SEKOLAH MENENGAH ATAS KELAS XII SEMESTER 1
TES FORMATIF Pilihlah Jawaban yang paling benar!
1. Bacalah cuplikan cerpen berikut
“Ia mengumpamakan cintanya seperti lautan tak bertepi” kalimat pada penggalan cerpen di atas termasuk pada majas?
a. Majas Personifikasi b. Ironi
c. Metafora d. Simile
2. Amanat apa yang terkandung dalam cerpen di atas adalah … a. Manusia harus taat pada agama
b. Setiap orang harus mempunyai pendirian c. Manusia adalah makhluk sakral
d. Harus menjaga tunangan
Ia akan mengumpamakan cintanya seperti lautan tak bertepi, langit tak berbingkai, dan seterusnya dan seterusnya. Tapi, kemudian, seperti halnya seseorang yang datang dari lingkungan yang dianggap oleh masyarakat adalah sakral
(tuanangannya datang dari sebuah lingkungan yang sangat religius di mata asyarakat ). Ia aka berkata, “Na u , saya gku, bagai a apu de i for alitas dan pandangan sakral masyarakat terhadapku, adalah sesuatu yang wajar jika aku mempertanyakan tentang kesetiaan, kesucian dan keteguhanku sebagai wanita.
Avini Martini, 2015
3. “Pergilah kedokter. Periksalah kandunganmu. Jika perempuan, tak usah ada dia aku dan keluargaku hanya butuh anak laki-laki penerus garis keturunan. Punya wibawa, harga, bermartabat, tinggi. Ini baru na mertuasesungguhnya” suamiku meninggalkanku dengan kalimat mengunci sambil melengos. (Perempuan dari Sorrento, Naning Pranoto)
Nilai gender pada penggalan cerpen di atas terdapat pada kalimat… a. Pergilah ke dokter. Periksalah kandunganmu
b. Suamiku meninggalkanku dengan kalimat mengunci
c. Jika perempuan, tak usah ada dia aku dan keluarga hanya butuh anak laki-laki penerus garis keturunan
d. Ini baru na mertua sesungguhnya
4. “Dia lebih cocok jadi anakmu, Sagra” goda Ida Ayu Cemeti, ketika Sagra ingin mencium pipi Yoga yang montok dan berwarna
kemerahan. (Sagra, oka Rusmini)
Unsur intrinsik apa yang dominan pada kutipan cerpen di atas … a. Latar
b. Sudut pandang c. Tokoh
d. Amanat
5. Tiba-tiba beberapa teman masuk ke kamarnya. Ada yang memperhatikan Sini mecah model, dan ada yang memindahkan gelombang radio yang sedan menggumandangkan lagu-lagu kesayangannya. (Bajunya Sini, Ratna Indraswari Ibrahim) Di mana latar pada cerpen di atas?
a. Di jalan raya b. Di Diskotik c. Di Kamar d. Di kantor
292
6. Aku seperti hewan yang lepas dari sangkar. Begitu terpesona melihat alam
melintang. Aku berhamburan seperti daun-daun kering, sambil meneriaki
namamu. Dalam rindang itu aku lihat matahari mengiris-ngiris pepohonan
langsat dan kecapi. Kau tampak bersinar ditimpa cahayanya. "Lama sekali kau baru datang."
"Masa? Aku ingin mereka semua terjaga dulu dalam resah." "Mau ke mana kita?"
"Ke tempat yang jauh."
Ah Run, ke manakah ruh usai ia luruh? Kami beranjak tanpa meninggalkan
jejak. Tapak-tapak itu begitu ringan. Melangkahi dan meninggalkan segala
rahasia yang tak perlu lagi diketahui. Oalah Ayah..., mengapa kau menuduhku tidak perawan?
Diam-diam di sana kisruh. Ada hati yang tidak setuju, ada hati yang cemburu. (La Runduma, Wa Ode Wulan Ratna)
tema apa yang diangkat pada kutipan cerpen di atas … a. Kebebasan tokoh setelah lama dikekang
b. Kesedihan tokoh jauh dengan orang tuanya c. Kebahagiaan
d. Kebencian terhadap ayah
7. Majas simile terdapat pada kalimat …
a. Aku ingin mereka terjaga dulu dalam resah b. Tapak-tapak itu begitu ringan
c. Ada hati yang tidak setuju, ada hati yang cemburu d. Aku berhamburan seperti daun-daun kering 8. Majas metafora terdapat pada kalimat …
a. Kau tampak bersinar ditimpa cahaya b. Tapak-tapak itu begitu ringan
c. Ada hati yang tidak setuju, ada hati yang cemburu d. Aku berhamburan seperti daun-daun kering
9. Nana aku minta maaf. Aku … telah menebus kesalahanku. Aku Cuma kawin setengah tahun dengan Tinto. Lalu kami bercerai. Aku tahu dia tidak mencintaiku, dan rumah tangga tanpa cinta, uh, amat menyiksa. Aku minta maaf. Kita tutup masa lalu ya? Bukankah kau sudah kawin dan punya anak. (Selubung Hitam, Titie Said)
Avini Martini, 2015
Amanat apa yang disampaikan dalam kutipan cerpen di atas … a. Kesalahan harus dimaafkan
b. Tidak baik mengingat masa lalu c. Arti kenangan begitu berharga
d. Menikah tanpa dilandaskan dengan cinta mengakibatkan rumah tangga yang tidak baik
10.Sudut padang orang keberapa yang dipakai oleh penulis cerpen di atas …
a. Orang pertama pelaku utama b. Orang pertama pelaku sampingan c. Orang ketiga pelaku sampingan d. Orang ketiga pelaku utama Essai
1. Apa pengertian dari cerpen
……… ……… ……… ……… ………. ……… ……… ……… ……… ……….
2. Sebutkan minimal 4 unsur intrinsik cerpen ……… ……… ……… ……… ………. ……… ……… ……… ……… ………...
294
3. Buatlah cerpen sebanyak empat paragraf dengan tema ibu
……… ……… ……… ……… ………... ……… ……… ……… ……… ………... ……… ……… ……… ……… ………... ……… ……… ……… ……… ………... ……… ……… ……… ……… ………...
Avini Martini, 2015
FORMAT ISIAN DALAM MENGANALISIS CERPEN
Tanggal Pengerjaan Tugas : ...
Judul Cerpen : ...
Pengarang/Sumber : ...
Nama Siswa : ...
No Unsur yang diamati Hasil Pengamatan dan Pembuktian 1 Alur 2 Tokoh dan Penokohan 3 Latar (Tempat dan Waktu) 4 Tema 5 Amanat 6 Sudut Pandang Simpulan tentang struktur cerpen yang dianalisis: ...
...
...
Simpulan tentang ideologi gender yang terkandung dalam cerpen: ...
...
...
Rangkuman
A. Cerita Pendek atau cerpen adalah salah satu jenis karya sastra. Cerpen dibangun oleh unsur-unsur yang disebut dengan istilah unsur intrinsik (alur, penokohan, latar, tema, sudut pandang, gaya bahasa) dan unsur ekstrinsik (unsur yang berada di luar karya sastra; nilai-nilai, latar belakang kehidupan pengarang, dan situasi sosial ketika cerita itu diciptakan).
a. Alur/plot, merupakan rangkaian jalan cerita dari awal sampai akhir cerita. Secra keseluruhan dan alur dibagi menjadi tiga bagian yaitu, alur progresif atau maju, regresif atau mundur, dan flashback atau maju-mundur.
296
b. Tokoh dan Penokohan
Tokoh menunjuk kepada orangnya atau pelaku cerita. Watak, perwatakan, dan karakter, menunjuk pada sifat dan sikap para tokoh yang ditafsirkan oleh pembaca. Penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas mengenai seseorang yang dihadirkan dalam sebuah cerita.
c. Latar, terbagi menjadi beberapa bagian yakni, lingkungan tempat, waktu, maupun situasi tertentu yang melingkupi sebuah peristiwa dalam cerita. d. Tema, merupakan pokok persoalan yang diungkapkan pengarang dalam
sebuah karya sastra baik prosa, puisi, atau drama.
e. Sudut Pandang, merupakan cara pengarang menampilkan cerita. Sudut pandang dibagi menjadi tiga yakni, pertama, sudut pandang persona ketiga: “Dia”. Pengisahan cerita menganggap narator adalah seseorang yang berada di luar cerita yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama atau nama gantinya; ia, dia, mereka. Kedua, sudut pandang persona pertama: “Aku”. Narator adalah seseorang yang ikut terlibat di dalam cerita. Si “Aku” merupakan tokoh yang berkisah atau yang mengisahkan dirinya sendiri, peristiwa serta sikapnya terhadap tokoh lain kepada pembaca. Ketiga, sudut pandang campuran, merupakan penggabungan dari penggunaan sudut pandang persona ketiga dan sudut pandang persona pertama secara bergantian.
B. Cerita pendek juga dapat memberi pengarahan dan pendidikan kepada peserta didik mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen tersebut, misalnya nilai moral, nilai religius, nilai didaktis, dan cerpen juga dapat berisi keindahan serta ideologi gender yang dapat dijadikan pengetahuan bagi para penikmatnya atau pembacanya.
Tindak Lanjut
Setelah menganalisis dan memahami teks cerita pendek tersebut, bagi yang telah menguasi materi, disarankan untuk mengembangkan pengetahuan yang telah
Avini Martini, 2015
diperoleh sedangkan bagi peserta didik yang belum tuntas, disarankan untuk mengulangi bagian yang masih dianggap sulit.
Semoga modul ini dapat menyajikan materi pelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga proses kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan efektif dan efisien. Selain itu, peserta didik diharapkan memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Indonesia yang penuh makna, serta memahami, membedakan, mengklasifikasi, mengidentifikasi, dan memberikan tanggapan kritis terhadap teks cerpen secara lisan maupun tulisan.
Glosarium
Eksplanasi : prosedur membuat masalah menjadi jelas Faktual : berdasarkan kenyataan; mengandung kebenaran
Fenomena : hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindera dan dapat di terangkan serta dinilai secara ilmiah
Hakikat : intisari atau darar
Humaniora : ilmu pengetahuan yang meliputi filsafat, hukum, sejarah, bahasa, sastra, seni, dsb.
Kompleks : himpunan kesatuan
Konseptual : berhubungan dengan (berciri seperti) konsep
Makna : pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan Metakognitif : kemampuan untuk mengontrol ranah atau aspek kognitif Struktur : pengaturan unsur atau bagian suatu benda
298
Daftar Pustaka
Abrams, M.H. (1981). A glossary of literary terms. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Aminuddin. (2013). Pengantar apresiasi karya sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Echols and Shadily. (1983). Kamus inggris indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Fakih, M. (2007). Analisis gender dan transformasi sosial. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Kosasih. (2012). Dasar-dasar keterampilan bersastra. Bandung: Yrama Widia Nurgiyantoro, B. (1995). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.
Pradopo, R.D. (2005). Beberapa teori sastra: metode, kritik, dan penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Rusyana, Y. (1979). Novel sunda sebelum perang. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud.
Stanton, R. (2012). Teori fiksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Sumardjo, Jakob & Saini K. M. (2000). Apresiasi kesusasteraan. Jakarta: Gramedia
Teeuw, A. (2003). Membaca dan menilai sastra. Jakarta: Gramedia.
Wellek, Rene dan Austin Warren. (1995) Teori Kesusastraan (Edisi Terjemahan). Jakarta: Gramedia
Avini Martini, 2015
BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN