PENGARUH PERTANIAN PADI BAGIKEHIDUPAN MASYARAKAT DESA SIBULAN-BULAN

4.2 Tingkat Pendidikan

Pendidikan merupakan sesuatu pembelajaran dan pengetahuan yang sangat penting, dalam kebiasaan sekolompok orang yang diturunkan dari satu generasi kegenarasi berikutnya, melalui pengajaran, pelatihan atau penelitian untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa. Pendidikan umumnya dibagi menjadi beberapa tahap seperti Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan kemudian Perguruan tinggi. Adapun tujuan pendidikan tidak lain hanya untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa terkhususnya masyarakat Desa Sibulan- bulan.Pendidikan ini menjadi penting bagi setiap bangsa, khususnya di Desa Sibulan-bulan seiring dibukanya lahan pertanian padi di daerah tersebut maka timbullah kesadaran masyarakat Desa Si bulan-bulan untuk menyekolahkan anak- anak mereka.

Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting untuk mensejahterakan kehidupan. Pendidikan dapat menjadikan masyarakat berpikir lebih maju dan mewujudkan masyarakat yang cerdas, masyarakat yang cerdas mempunyai pola pikir yang lebih maju, sehingga dapat memajukan tempat sekitarnya sendiri.Akan tetapi untuk mewujudkan hal tersebut harus dibarengi dengan adanya sekolah. Pembangunan sarana pendidikan akan meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya suatu pendidikan terhadap anak-anaknya.

59

Jumlah tingkat pendidikan pada penduduk Desa Sibulan-bulam tahun 1990 dapat dilihat berdasarkan tabel berikut:

Tabel 4.2

Tingkatpendidikan pada penduduk Desa Sibulan-bulan

No

Tingkat Pendidikan

Jumlah (Jiwa)

1 Belum Sekolah (anak usia dini) 55JIwa

2 Tidak sekolah 72 Jiwa

3 Tamat SD 102 Jiwa

4 Tamat SMP 60 Jiwa

5 Tamat SMA 49 Jiwa

6 Tamat Perguruan Tinggi 5 Jiwa

Jumlah 343 Jiwa

Sumber: Arsip Kepala Desa Sibulan-bulan.

Berdasarkan tabel diatas, tingkat pendidikan yang ada di desa Sibulan- bulan paling tinggi ialah tamat SD 102 Jiwa,kemudian yang kedua disusul tidak bersekolah 72 Jiwa, kemudian yang ketiga disusul belum sekolah (anak usia dini) 55 Jiwa, selanjutnya disusul tamat SMP 60 Jiwa dan tamat SMA 49 Jiwa dan

60

yang terahir tamat Perguruan Tinggi 5 Jiwa. Tingkat pendidikan yang ada di desa ini masihrendah, karena sebagian besar masih tamat SD, bahkan terdapat beberapa penduduk yang tidak tamat SD.Tingkat pendidikan yang belum bersekolah ialah anak-anak yang belum mencukupi umur untuk duduk dibangku sekolah. Walaupun tingkat pendidikan pada penduduk desa Sibulan-bulan masih dominan tamatan SD, akan tetapi penduduk yang tamat SMA sebanyak 49 Jiwa dan tamatan dari Perguruan Tinggi 5 Jiwa. Berarti tingkat pendidikan penduduk di desa Sibulan-bulan dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan penduduk sejak bertani padi sawah.

Pada tahun 1980 di Desa Sibulan-bulan sangat sulit untuk memperoleh pendidikan karena hanya ada beberapa sekolah di daerah tersebut seperti Sekolah Dasar hanya terdiri dari satu SekolahDasar Swasta Madrasah, dan untuk Sekolah Menengah Pertama hanya terdiri dari satu sekolah swasta yang disebut sekolah satu atapdanuntuk tingkat SMA belum ada hingga pada saat ini. Pada tahun 2000, sekolah mulai bertambah di Desa Sibulan-bulan dan dibangun sesuai dengan pentingnya suatu pendidikan dalam suatu Desa, diantaranya ialah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri 3.

Meskipun demikian tidak mengurangi semangat para orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka melanjutkan pendidikan selanjutnya dan banyak juga anak-anak mereka yang disekolahkan diluar daerah seperti tarutung, balige, Medan, dan lainnya. Pada awalnya para orang tua yang ada di Desa Sibulan-bulan berpikiran bahwa setelah selesai sekolah tingkat SMA, para orang tua mengharapkan anak-anak mereka langsung bekerja diperusahaan, ataupun

61

langsung bekerja di instansi swasta, tanpa melanjutkan pendidikan ke tingkat Perguruan tinggi lainnya yang siap menampung anak-anak mereka bekerja. Masyarakat Sibulan-bulan hanya berharap bahwa, bagi mereka yang ada didaerah Sibulan-bulan pendidikan bukanlah hal yang paling utama bagi mereka karena bagi mereka pendidikan tingkat SMA itu merupakan pendidikan yang sangat tinggi, kerena setelah tamat SMA prinsip mereka kalau tidak merantau dan bekerja ada yang langsung menikah.21

Masyarakat Desa Sibulan-bulan banyak orang tua yang terpaksa tidak menyekolahkan anaknya karena kekurangan biaya, mengingat biaya pendidikan sangat mahal. Pada saat masyarakat Desa Sibulan-bulan melakukan kegiatannya sebagai berkebun, memang belum ada yang menyekolahkan anaknya sampai tingkat SMA. Namun setelah melakukan pertanian padi timbullah kesadaran masyarakat Desa Sibulan-bulan, Adapun masyarakat yang berani menyekolahkan anaknya sampai tingkat perguruan tinggi itu harus rela menjual tanah mereka untuk biaya kuliah. Namun, ada juga beberapa masyarakat yang tidak rela melakukan hal tersebut, dikarenakan pemikiran serta kurangnya pemahaman tentang arti pentingnya pendidikan. Banyak masyarakat yang belum berani untuk menyekolahkan anaknya sampai tingkat SMA.

Masyarakat yang tinggal di Desa Sibulan-bulan memiliki kesadaran bahwa pendidikan itu sangat penting mamfaatnya dan ada juga beberapa masyarakat menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting, tetapi pemikiran-pemikiran tersebut dihilangkan secara perlahan-lahan, walaupun banyak masyarakat yang mengganggap bahwa pendidikan itu tidak penting dan hanya bisa menghabiskan

21

62

uang untuk membayar biaya sekolah, dan sebagian masyarakat Sibulan-bulan berprinsif setelah tamat tingkat SMA langgung bekerja diperusahaan atau intansi swasta lainnya.Upaya untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan, masyarakatberuhasa untuk membiayai sekolah anak-anaknya dengan cara bekerja keras dan semangat untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Pada tahun 2000, masyarakat berlomba-lomba untuk menyekolahkan anaknya dengan berbagai harapan agar nasib kehidupan anak mereka tidak lagi seperti nasib kehidupan para orang tua.Masyarakat beranggapan bahwa dengan pendidikan yang tinggi bisa lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, serta kehidupan mereka tidak lagi sebagai petani. Masyarakat juga mengharapkan kelak anak mereka tidak lagi menahan panasnya terik matahari dan dinginnya air hujan. Hal inilah yang membuat masyarakat Desa Sibulan-bulan berusaha keras untuk menyekolahkan anak-anak mereka dan mereka rela menguras tenaga serta pikiran supaya mereka bisa menyekolahkan anak-anak mereka sampai ke Perguruan tinggi.

4.3 Kesehatan

Kesehatan merupakan faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja. Demikian juga dengan faktor-faktor yang lain, secara statistik tidak berpengaruh terhadap permintaan pelayanan kesehatan di suatu Desa karena variasinya kecil. Usia dan penyakit cenderung meningkatkan pelayanan kesehatan. Gejala ini wajar karena semakin tua seseorang maka kondisi kesehatannya semakin menurun sehingga masyarakat cenderung lebih banyak melakukan akses terhadap pelayanan kesehatan. Demikian juga semakin banyak jenis penyakit yang diderita oleh masyarakat, akan meningkat pula akses

63

pelayanan kesehatan. Pembangunan di bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, merata, dan murah. Dengan tujuan tersebut dapat diharapkan akan tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang baik pada kelanjutannya memperoleh kehidupan yang sehat dan produktif.

Sebelum dibukanya pertanian padi di Desa Sibulan-bulan, masyarakat tidak terlalu mengenal akan pengobatan melalui rumah sakit, puskesmas, ataupun balai pengobatan lainnya. Sistem pengobatan yang ada pada saat itu masih bersifat tradisional, tingkat kepercayaan masyarakat desa terhadap petugas kesehatan masih rendah karena mereka masih percayadukun serta mengandalkan dukun beranak tersebut. Obat-obatan yang diambil dari tumbuh-tumbuhan dan dikumpulkankemudian dimasak sebagai sumber kesehatan. Masyarakat Desa Sibulan-bulan tidak terlalu memperhatikan kesehatan bagi diri mereka masing- masing. Hal ini mempengaruhi karena tingkat pendidikan pada saat itu masih rendah, sehingga dengan tingkat pendidikan tersebut masyarakat Sibulan-bulan belum terdorong bahwa faktor kesehatan adalah sangat penting.

Seiring dengan perkembangan pertanian padi di Desa Sibulan-bulan, banyak anak-anak masyarakat yang melanjutkan sekolah dan perkuliahan di berbagai perguruan tinggi dan ada juga di Akademi Kesehatan seperti, dokter, Bidan, Perawat, dan setelah selesai kuliah mereka pulang ke kampung halamannya dan memilih untuk membuka klinik dan praktek sendiri dan mulai didirikan balai-balai pengobatan yang bertujuan untuk melayani kesehatan masyarakat di Desa Sibulan-bulan.Adapun balai-balai pengobatan tersebut dalam bentuk Rumah-rumah penduduk dan beberapa tempat praktek bidan yang

64

seluruhnya bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang ada di Desa Sibulan-bulan.

Dalam suatu pencapaian anak-anak para petani yang telah memperoleh pendidikan, maka gerenasi muda atau anak-anak mampu memberikan ide-ide atau pemikiran-pemikiran yang membangun semangat masyarakat desa ini dalam aktivitas ekonomi yang berlangsung. Generasi muda yang memperoleh pendidikan dalam bidang kesehatan, dapat meningkatkanpartisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana terutama dalam bidang kesehatan.

Pada tahun 2000, masyarakat telah merasakan manfaat balai pengobatanyang sudah dibangun pada saat itu, mereka tidak lagi percaya akan hal pengobatan seperti dukun beranak dan dukun pengobatan tradisional lainnya. Hal ini disebabkan karena keberadaan anak-anak mereka yang sudah memperoleh pendidikan dalam bidang kesehatan sehingga telah mengajari orang tuanya sendiri maupun orang lain untuk menjaga kesehatan serta cara pengobatan dalam menangani orang yang sakit.22

Jika dibandingkan dengan desa lain di Kecamatan Purbatua, Desa Sibulan- bulan termasuk desa yang belum memiliki fasilitas lembaga kesehatan yang cukup. Di desa ini hanya terdapat balai pengobatanyang dibuat dirumah penduduk kerena pada saat itu belum ada pembangunan seperti gedung untuk pelayanan kesehatan. Belum ditemukan puskesmas di desa ini yang berperan menangani kasus-kasus penyakit seperti batuk, pilek, demam, dan lainnya. Hanya ada balai pengobatan danteradapat 1 bidan yang berperan untuk mengobati pasien. Pasilitas

22

65

kesehatan di balai pengobatan ini masih terbatas, balai pengobatan ini memiliki beberapa sarana berupa: alat timbangan, alat tensi, 1 kamar beserta tempat tidur untuk pasien, dan juga obat-obatan untuk kasus-kasus ringan. Untuk kasus yang lebih berat maka masyarakat di Desa Sibulan-bulan harus datang ke puskesmas indukatau Rumah Sakit yang berjarak 10 Kilimeter dari desa ini.

Pada balai pengobatan umunya memberikan pelayanan kesehatan terutama pengobatan dah penyuluhan kepada pasien agar tidak terjadi penularan dan komplikasi penyakit. Serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam bidang kesehatan. Dalam balai pengobatan hanya terdapat data mengenai data-data kesehatan yang meliputi obat, data penyakit yang diderita dan penduduk belum menggunakan jaminan asuransi kesehatan. Untuk penyakit yang sering dikeluhkan oleh masyarakat adalah lambung, infeksi saluran napas atas, nyeri sendi, Sebagian besar warga desa belum menggunakan asuransi untuk biaya kesehatan dan untuk program BPJS belumada di desa Sibulan-bulan.Akan tetapi setiap tahun terjadi peningkatan dan kemajuan dalam bidang kesehatan serta dengan berkembangnya jaman sehingga kewajiban yang diperoleh masyarakat dalam kehidupan yang sehat dan terjaga.

66

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen Dinamika Kehidupan Masyarakat Desa Sibulan-Bulan: Dari Karet Rakyat Ke Pertanian (1980-2000) (Halaman 39-47)