42 c. Pengaturan Work Design
Melakukan transfer terhadap risiko (Transferred Risk)
Semua pekerja maupun harta semua ditransfer dengan melakukan
asuransi kepada perusahaan asuransi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Risiko dihindari (Avoidance Risk)
Risiko dapat dihindari dengan rotasi pekerjaan dan pergantian bahan yang ada.
Menerima risiko (Acceptable Risk)
Risiko dapat diterima apabila berdasarkan penilaian tidak memberikan dampak.
2. Menetapkan pilihan option pengendalian yang digunakan 3. Persiapan dan perencanaan option pengendalaian.
4. Pelaksanaan Pengendalian
43 2.9.1 Penentuan Pengendalian Risiko
Penentuan pengendalian risiko berdasarkan kemungkinan risiko yang telah terjadi. Penentuan Pengendalian risiko baik risiko sangat rendah, rendah, sedang, tinggi maupun sangat tinggi di tentukan berdasarkan pertimbangan berbagai dampak seperti : dampak keselamatan, dampak kesehatan, dampak lingkungan , dan dampak finansial [53]. Untuk penentuan pengendalian risiko dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 2.9 Tingkat Risiko Dan Kriteria Risiko No Nilai Risiko Tingkat Risiko Kriteria Risiko
1. 1 Tingkat risiko
sangat rendah
Risiko dapat diterima
2. 2-4 Tingkat risiko
rendah
Tindakan perbaikan dapat dijadwalkan kemudian dan penanganan cukup dilakukan dengan prosedur yang ada
3. 5-8 Tingkat risiko
sedang
Lakukan perbaikan
secepatnya dan tidak diperlukan keterlibatan manajemen puncak
4. 9-12 Tingkat risiko
tinggi
Perlu perhatian manajemen puncak dan tindakan Sumber: Australia/New Zealand Standard. 2004. Australia,
Standard/ New Zealand Standar 4360 : 2004. “Risk Management” [54].
44
Tabel 2.9.1 Penentuan Pengendalian Risiko
Tingkat Risiko Kategori risiko Kelas Pengendalian risiko
1 Risiko sangat
rendah
APD
2-4 Risiko rendah Pengendalian Administratif 5-8 Risiko sedang Engineering control
9-12 Risiko tinggi Substitusi
13-25 Risiko ekstrim Eliminasi
Sumber : Australia/New Zealand Standard. 2004. Australia,
Standard/ New Zealand Standar 4360 : 2004. “Risk Management” [55]
Keterangan : 1. Eliminasi
Hirarki teratas adalah eliminasi bahaya yang ada harus dapat dihilangkan pada saat proses pembuatan desain dibuat. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kemungkinan kesalahan manusia dalam menjalanlan suatu sistem karena adanya kekurangan pada desain. Penghilangan bahaya merupakan metode yang paling efektif sehingga tidak hanya mengandalkan perilaku pekerja dalam menghindari risiko. Namun, demikian penghapusan benar-benar terhadap bahaya yang tidak selalu praktis dan ekonomis. Contohnya: bahaya jatuh, bahaya mekanik, bahaya bising, bahaya kimia, dan lain-lain. Eliminasi adalah proses meniadakan bahaya seluruhnya dengan membuangnya di tempat kerja [56].
2. Substitusi
Substitusi adalah proses kegiatan metode, proses, material, atau alat dengan yang lebih rendah bahayanya misalnya : mengganti bahan bentuk serbuk dengan bentuk pasta, proses menyapu diganti vakum, bahan solvent diganti dengan bahan deterjen, proses pengecetan Spray diganti dengan pencelupan, mengurangi kecepatan dan kekuatan arus listrik serta mengganti bahan baku padat yang menimbulkan debu menjadi bahan cair
45
atau basah. Metode ini bertujuan untuk mengganti bahan, proses, operasi ataupun peralatan dari yang berbahaya menjadi lebih tidak berbahaya.
Dengan pengendalian ini akan menurunkan bahaya dan risiko melalui sistem ulang maupun desain ulang [57].
3. Engineering Control
Pengendalian ini dilakukan bertujuan untuk mengisolasi atau memisahkan bahaya dengan bantuan mekanis atau teknologi seperti : pemasangan alat sensor otomatis, pemasangan alat pelindung mesin, dan pemasangan General dan Local Ventilation [58].
4. Pengendalian Administratif
Pengendalian Administratif adalah proses yang menerapkan praktik kerja, prosedur selamat, kebijakan, pelatihan/induksi, izin kerja. Seperti:
pemisahan lokasi, pergantian shift kerja, pembentukan sistem kerja, pelatihan karyawan [59].
5. Alat Pelindung Diri (APD)
Alat Pelindung Diri (APD) adalah proses mengenakan alat pelindung diri yang sesuai untuk melindungi pekerja. Alat pelindung diri dirancang untuk melindungi diri dari bahaya di lingkungan kerja, agar tetap selalu aman dan sehat [60]. Adapun langkah-langkah keselamatan APD antara lain : A. Selalu gunakan APD.
B. Bicarakanlah apabila peralatan pelindung pribadi yang digunakan tidak tepat untuk pekerjaan atau tidak nyaman atau tidak sesuai sebagaimana mestinya dengan mengatakan kepada rekan-rekan kerja atau supervisor.
C. Pastikan lingkungan kerja selalu terinformasi tentang sifat dari bahaya atau risiko yang mungkin dijumpai.
D. Perhatikan APD yang digunakan. Dengan tidak merusak atau merubah kemampuan APD menjadi berkurang kegunaannya. Karena, kondisi APD menentukan bagaimana manfaat perlindungan yang diberikannya
46
E. Lindungi keluarga jangan membawa kontaminasi bahaya dari tempat kerja ke keluarga atau teman-teman anda di rumah, tinggalkan APD di tempat kerja. Berbagai jenis APD yang tersedia diklasifikasikan berdasarkan anggota tubuh yang dilindungi yaitu : perlindungan terhadap kepala, wajah dan mata, telinga. Tangan dan lengan, tungkai kaki dan badan, kaki bagian bawah dan lain-lain.
2.9.2 Penelitian Terdahulu
Pada penelitian yang pernah dilakukan berada di aktivitas Drilling dan Blasting di PT.Telen Orbit Prima dalam proses produksi memiliki potensi bahaya yang sangat besar. Dengan metode HIRADC dapat menggambarkan potensi bahaya telah memenuhi proses dari HIRADC antara lain: identifikasi bahaya pada aktivitas Drilling yang sudah ditentukan rencana pengisian bahan peledak sedangkan Blasting sebagai kegiatan meledakkan lapisan tanah dengan operasi peledakan bertindak sebagai kontaktor dimana menyediakan bahan peledak keselamatan dan kesehatan kerja sangatlah utama untuk mencegah adanya risiko yang menyebabkan kematian. Penelitian ini secara deskriptif campuran menunjukkan adanya bahaya di lingkungan kerja dengan menerapkan HIRADC.
Terdapat bahaya dari Panjang dan Manuver Drilling dengan penilaian risiko Consequence : 3, Probability : 2. sehingga, nilai risknya yaitu 6 (Medium). Pada potensi bahaya ini menunjukkan adanya pengendalian eclaimingive dengan cara operator yang mengoperasikan harus benar-benar melalui dan lulus serta bersertifikasi Operational Training Development, terdapat potensi bahaya di Front Drilling dengan penilaian risiko Consequence 2 dan Probability : 3 sehingga, nilai risk nya : 6 ( medium) maka, pengendalian dapat dilakukan dengan rekayasa teknik dengan peralatan lokasi dengan menggunakan mesin Dozer, memastikan Front Driling mampu menahan beban dari mesin Driling dengan potensi jarak pandang terbatas penilaian risiko Consequence. Dapat disimpulkan menunjukkan enam (6) risiko yang ada di area terdapat pengendalian risiko dan masing-masing ada pengendalian risiko [61]