• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

Dalam dokumen PROPOSAL PENELITIAN DOSEN PEMULA (Halaman 7-12)

2.1. Peran Media Daring Non-Akademik dalam Perkuliahan Online

Sosial media seperti Facebook, YouTube dan sejenisnya memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk memperoleh masukan secara cepat, dan memungkinkan mereka untuk dapat belajar dengan berbagai metode inter-disipliner yang menunjang proses pembelajaran yang terpusat pada peserta didik itu sendiri (Kohle & Cuevas, 2010).

Secara teori maupun praktik, media sosial, situs berbagi video, ensiklopedi daring bebas, hingga jejaring situs informatif lainnya merupakan sarana yang menjadi sumber pembelajaran sejak setidaknya satu dekade terakhir. Peran ragam media online tersebut semakin krusial dalam menunjang proses perkembangan dan penerapan pendidikan belakangan ini, akibat diberlakukannya pembelajaran jarak jauh dengan sistem dalam jaringan (daring), baik secara sinkronis ataupun asinkronis.

Siddig dan Babikir (2020) menyatakan bahwa pada masa modern seperti saat ini, penggunaan instant messenger seperti WhatsApp, media sosial seperi Facebook, serta media berbasis video seperti YouTube dapat menunjang proses pembelajaran jarak jauh, pembelajaran campuran, maupun pembelajaran interaktif. Mengacu pada konsep tersebut, dapat dipahami bahwa peran berbagai sarana non-akademik tersebut dapat sangat membantu dalam proses perkuliahan terutama pada masa-masa krisis pandemi yang mengharuskan pendidikan dilaksanakan dengan sistem daring, atau jarak jauh.

Terlepas dari berbagai keunggulan yang dimiliki oleh beragam media online non-akademik, dalam praktiknya belakangan ini, terdapat berbagai tantangan dalam optimalisasi penggunaan media non-akademik tersebut dalam ranah akademik, terutama di bidang pendidikan tinggi, khususnya proses perkuliahan daring yang diberlakukan semenjak himbauan pembatasan interaksi langsung di masa pandemi Covid-19. Soni (2020) dalam analisisnya terhadap isu global terkait pendidikan jarak jauh dan

pembelajaran daring menyatakan bahwa banyaknya tantangan dalam penggunaan media online mulai dari kurangnya persiapan pendidik maupun peserta didik, lalu lintas internet yang meningkat semenjak diberlakukannya pendidikan jarak jauh, serta gangguan teknis seperti tidak meratanya cakupan konektivitas internet dan minimnya rencana cadangan apabila terjadi kendala pada koneksi dan hal teknis lainnya. Hal ini sesuai dengan pengamatan tahap awal yang telah dilakukan oleh peneliti selama kurun waktu satu semester pada pertengahan tahun 2020 hingga awal 2021.

Temuan yang bertolak belakang dikemukakan oleh Kobayashi (2017) yang mengidentifikasi preferensi peserta didik dalam menggunakan media selama pembelajaran daring. Ditemukan bahwa seberapa informatif suatu media tidak menjamin bahwa media tersebut menjadi pilihan utama para peserta didik. Dalam kasusnya, Kobayashi menemukan bahwa justru dokumen presentasi jauh lebih populer dibandingkan video interaktif yang kaya akan informasi. Lebih lanjut, ditemukan pula bahwa perangkat bertukar pesan dan juga sarana konferensi video tidak terlalu populer dikalangan para peserta didik (Kobayashi, 2017). Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan independent learning dalam pola berpikir para peserta didik dalam kasus tersebut.

2.2. Media Sosial dan Situs Lainnya sebagai Sumber Materi Bahasa Inggris Penggunaan media sosial dalam kelas bahasa dapat membantu peserta didik untuk dapat berinteraksi dengan lebih mudah, bahkan memungkinkan interaksi dengan penutur asli dari suatu bahasa asing, contohnya penutur asli bahasa Inggris (Siddig, 2020). Lebih lanjut, Siddig (2020) mengungkapkan bahwa internet dan segala fasilitas di dalamnya dapat menunjang pembelajaran bahasa, terutama Bahasa Inggris hingga ke tingkat sub-skills seperti akurasi pelafalan hingga penguasaan kosakata.

Efektifitas media online dalam temuan di atas selaras dengan pernyataan Rao (2019) dalam studinya terkait pemanfaatan sosial media dalam kelas Bahasa Inggris dalam konteks bahasa asing. Ditemukan bahwa sosial media dapat menjadi media yang sangat efektif untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran Bahasa Inggris terutama untuk aspek

kosakata (vocabulary) dan juga membantu peserta didik untuk dapat belajar dengan lebih mandiri (Rao, 2019).

Handayani, Cahyono dan Widiati (2018) melakukan investigasi terhadap penggunaan Instagram dalam kelas menulis pada perkuliahan Bahasa Inggris yang kesimpulannya memperlihatkan bahwa ada peningkatan signifikan terhadap keterampilan menulis Bahasa Inggris sekelompok mahasiswa yang diberikan perlakuan menggunakan Instagram sebagai media ajar. Hal ini menunjukkan adanya dampak positif dari penggunaan media sosial sebagai salah satu sumber pembelajaran terhadap capaian belajar mahasiswa.

Namun demikian, Inayati (2020) menemukan bahwa penggunaan media sosial, situs berbagi informasi dan video, serta berbagai macam fasilitas daring lainnya dalam proses pembelajaran, terutama pembelajaran Bahasa Inggris, masih menemui kendala-kendala baik secara teknis seperti tidak tersedianya konektivitas yang stabil, hingga kurang yakinnya para pendidik, maupun peserta didik dalam mengoptimalkan media tersebut dalam proses pembelajaran. Lebih lanjut ditambahkan bahwa kondisi seperti ini secara spesifik terjadi di Indonesia pada beberapa institusi. Inayati juga menambahkan bahwa studi lebih lanjut perlu dilakukan dengan metode yang lebih mendalam guna menemukan akar permasalahan secara lebih spesifik terkait penggunaan media online dalam kelas-kelas Bahasa Inggris (Inayati, 2020).

B. Roadmap

Sebagaimana digambarkan dalam grafik di atas, penelitian tahap awal ini nantinya diharapkan dapat berkembang ke ranah yang lebih luas di masa yang akan datang. Dimulai dengan menganalisis persepsi dari para mahasiswa terkait implementasi plantform non-akademik sebagai sumber media ajar dalam proses perkuliahan Bahasa Inggris, lalu dilanjutkan ke analisis terhadap penggunaan media online secara lebih spesifik seperti penggunaan YouTube, Instagram dan lainnya. Kemudian, pada tahap lebih lanjut, mulai dilakukan penelitian berbasis pengembangan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam belajar Bahasa Inggris menggunakan ragam media dan teknik yang dikombinasikan dalam pembelajaran daring, maupun campuran. Pada akhirnya, penelitian terapan akan terfokus pada media online

yang lebih spesifik menyediakan materi-materi Bahasa Inggris otentik untuk menunjang proses pembelajaran.

BAB 3. METODE PENELITIAN

Dalam dokumen PROPOSAL PENELITIAN DOSEN PEMULA (Halaman 7-12)

Dokumen terkait