GAMBARAN UMUM

1.5 Tinjauan Pustaka

khususnya tentang Peran Yayasan Sada Ahmo dalam Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Dairi.

2. Menambah literatur keperpustakaan yang dapat dimanfaatkan bagi peningkatan ilmu pendidikan , khususnya ilmu sejarah dalam penelitian sejarah.

3. Menambah referensi yang berkaitan dengan sejarah berdirinya Yayasan Sada Ahmo (YSA) di Kabupaten Dairi.

1.5 Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka dimaksudkan untuk mendapatkan buku-buku ataupun dokumen dan sebagainya yang paling relevan dengan objek penelitian sebagai sumber informasi ataupun sebagai acaun dan perbandingan dalam permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini.

Adapun buku yang dijadikan sebagai acuan tentang penelitian dan penulisan tentang Peran Yayasan Sada Ahmo dalam pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Dairi ,yaitu :

J. Anto dalam “15 tahun Perkumpulan Sada Ahmo( PESADA) Ketulusan dan Kesederhanaan”. Buku ini menjelaskan tentang sejarah awal dimana Yayasan Sada Ahmo itu dibentuk mulai tahun didirikannya sampai sekarang. Buku ini membantu penulis untuk mengetahui bagaimana sejarah Perkumpulan Sada Ahmo secara singkat. Kemudian buku ini juga sangat membantu penulis untuk mengetahui banyak kisah-kisah pendiri Perkumpulan Sada Ahmo ketika mereka terjun kelapangan untuk

20

membantu masyarakat dalam memberikan kesadaran betapa pentingnya Yayasan Sada Ahmo ini ditengah hegemoni dan dominasi hampir dalam segala bidang dari suku non-Pakpak. Dalam buku ini terdapat beberapa respon yang berasal dari berbagai pihak yang memberikan komentarnya terhadap kisah-kisah dari kegiatan Yayasan Sada Ahmo dengan kerja keras yang dilakukan ketika terjun kelapangan yang secara langsung dilakukan oleh para pendiri Yayasan Sada Ahmo itu sendiri.

Erlina Ch. D. Pardede dalam “ Menelusuri Bentuk-bentuk Kekerasan Terhadap

Perempuan di Masyarakat Adat’’. Buku ini menjelaskan tentang wilayah hunian suku

pakpak dan mengenali bagaimana bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dan korban KDRT. Dalam buku ini juga membahas bagaimana kekerasan bisa terjadi karena ketidakadilan gender dan juga campur tangan adat terhadap perempuan sehingga sangat menghalangi perempuan untuk berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat sampai kelingkungan keluarga. Sehingga tidak membelakangkan posisi perempuan dalam berpedapat dalam berbagai bidang di masyarakat. Kajian Erlina dalam bukunya banyak mejelaskan tentang kendala perempuan yang sehingga sulit untuk memberikan partisipasi dalam linggkungan sosial sehingga dalam buku ini membantu perempuan untuk memberikan semangat terhadap perempuan dalam memberikan keberanian untuk memberikan partisipasi mereka dalam linggkungan sosial. Kajian Erlina dalam buku ini juga memberikan beberapa penyelesaian dalam mengatasi berbagai bentuk-bentuk kekerasan yang dialami oleh perempuan sehingga perempuan tidak perlu takut lagi dalam menyelesaikan masalah didalam lingkungan masyarakat adat.

21

Astanaria Ginting dalam “ Pesada Menulis di Usia 20 Tahun”. buku ini menjelaskan tentang pengalaman-pengalaman Yayasan Sada Ahmo mulai dari didirikannya hingga sampai ke umur yang ke 20 tahun perjalanan Yayasan Sada Ahmo (PESADA) di Kabupaten Dairi. Dalam buku ini juga sangat jelas dipaparkan bagaimana program-program yang dilakukan Yayasan Sada Ahmo dalam mengembangkan masyarakat dalam segi pendidikan dan segi ekonomi sebagai bukti penguatan masyarakat marjinal, anak, khususya penguatan perempuan. Kajian Astanaria Ginting dalam bukunya secara berurutan dijelaskan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Sada Ahmo untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Pakpak di tengah hegemoni dan dominasi hampir dalam segala bidang dari suku non-Pakpak. Buku ini juga tidak terlepas dari tulisan para personil Yayasan Sada Ahmo yang memberikan gambaran lebih jelas bagaimana YSA merealisasikan visi dan misinya lewat program-program yang telah direncanakan. Seperti pendidikan anak TBAA, Program CU dan lain sebagainya. Untuk melihat perkembangan dampak program kerja Yayasan Sada Ahmo terhadap dampingannya buku ini juga sangat banyak memaparkan pengalaman-pengalaman para kader di wilayah dampingan.

Flores Tanjung dkk dalam “ Dairi Dalam Kilatan Sejarah”. Buku ini menjelaskan tentang bagaimana gambaran sejarah kabupaten Dairi dalam berbagai aspek kehidupan secara kronologis. Memaparkan sejarah bidang ekonomi, sosial, demografi, politik, pendidikan dimulai dari afik tradisional dan penjajahan sampai kepada awal kemerdekaan. Kajian flores Tanjung menjadi pendoman terhadap generasi penerus banggsa termasuk penulis dalam membangun Kabupaten Dairi

22

Muhammad Budairi dalam“ Masyarakat Sipil dan Demokrasi” yang berisi tentang perjungan LSM. Buku ini menjelaskan tentang bagaimana manfaat LSM di Indonesia dalam mencapai Masyarakat yang Sejahtera. Buku ini juga sangat banyak berisi tentang hal-hal yang berhubungan dengan masyarakat, dan menjadi pedoman pada masyarakat untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan LSM untuk mewujudkan terciptanya masyarakat yang berbasis demokrasi. Kajian Muhammad Budiari tidak terlepas dari sejarah yang dialami oleh bangsa Indonesia yang banyak memberikan peranannya dalam mendukung masyarakat yang banyak mengalami ketipangan dilingungan sosial. Sehingga dalam buku ini kajiannya lebih kepada pergerakan LSM yang muncul dalam masyakat yang pada ahirnya perkembangan LSM terjadi di Indonesia.

Wahyudhi dan Dina Lumban Tobing dalam“ Peolotik”. Buku ini menjelaskan tentang pendidikan politik terhadap perempuan dan partisipasi politik perempuan di Kabupaten Dairi. Buku ini juga banyak memaparkan tentang partisipasi perempuan di tengah-tengah masyarakat setelah memahami pendidikan dan melawan ketidakadilan gender. Pandangan perempuan pedesaan masyarakat Pakpak dan perempuan di akar rumput Kabupaten Dairi terhadap politik. Buku ini banyak mengkaji tentang pandangan perempuan dan memberikan komentar, menilai dan memberikan pendapat tentang politik secara lugas. Kajian dalam buku ini telah menjelaskan perempuan pedesaan terhadap pandangan terhadap politik, jadi buku ini berperan penting terhadap penulis untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang perempuan pedesaan menyangkut kemampuan dan tangapan mereka sehingga konstribusi mereka terhadap politik tidak

23

lagi sebatas lingkungan keluarga saja. Akan tetapi perempuan pedesaan ikut merasakan apa yang diartikan politik dalam masyarakat umum.

Dina Lumban Tobing dan J. Anto dalam“ Labirin Politik”. Buku ini

menjelaskan tentang perjuangan perempuan untuk memiliki kuota terutama

amandemen ke tiga UUD ‟45 yang telah melahirkan intuisi baru bernama DPD . Buku

ini juga menyangkut bagaimana campur tangan perempuan dalam bidang politik di Kabupaten Dairi. Dalam buku ini telah dicantumkan bebera perempuan yang sudah mampu memberikan partisipasi politik dilingkungan masyarakat. Dalam lingkungan masyarakat adat salah satunya Kabupaten Dairi beberapa perempuan pedesaan memberikan pandangan dan menunjukkan keberhasilan dalam memberikan penilain tentang politik.

Wahyudhi, Dina Lumban Tobing dan Lister Berutu dalam“Etnis Pakpak

Dalam Fenomena Pemekaran Wilayah”. Buku ini menjelaskan tentang fenomena

pemekaran wilayah dan membahas mengenai partisipasi politik perempuan dalam Masyarakat adat juga mejelaskan Pakpak dan Pemekaran Kabupaten Dairi. Dalam buku ini sangat jelas dipaparkan bagaimana masyarakat Pakpak dalam menanggapi pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat yang merupakan wilayah Kabupaten Dairi termasuk dari berbagai golongan yang berpartisipasi atas menanggapi penomena pemekaran yang terjadi. Dalam buku ini banyak ada penjelasan tentang masyarakat Pakpak dan pemekaran Kabupaten Dairi, pembahasan Linter Berutu, Dina Lumbantobing dan Wahyudhi membuat keterangan tentang pemekaran yang terjadi sehingg muncul Kabupaten Pakpak Bharat. Sehingga dalam penjelasan ini pemekaran terjadi diketahui berdasarkan kepentingan bersama. Dalam proses pemekaran yang

24

dijelaskan mengaitkan perempuan dalam memberikan pendapat sehingga kepentingan ini murni menjadi kepentingan bersama. Dalam buku ini juga banyak dikaji mengenai konsep pemekaran dan sudut pandang rencana pemekaran. Sehingga dapat membantu penulis untuk mengetahui campur tangan perempuan dalam penomena pemekaran Kabupaten Pakpak bharat yang dimekarkan dari Kabupaten Dairi.

Dalam dokumen Peran Yayasan Sada Ahmo Dalam Pemberdayaan Masyarakat Di Kabupaten Dairi (1990 – 2004 ) (Halaman 90-95)