yang cukup besar pada PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor Pajajaran adalah Image BRI sudah melekat di hati masyarakat Indonesia dengan skor 0.546. Hal ini bisa dijadikan peluang untuk mengembangkan langkah lain dalam pemasaran. Adapun yang menjadi ancaman utama adalah Resiko Gagal Bayar (NPL) dengan skor 0.268. Ancaman utama ini harus bisa di atasi dengan memperhatikan kemampuan bayar nasabah. Skor (nilai) total atas faktor-faktor strategis eksternal adalah sebesar 3.076. Nilai tersebut menunjukkan bahwa PT Bank Rakyat Indonesia Kantor
Cabang Bogor Pajajaran berada dalam posisi kuat dalam usahanya menjalankan strategi yang mengindari ancaman ekternal.
2. Tahap Pencocokan
Pada tahap pencocokan, alat analisis yang digunakan adalah matriks IE dan matriks SWOT. Pemilihan kedua alat analisis ini didasarkan pada tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis faktor internal dan eksternal serta mengetahui posisi bersaing.
a. Matriks IE
Matriks IE didasarkan pada dua dimensi kunci yaitu total skor IFE yang diberi bobot pada sumbu X dan total skor EFE yang diberi bobot pada sumbu Y. Matriks IE bertujuan untuk mengetahui posisi perusahaan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari matriks IFE dan EFE dapat disusun dalam matriks Internal-Eksternal. Nilai total skor faktor-faktor strategis internal PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor Pajajaran adalah sebesar 2,937, sedangkan nilai total skor atas faktor-faktor strategis eksternal adalah sebesar 3,076. Hal ini dapat diartikan bahwa faktor strategis eksternal memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan faktor strategis internal. Hasil dari analisis IE dapat dilihat pada Gambar 5.
Skor Total
EFE
Skor Total IFE 4,0 Kuat 3,0 – 4,0 3,0 Sedang 2,0 – 2,99 2,0 Lemah 1,0 – 1,99 2,0 Tinggi 3,0 – 4,0 I II III Sedang 3,0 – 4,0 IV V VI Rendah 3,0 – 4,0 VII VIII IX
Gambar 5. Matrix IEPT Bank Rakyat Indonesia kantor cabang Bogor Pajajaran Berdasarkan Matriks IE pada Gambar 5 dapat dilihat bahwa PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor Pajajaran berada pada sel II. Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang paling baik dikendalikan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor Pajajaran adalah strategi Grow and Built (tumbuh dan membangun). Strategi-strategi yang umumnya digunakan adalah strategi intensif seperti market penetration, market development dan product development. Strategi penetrasi pasar berkaitan erat dengan usaha pemasaran yang gencar, yang dapat dicapai dengan cara menambah usaha promosi, iklan dan
publisitas. Sedangkan pengembangan produk berhubungan dengan perbaikan dan modifikasi produk atau jasa. Hasil dari analisi SWOT dapat dilihat pada Tabel 19. Tabel 19. Analisis matriks SWOT strategi pemasaran PT Bank Rakyat Indonesia
kantor cabang Bogor Pajajaran IFAS
EFAS
Strengths (S)
1. Persyaratan mudah tanpa agunan
2. SDM yang berpengalaman 3. Lokasi yang strategis 4. Kecepatan pemberian
keputusan kredit
5. Menggunakan teknik jemput bola yang memudahkan dan mempercepat nasabah mendapat pelayanan
Weakness (W)
1. Jumlah pinjaman relatif kecil
2. Kriteria Jenis Usaha 3. Lama Berusaha
4. Jangka waktu pinjaman terlalu cepat
5. Batasan area wilayah
Opportunities (O)
1. Program pemerintah terhadap UMKM
2. Perkembangan KUR yang meningkat
3. Kebutuhan masyarakat akan kredit meningkat 4. Image BRI sudah melekat
di hati masyarakat Indonesia 5. Perkembangan UMKM yang pesat. (SO) 1. Melakukan strategi
pengembangan pasar dengan meningkatkan promosi berupa direct selling untuk menambah jumlah nasabah. (S5,O3)
2. Mempermudah dan
mempercepat proses pencairan dana kredit. (S1,O5)
(WO)
1. Memaksimalkan jaringan kerja yang luas untuk dapat meningkatkan portofolio jumlah pinjaman dan simpanan dengan cara melakukan kemitraan. (W5,O4)
Threats (T)
1. Resiko Gagal Bayar (NPL) 2. Pemalsuan Dokumen
Kredit
3. Pesaing yang memberikan kredit sejenis
4. Kondisi ekonomi yang belum stabil
5. Persaingan dengan Bank Asing yang memberikan kemudahan pemberian kredit tanpa agunan.
(ST)
1. Memperketat persyaratan kredit agar terhindar dari resiko gagal bayar. (S1,T1)
2. Memberikan pelayanan khusus kepada nasabah. (S2,T3)
(WT)
1. Memaksimalkan kebutuhannasabah. (W1,T3).
Proses Hirarki Analitik (AHP)
Penentuan prioritas strategi pemasaran berdasarkan alternatif-alternatif startegi yang ada digunakan metode Proses Hirarki Analitik (AHP) dengan menggunakan program Expert Choice 11. Tingkat pertama adalah fokus atau goal adalah masalah yag harus diselesaikan sesuai dengan kesepakatan bersama, tingkat kedua adalah faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran, tingkat ketiga adalah aktor penting dalam menentukan strategi pemasaran, tingkat keempat adalah tujuan yang ingin dicapai dan tingkat kelima adalah alternatif-alternatif
strategi yang dipilih oleh manajemen perusahaan berdasarkan kuisioner dengan tujuan mampu mencapai target yang diharapkan. Struktur hirarki strategi pemasaran di PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor Pajajaran dapat dilihat pada Gambar 6.
KETE
Gambar 6. Struktur hierarki strategi pemasaran PT Bank Rakyat Indonesia kantor cabang Bogor Pajajaran
Keterangan : 1. Faktor
SDM : Sumber Daya Manusia KKB : Kondisi Keuangan Bank PB : Persaingan Bank
TN : Teknologi
PD : Produk yang dihasilkan SN : Sikap Nasabah
2. Aktor
a. PC : Pimpinan Cabang b. RA : Resident Audit
c. SPV ADK : Supervisor Administrasi Kredit d. AO : Account Officer
e. ADK : Administrasi Kredit SDM
Strategi Pemasaran PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor Pajajaran
KKB PB TN PD SN PC SPV ADK AO MBU MPP MCK MLN GOAL Faktor Aktor Tujuan Alternatif RA ADK A1 A2 A3 A4 A5 A6
3. Tujuan
a. MLN : Mempertahankan Loyalitas Nasabah b. MCK : Meningkatkan Citra dan Keuntungan c. MPP : Meningkatkan Pangsa Pasar
d. MBU : Menjamin Berlangsungnya Usaha 4. Alternatif
a. A1 : Melakukan strategi pengembangan pasar dengan meningkatkan promosi berupa personal selling untuk menambah jumlah nasabah. b. A2 : Mempermudah dan mempercepat proses pencairan dana
c. A3 : Memberikan pelayanan khusus kepada nasabah.
d. A4 : Memaksimalkan jaringan kerja yang luas untuk dapat meningkatkan portofolio jumlah pinjaman dan simpanan dengan cara melakukan kemitraan.
e. A5 : Memaksimalkan kebutuhan nasabah.
f. A6 : Memperketat persyaratan kredit agar tehindar dari resiko gagal bayar.
Hasil Pengolahan AHP Secara Horizontal
Pengolahan horizontal digunakan untuk menyusun prioritas relatif setiap faktor yang berada satu tingkatan di atasnya. Pengolahan horizontal belum memperlihatkan keseluruhan kaitan setiap elemen dalam hirarki. Penjelasan dari setiap elemen dengan penilaian secara horizontal dalam penyusunan strategi pemasaran di PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor Pajajaran dijelaskan sebagai berikut :
1. Fokus (Tingkat Satu)
Fokus pada hirarki ini adalah strategi pemasaran di PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor Pajajaran yaitu Menjadi Market Leader Pemasaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kredit Modal Kerja (KMK) yang dapat dilihat pada Tabel 20.
Tabel 20. Hasil pengolahan horizontal elemen faktor terhadap fokus
No ELEMEN FAKTOR GOAL
BOBOT PRIORITAS 1 SDM 0,396 1 2 KKB 0,191 2 3 PB 0,161 3 4 TN 0,079 5 5 PD 0,076 6 6 SN 0,097 4
2. Faktor (Tingkat Dua)
Tabel 20 membandingkan antara masing-masing elemen faktor terhadap fokus. Pada Tabel 20 dapat dilihat bahwa SDM merupakan elemen faktor paling
penting dengan bobot 0.396, hal ini menjelaskan bahwa SDM sangat mempengaruhi strategi pemasaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kredit Modal Kerja (KMK). Kemudian disusul oleh elemen faktor KKB (0.191), elemen faktor berikutnya adalah PB (0.161), TN (0.079), PD (0,076), SN (0,097). 3. Aktor (Tingkat Tiga)
Informasi Tabel 21 dapat dilihat bahwa aktor yang paling berpengaruh terhadap Sumber Daya Manusia adalah Pimpinan Cabang (0.481), diikuti oleh bagian Resident Audit (0.196) dan Supervisor Administrasi Kredit (0.123). Elemen aktor yang berpengaruh Kondisi Keuangan Bank dipegang peranannya oleh Pimpinan Cabang (0.448), kemudian bagian Resident Audit (0.222) dan bagian Supervisor Administrasi Kredit (0.120). Elemen aktor berikutnya yang berpengaruh terhadap persaingan bank masih dipegang peranannya oleh Pimpinan Cabang (0,454), kemudian bagian Resident Audit (0.210) dan bagian Supervisor Administrasi Kredit (0.132).
Elemen aktor yang berpengaruh terhadap teknologi peranannya masih dipegang oleh Pimpinan Cabang (0.439), kemudian Resident Audit (0.207) dan bagian Supervisor Administrasi Kredit (0.134), elemen aktor yang berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan dipegang Pimpinan Cabang (0,460), kemudian bagian resisdent audit (0.204) dan bagian Administrasi Kredit (0.119).
Tabel 21. Hasil pengolahan horizontal elemen aktor terhadap faktor Aktor Faktor SKOR Ordered SDM KKB PB TN PD SN PC 0,481 0,448 0,454 0,439 0,460 0,445 0,462 1 RA 0,196 0,222 0,210 0,207 0,204 0,226 0,208 2 SPV ADK 0,123 0,120 0,132 0,134 0,118 0,132 0,125 3 AO 0,098 0,095 0,093 0,104 0,099 0,091 0,096 5 ADK 0,101 0,115 0,11 0,115 0,119 0,106 0,108 4 Bobot 0,396 0,191 0,161 0,079 0,076 0,097 Inconsistency 0,08 0,08 0,08 0,08 0,07 0,08 1. Tujuan
Tabel 22 akan menunjukan antara masing masing elemen tujuan terhadap aktor. Elemen tujuan pertama yang paling berpengaruh terhadap pimpinan cabang adalah mempertahankan loyalitas nasabah (0.386), kemudian diikuti oleh meningkatkan citra dan keuntungan (0.319), kemudian diikuti oleh meningkatkan pangsa pasar (0.150), dan yang terakhir menjamin berlangsungnya usaha (0,145).
Elemen tujuan kedua yang berpengaruh terhadap Resident Audit adalah mempertahankan loyalitas nasabah (0,561), meningkatkan citra dan keuntungan (0,211), menjamin berlangsunya usaha (0,124) dan yang terakhir meningkatkan pangsa pasar (0,104).
Elemen tujuan ketiga yang berpengaruh terhadap Spv ADK adalah mempertahankan loyalitas nasabah (0,534), meningkatkan citra dan keuntungan (0,237), menjamin berlangsunya usaha (0,122) dan yang terakhir meningkatkan pangsa pasar (0,107).
Elemen tujuan keempat yang berpengaruh terhadap Account Officer adalah mempertahankan loyalitas nasabah (0,522), meningkatkan citra dan keuntungan (0,225), meningkatkan pangsa pasar (0,127) dan yang terakhir menjamin berlangsunya usaha (0,126).
Elemen tujuan keempat yang berpengaruh terhadap Administrasi Kredit adalah mempertahankan loyalitas nasabah (0,530), meningkatkan citra dan keuntungan (0,218), meningkatkan pangsa pasar dan menjamin berlangsunya usaha (0,126).
Tabel 22. Hasil pengolahan horizontal elemen tujuan terhadap aktor
TUJUAN
AKTOR SKOR Ordered
PC RA SPV ADK AO ADK MLN 0,386 0,561 0,534 0,522 0,530 0,362 1 MCK 0,319 0,211 0,237 0,225 0,218 0,221 2 MPP 0,150 0,104 0,107 0,127 0,126 0,104 4 MBU 0,145 0,124 0,122 0,126 0,126 0,108 3 Bobot 0,462 0,208 0,125 0,096 0,108 Inconsistency 0,070 0,080 0,080 0,080 0,050 2. Strategi
Tabel 23 akan membandingkan antara masing-masing elemen strategi alternatif terhadap tujuan. Elemen strategi alternatif pertama yang berpengaruh terhadap mempertahankan loyalitas nasabah adalah melakukan strategi pengembangan pasar dengan meningkatkan promosi berupa personal selling (0,396), dengan meningkatkan promosi berupa personal selling tentunya akan meningkatkan jumlah nasabah dan loyalitas nasabah. Strategi alternatif berikutnya yang berpengaruh adalah mempermudah dan mempercepat proses pencairan dana (0,188), karena dengan mempermudah dan mempercepat proses pencairan dana, nasabah pasti tertarik untuk meminjam dana KUR Kredit Modal Kerja DI BRI Kantor Cabang Bogor Pajajaran, Strategi alternatif berikutnya yang berpengaruh adalah memberikan pelayanan khusus kepada nasabah (0,132), Strategi alternatif berikutnya yang berpengaruh adalah memaksimalkan jaringan kerja yang luas untuk dapat meningkatkan portofolio jumlah pinjaman dan simpanan dengan cara melakukan kemitraan (0,128), memperketat persyaratan kredit agar tehindar dari resiko gagal bayar (0,08), dan yang terakhir memaksimalkan kebutuhan nasabah (0,076).
Elemen strategi alternatif kedua yang berpengaruh terhadap meningkatkan citra dan keuntungan adalah melakukan strategi pengembangan pasar dengan meningkatkan promosi berupa personal selling (0,414), strategi alternatif berikutnya yang berpengaruh adalah mempermudah dan mempercepat proses pencairan dana (0,187), strategi alternatif berikutnya yang berpengaruh adalah memberikan pelayanan khusus kepada nasabah (0,139), strategi alternatif berikutnya yang berpengaruh adalah memaksimalkan jaringan kerja yang luas untuk dapat meningkatkan portofolio jumlah pinjaman dan simpanan dengan cara melakukan kemitraan (0,128), memaksimalkan
kebutuhan nasabah (0,075), dan yang terakhir memperketat persyaratan kredit agar tehindar dari resiko gagal bayar (0,058).
Elemen strategi alternatif ketiga yang berpengaruh terhadap meningkatkan pangsa pasar adalah melakukan strategi pengembangan pasar dengan
meningkatkan promosi berupa personal selling (0,408), strategi alternatif berikutnya yang berpengaruh adalah mempermudah dan mempercepat proses pencairan dana (0,182), strategi alternatif berikutnya yang berpengaruh adalah memberikan pelayanan khusus kepada nasabah (0,13), strategi alternatif berikutnya yang berpengaruh adalah memaksimalkan jaringan kerja yang luas untuk dapat meningkatkan portofolio jumlah pinjaman dan simpanan dengan cara melakukan kemitraan (0,115), memaksimalkan kebutuhan nasabah (0,091), dan yang terakhir memperketat persyaratan kredit agar tehindar dari resiko gagal bayar (0,074).
Elemen strategi alternatif keempat yang berpengaruh terhadap menjamin berlangsungnya usaha adalah melakukan strategi pengembangan pasar dengan meningkatkan promosi berupa personal selling (0,395), strategi alternatif berikutnya yang berpengaruh adalah mempermudah dan mempercepat proses pencairan dana (0,187), strategi alternatif berikutnya yang berpengaruh adalah memaksimalkan jaringan kerja yang luas untuk dapat meningkatkan portofolio jumlah pinjaman dan simpanan dengan cara melakukan kemitraan memaksimalkan jaringan kerja yang luas untuk dapat meningkatkan portofolio jumlah pinjaman dan simpanan dengan cara melakukan kemitraan (0,134), memberikan pelayanan khusus kepada nasabah (0,117), memperketat persyaratan kredit agar tehindar dari resiko gagal bayar (0,094), dan yang terakhir memaksimalkan kebutuhan nasabah (0,073).
Berdasarkan Tabel 4.7, strategi yang paling tepat diterapkan perusahaan berdasarkan analisis AHP melakukan strategi pengembangan pasar dengan meningkatkan promosi berupa personal selling dengan skor 0,320 atau sebesar nilai 31,99 % berpengaruh terhadap Pemasaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kredit Modal Kerja (KMK).
Tabel 23. Hasil pengolahan horizontal elemen strategi terhadap tujuan Alternatif Tujuan SKOR Ordered MLN MCK MPP MBU A1 0,396 0,414 0,408 0,395 0,320 1 A2 0,188 0,187 0,182 0,187 0,148 2 A3 0,132 0,139 0,13 0,117 0,105 3 A4 0,128 0,128 0,115 0,134 0,101 4 A5 0,076 0,075 0,091 0,073 0,061 5 A6 0,08 0,058 0,074 0,094 0,060 6 Bobot 0,362 0,221 0,104 0,108 Inconsistency 0,06 0,08 0,08 0,07
Hasil Pengolahan AHP Secara Vertikal
Pengolahan vertikal digunakan untuk menyususn dan melihat prioritas menyeluruh setiap elemen pada tingkat tertentu terhadap sasaran utama hirarki. Pengolahan vertikal dilakukan setelah matriks pendapat gabungan diolah secara horizontal dan telah memenuhi persyaratan inkonsistensi yaitu sebesar < 10 persen. Hirarki hasil pengolahan secara vertical yang dapat dilihat pada Gambar 7.
Gambar 7. Hierarki hasil pengolahan secara vertikal strategi pemasaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kredit Modal Kerja (KMK)
Strategi Pemasaran PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor Pajajaran
SDM (0,396) KKB (0,191) PB (0,161) TN (0,079) (0,076) PD SN (0,097) PC (0,462) SPV ADK (0,125) AO (0,096) MBU (0,108) MPP (0,104) MCK (0,221) MLN (0,362) A1 (0,320) A2 (0,148) A3 (0,105) A4 (0,101) GOAL Faktor Aktor Tujuan Alternatif RA (0,208) ADK (0,108) A5 (0,061) A46 (0,060)
Implikasi Manajerial
Pada tahapan ini akan disajikan elemen-elemen penting yang terlibat secara langsung dan memberikan kontribusi besar terhadap keberlangsungan strategi pemasaran PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor Pajajaran di Bogor. Elemen-elemen terkait (Gambar 8).
Gambar 8. Model implikasi manajerial strategi pemasaran Bank BRI STRATEGI PEMASARAN PT BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG BOGOR PAJAJARAN FAKTOR SDM KKB PB TN PD SN AKTOR PC RA SPV ADK AO ADK TUJUAN MLN MCK MPP MBU ALTERN ATIF A1 A2 A4 A6 A3 A5
Gambar 8 menjelaskan bahwa faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap strategi pemasaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor adalah Sumber Daya Manusia dan Kondisi Keuangan Bank. Dengan semakin banyaknya kompetitor baru seperti Bank Mandiri dan Bank Swasta lainnya, maka masyarakat akan lebih selektif dalam memilih produk. Dan keadaan ini kekuatan perusahaan dituntut, dimana Sumber Daya Manusia menjadi pertimbangan khusus. PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor harus terus mempertimbangkan Sumber Daya Manusia yang masuk menjadi karyawan karena Sumber Daya Manusia yang baik akan tetap dicari oleh nasabah.
Faktor berikutnya yang memberikan kontribusi besar terhadap strategi pemasaran Kredit Usdaha Rakyat adalah Kondisi Keuangan Bank. Kondisi Keuangan Bank akan menjadi ukuran bagi konsumen mengingat kuatnya peta persaingan di pasar. Nasabah cenderung membandingkan setiap produk sejenis dan peran Kondisi Keuangan Bank menjadi sangat penting pada tingkatan ini, dimana konsumen akan memilih produk yang mudah dan cepat didapatkannya. Berbeda dengan nasabah tetap, nasabah tetap adalah tipe nasabah yang percaya terhadap image perusahaan.
Sedangkan pada tingkat aktor, elemen yang paling berpengaruh dan berperan penting dalam menjalankan strategi pemasaran PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor adalah pimpinan cabang. Sangat jelas bahwa pimpinan cabang adalah aktor yang sangat memahami bagaimana kondisi internal dan eksternal perusahaan terkait sumber daya yang dimiliki, baik para pegawai (SDM), keuangan, produksi, kondisi pasar dan kompetitor. Dengan kemampuan mamahami seluk beluk persaingan secara mendalam, jelas peranan pimpinan cabang berada pada prioritas teratas.
Aktor kedua adalah resident audit, sesuai dengan tupoksi bahwa peranan residnet audit memang sangat vital di bidang pengauditan, karena resident audit adalah orang yang bertanggung jawab terhadap bagaimana kebenaran yang dijalankan oleh para karyawannya terhadap pekerjaan. Bagian resident audit juga aktor yang cukup mengetahui bagaimana kondisi produk di pasar / lapangan dan berinteraksi secara langsung dengan para nasabah.
Pada tingkatan tujuan, elemen yang paling berperan penting adalah mempertahankan loyalitas nasabah. Semakin loyal nasabah terhadap perusahaan maka perusahaan akan tetap bertahan ditengah semakin maraknya persaingan kredit dari bank-bank kompetitor lainnya
Elemen tujuan berikutnya adalah menciptakan citra dan keuntungan, dengan selalu memberikan kredit usaha rakyat dengan prosedur yang mudah dan cepat cair, sehingga rasa percaya nasabah akan selalu meningkat dan tidak ragu mengajukan kredit usaha rakyat ke PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor.
Pada tingkat akhir yaitu strategi, diperoleh enam alternatif strategi yang dinilai memberikan pengaruh positif bagi strategi pemasaran Kredit Usaha Rakyat PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor. Strategi pertama adalah perluas pasar dengan cara strategi peliputan pasar, dimana BRI memutuskan untuk melakukan strategi pengembangan pasar dengan meningkatkan promosi berupa personal selling, hal ini sudah dan masih terus dilakukan perusahaan hingga saat ini, melalui menciptakan inovasi-inovasi terhadap produk perbankan. Strategi
kedua adalah adalah mempermudah dan mempercepat proses pencairan dana, melalui strategi ini akan menarik minat para konsumen untuk mengambil kredit pada PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Bogor. Strategi ketiga adalah memberikan pelayanan khusus kepada nasabah. Strategi keempat adalah memaksimalkan jaringan kerja yang luas untuk dapat meningkatkan portofolio jumlah pinjaman dan simpanan dengan cara melakukan kemitraan. Strategi kelima adalah memaksimalkan kebutuhan nasabah. Strategi yang terakhir adalah memperketat persyaratan kredit agar tehindar dari resiko gagal bayar.