• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketika orang Kristen mula-mula bergerak maju dengan penginjilan, tidak dapat dihindarkan bahwa mereka akan menghadapi perlawanan

dari otoritas pemerintahan, terutama dari para pemimpin agama yang pada waktu itu telah memiliki hak hukum yang agak besar dalam masalah sipil. Para orang percaya telah disiapkan untuk menghadapi hal ini, dan mereka bersikap yakin dan tenang.

Umumnya, kebijakan mereka adalah menghormati dan mentaati pemimpin mereka, karena para pemimpin diangkat oleh Tuhan dan merupakan hamba Tuhan untuk mendukung segala yang baik bagi masyarakat. Jadi, ketika Paulus dengan tidak mengetahui menegur Imam Besar, dan dipanggil untuk mempertanggung-jawabkan, dia langsung meminta maaf, dengan mengutip Keluaran 22:28: “Janganlah engkau berkata jahat tentang seorang pemimpin bangsamu!” (Kis. 23:5).

Namun, jika hukum manusia bertabrakan dengan perintah-perintah Tuhan, maka kebijakan Kekristenan adalah tidak menaati pemerintah dan menanggung akibatnya, apapun itu. Misalnya, ketika Petrus dan Yohanes dilarang untuk mengabarkan injil, mereka menjawab, “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Tuhan: taat kepada kamu atau taat kepada Tuhan. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar” (4:19,20). Dan ketika Petrus dan para rasul dituduh karena terus mengajar dalam nama Kristus, Petrus menjawab, “Kita harus lebih taat kepada Tuhan daripada kepada manusia.” (5:29).

Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mereka pernah atau akan bergabung dalam usaha untuk menjatuhkan pemerintah. Meskipun mereka dianiaya dan ditekan, mereka hanya mengharapkan sesuatu yang baik bagi para pemimpinnya (26:29).

Tentu saja mereka tidak akan pernah menghinakan diri mereka dengan ketidak-jujuran apa pun untuk memperoleh kebaikan hati pemerintah. Gubernur Felix, contohnya, berharap dengan sia-sia untuk menerima uang suap dari Paulus (24:26).

Mereka tidak menganggap penggunaan hak sebagai warganegara sebagai hal yang tidak selaras dengan panggilan Kekristenan mereka (16:37; 21:39; 22:25-28; 23:17-21; 25:10,11).

Namun mereka sendiri tidak terlibat dalam politik di dunia ini. Mengapa? Tidak ada penjelasan yang diberikan. Tetapi hal ini sudah jelas: mereka adalah orang-orang dengan satu tujuan –untuk

mengabarkan injil Kristus. Mereka memberikan diri kepada tugas ini tanpa gangguan-gangguan dalam hati. Tampaknya mereka percaya bahwa injil merupakan jawaban atas persoalan manusia. Kepercayaan

ini begitu kuat sehingga mereka tidak dapat dipuaskan dengan pendekatan yang kurang penting seperti politik. §

6:1 Jika iblis tidak dapat menghancurkan dengan serangan dari luar, maka dia akan menyingkirkan dengan pertikaian dari dalam. Ayat-ayat berikut menggambarkan hal ini.

Pada awal jemaat, ada kebiasaan pembagian kepada janda-janda miskin di jemaat yang tidak memiliki apapun untuk menanggung hidupnya. Beberapa orang percaya yang dahulu adalah orang Yahudi berbahasa Yunani mengeluh karena janda-janda mereka tidak mendapat perlakuan yang sama dengan para janda Ibrani (mereka yang berasal dari Yerusalem dan Yudea).

6:2,3 Kedua belas rasul menyadari dengan bertumbuhnya jemaat harus ada suatu rencana untuk menangani hal ini. Mereka sendiri tidak ingin mengorbankan pelayanan pemberitaan Firman Tuhan untuk menangani masalah keuangan, maka mereka menyarankan agar jemaat menunjuk tujuh rohaniawan untuk menangani urusan-urusan sehari-hari dari jemaat.

Walaupun pria-pria ini tidak pernah disebut ‘diaken’ dalam Alkitab, kemungkinan bahwa mereka dianggap diaken masih masuk akal. Kata diaken dalam bahasa Indonesia berasal dari kata diakonos dalam bahasa Yunani. Kata diakonos itu merupakan kata benda dan termasuk

kelompok kata Yunani yang sama dengan kata kereja diakoneō yang dipakai di sini dan diterjemahkan sebagai melayani dari ungkapan melayani meja [6:2]. Jadi, secara harafiah, fungsi mereka bisa dikatakan men-diaken-kan meja.

Mereka memiliki tiga kualifikasi sekaligus, yaitu:

1. Reputasi baik Nama baik

2. Penuh Roh Kudus Rohaniawan

3. Penuh hikmat Praktis

Syarat lengkapnya ada di 1Timotius 3:8-13.

6:4 Para rasul akan mengkhususkan dirinya untuk terus berdoa dan pelayanan Firman. Urutannya penting di sini– pertama berdoa, kemudian pelayanan Firman. Mereka membuatnya sebagai pokok

penting untuk berbicara kepada Tuhan tentang orang-orang sebelum berbicara kepada manusia tentang Tuhan.

6:5,6 Dilihat dari nama ketujuh orang yang dipilih itu, kebanyakan mereka adalah orang Yahudi yang berbahasa Yunani sebelum mereka bertobat. Tentunya hal ini merupakan konsesi yang sangat murah hati bagi kelompok yang mengeluh tadi. Selanjutnya tidak bisa lagi muncul dakwaan sikap pilih-kasih dari kelompok tersebut. Jika kasih Tuhan memenuhi hati orang-orang, maka hal itu akan menang atas kepicikan dan sifat mementingkan diri sendiri.

Hanya dua diaken yang kita kenal– Stefanus, yang menjadi martir jemaat pertama; dan Filipus, penginjil yang dikemudian hari

membawa injil ke Samaria, memenangkan sida-sida dari Etiopia kepada Kristus, dan menjamu Paulus di Kaisarea.

Setelah berdoa, para rasul menunjukkan persekutuannya dengan pemilihan jemaat dengan meletakkan tangan atas tujuh orang itu. 6:7 Jika ayat 7 dibaca dengan ayat sebelumnya, tampaklah hal itu menunjukkan bahwa penyediaan para diaken itu untuk mengurus keperluan sehari-hari menghasilkan dorongan yang sangat besar bagi pemberitaan injil. Sementara Firman Tuhan disebarkan, semakin banyak murid ditambahkan kepada persekutuan di Yerusalem dan sejumlah besar imam Yahudi menjadi pengikut Tuan Yesus.

6:8 Sekarang narasi berpusat pada salah satu diaken, Stefanus,27

yang dipakai Tuhan dengan luar biasa untuk melakukan mujizat dan memberitakan firman. Dia adalah orang pertama di luar seorang rasul yang disebutkan dalam Kisah Para Rasul bahwa ia melakukan mujizat. Apakah kenaikan posisi kepelayanan yang lebih tinggi ini merupakan hasil dari kesetiaannya sebagai diaken? Atau hanya pelayanan tambahan yang dilakukan pada saat yang sama? Suatu hal yang tidak mungkin diputuskan dari teks tersebut.

6:9 Perlawanan terhadap pelayanan Stefanus yang penuh kuasa datang dari rumah ibadat orang Yahudi [sinagoge]. Sinagogeadalah tempat berkumpulnya orang Yahudi pada hari Sabat untuk diajar isi hukum Taurat. Setiap sinagogediberi nama sesuai dengan orang yang berkumpul di sana. Orang Libertinimungkin adalah orang Yahudi yang sudah dibebaskan dari perbudakan oleh tentara Romawi. Kirene adalah sebuah kota di Afrika, rupa-rupanya beberapa orang Yahudi yang telahtinggal di Yerusalem berasal dari sana. Orang-orang Yahudi dari Aleksandria datang dari pelabuhan Aleksandria di Mesir. Kilikia

merupakan propinsi tenggara dari Asia Kecil, dan Asia adalah propinsi dari Asia Kecil yang terdiri dari tiga daerah kekuasaan. Tampaknya komunitas-komunitas Yahudi dari semua daerah ini memiliki rumah ibadat di Yerusalem atau sekitarnya.

6:10-14 Ketika orang-orang Yahudi ini berdebat dengan Stefanus, mereka kalah. Kata-kata yang diucapkan Stefanus dan kekuatan yang dipakainya untuk berbicara tidak dapat ditahan. Dalam usaha yang sangat keras untuk membungkam kata-katanya, diam-diam mereka menghasut kesaksian palsu untuk menyalahkan Stefanus tentang penghinaan kepada Musa dan Tuhan.28 Kemudian dia dihadapkan pada Mahkamah Agama, dengan dakwaan telah berbicara menghina Bait Tuhan dan hukum Taurat. Mereka membuat kutipan palsu yang mengatakan bahwa Yesus akan merubuhkan Bait Tuhan dan mengubah semua sistem yang diwariskan Musa kepada Israel.

6:15 Mahkamah Agama mendengar dakwaan itu, tetapi ketika mereka melihat Stefanus, tidak tampak wajah roh jahat melainkan wajah seorang malaikat. Mereka melihat keindahan hidup yang penuh misteri yang berserah total kepada Tuhan, bertekad untuk memproklamasikan kebenaran, dan lebih peduli kepada apa yang Tuhan pikirkan daripada apa yang dikatakan manusia. Mereka melihat sebagian dari kemuliaan Kristus tercermin pada wajah yang bersinar dari pengikut-Nya yang setia.

Dalam pasal 7 kita mendapati pembelaan Stefanus yang bagus sekali. Diam-diam dimulai dengan apa yang nampaknya menjadi ulasan sejarah Yahudi. Dalam perjalanannya, hal itu terpusat pada dua pribadi, Yusuf dan Musa, yang dibangkitkan oleh Tuhan, ditolak oleh Israel, kemudian dimuliakan sebagai pembebas dan penebus. Walaupun Stefanus tidak membandingkan pengalaman mereka secara langsung dengan pengalaman Kristus, tetapi perumpamaan itu tidak dapat disalahpahami. Selanjutnya, Stefanus melontarkan serangan yang tajam kepada para pemimpin Israel, menuduh mereka dengan penolakan terhadap Roh Kudus, membunuh orang yang Benar, dan gagal memenuhi hukum Tuhan.

Stefanus pasti telah mengetahui bahwa hidupnya sedang terancam. Untuk menyelamatkan dirinya, dia hanya perlu menyampaikan

pembelaan yang menenangkan dan menyelesaikan perselisihan. Tetapi dia lebih baik mati daripada mengkhianati pemberitaan suci yang dipercayakan kepadanya. Kagumilah keberaniannya!

7:1-8 Bagian pertama dari pesan ini membawa kita kembali kepada permulaan bangsa Ibrani. Tidak terlalu jelas mengapa sejarah Abraham dikaitkan begitu panjang, mungkin karena:

1. untuk menunjukkan pengenalan dan kasih Stefanus kepada bangsa Israel.

2. Sebagai pendahuluan cerita tentang Yusuf dan Musa, dua tipe penolakan terhadap Kristus.

3. Untuk menunjukkan bahwa penyembahan Abraham kepada Tuhan dapat diterima, walaupun penyembahan itu tidak diikat kepada sebuah tempat tertentu. (Stefanus dituduh menghina rumah ibadah– ‘tempat kudus ini.’)

Hal yang menonjol dari riwayat Abraham adalah:

1. Panggilan Tuhan kepadanya di Mesopotamia (ayat 2,3). 2. Perjalanan Abraham ke Haran, kemudian ke Kanaan (ayat 4). 3. Perjanjian tanah dari Tuhan kepada Abraham, walaupun

Abraham sendiri tidak diberikan setapak tanah pun– seperti yang dibuktikan dengan pembelian gua Makhpela untuk tempat pemakaman (ayat 5). Janji itu baru dipenuhi di masa yang akan datang (Ibr. 11:13-40).

4. Ramalan Tuhan tentang perbudakan Israel di Mesir dan kemudian pembebasannya (ayat 6,7). Kedua ramalan ini telah digenapi oleh orang-orang yang ditolak oleh bangsanya: Yusuf (ay. 9-19); Musa (ayat 20-36). Empat ratus tahun yang disebutkan di ayat 6 dan dalam Kejadian 15:13 menunjuk pada waktu di mana orang Yahudi menderita di Mesir. Empat ratus tiga puluh tahun yang disebutkan lagi dalam Keluaran 12:40 dan Galatia 3:17 adalah waktu mulai dari kedatangan Yakub dan keluarganya di Mesir sampai kepada Keluaran dan pemberian hukum Taurat. Bangsa Israel tidak dianiaya pada tiga puluh tahun pertamanya di Mesir; sebaliknya, mereka diperlakukan bagaikan raja.

5. Perjanjian sunat (ayat 8a).

6. Kelahiran Ishak, kemudianYakub, kemudian kedua belas bapa leluhur (ayat 8b). Tentu saja hal ini membawa sejarah kepada Yusuf, salah satu dari kedua belas anak Yakub. 7:9-19 Dalam semua tipeKristus di Perjanjian Lama, Yusuf merupakan salah satu yang paling jelas dan berharga, walaupun tidak

pernah dinyatakan dengan jelas. Tentunya orang Yahudi pada masa Stefanus dapat merasakan kesadaran akan dosa sebagai anak panah yang tajam ketika mereka mendengar Stefanus mengulas perjalanan karir Yusuf, dan mengingatkan apa yang telah mereka lakukan kepada Yesus dari Nazaret!

1. Yusuf dijual ke Mesir oleh saudara-saudaranya (ayat 9). 2. Orang yang ditolak itu dibangkitkan kepada [status] kuasa dan kemuliaan di Mesir(ayat 10).

3. Saudara-saudara Yusuf terpaksa ke Mesir karena kelaparan, tetapi tidak mengenali saudaranya sendiri (ayat 11,12).

4. Pada kunjungan mereka yang kedua Yusuf

memperkenalkan dirinya kepada mereka. Kemudian orang yang tertolak menjadi Juruselamat keluarganya (ayat 13,14). Catatan:

tampaknya ada pertentangan antara tujuh puluh lima jiwa yang disebut pada ayat 14 dengan tujuh puluh yang disebutkan dalam Kejadian 46:27. Stefanus mengikuti terjemahan Yunani dari Kejadian 46:27 dan Keluaran 1:5, yang menulis tujuh puluh lima. Teks Ibrani menyebutkan tujuh puluh, hanya untuk menunjukkan perbedaan cara menghitung jumlah keluarga Yakub, dan tidak menjadi masalah dalam kepercayaan kepada Alkitab.29

5. Kematian para leluhur dan pemakaman mereka di tanah Kanaan (ayat 15,16). Kesulitan lain muncul di ayat ini. Di sini disebutkan bahwa Abraham membeli tanah pemakaman dari Hemor. Kejadian 23:16,17 menyebutkan bahwa Abraham membeli gua Makhpela di Hebron dari anak Het. Yakub membeli tanah di Sikhem dari anak-anak Hemor (Kej. 33:19). Ada beberapa kemungkinan: (1) Mungkin Abraham telah membeli tanah di Sikhem dan juga di Hebron. Kemudian mungkin Yakub membelinya lagi yang di Sikhem. (2) Stefanus mungkin

menggunakan nama Abraham untuk keturunan Abraham yaitu Yakub. (3) Mungkin Stefanus menggabungkan pembelian Abraham dan Yakub menjadi satu untuk meringkasnya.30

6. Pertumbuhan keluarga Yakub di Mesir dan perbudakan mereka setelah kematian Yusuf (ayat 17-19). Tentu saja hal ini menyiapkan kita untuk pembelaan Stefanus selanjutnya – perlakuan yang diterima Musa dari tangan bangsanya.

7:20-43 Stefanus menunjukkan dengan keberanian yang luar biasa bahwa orang Yahudi bersalah sebelumnya paling tidak atas dua kejadian, yaitu penolakan juruselamat-juruselamat yang sudah

dibangkitkan Tuhan untuk membebaskan mereka. Bukti keduanya adalah Musa.

Stefanus telah dituduh karena mengatakan kata-kata yang menghina Musa (6:11). Dia membuktikan bahwa bangsa Israel adalah bagian yang bersalah– bersalah karena menolak orang pilihan Tuhan.

Stefanus mengulas kehidupan Musa sebagai berikut:

1. Lahir, masa muda dan pendidikannya di Mesir (ayat 20-22). Ungkapan, berkuasa dalam perkataan, mungkin

mengacu kepada tulisan-tulisannya, karena dia mengaku tidak fasih dalam berkata-kata (Kel. 4:10).

2. Penolakan pertama yang dialaminya berasal dari saudara-saudaranyaketika dia membela salah satu dari mereka melawan orang Mesir (ayat 23-28). Perhatikan ayat 25! Betapa hal itu mengingatkan kita kepada penolakan Kristus oleh kaum-Nya sendiri!

3. Pembuangannya di tanah Midian (ayat 29).

4. Penampakan Tuhan kepada Musa dalam semak yang

terbakar, mengutusnya kembali ke Mesir untuk