BAB IV HASIL PENELITIAN
DAFTAR PUSTAKA
2. Tes Lari Cepat 100 Meter
Kemampuan lari cepat diukur dengan tes lari cepat 100 meter dari Andi Suhendro (1999: 2.49).
1) Alat dan perlengkapan : - Stopwatch
- Lintasan lari panjang 100 m, lebar 1,22 m. - Garis start dan garis finish lebar 5 cm. - Peluit
- Bendera start
2) Petugas :
- Seorang starter - Tiga orang timers - Seorang pencatat 3) Pelaksanaan :
- Testi yang mendapat giliran melakukan lari cepat menempatkan diri di belakang garis start.
- Starter memberikan aba-aba “Bersedia”, kemudian testi mengambil sikap jongkok (start jongkok).
- Setelah testi merasa tenang, starter memberikan aba-aba “Siap” dan testi mengangkat lutut dari tanah setinggi lebih kurang 10 cm.
- Kemudian starter memberi aba-aba “Ya” atau tembakan pistol, dan testi harus lari secepat-cepatnya, dan bersamaan aba-aba “Ya” atau bunyi pistol timer menghidupkan stopwatch.
- Testi harus lari menempuh jarak 100 meter dari garis start menuju garis
finish dengan kecepatan maksimal dan pada saat pelari mencapai garis finish stopwatch dimatikan.
4) Kegagalan :
- Testi mencuri start.
- Testi tidak melewati garis finish. - Pelari menggangu pelari lainnya. 5) Penilaian :
- Prestasi lari cepat adalah waktu yang telah dicapai dari garis start sampai
Gambar 4. Tes Lari Cepat 100 Meter (Andi Suhendro, 1999: 2.49)
Lampiran 2
Program Latihan Lari Cepat Up Hill
Minggu Ke Pertemuan Jarak Repetisi Set Istirahat antar set Tes awal (Pre-test) lari cepat 100 meter
I I II III 80 meter 5 3 5 menit II I II III 80 meter 6 3 5 menit III I II III 80 meter 7 3 5 menit IV I II III 80 meter 8 3 5 menit V I II III 80 meter 9 3 5 menit VI I II III 80 meter 10 3 5 menit
Tes akhir (post-test) lari cepat 100 meter Keterangan :
Program latihan ini didasarkan pendapat Suharno HP. (1993: 6) bahwa, “Volume beban latihan lari cepat yaitu 5-10 kali giliran lari, dimana tiap giliran lari cepatnya dengan jarak 30-80 meter. Frekuensi dan tempo secepat-cepatnya.Recovery 2 – 5 menit”.
Program Latihan Lari Cepat Down Hill
Minggu Ke Pertemuan Jarak Repetisi Set Istirahat antar set Tes awal (Pre-test) lari cepat 100 meter
I I II III 80 meter 5 3 5 menit II I II III 80 meter 6 3 5 menit III I II III 80 meter 7 3 5 menit IV I II III 80 meter 8 3 5 menit V I II III 80 meter 9 3 5 menit VI I II III 80 meter 10 3 5 menit
Tes akhir (post-test) lari cepat 100 meter Keterangan :
Program latihan ini didasarkan pendapat Suharno HP. (1993: 6) bahwa, “Volume beban latihan lari cepat yaitu 5-10 kali giliran lari, dimana tiap giliran lari cepatnya dengan jarak 30-80 meter. Frekuensi dan tempo secepat-cepatnya.Recovery 2 – 5 menit”.
Lampiran 13
Petunjuk Tes dan Pengukuran Variabel Penelitian
1. Power Otot Tungkai
Untuk mengukur power otot tungkai dengan vertical jump test dari Barry L. Johnson Jack K. Nelson (1986: 211)
5) Perlengkapan :
- Papan berskala dipasang di dinding dengan ketinggian 150 cm hingga 350 cm.
- Bubuk kapur
- Dinding minimal setinggi 365 cm - Blangko dan alat tulis.
6) Petugas :
- Seorang pengamat gerakan dan membaca hasil loncatan - Seorang pencatat
7) Pelaksanaan test:
- Siswa berdiri menyamping arah dinding, kedua kaki rapat, ujung jari tangan yang dekat dinding dibubuhi bubuk kapur.
- Satu tangan siswa yang dekat dinding meraih ke atas setinggi mungkin, kaki tetap menempel di lantai, catat tinggi raihannya pada bekas ujung jari tengah.
- Siswa meloncat ke atas setinggi mungkin dan menyentuh papan berskala. Lakukan tiga kali loncatan. Catat tinggi loncatannya pada bekas ujung jari tengah.
- Posisi awal ketika meloncat adalah kedua telapak kaki tetap menempel di lantai, lutut ditekuk, tangan lurus agak di belakang badan.
8) Penilaian:
- Ukur selisih antara tingi loncatan dan tinggi raihan.
- Nilai yang diperoleh siswa adalah selisih yang terbanyak antara tinggi loncatan yang dilakukan.
Gambar 9. Tes Power Otot Tungkai dengan Power Jump Test (Barry L. Johnson Jack K. Nelson 1986: 211)
2. Tes Lari Cepat 100 Meter
Kemampuan lari cepat diukur dengan tes lari cepat 100 meter dari Andi Suhendro (1999: 2.49).
2) Alat dan perlengkapan : - Stopwatch
- Lintasan lari panjang 100 m, lebar 1,22 m. - Garis start dan garis finish lebar 5 cm. - Peluit
- Bendera start
2) Petugas :
- Seorang starter - Tiga orang timers - Seorang pencatat 3) Pelaksanaan :
- Testi yang mendapat giliran melakukan lari cepat menempatkan diri di belakang garis start.
- Starter memberikan aba-aba “Bersedia”, kemudian testi mengambil sikap jongkok (start jongkok).
- Setelah testi merasa tenang, starter memberikan aba-aba “Siap” dan testi mengangkat lutut dari tanah setinggi lebih kurang 10 cm.
- Kemudian starter memberi aba-aba “Ya” atau tembakan pistol, dan testi harus lari secepat-cepatnya, dan bersamaan aba-aba “Ya” atau bunyi pistol timer menghidupkan stopwatch.
- Testi harus lari menempuh jarak 100 meter dari garis start menuju garis
finish dengan kecepatan maksimal dan pada saat pelari mencapai garis finish stopwatch dimatikan.
4) Kegagalan :
- Testi mencuri start.
- Testi tidak melewati garis finish. - Pelari menggangu pelari lainnya. 5) Penilaian :
- Prestasi lari cepat adalah waktu yang telah dicapai dari garis start sampai
Gambar 10. Tes Lari Cepat 100 Meter (Andi Suhendro, 1999: 2.49)
Lampiran 14
Program Latihan Lari Cepat Up Hill
Minggu Ke Pertemuan Jarak Repetisi Set Istirahat antar set Tes awal (Pre-test) lari cepat 100 meter
I
I II III Tes lari cepat 100 m 80 meter 5 3 5 menit II I II III Tes lari cepat
100 m 80 meter 6 3 5 menit III I II III Tes lari cepat
100 m 80 meter 7 3 5 menit IV I II III Tes lari cepat
100 m 80 meter 8 3 5 menit V I II III Tes lari cepat
100 m 80 meter 9 3 5 menit VI I II III Tes lari cepat
100 m
80 meter 10 3 5 menit
Tes akhir (post-test) lari cepat 100 meter Keterangan :
Program latihan ini didasarkan pendapat Suharno HP. (1993: 6) bahwa, “Volume beban latihan lari cepat yaitu 5-10 kali giliran lari, dimana tiap giliran lari cepatnya dengan jarak 30-80 meter. Frekuensi dan tempo secepat-cepatnya.Recovery 2 – 5 menit”.
Program Latihan Lari Cepat Down Hill
Minggu Ke Pertemuan Jarak Repetisi Set Istirahat antar set Tes awal (Pre-test) lari cepat 100 meter
I
I II III Tes lari cepat
100 m 80 meter 5 3 5 menit II I II III Tes lari cepat
100 m 80 meter 6 3 5 menit III I II III Tes lari cepat
100 m 80 meter 7 3 5 menit IV I II III Tes lari cepat
100 m 80 meter 8 3 5 menit V I II III Tes lari cepat
100 m 80 meter 9 3 5 menit VI I II III Tes lari cepat
100 m
80 meter 10 3 5 menit
Tes akhir (post-test) lari cepat 100 meter Keterangan :
Program latihan ini didasarkan pendapat Suharno HP. (1993: 6) bahwa, “Volume beban latihan lari cepat yaitu 5-10 kali giliran lari, dimana tiap giliran lari cepatnya dengan jarak 30-80 meter. Frekuensi dan tempo secepat-cepatnya.Recovery 2 – 5 menit”.
Lampiran 15
Jadwal Treatment Latihan Lari Cepat Up Hill dan Down Hill Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Surakarta
Tahun Pelajaran 2007/2008 1. Tes Awal Kamis 17 Juli 2008 yaitu:
v Tes Power Otot Tungkai dengan vertical Power Jump Test v Tes lari cepat 100 meter
2. Teratment Lari Cepat Up Hill dan Down Hill: v Minggu I:
Tanggal Jarak Repetisi Set Recovery
18-6-2008 80 m 5 3 5 Menit
21-6-2008 80 m 5 3 5 Menit
23-6-2008 80 m 5 3 5 Menit
Tes lari sprint 100 meter v Minggu II:
Tanggal Jarak Repetisi Set Recovery
25-6-2008 80 m 6 3 5 Menit
28-6-2008 80 m 6 3 5 Menit
30-6-2008 80 m 6 3 5 Menit
Tes lari sprint 100 meter v Minggu III:
Tanggal Jarak Repetisi Set Recovery
1-8-2008 80 m 7 3 5 Menit
4-8-2008 80 m 7 3 5 Menit
6-8-2008 80 m 7 3 5 Menit
Tes lari sprint 100 meter v Minggu IV:
Tanggal Jarak Repetisi Set Recovery
8-8-2008 80 m 8 3 5 Menit
11-8-2008 80 m 8 3 5 Menit
13-8-2008 80 m 8 3 5 Menit
v Minggu V:
Tanggal Jarak Repetisi Set Recovery
15-8-2008 80 m 9 3 5 Menit
18-8-2008 80 m 9 3 5 Menit
20-8-2008 80 m 9 3 5 Menit
Tes lari sprint 100 meter v Minggu VI:
Tanggal Jarak Repetisi Set Recovery
22-8-2008 80 m 10 3 5 Menit
25-8-2008 80 m 10 3 5 Menit
27-8-2008 80 m 10 3 5 Menit
Tes lari sprint 100 meter
Lampiran 16
Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan Latihan Lari Cepat Up Hill