• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tingkat Kemajuan Pendapatan Masyarakat Antar Sektor Pertanian, Sektor Perindustrian, Sektor Perdagangan, dan Sektor Keuangan Sektor Perindustrian, Sektor Perdagangan, dan Sektor Keuangan

GAMBARAN UMUM KOTA MEDAN

TAHUN No. Sektor/Lapangan Usaha

6.6. Tingkat Kemajuan Pendapatan Masyarakat Antar Sektor Pertanian, Sektor Perindustrian, Sektor Perdagangan, dan Sektor Keuangan Sektor Perindustrian, Sektor Perdagangan, dan Sektor Keuangan

Wilayah Kota Medan

Untuk menggambarkan tingkat kemajuan pendapatan masyarakat antar sektor pertanian, sektor perindustrian, sektor perdagangan, dan sektor keuangan wilayah Kota Medan adalah dengan melihat Gini Ratio dari masing-masing sektor seperti yang terlihat pada tabel berikut.

Tabel 6.17. Gini Ratio Masyarakat yang Bekerja di Sektor Pertanian, Industri, Perdagangan dan Keuangan di Kota Medan

No Sektor Gini Ratio

1 Pertanian 0,14 2 Industri 0,25 3 Perdagangan 0,28 4 Keuangan 0,20 5 Semua Sektor 0,29 Sumber : Lampiran 4

Dari tabel di atas terlihat bahwa pendapatan yang paling merata distribusinya adalah pendapatan masyarakat yang bekerja di sektor pertanian (Gini Ratio = 0,14) walaupun sektor lain masih berada pada kriteria ketimpangan rendah, yaitu Gini Ratio <0,30.

6.6.1 Sektor Pertanian

Dari tabel di bawah terlihat bahwa distribusi pendapatan yang paling merata adalah sektor pertanian yaitu 0,14. Artinya di sektor pertanian, pendapatan antara petani yang mempunyai pendapatan tinggi dengan petani yang mempunyai pendapatan rendah tidak terlalu jauh perbedaannya, yaitu seperti yang terlihat pada tabel berikut.

Tabel 6.18. Distribusi Pendapatan Masyarakat Kota Medan Yang Bekerja di Sektor Pertanian Tahun 2010

No Persentase Petani Persentase Pendapatan Total Yang Diterima

1 20% Pertama 6,54% 2 20% Kedua 31,59% 3 20% Ketiga 50,96% 4 20% Keempat 0% 5 20% Kelima 10,91% Sumber : Lampiran 4

Dari tabel di atas terlihat bahwa 40% penduduk yang bekerja di sektor pertanian menerima 38,13% dari total pendapatan di sektor pertanian, sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh Bank Dunia (lihat halaman 37), maka masyarakat yang bekerja di sektor pertanian dikategorikan pada ketimpangan rendah, karena 40% dari masyarakat yang bekerja di sektor ini menerima >17% dari pendapatan total masyarakat yang bekerja di sektor ini, sesuai dengan hasil Gini Ratio = 0,14. Selanjutnya kalau rata-rata pendapatan masyarakat yang bekerja di sektor pertanian 40% terendah adalah Rp.1.055.000,-/bulan/kepala keluarga, maka pendapatan ini digolongkan kepada masyarakat miskin. Menurut BPS batas pendapatan kepala keluarga per bulan yang dikategorikan miskin adalah Rp.1.200.000,- atau identik dengan US$1 /hari/orang.

6.6.2 Sektor Industri

Dibandingkan dengan sektor pertanian, maka gini ratio sektor industri agar sedikit tidak merata, yaitu gini ratio 0,25. Artinya pendapatan antara yang berpenghasilan rendah dengan yang berpenghasilan/pendapatan tinggi mempunyai sedikit perbedaan yaitu seperti yang diperlihatkan pada tabel berikut.

Tabel 6.19. Distribusi Pendapatan Masyarakat Kota Medan Yang Bekerja di Sektor Industri Tahun 2010

No Persentase

Pekerja Persentase Pendapatan Total Yang Diterima

1 20% Pertama 17% 2 20% Kedua 29,66% 3 20% Ketiga 34,19% 4 20% Keempat 10,19% 5 20% Kelima 8,96% Sumber : Lampiran 4

Dari tabel di atas terlihat bahwa 40% penduduk yang bekerja di sektor industri menerima 46,66% dari total pendapatan di sektor industri, sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh Bank Dunia (lihat halaman 37), maka masyarakat yang bekerja di sektor industri dikategorikan pada ketimpangan rendah, karena 40% dari masyarakat yang bekerja di sektor ini menerima >17% dari pendapatan total masyarakat yang bekerja di sektor ini, sesuai dengan hasil Gini Ratio = 0,25. Selanjutnya kalau rata-rata pendapatan masyarakat yang bekerja di sektor industri 40% terendah adalah Rp.2.120.000,-/bulan/kepala keluarga, maka pendapatan ini digolongkan kepada masyarakat tidak miskin. Menurut BPS batas pendapatan kepala keluarga per bulan yang dikategorikan miskin adalah Rp.1.200.000,- atau identik dengan US$1 /hari/orang.

6.6.3 Sektor Perdagangan

Gini ratio di sektor perdagangan adalah 0,28 dibandingkan dengan gini-ratio sektor pertanian dan industri, maka sektor ini agak lebih tidak merata. Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang bekerja di sektor ini menjual berbagai macam jenis barang, seperti ada yang berjualan kue, ada yang berjualan mainan anak-anak, jualan pakaian dan jualan makanan dan minuman. Pendapatan yang mereka terima terlihat pada tabel berikut.

Tabel 6.20. Distribusi Pendapatan Masyarakat Kota Medan Yang Bekerja di Sektor Perdagangan Tahun 2010

No Persentase

Pedagang Persentase Pendapatan Total Yang Diterima

1 20% Pertama 18,62% 2 20% Kedua 26,00% 3 20% Ketiga 26,05% 4 20% Keempat 20,36% 5 20% Kelima 8,87% Sumber : Lampiran 4

Dari tabel di atas terlihat bahwa 40% penduduk yang bekerja di sektor perdagangan menerima 44,62% dari total pendapatan di sektor perdagangan, sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh Bank Dunia (lihat halaman 37), maka masyarakat yang bekerja di sektor perdagangan dikategorikan pada ketimpangan rendah, karena 40% dari masyarakat yang bekerja di sektor ini menerima >17% dari pendapatan total masyarakat yang bekerja di sektor ini, sesuai dengan hasil Gini Ratio = 0,28. Selanjutnya kalau rata-rata pendapatan masyarakat yang bekerja di sektor perdagangan 40% terendah adalah Rp.2.120.000,-/bulan/kepala keluarga, maka pendapatan ini digolongkan kepada masyarakat tidak miskin. Menurut BPS batas pendapatan kepala keluarga per bulan yang dikategorikan miskin adalah Rp.1.200.000,- atau identik dengan US$1 /hari/orang.

6.6.4 Sektor Keuangan

Gini ratio di sektor keuangan adalah 0,20 sama dengan gini ratio di sektor industri dan ini agak sedikit timpang jika dibandingkan dengan gini-ratio di sektor pertanian, yaitu 0,14. Hal ini terjadi karena masyarakat yang menjadi responden dari sektor ini rata-rata bekerja pada instansi perbankan dan sektor keuangan non bank lainnya, seperti asuransi dan pegawai pegadaian. Besarnya pendapatan yang mereka terima terlihat pada tabel berikut.

Tabel 6.21. Distribusi Pendapatan Masyarakat Kota Medan Yang Bekerja di Sektor Keuangan Tahun 2010

No Persentase

Pekerja Persentase Pendapatan Total Yang Diterima

1 20% Pertama 40,38% 2 20% Kedua 29,92% 3 20% Ketiga 14,35% 4 20% Keempat 10,77% 5 20% Kelima 4,58% Sumber : Lampiran 4

Dari tabel di atas terlihat bahwa 40% penduduk yang bekerja di sektor keuangan menerima 70,20% dari total pendapatan di sektor keuangan, sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh Bank Dunia (lihat halaman 37), maka masyarakat yang bekerja di sektor keuangan dikategorikan pada ketimpangan rendah, karena 40% dari masyarakat yang bekerja di sektor ini menerima >17% dari pendapatan total masyarakat yang bekerja di sektor ini, sesuai dengan hasil Gini Ratio = 0,20. Selanjutnya kalau rata-rata pendapatan masyarakat yang bekerja di sektor keuangan 40% terendah adalah Rp.3.760.000,-/bulan/kepala keluarga, maka pendapatan ini digolongkan kepada masyarakat tidak miskin. Menurut BPS batas pendapatan kepala keluarga per bulan yang dikategorikan miskin adalah Rp.1.200.000,- atau identik dengan US$1 /hari/orang.

6.6.5 Semua Sektor

Gini ratio untuk masyarakat Kota Medan yang diwakili oleh sektor pertanian, industri, perdagangan dan keuangan adalah 0,29, yaitu jauh lebih tidak merata jika dibandingkan dengan gini ratio sektor pertanian yaitu 0,14. Sektor industri sebesar 0,25, sektor perdagangan sebesar 0,28 dan sektor keuangan sebesar 0,20 dan ini juga terlihat dari distribusi pendapatan yang terlihat pada tabel berikut.

Tabel 6.22. Distribusi Pendapatan Masyarakat Kota Medan Yang Bekerja di Sektor Pertanian, Industri, Perdagangan dan Keuangan Tahun 2010

No Persentase Semua

Sektor Persentase Pendapatan Total Yang Diterima

1 20% Pertama 17,99% 2 20% Kedua 42,22% 3 20% Ketiga 27,09% 4 20% Keempat 9,90% 5 20% Kelima 2,80% Sumber : Lampiran 4

Dari tabel di atas terlihat bahwa 40% penduduk yang bekerja di semua sektor yaitu sektor pertanian, sektor industri, sektor perdagangan dan sektor keuangan menerima 60,21% dari total pendapatan di semua sektor, sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh Bank Dunia (lihat halaman 37), maka masyarakat yang bekerja di semua sektor dikategorikan pada ketimpangan rendah, karena 40% dari masyarakat yang bekerja di sektor ini menerima >17% dari pendapatan total masyarakat yang bekerja di semua sektor, sesuai dengan hasil Gini Ratio = 0,29. Selanjutnya kalau rata-rata pendapatan masyarakat yang bekerja di semua sektor 40% terendah adalah Rp.2.480.000,-/bulan/kepala keluarga, maka pendapatan ini

digolongkan kepada masyarakat tidak miskin. Menurut BPS batas pendapatan kepala keluarga per bulan yang dikategorikan miskin adalah Rp.1.200.000,- atau identik dengan US$1 /hari/orang.

BAB VII