• Tidak ada hasil yang ditemukan

TERHADAP KINERJA PEKERJA UNIT USAHA KECIL DAN MENENGAH

Iklim komunikasi organisasi dalam unit usaha kecil dan menengah seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya merupakan gabungan dari persepsi-persepsi mengenai peristiwa komunikasi, perilaku manusia, respon pegawai terhadap pegawai lainnya, harapan-harapan, konflik-konflik antar personal, dan kesempatan bagi pertumbuhan organisasi. Iklim komunikasi organsissi dapat diketahui melalui tingkat kepercayaan, hubungan dengan atasan, tingkat keterbukaan, dan komitmen pada organisasi. Berdasarkan kerangka penelitian yang digambarkan sebelumnya (Gambar 5) dapat dilihat bahwa iklim komunikasi organisasi diduga dapat memengaruhi kinerja pekerja di kedua unit usaha. Pengujian faktor-faktor pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja pekerja di kedua lokasi penelitian, dengan memasukkan semua variabel pengaruh sebagai variabel independen dan melihat pengaruhnya ke masing-masing aspek.

Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi terhadap Kinerja Pekerja Unit Usaha Kecil dan Menengah

Kondisi iklim komunikasi organisasi antar pekerja di CV. Barokah dan Unit Usaha Siti dilihat dari tingkat kepercayaan, hubungan dengan atasan, tingkat keterbukaan, dan komitmen pekerja pada organisasi. Masing-masing variabel dilihat hubungan atau pengaruhnya terhadap kinerja pekerja yang dihitung secara keseluruhan konsep dari pengabdian, kejujuran, kemauan bekerja, kerjasama, pengembangan, tanggung jawab dan disiplin. Sebagai variabel besar Y, kinerja dihitung secara agregat dari tujuh indikator yang dijelaskan di atas. Pengujian iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja pekerja unit usaha kecil di CV. Barokah dan Unit Usaha Siti dilakukan dengan analisis regresi linear berganda. Uji statistik dilakukan dengan memasukkan sekaligus empat variabel dari iklim komunikasi untuk menjadi variabel independen. Hasil dari uji statistik analisis regresi linear berganda menghasilkan persamaan sebagai berikut:

y = 19.329 – 0.594x1 + 1.122x2– 0.234x3 + 1.141x4

Berdasarkan nilai signifikansi hasil uji statistik analisis regresi linear dapat diketahui signifikansi pengaruh variabel dependen (tingkat kepercayaan, hubungan dengan atasan, tingkat keterbukaan, dan komitmen pada organisasi) terhadap variabel independen (kinerja pekerja). Untuk melihat signifikansi pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja dapat dilihat dalam Tabel 32.

Tabel 32 Hasil uji statistik analisis regresi linear berganda pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja unit usaha kecil dan menengah

Variabel T Sig Collinearity

Statisticsa

Tolerance VIF

Tingkat Kepercayaan (x1) -2.135 0.042 0.436 2.293

Hubungan dengan Atasan (x2) 2.697 0.012 0.163 6.137

Tingkat Keterbukaan (x3) -1.906 0.068 0.533 1.876

Komitmen pada organisasi (x4) 3.435 0.002 0.135 7.398

R square total 0.912

a

Collinearity statistics digunakan untuk uji asumsi klasik multikolinearitas yang berfungsi untuk melihat apakah terjadi multikolinearitas pada data yang diuji statistik. Multikolinearitas tidak terjadi jika nilai tolerance > 0.1 dan nilai VIF < 10. Kolom collinearity statistics pada Tabel 32 menunjukkan pada data yang diuji tidak terjadi multikolinearitas.

Tabel 32 secara keseluruhan dapat dilihat bahwa nilai R Square

menunjukkan bahwa 91.2 persen dari variance kinerja dapat dijelaskan oleh perubahan nilai variabel tingkat kepercayaan, hubungan dengan atasan, tingkat keterbukaan, dan komitmen pada organisasi yang akan dijelaskan secara lebih rinci pengaruhnya dari tiap variabel. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa kinerja pekerja di CV. Barokah dan Unit Usaha Siti 91.2 persen dapat dipengaruhi oleh iklim komunikasi organisasi.

Pengaruh Tingkat Kepercayaan terhadap Kinerja Pekerja Unit Usaha Kecil dan Menengah

Pengujian pengaruh tingkat kepercayaan terhadap kinerja pekerja dilakukan dengan regresi berganda dengan variabel independen lainnya yaitu tingkat keterbukaan, hubungan dengan atasan, dan komitmen pekerja pada organisasi. Uji hipotesis pengaruh tingkat kepercayaan terhadap kinerja pekerja dapat dijabarkan sebagai berikut:

H0 = Tingkat Kepercayaan tidak berpengaruh terhadap kinerja pekerja

H1 = Tingkat Kepercayaan berpengaruh terhadap kinerja pekerja.

Hipotesis di atas diuji dengan melihat nilai signifikansi hasil pengujian dengan analisis regresi linear berganda. Kriteria pengujian hipotesis dengan uji statistik regresi adalah jika nilai signifikansi > 0.05 maka terima H0, dan jika nilai

signifikansi < 0.05 maka tolak H0 dan terima H1. Berdasarkan hasil uji statistik

secara regresi dalam Tabel 32 dapat dilihat bahwa variabel tingkat kepercayaan (x1) memiliki nilai signifikansi sebesar 0.042, karena nilai signifikansi <0.05 maka

tolak H0 dan terima H1. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepercayaan memiliki

pengaruh terhadap kinerja pekerja di CV. Barokah dan Unit Usaha Siti.

Pengaruh Hubungan dengan Atasan terhadap Kinerja Pekerja Unit Usaha Kecil dan Menengah

Pengujian pengaruh hubungan pekerja dengan atasan terhadap kinerja pekerja dilakukan dengan regresi berganda dengan variabel independen lainnya

yaitu tingkat keterbukaan, tingkat kepercayaan, dan komitmen pekerja pada organisasi. Uji hipotesis pengaruh tingkat kepercayaan terhadap kinerja pekerja dapat dijabarkan sebagai berikut:

H0 = Hubungan pekerja dengan atasan tidak berpengaruh terhadap kinerja

pekerja

H1 = Hubungan pekerja dengan atasan berpengaruh terhadap kinerja pekerja.

Hipotesis di atas diuji dengan melihat nilai signifikansi hasil pengujian dengan analisis regresi linear berganda. Kriteria pengujian hipotesis dengan uji statistik regresi adalah jika nilai signifikansi > 0.05 maka terima H0, dan jika nilai

signifikansi < 0.05 maka tolak H0 dan terima H1. Berdasarkan hasil uji statistik

secara regresi dalam Tabel 32 dapat dilihat bahwa variabel hubungan pekerja dengan atasan (x2) memiliki nilai signifikansi sebesar 0.012 karena nilai

signifikansi <0.05 maka tolak H0 dan terima H1. Dapat disimpulkan bahwa tingkat

kepercayaan memiliki pengaruh terhadap kinerja pekerja di CV. Barokah dan Unit Usaha Siti.

Pengaruh Tingkat Keterbukaan terhadap Kinerja Pekerja Unit Usaha Kecil dan Menengah

Pengujian pengaruh tingkat keterbukaan dengan atasan terhadap kinerja pekerja dilakukan dengan regresi berganda dengan variabel independen lainnya yaitu tingkat kepercayaan, hubungan dengan atasan, dan komitmen pekerja pada organisasi. Uji hipotesis pengaruh tingkat kepercayaan terhadap kinerja pekerja dapat dijabarkan sebagai berikut:

H0 = Tingkat keterbukaan tidak berpengaruh terhadap kinerja pekerja

H1 = Tingkat keterbukaan berpengaruh terhadap kinerja pekerja.

Hipotesis di atas diuji dengan melihat nilai signifikansi hasil pengujian dengan analisis regresi linear berganda. Kriteria pengujian hipotesis dengan uji statistik regresi adalah jika nilai signifikansi > 0.05 maka terima H0, dan jika nilai

signifikansi < 0.05 maka tolak H0 dan terima H1. Berdasarkan hasil uji statistik

secara regresi dalam Tabel 32 dapat dilihat bahwa variabel tingkat keterbukaan (x3) memiliki nilai signifikansi sebesar 0.068 karena nilai signifikansi <0.05 maka

tolak H0. Dapat disimpulkan bahwa tingkat keterbukaan tidak berpengaruh

terhadap kinerja pekerja di CV. Barokah dan Unit Usaha Siti.

Hal ini dapat dijelaskan melalui kondisi di lapangan yang memperlihatkan keterbukaan antar pekerja dalam memberikan opini, kritik, saran, maupun menyelesaikan masalah. Budaya Jawa yang melekat dalam kehidupan pekerja memberikan pengaruh besar dalam tingkat keterbukaan. Pekerja baik satu tim maupun pekerja yang memiliki bagian kerja yang berbeda tidak dibiasakan untuk jujur dalam menyampaikan kritik apabila pekerja lain melakukan kesalahan, apalagi menyelesaikan masalah. Apabila terjadi kesalah-pahaman, yang biasanya dilakukan adalah membiarkan masalah tersebut hingga masing-masing pihak melupakan. Hal tersebut dijelaskan oleh seluruh pekerja di masing-masing unit usaha yang menjadi lokasi penelitian.

Pengaruh Komitmen pada Organisasi terhadap Kinerja Unit Usaha Kecil dan Menengah

Pengujian pengaruh komitmen pada organisasi terhadap kinerja pekerja dilakukan dengan regresi berganda dengan variabel independen lainnya yaitu tingkat keterbukaan, tingkat kepercayaan, dan komitmen pekerja pada organisasi. Uji hipotesis pengaruh tingkat kepercayaan terhadap kinerja pekerja dapat dijabarkan sebagai berikut:

H0 = Komitmen pekerja pada organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja

pekerja

H1 = Komitmen pekerja pada organisasi berpengaruh terhadap kinerja pekerja.

Hipotesis di atas akan diuji dengan melihat nilai signifikansi hasil pengujian dengan analisis regresi linear berganda. Kriteria pengujian hipotesis dengan uji statistik regresi adalah jika nilai signifikansi > 0.05 maka terima H0,

dan jika nilai signifikansi < 0.05 maka tolak H0 dan terima H1. Berdasarkan hasil

uji statistik secara regresi dalam Tabel 32 dapat dilihat bahwa variabel komitmen pada organisasi (x4) memiliki nilai signifikansi sebesar 0.002 karena nilai

signifikansi <0.05 maka tolak H0 dan terima H1. Dapat disimpulkan bahwa tingkat

kepercayaan memiliki pengaruh terhadap kinerja pekerja di CV. Barokah dan Unit Usaha Siti.

Komitmen pada organisasi memiliki signifikasnsi paling besar dibanding variabel lainnya. Hal ini sesuai dengan tinjauan yang dibuktikan bahwa komitmen pada organisasi memiliki pengaruh yang sangat signifikan pada kinerja pekerja unit usaha. Lee dan Olshfski (2002) mengemukakan bahwa komitmen organisasi menawarkan janji-janji yang menciptakan perilaku yang baik di dalam organisasi. Komunikasi pada akhirnya dianggap sebagai proses kunci untuk meningkatkan komitmen pekerja agar mampu meningkatkan kinerja.

Ringkasan Hasil Pembahasan

Pembahasan mengenai pengaruh iklim komunikasi organisasi unit usaha kecil dan menengah terhadap kinerja pekerja dapat dilihat juga dalam Tabel 33. Tabel 33 Nilai signifikansi pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap

kinerja pekerja

Variabel Signifikansi Keterangan

Tingkat kepercayaan (x1) 0.042 Signifikan memengaruhi

Hubungan dengan atasan (x2)

0.012 Signifikan memengaruhi Tingkat keterbukaan (x3) 0.068 Tidak signifikan memengaruhi

Komitmen pada organisasi (x4)

0.002 Signifikan memengaruhi

Tabel 33 menunjukkan bahwa semua variabel dependen tingkat kepercayaan, hubungan dengan atasan, dan komitmen pada organisasi yang termasuk iklim komunikasi organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadapkinerja pekerja usaha kecil dan menengah dalam kasus ini yaitu CV. Barokah dan Unit Usaha Siti. Hal ini dikarenakan nilai signifikansi semua variabel < 0.05. Akan tetapi satu variabel yaitu tingkat keterbukaan tidak signifikan memengaruhi kinerja pekerja karena signifikansi > 0.05.