BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 1. Temuan Umum
HASIL PENELITIAN 5.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian
5.1.3 Tingkat Pendapatan Keluarga Tabel 5.18 Pekerjaan suami responden
Jawaban Responden Frequency Percent (%)
Tidak ada - -
Buruh 22 40.7
Wiraswasta 29 53.7
PNS 3 5.6
Total 54 100.0
Berdasarkan tabel 5.18 dapat dilihat bahwa tidak ada suami responden yang tidak bekerja, suami responden yang bekerja sebagai buruh berjumlah 22 orang atau 40.7%, bekerja sebagai wiraswasta berjumlah 29 orang atau 53.7%, bekerja sebagai PNS berjumlah 3 orang atau 5.6%. Maka dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah jumlah responden memiliki suami yang bekerja sebagai wiraswasta, kemudian diikuti dengan suami responden yang bekerja sebagai buruh. Pekerjaan yang dimiliki oleh suami responden dapat menjadi salah satu penyebab berpartisipasinya perempuan dalam usaha ekonomi mikro, hal ini dapat dilihat dari jumlah penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan yang dimiliki suami responden tidak sesuai dengan pengeluaran rumah tangga, semakin sedikit jumlah penghasilan suami maka semakin besar alasan perempuan untuk ikut berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan keluarga.
Tabel 5.19 Jumlah penghasilan suami responden perbulan
Jawaban Responden Frequency Percent (%)
>Rp. 10.000.000 - -
Rp. 5.000.000 – Rp. 10.000.000 1 1.9
Rp. 3.000.000 – Rp. 5.000.000 13 24.1
Rp. 1.000.000 – Rp. 3.000.000 38 70.4
<Rp. 1.000.000 2 3.7
Total 54 100.0
Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 16, Kuesioner 2018
Berdasarkan tabel 5.19 dapat diketahui bahwa tidak ada suami responden yang memiliki penghasilan lebih dari Rp. 10.000.000, responden yang menjawab penghasilan suami sebesar Rp. 5.000.000 – Rp. 10.000.000 berjumlah 1 orang taua 1.9%, menjawab penghasilan suami sebesar Rp. 3.000.000 – Rp. 5.000.000 berjumlah 13 orang atau 24.1%, menjawab penghasilan suami sebesar Rp.
penghasilan suami kurang dari Rp. 1.000.000 berjumlah 2 orang atau 3.7%. Maka dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah jumlah responden memiliki suami yang berpenghasilan sebesar Rp. 1.000.000 – Rp. 3.000.000.
Berdasarkan wawancara dengan responden, hampir semua responden mengatakan bahwa penghasilan yang diperoleh suami tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehingga responden juga harus ikut membantu pemenuhan kebutuhan rumah tangga dengan cara berpartisipasi dalam usaha ekonomi mikro. Adapun suami responden yang memiliki penghasilan Rp.
5.000.000 – Rp. 10.000.000 yaitu bekerja sebagai wiraswasta dan hanya berjumlah 1 orang atau 1.9%.
Tabel 5.20 Jumlah penghasilan responden dalam menjalankan usaha ekonomi mikro perbulan
Jawaban Responden Frequency Percent (%)
>Rp. 5.000.000 - -
Rp. 3.000.000 – Rp. 5.000.000 1 1.9
Rp. 2.000.000 – Rp. 3.000.000 3 5.6
Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 35 64.8
<Rp. 1.000.000 15 27.8
Total 54 100.0
Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 16, Kuesioner 2018
Berdasarkan tabel 5.20 dapat diketahui bahwa tidak ada responden yang memiliki penghasilan lebih dari Rp. 5.000.000 perbulan dalam menjalankan usaha ekonomi mikro miliknya, responden yang menjawab memiliki penghasilan sebesar Rp. 3.000.000 – Rp. 5.000.000 perbulan berjumlah 1 orang atau 1.9%, menjawab berpenghasilan Rp. 2.000.000 – Rp. 3.000.000 perbulan berjumlah 3 orang atau 5.6%, menjawab berpenghasilan Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000
dari Rp. 1.000.000 perbulan berjumlah 15 orang atau 27.8%. Maka dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah jumlah responden memiliki penghasilan sebesar Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 perbulan yang diperoleh dari usaha ekonomi mikro yang responden jalankan. Sebagian besar responden yang memiliki penghasilan Rp. 1.000.000 – Rp. 5.000.000 adalah responden yang memiliki usaha mikro kedai sampah, warung nasi, dan warung bakso. Sedangkan yang memiliki penghasilan <Rp. 1.000.000 adalah responden yang memiliki usaha jual gorengan, pembuat keripik, dan pembuat kerajinan tangan.
Tabel 5.21 Pekerjaan anak responden
Jawaban Responden Frequency Percent (%)
Belum Bekerja/Tidak Bekerja 27 50.0
Buruh 19 35.2
Wiraswasta 7 13.0
Pegawai Swasta 1 1.9
Total 54 100.0
Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 16, Kuesioner 2018
Berdasarkan tabel 5.21 dapat dilihat bahwa responden yang menjawab anak belum bekerja atau anak tidak bekerja berjumlah 27 orang atau 50.0%, menjawab anak bekerja sebagai buruh berjumlah 19 orang atau 35.2%, menjawab anak bekerja sebagai wiraswasta berjumlah 7 orang atau 13.0%, dan menjawab anak bekerja sebagai pegawai swasta berjumlah 1 orang atau 1.9%. Maka dapat diketahui bahwa setengah dari jumlah responden menjawab anak belum bekerja atau anak tidak bekerja, kemudian diikuti dengan anak bekerja sebagai buruh.
Tabel 5.22 Jumlah anggota keluarga yang bekerja
Jawaban Responden Frequency Percent (%)
1 orang - -
2 orang 27 50.0
3 orang 22 40.7
4 orang 5 9.3
>4 orang - -
Total 54 100.0
Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 16, Kuesioner 2018
Berdasarkan tabel 5.22 dapat diketahui bahwa tidak ada responden yang menjawab jumlah anggota keluarga yang bekerja sebanyak 1 orang dan lebih dari 4 orang, responden yang menjawab jumlah anggota keluarga bekerja sebanyak 2 orang berjumlah 27 orang atau 50.0%, menjawab jumlah anggota keluarga bekerja sebanyak 3 orang berjumlah 22 orang atau 40.7%, dan menjawab jumlah anggota keluarga bekerja sebanyak 4 orang berjumlah 5 orang atau 9.3%. Maka dapat disimpulkan bahwa setengah dari jumlah responden menjawab memiliki jumlah anggota keluarga bekerja sebanyak 2 orang, kemudian diikuti jumlah anggota keluarga bekerja sebanyak 3 orang. Dalam hal ini, semakin banyak jumlah anggota keluarga yang bekerja maka semakin mengingkat pula jumlah penghasilan keluarga dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Tabel 5.23 Ada atau tidaknya anggota keluarga lain yang tinggal bersama dengan responden dan ikut bekerja
Jawaban Responden Frequency Percent (%) Tidak ada anggota keluarga
lain 41 75.9
Ada anggota keluarga lain 13 24.1
Total 54 100.0
Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 16, Kuesioner 2018
Berdasarkan tabel 5.23 dapat dilihat bahwa responden yang menjawab tidak ada anggota keluarga lain yang tinggal bersama dan ikut bekerja berjumlah 41 orang atau 75.9% dan responden yang menjawab ada anggota keluarga lain yang tinggal bersama dan ikut bekerja berjumlah 13 orang atau 24.1%.
Berdasarkan wawancara dengan responden, banyak responden yang mengatakan bahwa adanya anggota keluarga lain yang tinggal bersama dan ikut bekerja sedikit membantu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga walaupun anggota keluarga lain tersebut juga menjadi tanggungan keluarga responden.
Tabel 5.24 Prestasi anak disekolah selama menjalankan usaha ekonomi mikro Jawaban Responden Frequency Percent (%)
Sangat Meningkat 1 1.9
Meningkat 27 50.0
Kurang meningkat/stabil 26 48.1
Tidak meningkat/cenderung
turun - -
Sangat tidak meningkat - -
Total 54 100.0
Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 16, Kuesioner 2018
Berdasarkan tabel 5.24 dapat dilihat bahwa responden yang menjawab prestasi anak sangat meningkat berjumlah 1 orang atau 1.9%, menjawab meningkat berjumlah 27 orang atau 50.0%, menjawab kurang meningkat/stabil berjumlah 26 orang atau 48.1%, dan tidak ada responden yang menjawab tidak meningkat/cenderung turun maupun sangat tidak meningkat. Maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menjawab prestasi anak disekolah meningkat dan sangat meningkat setelah menjalankan usaha ekonomi mikro. Hal ini menunjukkan bahwa berpartisipasinya responden dalam usaha ekonomi mikro memiliki pengaruh terhadap prestasi anak disekolah. Selain itu, keterhambatan
dalam pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yang telah diuraikan pada tabel sebelumnya juga berpengaruh terhadap prestasi anak misalnya, berkurangnya perhatian responden terhadap kebutuhan sekolah anak, perkembangan anak, dan lingkungan bermain anak.
Tabel 5.25 pernah atau tidaknya anak mengikuti kursus, les, atau pendidikan informal diluar sekolah selama menjalankan usaha ekonomi mikro
Jawaban Responden Frequency Percent (%)
Pernah dan masih berlangsung 38 70.4
Pernah tapi tidak lagi 6 11.1
Pernah sesekali 1 1.9
Tidak pernah sama sekali 9 16.7
Total 54 100.0
Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 16, Kuesioner 2018
Berdasarkan tabel 5.25 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab anak pernah dan masih berlangsung mengikuti kursus, les, ataupun pendidikan informal diluar sekolah berjumlah 38 orang atau 70.4%, menjawab pernah tapi tidak lagi berjumlah 6 orang atau 11.1%, menjawab pernah sesekali berjumlah 1 orang atau 1.9%, dan menjawab tidak pernah sama sekali berjumlah 9 orang atau 16.7%. Maka dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah jumlah responden menjawab anak pernah dan masih berlangsung mengikuti kursus, les, ataupun pendidikan informal diluar sekolah setelah responden menjalankan usaha ekonomi mikro.
Pernah atau tidaknya anak mengikuti kursus, les, atau pendidikan informal diluar sekolah juga sangat mempengaruhi prestasi anak. Pendidikan informal diluar sekolah dapat menjadi pendorong meningkatnya prestasi anak disekolah.
Tabel 5.26 Meningkat atau tidaknya fasilitas pendidikan anak responden selama menjalankan usaha ekonomi mikro
Jawaban Responden Frequency Percent (%)
Sangat meningkat dan terpenuhi 1 1.9
Meningkat dan terpenuhi 32 59.3
Kurang meningkat/stabil 20 37.0
Tidak meningkat 1 1.9
Sangat tidak meningkat dan tidak
terpenuhi - -
Total 54 100.0
Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 16, Kuesioner 2018
Berdasarkan tabel 5.26 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab fasilitas pendidikan anak sangat meningkat dan terpenuhi berjumlah 1 orang atau 1.9%, menjawab fasilitas pendidikan anak meningkat dan terpenuhi berjumlah 32 orang atau 59.3%, menjawab fasilitas pendidikan anak kurang meningkat/stabil berjumlah 20 orang atau 37.0%, menjawab fasilitas pendidikan anak tidak meningkat berjumlah 1 orang atau 1.9%, dan tidak ada responden yang mejawab fasilitas pendidikan anak sangat tidak meningkat dan tidak terpenuhi. Maka dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah jumlah responden menjawab fasilitas pendidikan anak meningkat dan terpenuhi.
Berdasarkan wawancara dengan responden, sebagian besar responden mengatakan bahwa berpartisipasinya responden dalam usaha ekonomi mikro memiliki pengaruh terhadap pendidikan anak, hal ini juga ditunjukkan dalam tabel-tabel sebelumnya. Dengan berpartisipasinya responden dalam usaha ekonomi mikro dapat meningkatkan penghasilan keluarga sehingga mampu meningkatkan fasilitas pendidikan anak dan berpengaruh terhadap prestasi pendidikan anak.
Tabel 5.27 Jumlah tanggungan keluarga
Jawaban Responden Frequency Percent (%)
1 orang - -
2 orang 7 13.0
3 orang 11 20.4
4 orang 17 31.5
>4 orang 19 35.2
Total 54 100.0
Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 16, Kuesioner 2018
Berdasarkan tabel 5.27 dapat diketahui bahwa tidak ada responden yang menjawab memiliki jumlah tanggungan keluarga sebanyak 1 orang, responden yang menjawab memiliki jumlah tanggungan keluarga sebanyak 2 orang berjumlah 7 orang atau 13.0%, menjawab memiliki jumlah tanggungan keluarga sebanyak 3 orang berjumlah 11 orang atau 20.4%, menjawab memiliki jumlah tanggungan keluarga sebanyak 4 orang berjumlah 17 orang atau 31.5%, dan menjawab memiliki jumlah tanggungan keluarga lebih dari 4 orang berjumlah 19 orang atau 35.2%. Maka dapat disimpulkan bahwa jawaban yang mendominasi adalah reponden yang memiliki jumlah tanggungan keluarga lebih dari 4 orang.
Dalam hal ini, semakin banyak jumlah tanggungan keluarga maka semakin meningkat pengeluaran rumah tangga, penghasilan yang tidak sesuai pengeluaran yang disebabkan oleh banyaknya jumlah tanggungan keluarga dan tidak sebanding dengan jumlah anggota keluarga yang bekerja dapat menjadi suatu alasan berpartispasinya perempuan dalam usaha ekonomi mikro agar dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Tabel 5.28 Jumlah anggota keluarga lain yang tinggal bersama dengan responden dan menjadi tanggungan keluarga responden
Jawaban Responden Frequency Percent (%)
1 orang 23 42.6
2 orang 18 33.3
3 orang 9 16.7
4 orang 4 7.4
Total 54 100.0
Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 16, Kuesioner 2018
Berdasarkan tabel 5.28 dapat diketahui bahwa responden yang menjawab memiliki jumlah anggota keluarga lain yang tinggal bersama dan menjadi tanggungan keluarga responden sebanyak 1 orang berjumlah 23 orang atau 42.6%, menjawab sebanyak 2 orang berjumlah 18 orang atau 33.3%, menjawab sebanyak 3 orang berjumlah 9 orang atau 16.7%, dan menjawab sebanyak 4 orang berjumlah 4 orang atau 7.4%. Maka dapat disimpulkan bahwa hampir setengah dari jumlah responden memiliki jumlah anggota keluarga lain yang tinggal bersama dan menjadi tanggungan keluarga responden sebanyak 1 orang.