BAB IV PERKEMBANGAN KEUANGAN DAERAH
54Total Dana
54 Total Dana Perimbangan (Juta Rp) th. 2008 Total Dana Perimbangan (Juta Rp) th. 2009 Naik/Turun (Persen) Pemprov 604.70 668.99 10.63 Manado 504.13 516.13 2.38 Bitung 327.74 335.57 2.39 Tomohon 293.07 284.38 (2.97) Minahasa 459.47 465.44 1.30 Minsel 316.74 359.70 13.56 Minut 361.32 335.43 (7.16) Bolmong 406.96 337.93 (16.96) Talaud 326.03 344.78 5.75 Sangihe 297.18 419.46 41.14 Kotamobagu 94.66 265.69 180.67 Bolmut 92.74 266.61 187.47 Sitaro 120.89 286.80 137.24 Mitra 122.79 335.43 173.17 Boltim n.a. 54.22 Bosel n.a. 66.88 TOTAL 4,328.44 5,343.44 23.45
*) Daerah Pemekaran Tahun 2008
Berdasarkan alokasi dana perimbangan di masing-masing kabupaten/kota/provinsi di Tahun 2009, pangsa terbesar terjadi pada tingkat provinsi dengan jumlah Rp668,99 milliar dengan pangsa 12,52%, naik 10,63% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berikutnya adalah Kota Manado sebesar Rp516,13 miliar dengan pangsa 9,66% dari total anggaran, Kabupaten Minahasa sebesar Rp.465,44 dengan pangsa 8,71% dan Kabupaten Sangihe sebesar Rp419,46 miliar dengan pangsa 7,85%. Alokasi dana terendah diperoleh oleh Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dengan pangsa 1,01% dari total dana perimbangan atau sebesar Rp54,22 milliar.
Tabel 4.2.
Dana Perimbangan ke Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009
Grafik 4.1
Alokasi Dana Perimbangan Sulawesi Utara Tahun 2008
Grafik 4.2
Alokasi Dana Perimbangan Sulawesi Utara Tahun 2009
55
Berdasarkan komponennya, alokasi dana perimbangan di masing – masing wilayah Sulawesi Utara pada APBD Tahun 2009 sebagian besar terdiri dari Dana Alokasi Umum. Secara agregat, pangsa dari DAU, DAK dan Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak berturut-turut sebesar 76,84%, 16,79% dan 6,36%. Dana Bagi Hasil merupakan bagian dana perimbangan untuk mengatasi masalah ketimpangan vertikal (antara Pusat dan Daerah) yang dilakukan melalui pembagian hasil antara Pemerintah Pusat dan Daerah penghasil, dari sebagian penerimaan perpajakan (nasional) dan penerimaan sumber daya alam. Rendahnya pangsa Dana Bagi Hasil di Sulawesi Utara mencerminkan bahwa kontribusi Provinsi Sulawesi Utara terhadap penerimaan negara, baik dari segi pajak maupun pengelolaan sumber daya alam masih kecil.
4.2. Perkembangan APBD Provinsi
Kinerja keuangan pemerintah hingga triwulan IV-2009 relatif lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sampai dengan 31 Desember 2009, total pengeluaran pemerintah mencapai Rp1.034 milliar atau mencapai 91,3% dari target pengeluaran dalam APBD-P sebesar Rp1.133 milliar. Sementara itu, total penerimaan pemerintah mencapai Rp1023 milliar atau 98,5% dari target penerimaan dalam APBD-P sebesar Rp1.039 milliar. Realisasi penerimaan yang lebih kecil dibandingkan pengeluaran menyebabkan keuangan pemerintah hingga triwulan IV-2009 mengalami defisit sebesar Rp11,08 milliar. Keadaan ini selanjutnya ditanggulangi dengan adanya pembiayaan daerah senilai Rp99,10 milliar hingga di akhir tahun terdapat SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) sebesar Rp88,02 milliar.
Grafik 4.3
Rincian Alokasi Dana Perimbangan Sulawesi Utara Tahun 2009
56 Nominal % Nominal % Penerimaan 791.77 924.74 965.07 104.4 1,039.06 1,023.37 98.5 Pendapatan Asli Daerah (PAD) 240.20 296.42 322.41 108.8 317.32 331.11 104.3 Dana Perimbangan 488.57 609.83 613.66 100.6 686.74 692.26 100.8 Lain-Lain Pendapatan yang Sah 63.00 18.50 29.00 156.8 35.00 - -Pengeluaran 821.06 973.58 912.87 93.8 1,133.47 1,034.46 91.3
Konsumsi Pemerintah 669.27 791.34 755.53 95.48 849.50 792.82 93.3 Belanja Pegawai 311.99 386.14 366.61 94.9 355.38 335.04 94.3 Belanja Barang dan Jasa 205.33 196.87 184.69 93.8 252.86 236.00 93.3 Belanja Bantuan Sosial 64.98 59.80 58.54 97.9 57.13 54.72 95.8 Belanja Bagi Hasil Pajak 70.95 108.13 107.10 99.0 146.02 136.75 93.7 Belanja Bantuan Keuangan 11.00 29.50 29.50 100.0 10.00 6.00 60.0 Belanja Tidak Terduga 5.02 2.00 0.34 17.0 4.00 2.25 56.3 Belanja Hibah - 8.90 8.75 98.3 24.11 22.06 91.5 Belanja Modal 151.80 182.24 157.34 86.3 283.97 241.64 85.1 Surplus / Defisit -29.29 -48.83 52.20 -94.40 -11.08 Pembiayaan Daerah 29.29 48.83 -5.05 94.10 99.10 SILPA - - 47.16 -0.30 88.02 APBD-P 2007 APBD-P 2008 Rincian Realisasi s.d. 31 Des 2009 Realisasi s.d. 31 Des 2008 APBD-P 2009 1. Penerimaan Provinsi
Total realisasi penerimaan provinsi s.d. posisi 31 Desember 2009 mencapai Rp1.023,37 milliar, atau 98,5% dari target penerimaan dalam APBD-P. Berdasarkan komponen pembentuknya, sumber penerimaan ini terutama berasal dari dana perimbangan (utamanya Dana Alokasi Umum) dengan pangsa 67,65% disusul Penerimaan Asli Daerah (PAD) dengan pangsa 32,4%.
Sementara itu, kinerja pemerintah provinsi dalam melakukan berbagai pemanfaatan aset-aset yang dimiliki hingga akhir tahun terlihat optimal. Hal ini tercermin dari meningkatnya prosentase realisasi Penerimaan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 104,3% dengan nominal sebesar Rp331,11 milyar. Berdasarkan komponen pembentuknya, PAD ini terutama bersumber dari penerimaan pajak sedangkan sisanya dalam bentuk retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah dan lain-lain.
Pencapaian PAD sepanjang Tahun 2009 tersebut masih relatif kecil bila dibandingkan kebutuhan dana pembangunan di Sulawesi Utara tercermin dari relatif rendahnya rasio kemandirian fiskal daerah yaitu perbandingan PAD terhadap total belanja yang hanya 32,4%. Hal ini berarti kegiatan ekonomi dan sosial sebagian besar masih digerakkan oleh dana perimbangan yang berasal dari pemerintah pusat.
Tabel 4.3.
Kinerja Keuangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara s.d. 31 Desember 2009 (dalam Miliar Rp)
57
2. Pengeluaran Provinsi
Realisasi pengeluaran provinsi sepanjang Tahun 2009 mencapai Rp1.034,45 milliar atau 91,3% dibandingkan rencana pengeluaran dalam APBD-P Tahun 2009. Pencapaian ini sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang saat itu mencapai 93,8%. Menurut komponen pembentuknya, pengeluran provinsi terutama didominasi untuk konsumsi pemerintah dengan pangsa 76,6% mencapai Rp792,82 milliar sedangkan pangsa belanja modal mencapai Rp 241,64 milliar dengan pangsa 23,4%. Dibandingkan tahun lalu, maka target belanja modal di Tahun 2009 sebesar Rp283,97 milliar meningkat sebesar 55,82%. Hal ini tentunya sangat menggembirakan sehubungan dengan meningkatnya kegiatan investasi pemerintah di Sulawesi Utara dan tidak semata-mata dialokasikan untuk konsumsi semata (pembayaran gaji, tunjangan, dan lain sebagainya).
3. Kontribusi APBD Terhadap Sektor Riil dan Uang Beredar
Realisasi APBD di tingkat provinsi khususnya realisasi belanja daerah sedikit banyak telah memberikan kontribusi bagi pertumbuhan perekonomian. Dengan melakukan identifikasi terhadap pos-pos dalam APBD-P provinsi ke dalam 2 (dua) kegiatan utama berdasarkan tabel PDRB sisi permintaan, yaitu konsumsi pemerintah dan belanja modal diperoleh hasil bahwa realisasi komsumsi pemerintah memberikan kontribusi sebesar 2,47% terhadap nilai tambah PDRB Provinsi Sulawesi Utara sedangkan realisasi belanja modal memberikan kontribusi sebesar 0,75%. Kontribusi di tingkat kabupaten dan kota relatif sulit untuk diperoleh sehingga hanya besaran-besaran pokok saja yang dimiliki. Secara total, realisasi anggaran belanja dan modal dalam APBD-P provinsi hanya memberikan kontribusi sebesar 3,22% terhadap nilai tambah PDRB Sulawesi Utara. Sementara itu, dampak realisasi APBD provinsi terhadap perkembangan uang beredar sampai dengan posisi 31 Desember 2009 berada pada kondisi ekspansif yang berarti jumlah penerimaan pemerintah lebih sedikit dibandingkan jumlah pengeluarannya.
58 Nominal % Realisasi % thd PDRB A. PENERIMAAN RUPIAH 1,028.71 1,039.06 1,023.37 98.5 3.18
Pendapatan Asli Daerah 309.72 317.32 331.11 104.3 1.03 Pajak Daerah 275.62 279.83 289.38 103.4 0.90 Retrebusi 7.60 10.09 7.57 75.0 0.02 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah 16.50 16.30 16.37 100.4 0.05 Lain-lain 10.00 11.10 17.80 160.3 0.06 Dana Perimbangan 668.99 686.74 692.26 100.8 2.15 Bagi Hsl. Pajak 56.52 56.52 61.30 108.5 0.19 Dana Alokasi Umum 558.63 558.63 558.63 100.0 1.74 Dana Alokasi Khusus 52.88 52.88 52.88 100.0 0.16 Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) 0.96 0.97 1.46 150.8 0.00 Transfer Pemerintah Pusat - Lainnya 17.75 18.00 101.4 0.06 Lain-Lain Pendapatan Sah 50.00 35.00 0.00 0.0 0.00 B. PENGELUARAN RUPIAH 1,121.51 1,133.46 1,034.45 91.3 3.22 Konsumsi Pemerintah 878.82 849.49 792.81 93.3 2.47 Belanja Pegawai 397.78 355.38 335.04 94.3 1.04 Belanja Barang dan Jasa 221.12 252.86 236.00 93.3 0.73 Belanja Bantuan Sosial 58.41 57.13 54.72 95.8 0.17 Belanja Bagi Hasil Pajak 167.63 146.02 136.75 93.6 0.43 Belanja Bantuan Keuangan 10.00 10.00 6.00 60.0 0.02 Belanja Tidak Terduga 7.50 4.00 2.25 56.3 0.01 Belanja Hibah 16.38 24.11 22.06 91.5 0.07 Belanja Modal 242.69 283.97 241.64 85.1 0.75
D. SURPLUS/ (DEFISIT) -93.08 -94.40 -11.08
C. PEMBIAYAAN DAERAH 91.73 94.10 99.10
E. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) -1.35 -0.30 88.02 APBD-P 2009 Realisasi APBD 31 Des 2009 URAIAN APBD 2009 Tabel 4.4.
Kontribusi APBD Provinsi Terhadap Sektor Riil dan Uang Beredar s.d. 31 Desember 2009 (dalam Milliar Rp)
59