BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Penelitian Relevan
Terdapat penelitian yang terkait untuk dijadikan sebagai rujukan atau referensi. Berikut ini adalah beberapa hasil penelitian terdahulu.
Penelitian berikutnya dilakukan oleh Reknaningtyas “Prediksi Financial Distress Dan Pengaruhnya Terhadap Harga Saham Melalui Struktur Modal (Studi Pada Perusahaan Non-Keuangan Di Bei Periode 2011 – 2016)”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress yang diprediksi menggunakan model Altman berpengaruh terhadap struktur modal, sedangkan model Springate tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Selain itu, hasil regresi juga menunjukkan struktur modal tidak berpengaruh terhadap harga saham. Prediksi financial distress, baik yang menggunakan model Altman maupun model Springate, menunjukkan hasil yang sama, yaitu tidak berpengaruh terhadap harga saham secara langsung dan tidak langsung. Hasil tersebut ditunjukkan oleh signifikansi setiap variabel dalam analisis jalur dan juga uji sobel untuk pengaruh mediasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa informasi financial distress tidak mendasari setiap keputusan yang diambil oleh pihak yang berkepentingan.11
Perbedaan dari penelitian yaitu dalam prediksi financial distress menggunakan 2 model yaitu model altman dan model springate dalam melakukan prediksi dan variabelnya terhadap harga saham melalui struktur modal sedangkan penelitian ini hanya menggunakan model Altman dalam menentukan financial distress dan variabel arus kas dan laba bersih yang dimana hasilnya menunjukkan bahwa laba bersih dan arus kas operasi berpengaruh baik secara parsial maupun
11 Reknaningtyas, “Prediksi Financial Distress Dan Pengaruhnya Terhadap Harga Saham Melalui Struktur Modal (Studi Pada Perusahaan Non-Keuangan Di Bei Periode 2011 – 2016)”, (skripsi sarjana, jurusan manajemen), Semarang, 2017.
simultan terhadap financial distress dan laba bersih berpengaruh dominan.
Penelitian yang dilakukan oleh Dini Mardiani dengan judul skripsi “Analisis Rasio Arus Kas Dalam Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Telekomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2017-2020”. Hasil penelitian ini terdapat kinerja keuangan pada 6 perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020 yaitu mengalami penurunan kinerja keuangan.
Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah kewajiban setiap tahunnya sedangkan jumlah arus kas operasi dan laba setiap tahunnya tidak dapat menutupi jumlah kewajiban tersebut.12 Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang saya lakukan yaitu terdapat pada fokus penelitian. Dimana skripsi ini berfokus pada rasio arus kas dalam menilai kinerja keuangan, sedangkan penilitian yang akan dilakukan berfokus pada laba dan arus kas operasi terhadap prediksi financial distress yang dimana hasilnya menunjukkan bahwa laba bersih dan arus kas operasi berpengaruh baik secara parsial maupun simultan terhadap financial distress dan laba bersih berpengaruh dominan.
Agustina Berliana Tampubolon, “Analisis Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance, Profitabilitas Dan Leverage Terhadap Kemungkinan Terjadinya Financial Distress Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)”. Pengaruh penerapan Good Corporate Governance yang meliputi kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan direksi, ukuran dewan komisaris, ukuran komite audit, profitabilitas dan leverage terhadap kemungkinan terjadinya financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 18 perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan menggunakan purposive sampling dengan kriteria tertentu.
12 Dini Mardiani, ‘Analisis Rasio Arus Kas Dalam Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Telekomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2017-2020’, (skripsi sarjana;
fakultas ekonomi, Palembang, 2021)
11
Metode analisis dari penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya financial distress, (2) kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya financial distress, (3) ukuran dewan direksi berpengaruh negatif terhadap kemungkinan terjadinya financial distress, (4) ukuran dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya financial distress, (5) ukuran komite audit tidak berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya financial distress, (6) profitabilitas tidak berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya financial distress, (7) leverage tidak berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya financial distress.13 Perbedaan pada penelitian yaitu analisis penerapannya pada Good Corporate Governance yang meliputi kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan direksi, ukuran dewan komisaris, ukuran komite audit, profitabilitas dan leverage sedangkan penelitian ini mengacu pada arus kas dan laba bersih yang dimana hasilnya menunjukkan bahwa laba bersih dan arus kas operasi berpengaruh baik secara parsial maupun simultan terhadap financial distress dan laba bersih berpengaruh dominan.
Penelitian yang dilakukan oleh Andri Novitasari “Analisis Prediksi Kebangkrutan Dengan Menggunakan Metode Altman Z-Score Pada Perusahaan Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2019”. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dalam menganalisis data berdasarkan metode Altman Z-Score. Teknik pengumpuan data yang digunakan dalam adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan perusahaan tahun 2014-2019. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2014 10% perusahaan mengalami prediksi kebangkrutan dengan nilai dibawah 1,20, 40% berada di zona grey area dan
13 Agustina Berliana Tampubolon, “Analisis Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance, Profitabilitas Dan Leverage Terhadap Kemungkinan Terjadinya Financial Distress Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia(BEI)”, (skripsi sarjana; program studi akuntasi ekstensi), medan, 2017
50% berada di zona Aman. Tahun 2015 mengalami penurunan yang berada di zona berbahaya menjadi 0% atau tidak ada perusahaan, 60 % yang berada dizona grey area dan 40 % berada di zona Aman. Tahun 2016 mengalami peningkatan berada di zona berbahaya sebesar 10%, 40 % berada di zona grey area dan 50 % berada dizona Aman. Tahun 2017 10% berada di zona berbahaya, 60 % berada dizona grey area dan 30% berada di zona Aman. Tahun 2018 mengalami peningkatan di zona berbahaya yaitu 20 %, 50 % berada di zona grey area dan 30 % berada di zona Aman. Tahun 2019 yang berada di zona berbahaya mengalami peningkatan yaitu 30
%, berada di zona grey area 40 % dan 30 % berada di zona Aman. Meningkatnya potensi kebangkrutan disebabkan menurunnya pendapatan perusahaan, tingkat hutang yang semakin tinggi serta modal kerja yang dihasilkan tidak stabil setiap tahunnya.14 Perbedaan dari penelitian terdapat pada variabel penelitian yang ditelitih, dimana penelitian Andri Novitasari meneliti rasio-rasio keuangan dan objek penelitiannya pada perusahaan farmasi di BEI, sedangkan pada penelitian ini berfokus pada laba dan arus kas terhadap financial distress yang dimana hasilnya menunjukkan bahwa laba bersih dan arus kas operasi berpengaruh baik secara parsial maupun simultan terhadap financial distress dan laba bersih berpengaruh dominan, objek penelitiannya pada perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di ISSI.