4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.6. Tingkat Kematangan Gonad
Selama proses reproduksi, hasil metabolisme tertuju untuk perkembangan gonad. Penentuan tingkat kematangan gonad kerang darah dilakukan dengan mengamati kerang darah contoh yang tertangkap selama penelitian. Jumlah kerang darah jantan yang diamati yaitu 65 individu sedangkan jumlah kerang darah betina yang diamati sebanyak 78 individu. Tingkat kematangan gonad tersebut dikelompokkan berdasarkan selang kelas ukuran panjang. Pada kerang darah jantan (Gambar 11), diduga bahwa kerang darah jantan yang pertama kali siap untuk memijah (TKG IV) berada pada ukuran 26,10-27,80 mm, sedangkan kerang darah betina siap untuk memijah (TKG IV) pada selang kelas 15,30-17,00 mm. Ukuran kerang darah siap untuk memijah tersebut relatif kecil, hal ini diduga karena adanya tekanan penangkapan yang tinggi didaerah Perairan Teluk Lada Labuan dan penggunaan alat tangkap garok yang tidak selektif sehingga kerang darah akan matang gonad lebih cepat demi mempertahankan keberadaannya di perairan tersebut.
Tekanan penangkapan yang tinggi dapat menyebabkan berkurangnya stok kerang diperairan. Hal ini akan mengakibatkan kompetisi kerang dalam memperebutkan ruang dan makanan akan semakin berkurang akibatnya ketersediaan makanan di perairan melimpah. Ketersediaan makanan yang melimpah di perairan tersebut digunakan untuk proses pertumbuhan dan sisa kelebihan energi hasil metabolisme akan digunakan untuk perkembangan gonad sehingga kerang-kerang muda akan mengalami kematangan gonad lebih cepat. Namun, meningkatnya kerang-kerang muda yang matang gonad lebih awal tersebut akan berdampak pada
27 penurunan tingkat kesuburan dan fertilisasi. Induk kerang akan menghasilkan telur-telur berukuran kecil dan larva yang dihasilkan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah.
Gambar 11. Tingkat kematangan gonad kerang darah (A.granosa) jantan setiap selang kelas ukuran panjang
Gambar 12. Tingkat kematangan gonad kerang darah (A.granosa) betina setiap selang kelas ukuran panjang
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% P er sent a se T K G
Selang kelas ukuran panjang (mm)
TKG IV TKG III TKG II TKG I 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% P er sent a se T K G
Selang kelas ukuran panjang (mm)
TKG IV TKG III TKG II TKG I
28 Proses perkembangan gonad juga tergantung pada suhu perairan. Suhu akan berpengaruh terhadap proses metabolisme dan kelarutan oksigen diperairan. Jika proses metabolisme terganggu maka proses reproduksi juga akan terhambat. Untuk mengetahui keterkaitan antara perbedaan suhu dan tingkat perkembangan gonad kerang darah maka dilakukan visualisasi hubungan tersebut yang dapat dilihat pada Gambar 13.
Gambar 13. Visualisasi tingkat kematangan gonad kerang darah berdasarkan perbedaan suhu (a) suhu 31 oC dan (b) 33 oC
Berdasarkan gambar 13 dapat dilihat bahwa terjadi perbedaan yang signifikan tingkat kematangan gonad kerang darah pada suhu 31 oC dan 33 oC. Pada suhu 33 oC jumlah kerang darah yang siap memijah (TKG 4) lebih besar daripada saat suhu 31
o
C. Hal ini dikarenakan suhu tinggi dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan proses metabolisme sehingga gonad dapat berkembang lebih cepat. Akan tetapi, suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menghambat proses pembuahan telur, bahkan suhu yang ekstrem atau berubah secara mendadak dapat menyebabkan terjadinya kegagalan dalam proses fertilisasi (Affandi dan Tang 2002).
Secara morfologi, gonad kerang darah cukup sulit untuk dibedakan. Hal ini terkait karena letak gonad yang berdekatan dengan saluran pencernaan sehingga pengidentifikasian cukup sulit untuk dilakukan tanpa pembedahan. Penentuan tingkat kematangan gonad kerang darah secara morfologi dilakukan dengan membandingkan warna dan ukuran gonad terhadap rongga tubuh. Perbedaan gonad
6% 47% 42% 5% (a) 7% 30% 49% 14% (b) TKG I TKG II TKG III TKG IV
29 kerang darah jantan berdasarkan luasan rongga tubuh ditunjukkan oleh yang bertanda panah (Gambar 14).
Gambar 14. Perbedaan tingkat kematangan gonad kerang darah jantan berdasarkan luasan gonad terhadap rongga tubuh (a = TKG I, b = TKG II, c = TKG III, d = TKG IV)
Kerang darah betina memiliki gonad yang berwarna oranye kemerahan. Seiring dengan meningkatnya tingkat kematangan gonad maka luasan gonad terhadap rongga tubuh juga akan semakin meningkat. Umumnya kerang darah betina memiliki bobot yang lebih besar daripada kerang darah jantan terutama pada fase menjelang pemijahan. Hal tersebut dikarenakan kerang darah betina mengandung butiran telur yang akan semakin membesar pada saat akan memijah. Pada waktu pemijahan, sel telur tersebut akan dikeluarkan ke perairan dan dibuahi oleh sel sperma dan akan menjadi calon individu baru. Perbedaan tingkat kematangan gonad kerang darah betina tersaji dalam Gambar 15.
30
Gambar 15. Perbedaan tingkat kematangan gonad kerang darah betina berdasarkan luasan gonad terhadap rongga tubuh (a = TKG I, b = TKG II, c = TKG III, d = TKG IV)
Selain berdasarkan luasan gonad terhadap rongga tubuh, pengamatan tingkat kematangan gonad juga dapat dilakukan secara mikroskopis. Metode pengamatan gonad secara mikroskopis dilakukan dengan cara histologis. Pengamatan tingkat kematangan gonad secara histologis ini bertujuan untuk melihat perkembangan gonad secara lebih jelas dan lebih detail. Gambar 16 menjelaskan anatomi perkembangan gonad kerang darah jantan tiap TKG.
Berdasarkan Gambar 16 dapat dilihat bahwa gonad kerang darah betina TKG I didominasi oleh oogonium, nukleus atau inti sel belum terlihat jelas. Gonad kerang darah betina pada tahap TKG II mulai berkembang (developing) dengan oogonium yang mulai memperbanyak diri secara mitosis menjadi oosit. Sel telur pada tahap ini belum matang. Pada TKG III (mature) sel telur berkembang menjadi ootid, diameter telur terlihat lebih besar dan mulai terlihat butiran kuning telur. Pada tahap ini, seluruh rongga folikel terisi oleh sel telur yang mulai matang. Pada gonad TKG IV telah mengalami perkembangan yang lebih jelas dibandingkan TKG I, TKG II, dan TKG III. Pada gonad TKG IV ootid telah berkembang menjadi ovum dengan butiran
31 kuning telur semakin besar. Sebagian telur pada tahap ini telah dikeluarkan sehingga tampak rongga folikel mulai kosong.
Keterangan : a = TKG I, b = TKG II, c = TKG III, d = TKG IV,Fo (Folikel), Oo (Oogonium), Ot (Ootid), Os (Oosit), Ov (Ovum)
Gambar 16. Struktur mikroskopis gonad kerang darah (A. granosa) betina pada perbesaran 10x10
Pada kerang darah jantan TKG I, luminal folikelnya sempit dan kecil dan terdapat jaringan penghubung tipis pada folikel. Spermatogonium mulai berkembang menjadi spermatosit primer dalam jumlah banyak. Spermatosit primer ini banyak ditemukan pada kerang darah TKG II. Pada TKG III, dinding folikel didominasi oleh spermatosit sekunder dan mulai terdapat individu pada lumen. Spermatosit sekunder tersebut semakin berkembang yang akan menjadi spermatozoa yang siap dikeluarkan pada saat pemijahan. Hasil awetan histologis gonad kerang darah jantan dapat dilihat pada Gambar 17.
32
Keterangan : a = TKG I, b = TKG II, c = TKG III, d = TKG IV, Fo (Folikel), Sg (Spermatogonium), Sp (Spermatosit primer), Ss (Spermatosit sekunder), Sz (Spermatozoa)
Gambar 17. Struktur mikroskopis gonad kerang darah (A. granosa) jantan pada perbesaran 10x10