sesuai dengan keadaan organisasi yang dimilikinya sehingga dapat berjalan dengan baik didalam melakukan kegiatan pengawasan didalam organisasi (internal) maupun (eksternal) harus bisa berhubungan kerja koordinasi antar bidang di Badan Lingkungan Hidup Daerah tercipta hubungan kerja yang dinamis.
b. Apakah pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat harus diterima dan ditanggapi di Bidang Pengawasan ?
Kami disemua bidang pada dasarnya semua melayani masyarakat. Apabila ada yang melapor dari masyarakat atau LSM kita akan langsung tanggapi laporan tersebut dan segera ditindaklanjuti.
c. Apakah koordinasi harus dilakukan dan diterima oleh para pegawai ? Para pegawai menjalani rencana dan prosedur kerja yang sesuai dengan keadaan organisasi selalu terhadap adanya rencana kegiatan dan prosedur kerja yang sesuai dengan keadaan organisasi. Karena kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tangerang selalu memberikan arahan rencana dan prosedur kerja yang sesuai dengan keadaan organisasi yang dimilikinya sehingga dapat berjalan dengan baik didalam melakukan kegiatan pengawasan didalam organisasi (internal) maupun (eksternal) harus bisa berhubungan kerja koordinasi antar bidang di Badan Lingkungan Hidup Daerah tercipta hubungan kerja yang dinamis.
7. Terkoordinasi dengan aliran kerja organisasi
a. Koordinasi yang dilakukan oleh Bidang Pengawasan dikantor dengan dilapangan apakah itu perlu dilakukan ?
Ya dilapangan dengan dibelakang meja itu harus berkoordinasi dengan baik sehingga menicptakan kerjasama yang efektif dan efisien. b. Koordinasi antar Bidang di Badan Lingkungan Hidup Daerah
Kabupaten Tangerang apakah sudah berjalan dengan baik ?
Begini mas.ini aliran kerja dikantor Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tangerang. Para pegawai melaksanakan kerja yang sesuai pada rencana kerja yang telah dilakukan dalam organisasi dalam melakukan pelaksanaan kegiatan kerja yang selalu sesuai dengan apa yang telah apa yang ditetapkan oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tangerang. Pada saat pelaksanaan perencanaan kerja hal ini demi kelancaran kelangsungan aliran kerja dikantor.Aliran kerja yang terjalin antar sesame pegawai itu merupakan etika koordinasi yang dapat membantu kerjasama anatara bidang satu dengan bidang lainya. c. Apakah koordinasi yang baik menentukan keberhasilan tujuan ?
Koordinasi itu sudah pasti dilakukan mas. Sebab bidang pengawasan tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa bidang-bidang yang lain.
8. Fleksibel
a. Apakah para pegawai di Bidang Pengawasan harus fleksibel ?
Fleksibel dalam melakukan pekerjaan itu harus mas, sebab per individu disini mempunyai cara kerjanya masing-masing. Tidak semua pegawai sama mengerjakan satu pekerjaan. Semuanya berbeda-beda dalam melakukan pekerjaan.Fleksibel dikami lebih kepada kecepatan kerja tidak menunda-nunda.
b. Apakah fleksibelitas dilakukan dalam berbagai perkerjaan ?
Dilakukan namun tidak juga mempercepat proses. Sebab untuk melakukan pendataan ulang pun itu perlu proses yang tidak langsung dilaksanakan. Perlu koordinasi ke berbagai bidang terlebih dahulu. c. Fleksibelitas seperti apa yang dilakukan ?
Fleksibelitas dalam pengawasan itu harus diperlukan dalam pengumpulan data-data dan proses penyusunan dokumen data harus bisa diatasi dalam segala bentuk hambatan yang terjadi dan ancaman dari lingkungan luar. Hambatan yang harus bisa diatasi oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tangerang ini antara lain yaiu : adanya pencemaran disejumlah daerah terutama di Kecamatan
Balaraja yang melakukan pencemaran tersebut yaitu industry atau perusahaan yang tidak tertib dalam menytaati peraturan yang berlaku. BLHD berupaya bekerja se-fleksibelitas mungkin demi mengurai hambatan dan ancaman.
9. Bersifat sebagai petunjuk dan operasional
a. Apakah masyarakat membantu sebagai petunjuk dalam melakukan pengawasan lingkungan ?
Masyarakat atau LSM lembaga swadaya masyarakatpun sering membantu kita dalam proses pengawasan dan merupakan petunjuk operasional bagi kami. Karena tidak sepenuhnya pengawasan dilimpahkan semua tanggung jawabnya ke kami.Masyarakat harus bekerja sama dengan Badan Linkungan Hidup Daerah Kabupaten Tangerang.
b. Apakah petunjuk operasional hanya diperoleh dari masyarakat saja ? Tidak selalu mendapatkan petunjuk dari masyarakat.Kami juga mendapatkan petunjuk dari berbagai instansi juga tidak hanya dari masyarakat saja.Karena kami pun ada rapat evaluasi.
c. Apakah Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah memberikan petunjuk dalam proses operasional ?
Disini pada apabila koreksi dilakukan evaluasi antar bidang. Gini kita akan melakukan suatu pelaporan yang dilaporkan ke bapak Kepala Badan dan disitu tiap bidang melakukan evaluasi untuk mengukur tingkat kesalahan dan penyimpangan pengawasan dilapangan. Istilahnya mencari jalan keluar bersama setelah dilakukan evaluasi itu ke pak kaban mas.
d. Seberapa penting petunjuk yang operasional dalam membantu pekerjaan dalam pengawasan ?
Penting sekali tanpa arahan dan petunjuk dari Bapak Kepala Badan Linkungan Hidup kami tidak akan berhasil mungkin.
10.Diterima para anggota organisasi
a. apakah arahan yang diberikan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah sudah diterima pada anggota organisasi ?
Kami para pegawai hanya mengikuti arahan dari Bapak Kepala Badan. Apapun yang diperintahkan akan kami lakukan dan secara tidak langsung diterima oleh para pegawai di Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tangerang.
MEMBERCHECK
Nama : Sholeh, SH
Jabatan : Kabid Bina Hukum & Informasi Lingkungan Kode Informan : I2
Karakteristik Pengawasan yang Efektif menurut (Handoko 2005) 1. Akurat
a. Keakuratan data seperti apa yang dilakukan oleh Bidang Bina Hukum BLHD ?
Dilaksanakan setiap 1 tahun sekali tetapi tahun ini tidak, karena UU ini keluar pada tahun 2009, tahun 2010 kita melakukan sosialisasi. Untuk tahun-tahun sekarang kita hanya memonitoring saja.
b. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan oleh Bidang Bina Hukum untuk mendapatkan keakuratan data dan dokumen ?
Misal seperti buang limbah, ditimbun gak ada atapnya, nah diperbaiki harus ada atapnya buat TPS yang berijin.Demikian langkah-langkah kami Bidang Bina Hukum.
c. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan oleh Bidang Pengawasan dan Pengendalian Limbah untuk mendapatkan keakuratan Informasi dilapangan ?
Sama saja Misal seperti buang limbah, ditimbun gak ada atapnya, nah diperbaiki harus ada atapnya buat TPS yang berijin.Demikian langkah-langkah kami Bidang Bina Hukum.
d. Apakah langkah-langkah dalam ke akuratan data dan informasi yang dilakukan sudah berhasil ?
Sudah berhasil selama ini keakuratan data yang diterima oleh kami. 2. Tepat Waktu
a. Apakah dalam pengumpulan data-data sudah dilakukan ?
Bertahap, 1 perusahaan bisa 6 bulan waktunya. Karena butuh proses seperti penambahan kenyamanan biaya.
b. Apakah ketepatan waktu dalam pengumpulan data-data itu sudah berjalan dengan baik ?
Turun ke lapangan (tim) 4 orang dari BLHD tim survey, sejauhmana dampaknya, dilakukan, pengecekan, dilakukan pembinaan, kemudian dilakukan monitoring ke depannya apakah sudah dibenahi.
c. Apakah ada sanksi apabila pengumpulan data-data pengawasan dari perusahaan itu datang terlambat ?
Sanksi Administrasi berupa teguran tertulis mengacu pada UUD No.32
d. Langkah-langkah apa yang dilakukan oleh Bidang Bina Hukum dalam menciptakan ketepatan waktu ?
Untuk menciptakan ketepatan waktu dalam pengumpulan data itu akan dilakukan secepat mungkin.
e. Apakah ketepatan waktu dalam disiplin kerja di Bidang Bina Hukum itu sudah efektiv ?
Sudah efektiv dan berjalan dengan lancer sesuai prosedur.Paling tidak ada keterlambatan waktu sedikit.
f. Apakah ada sanksi kepada pegawai yang tidak melakukan ketepatan waktu dalam jam datang dan pulang kerja ?
Iyah selama ini apabila terjadi pelanggaran maka akan kita bina sesuai dengan bidang Bina Hukum yang sifatnya hanya membina. 3. Obyektif
a. Apakah informasi yang diterima sudah bersifat Obyektif ?
Harus obyektif dong tentu. Karena pada dasarnya informasi yang diterima akan kita jadikan laporan pastinya.
b. Apakah dalam penempatan pekerjaan sudah sesuai dengan taraf kompetensi yang dimiliki ?
Kalo soal SDM kita ngikutin aturan aja.Dibilang sesuai ya belum sesuai, bertahap aja.
c. Apakah ada kebijakan dalam manajemen pengawasan dan sosialisasi yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku ?
Dilaksanakan setiap 1 tahun sekali tetapi tahun ini tidak, karena UU ini keluar pada tahun 2009, tahun 2010 kita melakukan sosialisasi. Untuk tahun-tahun sekarang kita hanya memonitoring saja.
d. Apakah yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pengawasan di Bidang Bidang Bina Hukum?
Biasanya perusahaan sudah tahu, tapi kadang-kadang lupa.Makanya kita sebagai bidang bina hukum mengingatkan dengan adanya verifikasi ke lapangan kita ingatkan jika terjadi pencemaran, ditegur agar segera diperbaiki nanti saat kita datang lagi dipantau jadi tidak langsung cabut ijin usaha. Itu kan bukan wewenang kita.
e. Apakah informasi yang diberikan ke masyarakat harus bersifat obyektif ?dalam memberikan informasi lingkungan ?
Masyarakat sebelum bikin usaha ada ijin-ijin dari beberapa instansi.Hal ini kami sampsiksn agar mudah dipahami informasinya. 4. Terpusat pada titik-titik pengawasan
a. Ke terpusatan pada titik-titik pengawasan di Bidang Pengawasan dan Pengendalian Limbah dilapangan seperti apa ?
Tidak.Karena dikita ada wasdal (pengawasan dan pengendalian).Pengawasan dan pegendalian kita sesuai dengan dengan laporan masyarakat atau LSM apasih dampaknya pabrik ini wasdal pelayanan langsung.Kita bisa ke lapangan berupa pengaduan. b. Apakah pengawasan yang dilakukan sudah berpusat pada pencemaran
lingkungan?
saya rasa dibidang wasdal itu sudah dilakukan pada lahan-lahan yang kritis
1. Pengaduan berupa tulisan, karena disarankan membuat suratresmi, kalo berupa lisan atau teguran dikira.
2. Pengaduan bisa melapor ke kades / camat / forum masyarakat atau LSM.
c. Adakah langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan pengawasan dilapangan ?
Bertahap, 1 perusahaan bisa 6 bulan waktunya. Karena butuh proses seperti penambahan kenyamanan biaya.Misal seperti buang limbah, ditimbun gak ada atapnya, nah diperbaiki harus ada atapnya buat TPS yang berijin.
d. Pengawasan yang seperti apa yang dipusatkan kepada perusahaan ? Pengawasan yang efektif dan menyeluruh.
e. Apakah selama ini Bidang Bina Hukum memusatkan daerah-daerah yang memerlukan pengawasan khusus ?
Iyah tentu kita pusatkan semua daerah dikabupaten tangerang akan kita bina semua perusahaan.
Se Kabupaten Tangerang kita lakukan pengawasan dan pembinaan tidak ada yang kita beda bedakan karena ini sudah menjadi tugas pokok kami.
f. Bagaimana tindakan yang dilakukan dalam memusatkan pengawasan dilapangan ?
Tindakan nya yaitu berupa menijau lapang langsung dan mencatan laporan yang ada dilapangan atau ditemukan dilapangan.