• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tes Lari Cepat 100 Meter

Dalam dokumen Skripsi Oleh: Hendrik Wibowo NIM. K (Halaman 75-91)

BAB IV HASIL PENELITIAN

DAFTAR PUSTAKA

2. Tes Lari Cepat 100 Meter

Kemampuan lari cepat diukur dengan tes lari cepat 100 meter dari Andi Suhendro (1999: 2.49).

1) Alat dan perlengkapan : - Stopwatch

- Lintasan lari panjang 100 m, lebar 1,22 m. - Garis start dan garis finish lebar 5 cm. - Peluit

- Bendera start

2) Petugas :

- Seorang starter - Tiga orang timers - Seorang pencatat 3) Pelaksanaan :

- Testi yang mendapat giliran melakukan lari cepat menempatkan diri di belakang garis start.

- Starter memberikan aba-aba “Bersedia”, kemudian testi mengambil sikap jongkok (start jongkok).

- Setelah testi merasa tenang, starter memberikan aba-aba “Siap” dan testi mengangkat lutut dari tanah setinggi lebih kurang 10 cm.

- Kemudian starter memberi aba-aba “Ya” atau tembakan pistol, dan testi harus lari secepat-cepatnya, dan bersamaan aba-aba “Ya” atau bunyi pistol timer menghidupkan stopwatch.

- Testi harus lari menempuh jarak 100 meter dari garis start menuju garis

finish dengan kecepatan maksimal dan pada saat pelari mencapai garis finish stopwatch dimatikan.

4) Kegagalan :

- Testi mencuri start.

- Testi tidak melewati garis finish. - Pelari menggangu pelari lainnya. 5) Penilaian :

- Prestasi lari cepat adalah waktu yang telah dicapai dari garis start sampai

Gambar 4. Tes Lari Cepat 100 Meter (Andi Suhendro, 1999: 2.49)

Lampiran 2

Program Latihan Lari Cepat Up Hill

Minggu Ke Pertemuan Jarak Repetisi Set Istirahat antar set Tes awal (Pre-test) lari cepat 100 meter

I I II III 80 meter 5 3 5 menit II I II III 80 meter 6 3 5 menit III I II III 80 meter 7 3 5 menit IV I II III 80 meter 8 3 5 menit V I II III 80 meter 9 3 5 menit VI I II III 80 meter 10 3 5 menit

Tes akhir (post-test) lari cepat 100 meter Keterangan :

Program latihan ini didasarkan pendapat Suharno HP. (1993: 6) bahwa, “Volume beban latihan lari cepat yaitu 5-10 kali giliran lari, dimana tiap giliran lari cepatnya dengan jarak 30-80 meter. Frekuensi dan tempo secepat-cepatnya.Recovery 2 – 5 menit”.

Program Latihan Lari Cepat Down Hill

Minggu Ke Pertemuan Jarak Repetisi Set Istirahat antar set Tes awal (Pre-test) lari cepat 100 meter

I I II III 80 meter 5 3 5 menit II I II III 80 meter 6 3 5 menit III I II III 80 meter 7 3 5 menit IV I II III 80 meter 8 3 5 menit V I II III 80 meter 9 3 5 menit VI I II III 80 meter 10 3 5 menit

Tes akhir (post-test) lari cepat 100 meter Keterangan :

Program latihan ini didasarkan pendapat Suharno HP. (1993: 6) bahwa, “Volume beban latihan lari cepat yaitu 5-10 kali giliran lari, dimana tiap giliran lari cepatnya dengan jarak 30-80 meter. Frekuensi dan tempo secepat-cepatnya.Recovery 2 – 5 menit”.

Lampiran 13

Petunjuk Tes dan Pengukuran Variabel Penelitian

1. Power Otot Tungkai

Untuk mengukur power otot tungkai dengan vertical jump test dari Barry L. Johnson Jack K. Nelson (1986: 211)

5) Perlengkapan :

- Papan berskala dipasang di dinding dengan ketinggian 150 cm hingga 350 cm.

- Bubuk kapur

- Dinding minimal setinggi 365 cm - Blangko dan alat tulis.

6) Petugas :

- Seorang pengamat gerakan dan membaca hasil loncatan - Seorang pencatat

7) Pelaksanaan test:

- Siswa berdiri menyamping arah dinding, kedua kaki rapat, ujung jari tangan yang dekat dinding dibubuhi bubuk kapur.

- Satu tangan siswa yang dekat dinding meraih ke atas setinggi mungkin, kaki tetap menempel di lantai, catat tinggi raihannya pada bekas ujung jari tengah.

- Siswa meloncat ke atas setinggi mungkin dan menyentuh papan berskala. Lakukan tiga kali loncatan. Catat tinggi loncatannya pada bekas ujung jari tengah.

- Posisi awal ketika meloncat adalah kedua telapak kaki tetap menempel di lantai, lutut ditekuk, tangan lurus agak di belakang badan.

8) Penilaian:

- Ukur selisih antara tingi loncatan dan tinggi raihan.

- Nilai yang diperoleh siswa adalah selisih yang terbanyak antara tinggi loncatan yang dilakukan.

Gambar 9. Tes Power Otot Tungkai dengan Power Jump Test (Barry L. Johnson Jack K. Nelson 1986: 211)

2. Tes Lari Cepat 100 Meter

Kemampuan lari cepat diukur dengan tes lari cepat 100 meter dari Andi Suhendro (1999: 2.49).

2) Alat dan perlengkapan : - Stopwatch

- Lintasan lari panjang 100 m, lebar 1,22 m. - Garis start dan garis finish lebar 5 cm. - Peluit

- Bendera start

2) Petugas :

- Seorang starter - Tiga orang timers - Seorang pencatat 3) Pelaksanaan :

- Testi yang mendapat giliran melakukan lari cepat menempatkan diri di belakang garis start.

- Starter memberikan aba-aba “Bersedia”, kemudian testi mengambil sikap jongkok (start jongkok).

- Setelah testi merasa tenang, starter memberikan aba-aba “Siap” dan testi mengangkat lutut dari tanah setinggi lebih kurang 10 cm.

- Kemudian starter memberi aba-aba “Ya” atau tembakan pistol, dan testi harus lari secepat-cepatnya, dan bersamaan aba-aba “Ya” atau bunyi pistol timer menghidupkan stopwatch.

- Testi harus lari menempuh jarak 100 meter dari garis start menuju garis

finish dengan kecepatan maksimal dan pada saat pelari mencapai garis finish stopwatch dimatikan.

4) Kegagalan :

- Testi mencuri start.

- Testi tidak melewati garis finish. - Pelari menggangu pelari lainnya. 5) Penilaian :

- Prestasi lari cepat adalah waktu yang telah dicapai dari garis start sampai

Gambar 10. Tes Lari Cepat 100 Meter (Andi Suhendro, 1999: 2.49)

Lampiran 14

Program Latihan Lari Cepat Up Hill

Minggu Ke Pertemuan Jarak Repetisi Set Istirahat antar set Tes awal (Pre-test) lari cepat 100 meter

I

I II III Tes lari cepat 100 m 80 meter 5 3 5 menit II I II III Tes lari cepat

100 m 80 meter 6 3 5 menit III I II III Tes lari cepat

100 m 80 meter 7 3 5 menit IV I II III Tes lari cepat

100 m 80 meter 8 3 5 menit V I II III Tes lari cepat

100 m 80 meter 9 3 5 menit VI I II III Tes lari cepat

100 m

80 meter 10 3 5 menit

Tes akhir (post-test) lari cepat 100 meter Keterangan :

Program latihan ini didasarkan pendapat Suharno HP. (1993: 6) bahwa, “Volume beban latihan lari cepat yaitu 5-10 kali giliran lari, dimana tiap giliran lari cepatnya dengan jarak 30-80 meter. Frekuensi dan tempo secepat-cepatnya.Recovery 2 – 5 menit”.

Program Latihan Lari Cepat Down Hill

Minggu Ke Pertemuan Jarak Repetisi Set Istirahat antar set Tes awal (Pre-test) lari cepat 100 meter

I

I II III Tes lari cepat

100 m 80 meter 5 3 5 menit II I II III Tes lari cepat

100 m 80 meter 6 3 5 menit III I II III Tes lari cepat

100 m 80 meter 7 3 5 menit IV I II III Tes lari cepat

100 m 80 meter 8 3 5 menit V I II III Tes lari cepat

100 m 80 meter 9 3 5 menit VI I II III Tes lari cepat

100 m

80 meter 10 3 5 menit

Tes akhir (post-test) lari cepat 100 meter Keterangan :

Program latihan ini didasarkan pendapat Suharno HP. (1993: 6) bahwa, “Volume beban latihan lari cepat yaitu 5-10 kali giliran lari, dimana tiap giliran lari cepatnya dengan jarak 30-80 meter. Frekuensi dan tempo secepat-cepatnya.Recovery 2 – 5 menit”.

Lampiran 15

Jadwal Treatment Latihan Lari Cepat Up Hill dan Down Hill Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Surakarta

Tahun Pelajaran 2007/2008 1. Tes Awal Kamis 17 Juli 2008 yaitu:

v Tes Power Otot Tungkai dengan vertical Power Jump Test v Tes lari cepat 100 meter

2. Teratment Lari Cepat Up Hill dan Down Hill: v Minggu I:

Tanggal Jarak Repetisi Set Recovery

18-6-2008 80 m 5 3 5 Menit

21-6-2008 80 m 5 3 5 Menit

23-6-2008 80 m 5 3 5 Menit

Tes lari sprint 100 meter v Minggu II:

Tanggal Jarak Repetisi Set Recovery

25-6-2008 80 m 6 3 5 Menit

28-6-2008 80 m 6 3 5 Menit

30-6-2008 80 m 6 3 5 Menit

Tes lari sprint 100 meter v Minggu III:

Tanggal Jarak Repetisi Set Recovery

1-8-2008 80 m 7 3 5 Menit

4-8-2008 80 m 7 3 5 Menit

6-8-2008 80 m 7 3 5 Menit

Tes lari sprint 100 meter v Minggu IV:

Tanggal Jarak Repetisi Set Recovery

8-8-2008 80 m 8 3 5 Menit

11-8-2008 80 m 8 3 5 Menit

13-8-2008 80 m 8 3 5 Menit

v Minggu V:

Tanggal Jarak Repetisi Set Recovery

15-8-2008 80 m 9 3 5 Menit

18-8-2008 80 m 9 3 5 Menit

20-8-2008 80 m 9 3 5 Menit

Tes lari sprint 100 meter v Minggu VI:

Tanggal Jarak Repetisi Set Recovery

22-8-2008 80 m 10 3 5 Menit

25-8-2008 80 m 10 3 5 Menit

27-8-2008 80 m 10 3 5 Menit

Tes lari sprint 100 meter

Lampiran 16

Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan Latihan Lari Cepat Up Hill

Dalam dokumen Skripsi Oleh: Hendrik Wibowo NIM. K (Halaman 75-91)

Dokumen terkait