PRA-PERENCANAAN
TIPS UNTUK PEMILIHAN PENGAWAS TERUMBU KARANG
Sebelum dilakukan pemilihan, jelaskan secara rinci tentang tugas dan tanggungjawab Pengawas Terumbu Karang. Mintalah kepada para kandidat untuk menyampaikan pendapatnya tentang sumberdaya terumbu karang, pro-gram PBM-COREMAP, dan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pengawasan karang, agar para pemilih dapat menilai kemampuan dan kesungguhan masing-masing calon.
6. Pada akhir kegiatan pelatihan, lakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana materi yang telah diberikan dapat dimengerti dan bagaimana kesiapan mereka dalam membantu Fasilitator Lapangan.
7. Pembekalan Pengawas Terumbu Karang
Pembekalan Pengawas Terumbu Karang adalah kegiatan pelatihan/ pembekalan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Pengawas Terumbu Karang agar dapat menjalankan tugas dan perannya secara efektif dalam menjaga keutuhan terumbu karang.
Tujuan
Untuk memberikan bekal pengetahuan kepada petugas Pengawas Terumbu Karang mengenai cara-cara melakukan kegiatan pengawasan.
Hasil yang ingin dicapai
Pengawas Terumbu Karang memahami tugas dan tanggungjawabnya sebagai Pengawas Terumbu Karang, serta menguasai cara-cara melakukan kegiatan pengawasan.
Bahan dan alat yang diperlukan :
Whiteboard/ papan tulis/ kertas plano/ media lainnya Alat tulis
Brosur Film/slide Buku referensi
Strategi pelaksanaan :
1. Pelaksana pelatihan adalah Kantor Pokja-COREMAP Kabupaten. Peserta pelatihan adalah Pengawas Terumbu Karang dari seluruh desa lokasi kegiatan PBM-COREMAP.
2. Materi pelatihan mencakup aspek-aspek :
Pengetahuan dasar pengelolaan dan konservasi sumber daya alam laut.
Prosedur menyelam yang benar :
- Teknik melakukan kegiatan pengawasan dan pemantauan terumbu karang
- Teknik berkomunikasi melalui radio komunikasi (SSB) - Peraturan perundangan dan aturan-aturan tradisional yang
berkaitan dengan konservasi dan pengelolaan lingkungan.
Ilustrasi : IIRR, 1998.
- Pengenalan terhadap bukti-bukti pelanggaran.
- Tindakan-tindakan yang harus dilakukan bila terjadi pelanggaran - Cara membuat laporan hasil
pengawasan.
4. Agar peserta pelatihan dapat berperan aktif, adakan diskusi kelompok untuk membahas materi yang telah disampaikan. 5. Pada akhir kegiatan pelatihan, lakukan evaluasi untuk mengetahui
sejauh mana materi yang telah diberikan dapat dipahami dan bagaimana kesiapan mereka untuk melakukan tugas pengawasan terumbu karang.
8. Pembekalan Pengurus Pokmas
Pembekalan Pengurus Pokmas adalah kegiatan pelatihan tentang manajemen organisasi dan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan pengelolaan suatu organiasi, yang diikuti oleh Pengurus dan atau Anggota Pokmas.
3. Gunakan alat peraga agar peserta dapat betul-betul memahami materi pelatihan yang diberikan.
Tujuan
Untuk meningkatkan kemampuan Pengurus Pokmas dalam mengelola suatu organisasi.
Hasil yang ingin dicapai
Pengurus Pokmas memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai dalam pengelolaan organisasi antara lain :
- Pengurus Pokmas mampu membangun Visi dan menetapkan sasaran organisasi secara baik.
- Ketua Pokmas dapat memimpin organisasi secara efektif - Pengurus Pokmas memahami prosedur dan pengelolaan
keuangan organisasi.
- Pengurus Pokmas memahami peran organisasinya dalam program pengelolaan terumbu karang.
Bahan dan alat yang diperlukan :
Whiteboard/ papan tulis/ kertas plano/media lainnya Alat tulis
Brosur Film/slide Buku referensi
Strategi pelaksanaan :
1. Ciptakan suasana kelas yang kondusif agar semua peserta pelatihan dapat berperan aktif dan bisa menyampaikan pendapat secara baik.
2. Dalam penyampaian makalah/ materi, pergunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh peserta.
3. Materi yang perlu diberikan antara lain : Kepemimpinan
Manajemen dan Dinamika Kelompok Cara-cara mengatasi konflik
Prosedur surat menyurat dan administrasi lain
Manajemen keuangan organisasi Cara membuat laporan
4. Bila tersedia, gunakan alat peraga agar peserta dapat betul-betul memahami materi pelatihan yang diberikan.
5. Agar peserta pelatihan dapat berperan aktif, adakan diskusi kelompok untuk membahas materi yang telah disampaikan. 6. Pada akhir kegiatan pelatihan, lakukan evaluasi untuk mengetahui
sejauh mana materi yang telah diberikan dapat dimengerti dan bagaimana kesiapan mereka untuk melakukan pengelolaan organisasi.
BAB III
PERENCANAAN
Rangkaian kegiatan pra-perencanaan selesai dilaksanakan, apabila : Fasilitator Lapangan telah melaksanakan sosialisasi diri dan
diterima oleh masyarakat
Fasilitator Lapangan telah melaksanakan sosialisasi program COREMAP kepada masyarakat
Pokmas telah terbentuk
Motivator Desa telah terpilih dan ditetapkan Pengamat Karang telah terpilih dan ditetapkan
Kepada Motivator Desa, Pengamat Karang, dan Pengurus Pokmas telah mendapat pembekalan
Tahapan berikutnya adalah penyusunan perencanaan program PBM-COREMAP untuk desa yang bersangkutan. Kegiatan ini dilakukan bersama-sama oleh Fasilitator Lapangan, Motivator Desa, Pokmas, dan pihak lain yang terkait.
Perencanaan diawali dengan identifikasi dan analisa profil desa guna menemukan isu dan masalah-masalah strategis yang akan dijadikan sebagai dasar untuk menetapkan visi, sasaran serta program-program pengelolaan terumbu karang secara terpadu di desa yang bersangkutan.
1. Identifikasi dan Analisa Profil Desa
(Profiling)
Identifikasi dan Analisa profil desa (profiling) merupakan kegiatan mengidentifikasi dan menganalisa kondisi potensi suatu desa yang meliputi aspek-aspek : kualitas lingkungan terumbu karang, potensi sumberdaya alam laut, kondisi sosial ekonomi masyarakat, pemanfaatan sumberdaya, dan kelembagaan.
Tujuan
Untuk mengetahui gambaran/profil suatu desa yang dicerminkan oleh kondisi : kualitas lingkungan terumbu karang, potensi sumberdaya alam laut, kondisi sosial ekonomi masyarakat, pemanfaatan sumberdaya, dan kelembagaan.
Hasil yang ingin dicapai
Gambaran mengenai profil desa dan isu strategis untuk pengelolaan sumberdaya terumbu karang serta pengembangan perekonomian masyarakat.
Bahan dan alat yang diperlukan :
Alat tulis
Data monografi desa Peta areal terumbu karang
Strategi pelaksanaan :
1. Susun daftar data profil yang akan dikumpulkan.
2. Bahas bersama-sama untuk menyamakan persepsi dan melengkapi bila ada data yang diperlukan tetapi belum masuk dalam daftar.
3. Lakukan pembagian kelompok sesuai dengan jenis data yang akan dikumpulkan, contoh :
KELOMPOK A
mengumpulkan data tentang kondisi ekosistem terumbu karang di wilayah pesisir desa
KELOMPOK B
mengumpulkan data tentang kondisi ekosistem sosial ekonomi masyarakat
KELOMPOK C
mengumpulkan data tentang kegiatan pemanfaatan sumber-daya alam di wilayah pesisir desa
KELOMPOK D
mengumpulkan data dan mengkaji tentang kelembagaan desa
4. Lakukan pengumpulan data baik berupa data primer yaitu melalui pengamatan langsung, maupun data sekunder yaitu berupa informasi yang diperoleh dari sumber tertentu. 5. Lakukan pembahasan bersama-sama terhadap data yang
telah terkumpul untuk memastikan apakah data yang terkumpul telah lengkap dan memenuhi syarat.
2. Identifikasi Stakeholders
Identifikasi stakeholders adalah suatu kegiatan mengenali dan mengidentifikasi pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dan kepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap keberadaan terumbu karang.
Tujuan
Untuk mengetahui pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dan kepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap keberadaan terumbu karang serta dampak potensial yang mungkin dapat diakibatkan.
Hasil yang ingin dicapai
Daftar jenis-jenis stakeholders lengkap dengan aktifitas dan peran yang dilakukan.
Bahan dan alat yang diperlukan :
Alat tulis
Peta area terumbu karang
Strategi pelaksanaan :
1. Bahas bersama-sama mengenai batasan kelompok stakeholder yaitu stakeholder primer, stakeholder sekunder, stakeholder tersier.
2. Lakukan pembagian kelompok sesuai dengan kelompok stakeholder yang akan diidentifikasi, yaitu :
Contoh Data Sekunder :
- Jumlah penduduk - Data iklim - dsb.
Contoh Data Primer :
- Hasil pengamatan langsung terhadap adanya kegiatan pemboman
- Hasil pengamatan langsung terhadap terjadinya abrasi pantai - Hasil pengamatan langsung
terhadap kebiasaan sehari-hari kaum perempuan di desa lokasi
KELOMPOK A M e n g i n d e n t i f i k a s i kelompok stakeholder primer KELOMPOK B M e n g i n d e n t i f i k a s i kelompok stakeholder sekunder KELOMPOK C Mengindentifikasi lembaga-lembaga/