PROFIL PERUSAHAAN
3.1 Tinjauan Umum Perusahaan .1 Sejarah Singkat
Bangunan Gedung Markas Polwiltabes (Mapolwiltabes) Bandung yang bertempat di Jl. Merdeka No. 16, 18 dan 20 Bandung ini didirikan pada tahun 1866, dulunya berfungsi sebagai Sekolah Guru (Kweekschool Voor Inlandsche Onderwijzers) yang didirikan atas inisiatif seorang kewarganegaraan Belanda, bernama K.F. Hole sebagai Administratur Perkebunan Teh Waspada di Gunung Cikuray, Bayongbong, Garut. Di sekolan inilah pernah belajarnya tokoh-tokoh nasional, seperti Abdulharis Nasution, Otto Iskandardinata dan yang lainnya.
Dilihat dari sejarah berdirinya Polwiltabes Bandung, dimulai pada tahun 1966, dimana belum adanya polsekta-polsekta, Kepolisian di Bandung pada tahun tersebut berdiri dengan nama ”Komtabes-86 Bandung” dengan pembagian wilayah hukum pada saat itu terdiri dari : 1. Seksi I di Jl. Dalam Kaum, Alun-alun Bandung
2. Seksi II di Jl. Sawung Galing Bandung 3. Seksi III di Jl. Pasirkaliki Bandung
4. Seksi IV di Jl. Asia Afrika (Simpang Lima) Bandung
Pada tahun 1970, nama Komtabes-86 Bandung diganti namanya menjadi ”Poltabes Bandung” dengan pembagian wilayah hukum pada saat itu terdiri dari 16 (enam belas) Polsekta, yaitu : Bandung Kulon, Babakan Ciparay, Bojong Loa, Astana Anyar, Andir, Cicendo, Sukajadi, Sukasari, Cidadap, Cihapit, Coblong, Regol, Lengkong, Batununggal, Kiaracondong dan Cibeunying.
Setelah 18 tahun kemudian, dimana Kotamadya Bandung mengalami pemekaran, nama Poltabes Bandung dirubah menjadi “Polwiltabes Bandung” (Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung), yaitu pada tahun 1988 dan membawahi tiga Kepolisian Resor Kota (Polresta), sebagai berikut :
1. Polresta Bandung Barat
Membawahi 8 Kepolisian Sektor Kota (Polsekta), yakni : 1. Polsekta Andir
2. Polsekta Cicendo 3. Polsekta Sukasari 4. Polsekta Astana Anyar 5. Polsekta Bandung Kulon 6. Polsekta Babakan Ciparay 7. Polsekta Bojongloa Kidul 8. Polsekta Bojongloa Kaler
2. Polresta Bandung Tengah
Membawahi 9 Kepolisian Sektor Kota (Polsekta), yakni : 1. Polsekta Regol
2. Polsekta Cidadap 3. Polsekta Coblong 4. Polsekta Lengkong
5. Polsekta Kiaracondong 6. Polsekta Bandung Wetan 7. Polsekta Sumur Bandung 8. Polsekta Cibeunying Kaler 9. Polsekta Cibeunying Kidul
3. Polresta Bandung Timur
Membawahi 7 Kepolisian Sektor Kota (Polsekta), yakni : 1. Polsekta Cibiru
2. Polsekta Rancasari 3. Polsekta Antapani 4. Polsekta Arcamanik 5. Polsekta Buah Batu 6. Polsekta Bandung Kidul 7. Polsekta Ujung Berung
Kemudian ada perubahan nama Polsekta di wilayah Bandung Timur berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Jabar No. Pol. : Skep/567/VIII/2007 tanggal 28 Agustus 2007 tentang Perubahan Nama Polsek Jajaran Polda Jabar, sebagai berikut : * Nama “Polsek Kota Cicadas” berubah menjadi “Polsek Kota Antapani”.
* Nama “Polsek Kota Margacinta” berubah menjadi “Polsek Kota Buah Batu”.
Seperti yang telah diuraikan di atas, sejak berdirinya Polwiltabes Bandung pada tahun 1966, dengan nama ”Komtabes-86 Bandung” tentunya telah beberapa kali mengalami pergantian pimpinan. Berikut ini dapat dilihat daftar :
3.1.2 Visi dan Misi
Visi Polwiltabes Bandung
Sesuai dengan Visi dan Misi Kapolda Jabar yang di Implementasikan pada pelaksanaan tugas dijajaran Polwiltabes Bandung adalah terwujudnya Postur Polri Polwiltabes Bandung yang profesional, bermoral dan modern serta dapat dipercaya masyarakat tahun 2014 juga dapat sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat yang terpercaya dalam memelihara Kamtibmas dan penegakan hukum secara mampu mendukung upaya Pemerintah Kota Bandung menjadi Kota yang termaju dan untuk mewujudkan cita-cita dimaksud maka Polwiltabes Bandung memberikan pelayanan prima dalam bentuk : * Perlindungan, pengayoman serta Pelayanan masyarakat secara mudah serta responsif untuk dukung Visi Pemerintahan Kota Bandung yang BERMARTABAT (Bersih, Makmur, Taat dan Bersahabat) dengan memberantas penyakit masyarakat serta perbuatan-perbuatan tercela lainnya yang bertentangan dengan moral, agama serta budaya masyarakat.
* Penegakan Hukum yang Profesional dan Proporsional serta bermoral yang selalu menjunjung tinggi Supremasi Hukum dan HAM. * Perbaikan pola sikap dan pola tindak dalam pelaksanaan tugas sesuai kewenangan agar sekaligus dapat mendukung visi dari Pemerintah Kota Bandung yang aman, tertib dan disiplin masyarakatnya.
* Meningkatkan Kinerja Anggota Polwiltabes Bandung agar lebih Profesional dan Proporsional sehingga dapat dipercaya dan didukung kuat oleh masyarakat dengan cara menyelesaikan semua perkara yang ditangani secara tuntas dan transparan.
Misi Polwiltabes Bandung
Mengacu pada kebijakan Kapolda Jabar dengan Motto sukses Polri, kepuasan masyarakat dengan meningkatkan pelayanan masyarakat dengan meningkatkan pelayanan masyarakat (Kat Yan Mas), maka Misi Polwiltabes Bandung dalam mewujudkannya adalah :
* Meningkatkan Kualitas dan kuantitas SDM anggota Polri maupun PNS Polwiltabes Bandung yang profesionalisme, bermoral dan modern melalui pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh masing-masing fungsi. * Mengembangkan potensi keamanan melalui Perpolisian masyarakat dengan membangun kemitraan antara Polisi dan masyarakat pada Polres dan Polsek jajaran Polwiltabes Bandung.
* Perlindungan, pengayoman serta Pelayanan masyarakat secara mudah serta responsif untuk dukung Visi Pemerintahan Kota Bandung yang BERMARTABAT ( Bersih, Makmur, Taat dan Bersahabat ) dengan memberantas penyakit masyarakat serta perbuatan-perbuatan tercela lainnya yang bertentangan dengan moral, agama serta budaya masyarakat.
* Penegakan Hukum yang Profesional dan Proporsional serta bermoral yang selalu menjunjung tinggi Supremasi Hukum dan HAM.
* Perbaikan pola sikap dan pola tindak dalam pelaksanaan tugas sesuai kewenangan agar sekaligus dapat mendukung visi dari Pemerintah Kota Bandung yang aman, tertib dan disiplin masyarakatnya.
* Meningkatkan Kinerja Anggota Polwiltabes Bandung agar lebih Profesional dan Proporsional sehingga dapat dipercaya dan didukung kuat oleh masyarakat dengan cara menyelesaikan semua perkara yang ditangani secara tuntas dan transparan.
* Melaksanakan pengembangan strategi keamanan dan ketertiban melalui deteksi dini dan cipta kondisi yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.
* Meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat untuk ikut memelihara keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polwiltabes Bandung.Meningkatkan kerjasama dengan semua pihak dalam rangka mewujudkan dukungan positif dari semua pihak.
3.1.3 Lambang Kesatuan
Gambar 3.1 Lambing kesatuan
ISI DAN ARTI LAMBANG KESATUAN (PATAKA) POLWILTABES BANDUNG :
“DHARMA WIBAWA RAHARJA” I S I :
• BUNGA MANGLÉ (RONCENG BUNGA), TERDIRI DARI 18
BUNGA TANJUNG 18 BUNGA MELATI.IKATAN KAWAT BERDURI BENTUK SEGI LIMA.
• GEDUNG SATE BANDUNG, BUNGA TERATAI DAN
BENTENG/TEMBOK YANG KOKOH DENGAN LATAR BULAN BERWARNA KUNING.
• PRASARTI WARNA PUTIH, BERTULISKAN “DHARMA
WIBAWA RAHARJA”, DENGAN TINTA HITAM. A R T I :
• DUA JENIS BUNGA YANG WANGI, SEBAGAI LAMBANG
DARI DASAR HARMONI KEHIDUPAN YANG SELALU DIPERLUKAN UNTUK ADANYA SILIH ASAH, SILIH ASIH, SILIH ASUH.
• BENTUK PERSATUAN YANG SOLID DAN KOKOH
BERDASARKAN KEPADA PANCASILA DAN UUD 1945.
• MENJAGA STABILITAS KEAMANAN DAN KETERTIBAN
MASYARAKAT, KHUSUSNYA DI WILAYAH HUKUM KOTA BANDUNG.
ARTI KATA :
DHARMA : SESUATU YANG MENGATUR, MENUNTUN MANUSIA DALAM MENUNAIKAN SEGALA KEWAJIBANNYA DIDALAM BERTINDAK DAN BERBUAT KEBENARAN UNTUK MENCAPAI KESEMPURNAAN HIDUP.
WIBAWA : BERARTI MUKTI, LUHUR, MULIA. YAKNI DISIPLIN YANG MEMPUNYAI SIFAT WEDI ASIH YANG DIMILIKI OLEH PEMIMPIN.
RAHARJA : SUATU KEADAAN KEHIDUPAN MAKMUR ATAU SEJAHTERA, DIMANA MASYARAKAT MERASA AMAN, TENTRAM DAN DAMAI.