ASET
Aset lancar Perusahaan mengalami peningkatan sebesar 10% dari Rp166.021.034.988 pada tahun 2012 menjadi Rp183.290.996.468 pada tahun 2013. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya persediaan batu bara pada tanggal 31 Desember 2013 mengingat TRI telah melakukan uji coba penambangan.
Perusahaan juga berhasil meningkatkan aset jangka panjangnya sebesar 41% dari Rp314.158.259.825 pada tahun 2012 menjadi Rp443.359.335.162 pada tahun 2013. Peningkatan tersebut dikarenakan meningkatnya nilai investasi pada entitas asosiasi selama tahun 2013, penambahan aset tetap dan peningkatan biaya eksplorasi dan pengembangan ditangguhkan yang sebagian besar merupakan pengembangan tambang dan infrastuktur TRI.
Keterangan Keterangan 2012 2012 % % 2013 2013 Description Description Current Assets Non Current Assets
Total Assets
Current Liabilities Non-Current Liabilities
Total Liabilities
Aset Lancar Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Pendek Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas 183.290.996.468 443.359.335.162 626.650.331.630 38.943.695.521 123.478.702.898 162.422.398.419 166.021.034.988 314.158.259.825 480.179.294.813 32.560.588.031 1.605.092.317 34.165.680.348 10 41 31 20 7593 375 (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (In Rupiah) (In Rupiah) LIABILITAS
Liabilitas jangka pendek Perusahaan meningkat 20% dari Rp32.560.588.031 pada tahun 2012 menjadi Rp38.943.695.521 pada tahun 2013. Peningkatan ini juga diikuti dengan peningkatan liabilitas jangka panjang Perusahaan secara signifikan sebesar 7593% dari Rp1.605.092.317 pada tahun 2012 menjadi Rp123.478.702.898 pada tahun 2013. Naiknya liabilitas Perusahaan secara signifikan ini terutama disebabkan oleh adanya pinjaman dari PT Bank Permata Tbk untuk membiayai pembangunan proyek pengembangan tambang TRI.
ASSETS
The Company’s current asset increased by 10% from Rp166,021,034,988 in 2012 to Rp183,290,996,468 in 2013. This was mainly due to coal inventor y on 31 December 2013 considering TRI has commenced trial mining. The Company also managed to improve its long- term asset by 41% from Rp314,158,259,825 in 2012 to Rp443,359,335,162 in 2013. This increase was due to the increase in value of investments in associate during the year 2013, addition of fixed assets and increase in deferred exploration and development expenses which mostly mine development and TRI’s infrastructure.
LIABILITIES
The Company’s short-term liabilities increased by 20% from Rp32,560,588,031 in 2012 to Rp38,943,695,521 in 2013. This increase was also followed by significant increase in the Company’s long-term liabilities of 7593% from Rp1,605,092,317 in 2012 to Rp123,478,702,898 in 2013. The significant increase of Company’s liabilities was mainly due to loan drawdown from PT Bank Permata Tbk to finance the construction of TRI mine development project.
EKUITAS
Saldo ekuitas Perusahaan di tahun 2013 tercatat Rp464.227.933.211 naik 4% dibandingkan tahun 2012 yang tercatat sebesar Rp446.013.614.465. Kenaikan saldo ini merupakan laba komprehensif yang dihasilkan selama tahun 2013 setelah dikurangi dividen entitas anak untuk kepentingan non pengendali.
LABA RUGI KOMPREHENSIF
Jumlah pendapatan Perusahaan naik sebesar 46% dari Rp 24.003.523.342 pada tahun 2012 menjadi Rp35.158.685.024 pada tahun 2013. Kenaikan ini terutama dikarenakan meningkatnya laba bersih dari entitas asosiasi selama tahun 2013. Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban Perusahaan juga meningkat sebesar 82% dari Rp 8.128.612.278 selama tahun 2012 menjadi Rp 14.810.026.199 selama tahun 2013. Naiknya beban Perusahaan ini seiring dengan kenaikan pendapatan Perusahaan. Sebagai akibat dari peningkatan jumlah pendapatan tersebut, laba komprehensif Perusahaan mengalami peningkatan sebesar 35% dari
Rp 14.302.141.068 pada tahun 2012 menjadi Rp 19.337.808.450 pada tahun 2013.
Di tahun 2012, Perusahaan mengakui rugi bersih dari operasi yang dihentikan sebesar Rp817.742.136 yang merupakan rugi dari bisnis restoran dan hiburan. Dengan selesainya proses divestasi bisnis di tahun 2012, seluruh laba komprehensif tahun 2013 berasal dari laba dari bisnis pertambangan.
Keterangan 2013 2012 % Description
Equity
Ekuitas 464.227.933.211 4
(Dalam Rupiah) (In Rupiah)
Keterangan 2013 2012 % Description
Income Total Expenses Net Income for The Year from
Continuing Operations Net Loss from Discontinued Operations Net Income for the Year Other Comprehensive Income Comprehensive Income (Loss) Pendapatan
Jumlah Beban
Laba Bersih Tahun Berjalan dari Operasi yang Dilanjutkan
Rugi Bersih dari Operasi yang Dihentikan Laba Bersih Tahun Berjalan
Pendapatan Komprehensif Lain Laba Rugi Komprehensif
35.158.685.024 (14.810.026.199) 19.337.808.450 - 19.337.808.450 - 19.337.808.450 24.003.523.342 (8.128.612.278) 15.119.883.204 (817.742.136) 14.302.141.068 - 14.302.141.068 46 82 28 - 100 35 - 35
(Dalam Rupiah) (In Rupiah)
EQUITY
The balance of the Company’s equity in 2013 was recorded to be at Rp464,227,933,211 increased by 4% compared to the year 2012 which amounted of Rp446,013,614,465. This increase came from comprehensive income net of dividend to non-controlling interest, which was obtained over 2013.
COMPREHENSIVE INCOME
The Company’s total income rose by 46% from Rp 24,003,523,342 in 2012 to Rp35,158,685,024 in 2013. This increase was mainly due to the increase in net income of associate company for the year 2013. Along with the increase in revenue, the Company’s expenses also increased by 82% from Rp8,128,612,278 during the year 2012 to Rp14,810,026,199 during the year 2013. The increase in the Company’s expenses was inline with the increase of the Company’s income.
As the result of the increase in the amount of income, the Company’s comprehensive income increased by 35% from Rp14,302,141,068 in 2012 to Rp19,337,808,450 in 2013.
In 2012, the Company recognized a net loss of
Rp 817,742,136 from discontinued of the restaurant and entertainment business operations. By the completion of the business divestment in the year 2012, the entire comprehensive income in 2013 came from profits of the mining business.
ARUS KAS
Saldo kas dan setara kas Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2013 tercatat Rp167.525.579.616 naik sebesar Rp11.519.422.190 atau 7% dibandingkan saldo pada tanggal 31 Desember 2012 yaitu sebesar Rp156.006.157.426. Pergerakan arus kas ini mencerminkan aliran dana masuk dari aktivitas pendanaan sebesar Rp104.509.660.064, yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp31.031.317.175 dan aktivitas investasi sebesar Rp80.585.308.923.
• Arus Kas dari Kegiatan Operasi
Selama tahun 2013, arus kas yang digunakan oleh Perusahaan untuk aktivitas operasi adalah Rp31 miliar yang digunakan untuk pembayaran kepada pemasok, pembayaran gaji serta tunjangan kepada direksi dan karyawan, dan pembayaran beban bunga.
• Arus Kas dari Kegiatan Investasi
Perusahaan membukukan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp80,5 miliar selama tahun 2013. Arus kas ini terutama digunakan untuk pembelian aset tetap dan pembayaran biaya eksplorasi dan pengembangan ditangguhkan.
• Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan
Per 31 Desember 2013, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan mencapai Rp104,5 miliar, terutama dikarenakan adanya penerimaan dari pinjaman bank sebesar Rp111 miliar dikurangi dengan pembayaran dividen oleh entitas anak sebesar Rp1,1 miliar dan pembayaran jaminan reklamasi dan penutupan tambang sebesar Rp5 miliar.
CASH FLOW
The balance of cash and cash equivalents as at 31 December 2013 was recorded to be at
Rp167,525,579,616 increased by Rp11,519,422,190 or 7% compared to the balance as at 31 December 2012 which amounted to Rp156,006,157,426. The movement of cash flow reflects cash inflow from financing activities amounted to Rp104,509,660,064, cash out flow
operating activities amounted to Rp31,031,317,175 and investing activities amounted to Rp80,585,308,923. .
Cash Flows from Operating Activities •
During the year 2013, cash flows used by the Company in operating activities amounted to Rp31 billion, which was used for payments to suppliers, payments of salar y and benefits to directors and employees, and payment of interest expense.
Cash Flows from Investing Activities •
The Company recorded net cash flows used in investing activities amounted to Rp80.5 billion for the year 2013. This cash flow is mainly used for purchase of fixed assets and payment of deferred exploration and development expenses.
Cash Flows from Financing Activities •
As of 31 December 2013, net cash flow provided by financing activities reached Rp104.5 billion, primarily due to proceeds from bank loan amounted to Rp111 billion deducted with payment of dividends by subsidiaries amounted to Rp1.1 billion and payment of reclamation and mine closure guarantee amounted to Rp5 billion.
Keterangan 2013 2012 % Description
Cash Flow from Operating Activities Cash Flow from Investing Activities Cash Flow from Financing Activities
Net Increase (Decrease) in Cash and Cash Equivalent
Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus Kas dari Aktivitas Investasi Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas
(31.031.317.175) (80.585.308.923) 104.509.660.064 (7.106.966.034) (7.039.429.482) (103.461.246.036) 260.221.101.410 149.720.425.892 341 - 22 - 60 -105
(Dalam Rupiah) (In Rupiah)
KEMAMPUAN MEMBAYAR HUTANG
Per 31 Desember 2013, jumlah kas dan setara kas Perusahaan melebihi jumlah liabilitas Perusahaan. Oleh karena itu, risiko likuiditas yang dimiliki Perusahaan cenderung minimal. Hal ini sejalan dengan kemampuan membayar hutang yang ditunjukkan melalui Debt to Equity Ratio sebesar 35% pada tahun 2013. Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan, fasilitas bank dan fasilitas simpan pinjam dengan terus menerus memonitor perkiraan dan arus kas aktual serta mencocokkan profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
SOLVENCY
As of 31 December 2013, total cash and cash equivalents exceeded the amount of the Company’s liabilities. Therefore, the Company’s liquidity risk tends to be minimal. This is consistent with the Company’s solvency that shown by Debt to Equity Ratio is 35% in 2013. The Company manages the liquidity risk by maintaining adequate savings, bank facilities, savings and loan facilities by continuously monitoring the forecast actual cash flows and matching the maturity profiles of financial assets and liabilities.
KOLEKTIBILITAS PIUTANG
Pada akhir tahun 2013, Perusahaan belum memiliki saldo piutang usaha. Saldo piutang lain-lain yang dicatat oleh Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2013 berasal dari piutang bunga atas nilai deposito berjangka kepada Bank dan piutang kepada Putt-putt South East Asia Ltd, entitas anak yang telah dijual pada tahun 2012. Berdasarkan hasil penelaahan dari masing-masing akun piutang lain-lain pada akhir tahun, Perusahaan telah membukukan cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang kepada Putt - putt South East Asia Ltd. Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai cadangan kerugian penurunan nilai ini telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang.
PROFITABILITAS
Profitabilitas usaha atau marjin operasi yang dihitung dari laba usaha dibagi dengan penjualan bersih mencapai 9,01% di tahun 2013 dibandingkan dengan 6,61% untuk tahun 2012. Hal ini disebabkan oleh laju peningkatan penjualan bersih yang melebihi tingkat kenaikan biaya. STRUKTUR MODAL
Modal dasar saham Perusahaan tidak mengalami perubahan selama tahun 2013 ini. Meningkatnya total ekuitas dikarenakan laba komprehensif yang diperoleh Perusahaan selama tahun 2013. Struktur modal per tanggal 31 Desember 2013 menunjukkan rasio total kewajiban terhadap ekuitas sebesar 35% atau meningkat dibandingkan tahun 2012 sebesar 8% karena diperolehnya pinjaman dari PT Bank Permata Tbk untuk mendanai pembangunan proyek pengembangan tambang TRI.
Manajemen Perusahaan mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa Perusahaan akan mampu untuk melanjutkan kelangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan juga secara berkala melakukan review performa keuangan Perusahaan dengan mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan. Keterangan 2013 2012 % Description Current Liabilities Non-Current Liabilities Total Liabilities Total Equity Debt to Equity Ratio Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas
38.943.695.521 123.478.702.898 162.422.398.419 464.227.933.211 35 32.560.588.031 1.605.092.317 34.165.680.348 446.013.614.465 8 20 7593 375 4 337.5
(Dalam Rupiah) (In Rupiah)
COLLECTIBILITY
At the end of 2013, the Company has not had account receivables balance. Balance of other receivables recorded by the Company on 31 December 2013 is derived from interest receivables on time deposits to Bank and receivables to Putt-putt South East Asia Ltd., a subsidiar y which was sold in 2012. Based on review of the status of the individual receivable accounts at the end of the year, the Company has recorded provision for impairment losses on receivables to Putt-putt South East Asia Ltd. The Company believes that the allowance for impairment losses is adequate to cover possible losses on uncollectible receivables. PROFITABILITY O p e r a t i n g p r o f i t a b i l i t y i s m e a s u r e d f r o m d i v i d i n g t h e o p e r a t i n g i n c o m e w i t h s a l e s . I n 2 0 1 3 , o p e r a t i n g m a r g i n r e a c h e d t o 9 . 0 1 % c o m p a r e d t o 6 . 6 1 % i n 2 0 1 2 . T h i s i s i n l i n e w i t h t h e i n c r e a s e i n s a l e s s u r p a s s i n g w i t h h i g h e r c o s t . CAPITAL STRUCTURE
The Company’s authorized capital stock did not have any changes during the year 2013. Increase in total equity was due to the Company’s comprehensive income for the year 2013. The capital structure as of 31 December 2013 showed the ratio of total liabilities to equity of 35% or increased by 8% due to loan drawdown from PT Bank Permata Tbk for funding TRI mine development project.
The Company’s management manages the capital risk to ensure that the Company will be able to continue as a going concern, in addition to maximize the profits of shareholders through the optimization of the balance of debt and equity. The Board of Commissioners and Board of Directors of the Company are also regularly conducts reviews on the Company’s financial performance by considering the cost of capital and associated risks.
INFORMASI MATERIAL
Pada tanggal 8 Maret 2013, TRI dan PT Bank Permata Tbk menandatangani perjanjian pemberian fasilitas perbankan (fasilitas khusus) sesuai dengan akta No. 35 dari Susanna Tanu, SH, notaris di Jakarta, dengan fasilitas sampai dengan USD35.050.000. Pinjaman ini digunakan untuk membiayai pembangunan proyek pengembangan tambang TRI dengan salah satu jaminan yang diberikan adalah jaminan garansi Perusahaan secara proporsional sesuai jumlah kepemilikan efektif Perusahaan pada TRI. Per tanggal 31 Desember 2013, jumlah fasilitas perbankan yang telah digunakan oleh TRI adalah sebesar USD10.828.638.
Sepanjang tahun 2013, tidak ada kegiatan akuisisi dan divestasi yang dilakukan oleh Perusahaan. Perusahaan tidak memiliki ikatan yang material terkait investasi barang modal.
INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL YANG TERJADI SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN
Laporan akuntan atas laporan keuangan konsolidasian Perusahaan untuk tahun buku 2013 diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2014. Tidak ada informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan tersebut.
PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS
Perusahaan resmi menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dengan jumlah penerimaan bersih sebesar Rp404,3 miliar. Rencana penggunaan dana hasil PUT I tersebut adalah untuk akuisisi 2 (dua) entitas anak yaitu PT Naga Mas Makmur Jaya dan PT Rajawali Resources serta untuk belanja modal dan modal kerja. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2013, Perusahaan telah menggunakan dana hasil PUT I sejumlah Rp324,5 miliar atau setara dengan 80% dari total jumlah dana yang didapatkan. Sedangkan sisa dana PUT I sejumlah Rp79.8 miliar masih belum digunakan hingga 31 Desember 2013.
Keterangan Penggunaan Dana Realisasi Realization Rencana Plan Description Fund Realization Public Offering Emission Cost Net Offering Result
NMJ Acquisition RR Acquisition Capital Expenditure Working Capital Total Hasil Penawaran Umum
Biaya Penawaran Hasil Penawaran Bersih
Akuisisi NMJ Akuisisi RR Belanja Modal Modal Kerja Jumlah 410.000 5.500 404.500 146.000 137.000 115.000 6.500 404.500 410.000 5.676 404.324 146.000 137.000 38.000 3.500 324.500
(Dalam Jutaan Rupiah) (In Million Rupiah)
Penggunaan Dana
Use of Funds
MATERIAL INFORMATION
On 8 March 2013, TRI and PT Bank Permata Tbk signed an agreement for banking facilities (special provisions) in accordance with the deed No.35 of Susanna Tanu, SH, notar y in Jakarta, with the facility up to USD35,050,000. This loan is used to finance the construction of TRI mine development project with one of the security for the facility is a guarantee and indemnity from the Company in proportion to the Company’s effective ownership in TRI. As of 31 December 2013, total bank facilities have been used by TRI amounted to USD10,828,638.
Throughout the year 2013, no acquisition and divestment activities undertaken by the Company. The Company has no material commitment for capital expenditure.
MATERIAL INFORMATION OR FACTS SUBSEQUENT TO THE ACCOUNTANTS’ REPORT DATE
Accountants’ report of the Company’s consolidated financial statements for the fiscal year 2013 issued on 27 March 2014. There is no material information or facts occurring after the date of the accountants’ report.
USE OF LIMITED PUBLIC OFFERING PROCEEDS
The Company has formally completed the Limited Public Offering I (PUT I) with the amount of net income up to Rp404.3 billion. The Company used the fund from PUT I to acquire 2 (two) subsidiaries, PT Naga Mas Makmur Jaya and PT Rajawali Resources and for capital expenditure and working capital.
As of 31 December 2013, the Company has used the funds from the Limited Public Offering I (PUT I) in amount of Rp324.5 billion or equivalent to 80% of the proceeds. While the rest of the funds in amount of Rp79.8 billion and remain unsued until 31 December 2013.
Dalam operasionalnya, Perusahaan melalui dua entitas anaknya yaitu PT Internasioal Prima Coal (IPC) dan PT Triaryani (TRI) memproduksi batu bara dengan karakteristik sub bituminous yang memiliki kandungan sulfur dan abu yang relatif rendah. Permintaan akan batu bara jenis ini cukup tinggi baik di pasar domestik maupun internasional khususnya di wilayah Asia. Hal ini dikarenakan batu bara jenis ini banyak digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.
Dengan melihat potensi ini, Perusahaan menerapkan kebijakan strategis dalam memasarkan produk agar tepat sasaran serta memiliki daya saing ditengah persaingan global dan lesunya pasar batu bara. Beberapa langkah strategis pemasaran, diantaranya: • IPC terus menerus menyempurnakan sisi operasional,
dimana IPC dapat mengirimkan batu bara sesuai dengan kualitas yang diperjanjikan serta ketepatan waktu pengiriman, sehingga mengurangi risiko demurage pada sisi pembeli. Hal ini menjadi salah satu selling point bagi IPC untuk menarik pembeli.
• IPC terus melakukan metode pencampuran (blending), dimana batu bara produksi IPC dicampur dengan batu bara yang dibeli dari sumber luar dari sekitar Samarinda yang memiliki kalori tinggi namun kandungan sulfurnya juga tinggi. Metode tersebut digunakan untuk
mengoptimalkan karakteristik batu bara hasil blending mengingat batu bara IPC memiliki kandungan sulfur yang sangat rendah (<0,3%), sehingga batu bara blending ini dapat dijual dengan spesifikasi kalori 4.800 kkal/kg (GAR). Upaya blending ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan nilai jual batu bara produksi sendiri serta profitabilitasnya.
• TRI semakin siap untuk melakukan produksi secara komersial serta mengembangkan rencana
ASPEK PEMASARAN
Karakteristik Batu Bara
Coal Characteristics
PT Internasional Prima Coal PT Triaryani
Nilai Kalori Kandungan Abu Kandungan Sulfur Calorific Values Ash Contents Sulphur Contents 4.400 - 5.300 Kkal/Kg (GAR) 6,00% - 8,00% 0,10% - 1,50% 4.463 - 5.471 Kkal/Kg (ADB) 5,52% - 5,97% 0,16% - 0,33%
In its operation, the Company through its two
subsidiaries, namely PT Internasional Prima Coal (IPC) and PT Triar yani (TRI) produces coal with sub-bituminous characteristics, which relatively has low content on sulphur and ash. The demand for this type of coal is quite high in both domestic and international markets, especially in Asia. It is because this type of coal is widely used for power generator.
By looking at this potential, the Company adopted strategic policy for marketing products to get the right target also has a competitiveness in the global competition and slowdown of the coal market. Some marketing strategics are:
• IPC continuously develops its operation, where IPC can deliver its products in accordance to agreed quality on timely manner, in order to reduce buyers’s demurage risk. This has become IPC’s selling point to attract customers.
• IPC continuously doing a blending method, by mixing their own coal product with coal puchased from external source from around Samarinda with high calorific and also higher sulphur content. This method is used to optimize the characteristic of blending coal, considering IPC coal has a ver y low sulphur (<0.3%) so that the blended coal can be sold at 4,800 kcal/kg (GAR). This blending effort is also intended to increase the value of its own coal production and profitability.
• TRI is getting ready to do its commercial production as well as developing its marketing plan in early 2014,