• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tips: Menanamkan Sikap Pemaaf Dalam Diri Anak

Dalam dokumen publikasi e-binaanak (Halaman 139-143)

Sekali lagi, untuk menanamkan suatu sikap positif dalam diri seorang anak, diperlukan teladan terlebih dahulu dari orangtua. Dalam hal menanamkan sikap pemaaf kepada seorang anak orangtua dituntut terlebih dahulu untuk memberi contoh sikap orang yang pemaaf. Semoga artikel yang berisi beberapa tips tentang memaafkan di bawah ini dapat menjadi acuan untuk menjadi teladan bagi anak-anak.

Memaafkan tidak pernah merupakan pilihan. Tekankanlah kepada diri kita dan kepada anak-anak bahwa memaafkan adalah keharusan. Yesus menyuruh kita untuk

memaafkan. Bila kita tidak mau memaafkan, Bapa kita di sorga tidak akan mengampuni kita (Matius 6).

Salah satu cara juga untuk menanamkan sikap pemaaf kepada dalam diri seorang anak adalah dengan mengampuni mereka. Memaafkan bisa mendatangkan kesembuhan dan pemulihan bagi seorang anak. Kadang- kadang tindakan kita sebagai orangtua

mengkomunikasikan ketidakmampuan untuk mengampuni anak kita. Inilah beberapa kelakuan yang mencerminkan ketidakmauan untuk memaafkan yang harus kita hindari:

1. Mendiamkan sang anak.

2. Tidak lagi mengasihi atau menarik kedekatan emosi kepada anak.

3. Terus menerus mengungkit-ungkit kegagalan dan kesalahan anak di masa lampau.

4. Sakit hati kepada si anak. 5. Mengkritik anak-anak kita.

6. Berkata bahwa kita mengampuni namun tidak sungguh-sungguh dengan kata-kata kita itu.

Ke enam hal tersebut jika berusaha kita hindari, itu berarti Anda sudah mulai menanamkan benih "pemaaf" dalam diri anak kita.

Memaafkan berarti melepaskan masa lampau. Kita menolak untuk memancing

kesalahan dan kegagalan anak kita di masa lampau.Kita benar-benar memaafkan dan melupakan. Bersedialah untuk sering memaafkan. Anak-anak membutuhkan banyak pengampunan.

Juga bersedialah minta maaf bila Anda melakukan kesalahan. Letakkan kata-kata ini dalam daftar kata-kata Anda, "Maukah kamu memaafkan Ayah dan Ibu?" Niscaya anak-anak kita akan tumbuh menjadi anak-anak-anak-anak yang pemaaf.

Satu cara lagi untuk menanamkan "benih pemaaf" dalam diri anak-anak ialah dengan memaafkan mereka bahkan sebelum mereka meminta maaf/bertobat, dengan kata lain kita harus proaktif dalam memaafkan mereka.

140

1. Memutuskan bahwa pengampunan bukanlah pilihan.

2. Memberitahukan kepada anak Anda bawha pengampunan senantiasa akan nyata dalam hubungan Anda dengan mereka.

3. Juga beritahukanlah kepada anak tentang kosekuensi bila mereka tidak taat. 4. Bersiaplah senantiasa untuk mengulurkan tangan.

5. Jangan menunggu Anak Anda untuk terlebih dahulu bertobat. 6. Bersiaplah senantiasa untuk mengkoreksi dan mengajar. 7. Jangan pernah menghakimi atau mengkritik.

8. Milikilah kesabaran dan pengertian senantiasa.

9. Jangan pernah mengingat-ingat kesalahan di masa lampau.

10.Harapkanlah selalu perubahan yang baru dan positif dalam diri kita dan anak-anak kita.

Bahan diedit dari sumber:

Judul Buku : 77 Kebenaran yang Hakiki dalam Membesarkan Anak: Dasar yang Saleh untuk Membesarkan Anak

Judul Artikel Asli: Pengampunan Menyembuhkan Luka Batin Anak dan Ampunilah Anak Anda Sebelum Ia Bertobat

Pengarang : Dr. Larry Keefauver

Penerbit : Media Injil Kerajaan, Semarang Halaman : 131 - 132 dan 139

Mutiara Guru

Rencana pelajaran mingguan saya: Hari ini saya akan mengingatkan

diri saya sendiri dan orang lain bahwa kesalahan juga merupakan pelajaran

Dari Anda Untuk Anda

Dari: rajana na70 <rajahena70@> >Syalom semua,

>--cut--

>Saat ini saya studi di STTRII-Jkt, untuk program studi

>M.Div, sekarang semester 6 (mudah-mudahan tahun terakhir ya..). >Juga sekaligus saya mohon bantuan teman-teman yang memiliki >pengalaman dalam menyelenggarakan Sekolah Injil Liburan (SIL), >untuk berbagi dalam menyusun contoh materi SIL. Saat ini saya >sedang dalam proyek untuk mengadakan SIL, karena itu penting bagi >saya untuk memiliki perbandingan dari berbagai sumber untuk

>modifikasi acara yang bermutu dan relevan dengan anak-anak sekolah >minggu.

>

141

>Tentu kita semua mengetahui betapa pengaruh lingkungan di sekitar >anak sangat mempengaruhi pola pikir dan tindakannya. Itu sebab >dalam rencana SIL kali ini, saya bermaksud untuk merangkum dan

>memadatkan materi acara sekaligus tidak membosankan bagi anak-anak. >Maka, sekali lagi saya sangat memohon bantuan rekan-rekan sekalian >untuk berbagi dengan saya. Thx & GBU.

>

>Raja HN Redaksi:

Surat ini kami ambil dari milis diskusi e-BinaGuru. Kami postingkan dalam e-BinaAnak agar semakin banyak rekan-rekan yang dapat memberikan bantuan/masukan untuk Sdr. Raja HN ini. Silakan kirimkan informasi Anda kepada kami, atau jika ingin berhubungan langsung dengan Sdr. Raja HN ini, hubungi kami di <

[email protected] > Marilah kita saling membantu demi kemajuan pelayanan anak dan kemulian nama-Nya.

Publikasi e-BinaAnak pernah membahas juga tentang SAL di edisi 78/2002 yang isinya berupa kesaksian dari Sdri. Diana. Mudah-mudahan sharing tersebut dapatmenambah informasi untuk Sdr. Raja HN. Anda dapat mengakses edisi e-BA 78/2002 di alamat:

142

e-BinaAnak 172/April/2004: Kematian

Yesus

Salam dari Redaksi

Salam sejahtera dalam perlindungan-Nya,

Isak tangis dan ratapan bercampur dengan gelak tawa dan hinaan. Itulah gambaran suasana menjelang kematian Yesus di kayu salib. "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Itulah yang terucap dari bibir Yesus menghadapi orang- orang yang begitu membenci, menghina, dan mengejek Dia. di tengah suasana yang memungkinkan Dia untuk menunjukkan kekuasaan dan kekuatan-Nya, Yesus dengan penuh kasih-Nya malah mengampuni manusia- manusia yang telah menghujat-Nya. Ya, kasih-Nya memang sangat besar. Dia dengan sukarela melakukan kehendak Bapa-Nya demi menebus hutang dosa kita kepada Bapa di surga. Sekarang apa yang dapat kita lakukan? Apakah kita akan menyia-nyiakan anugerah keselamatan itu?

Kematian Yesus hanya merupakan satu rangkaian peristiwa dari anugerah keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita. Kelahiran, kematian, kenaikan Yesus, dan turunnya Roh Kudus, merupakan rentetan peristiwa yang membawa kita kepada keselamatan yang dijanjikan-Nya. Bulan April ini e-BinaAnak akan membahas mengenai peristiwa "Kematian Yesus sampai dengan hari Pentakosta". Untuk minggu pertama ini kita akan membahas mengenai "Kematian Yesus". Sebuah Artikel, Tips Mengajar, dan Bahan Mengajar akan menjadi sajian kami minggu ini. Harapan kami sajian tersebut dapat menjadi berkat dan menjadi perenungan menjelang hari PASKAH bersama anak-anak Sekolah Minggu Anda.

Selamat mengajar dan memperingati hari PASKAH! Tim Redaksi

"Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata

di dalam tubuh kami." (2 Korintus 4:10)

143

Dalam dokumen publikasi e-binaanak (Halaman 139-143)