B. Belanja Negara
2. Transfer Ke Daerah dan Dana Desa
Transfer ke Daerah dan Dana Desa adalah bagian dari Belanja Negara yang dialokasikan dalam APBN kepada daerah dan desa dalam rangka mendanai pelaksanaan urusan yang telah diserahkan kepada daerah dan desa. TKDD yang dalam APBN 2018 di wilayah Provinsi Banten sebesar Rp15,92 triliun,
- 10 -
Realisasi TKDD triwulan III 2018 sebesar Rp11,80 triliun atau 74,15 persen, dengan realisasi terendah pada DAK Fisik sebesar 47,98 persen yang disebabkan belum berakhirnya batas waktu penyalurah tahap II yaitu pada tanggal 22 Oktober 2018.
Grafik 2.11. Tren Realisasi Dana Transfer dan Dana Desa Lingkup Provinsi Banten Triwulan III 2018
Sumber: OMSPAN (diolah)
3. Pengelolaan BLU
Pada Provinsi Banten terdapat 7 satker BLU yaitu Universitas Terbuka (UT), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN SMB), RS Kusta Sitanala, Sekolah Tinggi PenerbanganIndonesia (STPI), Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Mauk Tangerang, dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Curug.
Grafik 2.12. Kinerja Pendapatan BLU di Banten
sampai dengan Triwulan III 2018 Grafik 2.13. Realisasi Belanja BLU di Banten sampai dengan Triwulan III 2018
Sumber: LKPK/GFS (diolah) Sumber: LKPK/GFS (diolah)
Dari grafik 2.12 terlihat UT memiliki target pendapatan yang tinggi dibanding BLU lain, tetapi secara persentase kinerja pendapatan BLU tertinggi adalah Untirta (142,22 persen), disusul UIN SMB (119,12 persen). Pada sisi belanja BLU, secara nominal pagu dan realisasi UT tertinggi sedangkan secara persentase realisasi tertinggi adalah Untirta (53,53 persen), disusul UIN SMB (51,43 persen) sebagaimana terlihat pada grafik 2.13.
4. Manajemen Investasi Pusat
Realisasi akad KUR di Propinsi Banten triwulan II 2018 sebesar Rp970,06 miliar yang tersebar pada 30.272 debitur. Sebanyak 57,08 persen penyaluran KUR
- 11 -
terdapat di 3 (tiga) daerah yaitu : Kota Tangerang, Kab. Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Ketiga daerah tersebut adalah daerah yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta dan memiliki UMKM terbanyak .
Tabel 2.2. Realisasi Penyaluran Berdasarkan Wilayah Di Provinsi Banten, Triwulan III 2018
C. Prognosis Realisasi APBN
Berdasarkan trend analysis atas data periode Januari s/d September 2018, perkiraan pendapatan negara, belanja negara dan surplus/defisit sampai dengan triwulan IV 2018 di wilayah Provinsi Banten adalah :
Tabel 2.3. Perkiraan Realisasi APBN Lingkup Provinsi Banten s.d. Triwulan IV Tahun 2018 (dalam miliar rupiah)
Uraian Pagu
Realisasi s.d. Trw III Perkiraan Realisasi s.d. Triwulan IV
Rp
% Realisasi Terhadap
Pagu
Rp
% Perkiraan Realisasi Terhadap Pagu Pendapatan Negara 55.585,90 33.334,34 59,97% 44.181,74 79,48%
Belanja Negara 26.933,48 18.234,33 67,70% 23.130,27 85,88%
Surplus/Defisit 28.652,76 15.100,11 52,70% 21.051,45 73,47%
AKAD OUTSTANDING DEBITUR RATA-RATA
KREDIT 1 3600 - Banten 1,220,000,000 1,054,291,324 13 93,846,154 2 3601 - Kab. Pandeglang 138,261,651,800 104,153,541,406 3,678 37,591,531 3 3602 - Kab. Lebak 172,595,952,284 130,017,685,694 4,523 38,159,618 4 3603 - Kab. Tangerang 348,602,774,539 267,900,097,622 6,121 56,951,932 5 3604 - Kab. Serang 163,052,420,000 122,709,187,852 2,892 56,380,505 6 3671 - Kota Tangerang 369,121,452,511 284,491,999,840 5,262 70,148,509 7 3672 - Kota Cilegon 133,286,500,000 102,360,616,802 2,049 65,049,536 8 3673 - Kota Serang 131,955,350,900 95,074,665,081 2,001 65,944,703 9 3674 - Kota Tangerang Selatan 259,618,677,669 200,356,079,916 3,733 69,546,927
1,717,714,779,703 1,308,118,165,537 30,272 Sumber : Data SIKP diakses Tgl 30-09-2018
JUMLAH
NO KABUPATEN/KOTA
REALISASI PENYALURAN KUR
- 12 -
III. PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBD
Tingkat penyerapan APBD sampai dengan triwulan III tahun 2018 realisasi agregat pemerintah daerah di Banten sudah mencapai 58,13 persen. Namun demikian dibandingkan periode yang sama tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 11,04 persen atau yang terealisasi tahun 2017 sebesar 47,09 persen.
Tabel 3.1. Realisasi APBD Lingkup Provinsi Banten
s.d. Triwulan III Tahun 2017 dan Tahun 2018 (dalam miliar rupiah)
Sumber : LRA Pemda wilayah Banten, data diolah
Pagu Realisasi Pagu Realisasi
URAIAN TRIWULAN III 2017 TRIWULAN III 2018
BELANJA 31,073.36 14,553.18 32,364.93 16,774.17
PENDAPATAN 31,599.77 22,114.67 32,817.28 21,789.14
SURPLUS / (DEFISIT)
- 13 -
Secara agregat wilayah Provinsi Banten mengandalkan 55,66 persen sumber pendapatan yang berasal dari pendapatan transfer untuk membiayai belanja daerah, sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 43,84 persen. hal ini mencerminkan tingginya ketergantungan daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
A. Pendapatan Daerah
1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Realisasi penerimaan PAD di Banten secara agregat s.d triwulan III 2018 sebesar Rp9.552,92 atau 69,67 persen. Realisasi total penerimaan PAD tersebut lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun dari sisi capaian terhadap target lebih kecil 3,82 persen. Penyebabnya antara lain meningkatnya capaian pendapatan pajak daerah.
a) Penerimaan Pajak Daerah
Realisasi penerimaan pajak daerah di wilayah Banten triwulan III 2018 sebesar Rp8,15 triliun atau 74,62 persen dari target, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017, realisasi penerimaan pajak lebih besar dari tahun lalu, namun dari sisi capaian terhadap target turun 4,28 persen.
Grafik 3.1. Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Kabupaten/Kota Lingkup Provinsi Banten Triwulan III Tahun 2018 (dalam juta rupiah)
Sumber : LRA Pemda wilayah Banten, data diolah
Realisasi pajak daerah terbesar berasal dari Pemda Provinsi Banten sebesar Rp5.236,82 miliar, disusul Kab. Tangerang sebesar Rp1.399,35 miliar. Sumber tertinggi pajak daerah Kab. Tangerang adalah Pajak PBB dan BPHTB. Hal ini tidak terlepas dari upaya Pemda Kab. Tangerang untuk mempercepat dan mempermudah pembayaran pajak dengan cara menjalin kerjasama dengan pihak lain, diantaranya melalui loket Bank BJB, ATM, Minimarket Indomaret dan Alfamart serta mensosialisasikan mobil keliling ke 246 desa dan 28 kelurahan di Kabupaten Tangerang. Sedangkan Kabupaten Pandeglang merupakan daerah dengan realisasi terendah sebesar 30,88 miliar, penyebabnya antara lain menurunnya kontribusi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan .
(100,000)
Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September
Provinsi Banten
- 14 - b) Penerimaan Retribusi Daerah
Realisasi penerimaan retribusi daerah di wilayah Banten s.d triwulan III 2018 sebesar Rp240,99 miliar atau 61,77 persen dari target, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai nominal realisasi naik 2.14 persen.
Grafik 3.2. Realisasi Penerimaan Retribusi Daerah Kabupaten/Kota Lingkup Provinsi Banten Triwulan III Tahun 2018 (dalam juta rupiah)
Sumber : LRA Pemda wilayah Banten, data diolah
Realisasi penerimaan retribusi daerah tertinggi adalah Kab. Tangerang baik secara nilai nominal sebesar Rp88,63 miliar, yang didukung oleh Retribusi IMB, dan capaian terhadap target yaitu 53,31persen, yang didukung oleh Retribusi IMB dan Retribusi Perpanjangan Ijin Mempekerjakan Tenaga Asing. Sedangkan Realisasi penerimaan retribusi terendah adalah Kota Serang sebesar Rp6,00 miliar atau dengan capaian terhadap target sebesar 44,56 persen yang didukung dengan menurunnya kontribusi retribusi IMB dan Ijin Trayek Pribadi.
c) Penerimaan Hasil Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
Realisasi hasil kekayaan daerah yang dipisahkan s.d. triwulan III 2018 sebesar Rp147,18 miliar atau 85,13 persen dari target. Capaian tersebut turun 16,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.
Grafik 3.3. Realisasi Penerimaan Hasil Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Lingkup Provinsi Banten Triwulan III Tahun 2018 (dalam juta rupiah)
Sumber : LRA Pemda wilayah Banten, data diolah (5,000)
- 15 -
Provinsi Banten secara nominal merupakan daerah dengan realisasi tertinggi sebesar Rp51,63 miliar atau 94,50 persen. Ditinjau dari capaian terhadap target daerah Kab.
Serang merupakan daerah dengan capaian tertinggi yaitu 148,07 persen.
Realisasi PAD di wilayah Banten secara agregat s.d. triwulan III 2018 sebesar Rp9,55 triliun atau 69,67 persen dari target, turun sebesar 3,82 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017. Realisasi tertinggi Provinsi Banten secara nominal sebesar Rp4,01 triliun sedangkan secara prosentase realisasi tertinggi Kab. Lebak sebesar 87,93 persen dan realisasi terendah Kota Serang sebesar 47,33 persen.
Grafik 3.4. Realisasi PAD Agregat dan Daerah Kabupaten/Kota Lingkup Provinsi Banten Triwulan III Tahun 2018 (dalam Juta Rp dan %)
Sumber : LRA Pemda wilayah Banten, data diolah
Grafik 3.5. Menunjukkan tingkat desentralisasi fiskal masing-masing Pemda.
Provinsi Banten mempunyai tingkat kemandirian yang baik sebesar 64,24 persen sedangkan Kabupaten Pandeglang sangat kurang sebesar 7,32 persen.
Grafik 3.5. Derajat Desentralisasi Fiskal Daerah Kabupaten/Kota Lingkup Provinsi Banten Triwulan III Tahun 2018 (dalam persen)
Sumber : LRA Pemda wilayah Banten, data diolah
2. Pendapatan Transfer
Pendapatan transfer sampai dengan triwulan III 2018 mencapai Rp12,13 triliun atau 65,60 persen dari target dan lebih rendah 2,38 persen dibandingkan dengan dengan periode yang sama tahun 2017. Pendapatan transfer terbesar dari Dana
www.radarbanten.co.id (12/09/18) - “Pemprov Banten menargetkan pendapatan daerah pada 2018 sebesar Rp10,47 triliun, yang tercantum pada APBD Perubahan 2018,” ungkap Gubernur Banten Wahidin Halim saat menyampaikan nota pengantar perubahan APBD 2018 kepada DPRD Banten, Senin (10/9). Perubahan tersebut terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp6,29 triliun, dana perimbangan Rp4,17 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp5,67 miliar.
- 16 -
Perimbangan yang terdiri dari DBH (9,46 persen), DAU (67,51 persen) DAK (20,34 persen). Pendapatan transfer tertinggi adalah Kota Tangerang Selatan (78,76 persen), Kota Cilegon (78,22 persen) dan Kab. Lebak (77,28 persen).
Grafik 3.6. Realisasi Pendapatan Transfer Daerah Kabupaten/Kota Lingkup Provinsi Banten Triwulan III Tahun 2018 (dalam miliar dan %)
Sumber : LRA Pemda wilayah Banten, data diolah
3. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah
Total realisasi Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Lingkup Provinsi Banten Rp107,44 miliar, dengan rincian Provinsi Banten Rp4,02 miliar, Kabupaten Pandeglang 89,46 miliar, Kabupaten Serang 13,61miliar dan Kota Tangerang Selatan Rp0,33 miliar (pendapatan hibah).
B. Belanja Daerah
1. Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal dan Belanja Bansos Realisasi belanja di wilayah Provinsi Banten s.d triwulan III 2018 secara agregat masih rendah sebesar 49,96 persen. Realisasi tertinggi belanja pegawai, diikuti belanja barang dan jasa, belanja modal dan belanja bansos.
Grafik 3.7. Pagu dan Realisasi Belanja Pegawai, Barang, Modal dan Bansos Lingkup Provinsi Banten s.d. Triwulan III Tahun 2018 (dalam miliar dan %)
Sumber : LRA Pemda wilayah Banten, data diolah
Secara keseluruhan realisasi rata-rata sebesar 50 persen dengan realisasi belanja tertinggi adalah Kabupaten Tangerang sebesar 56 persen dan realisasi terendah
0%
www.kabar-banten.com (27/10/18) - “Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang mengalami penurunan drastis pada retribusi,’’ kata Ketua DPRD Kota Serang, Namin. Hal ini disebakan terdapat beberapa sumber PAD yang kewenangannya diambil alih oleh pemprov maupun Pusat.
Pemkot Serang agar lebih kreatif dalam meningkatkan PAD ucapnya.
- 17 -
adalah Kota Cilegon sebesar 40 persen. Hal ini dapat mengakibatkan program infrastuktur dan multiplier effect pada perekonomian berjalan lambat.
2. Belanja Daerah Berdasarkan Klasifikasi Urusan
Berdasarkan urusan dalam wilayah Provinsi Banten terdapat lima besar urusan dengan alokasi pagu tertinggi, dengan persentase capaian realisasi dibanding pagu masing-masing yaitu Pendidikan sebesar 23,17 persen, Keuangan sebesar 20,48 persen, Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebesar 14,54 persen, Kesehatan sebesar 11,58 persen dan Penunjang Lainnya sebesar 7,08 persen.
Dari grafik 3.8. terlihat alokasi belanja untuk pelayanan dasar dan sifatnya fisik lebih mendominasi. Kebijakan anggaran yang terarah pada pengelolaan sumber-sumber unggulan, selaras dengan RPJMD 2012-2017 yaitu “Peningkatan pembangunan infrastruktur wilayah mendukung pengembangan wilayah/kawasan berwawasan lingkungan” dan “Peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang sehat, cerdas, religius dan berdaya saing dalam kerangka penguatan NKRI”.
Grafik 3.8. Pagu dan Realisasi Belanja Berdasarkan Urusan (Lima Tertinggi) Lingkup Prov. Banten s.d. triwulan III Tahun 2018 (dalam miliar & %)
Sumber : LRA Pemda wilayah Banten, data diolah
C. Prognosis Realisasi APBD Sampai Dengan Akhir Tahun 2018
Dengan menggunakan tren 2014-2017, maka dapat diperoleh rata-rata kenaikan pendapatan (11,4 persen) dan belanja (15,3 persen). Prognosa yang dihasilkan pada pendapatan terjadi kenaikan yang cukup signifikan, namun untuk belanja terjadi penurunan, artinya tingkat kemandirian Pemerintah Daerah semakin membaik.
Tabel 3.2. Perkiraan Realisasi APBD Lingkup Provinsi Banten s.d. Triwulan IV Tahun 2018 (dalam miliar rupiah)
Sumber : LRA Pemda wilayah Banten, data diolah
Rp % Realisasi
Terhadap Pagu Rp
% Realisasi Terhadap
Pagu
Pendapatan Daerah 32,817.28 21,789.14 66% 35,837.22 109%
Belanja Daerah 36,823.51 19,161.14 52% 36,393.65 99%
Surplus/Defisit (4,006.23) 2,628.00 -66% (556.42) 14%
Realisasi s.d. Triwulan III Perkiraan Realisasi s.d. Triwulan IV
Uraian Pagu
- 18 -
IV. PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN ANGGARAN KONSOLIDASIAN (APBN DAN APBD)
A. Laporan Keuangan Pemerintah Konsolidasi
Pendapatan negara konsolidasi triwulan III 2018 sebesar Rp42.908 triliun, turun 1,18 persen sedangkan Belanja Negara konsolidasian sebesar Rp22,67 triliun, naik 12,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.
Tabel 4.1. Laporan Realisasi Anggaran Konsolidasian Tingkat Wilayah Provinsi Banten s.d. Triwulan III Tahun 2018 (miliar rupiah)
Sumber: LKPK Kanwil DJPB Provinsi Banten (diolah)
Penerimaan transfer konsolidasian sebesar Rp8.75 miliar merupakan penerimaan transfer berupa hibah dari pemerintah DKI Jakarta kepada Kabupaten Tangerang.
Kenaikan belanja transfer konsolidasian sebesar 729,75 persen disebabkan outstanding dana transfer, dimana belanja transfer Pemerintah pusat sebesar 11,91 triliun belum semua dicatat sebagai penerimaan Pemda yang hanya dicatat sebesar Rp10,70 triliun sehingga ada selisih dalam pencatatan sebesar Rp1,207 triliun.
Pada tahun 2018 terdapat kenaikan transfer antar pemda yaitu transfer bagi hasil ke desa dan transfer Bantuan Keuangan sebesar Rp983,15 miliar.
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran triwulan III 2018 turun sebesar 14.52 persen dibanding periode yang sama tahun 2017.
2017 Pusat Daerah Eliminasi Konsolidasi Kenaikan Konsolidasi Pendapatan Negara 33.334,79 20.277,89 10.703,97 42.908,71 -1,18 43.419,08 Pendapatan Perpajakan 31.666,04 8.154,74 0,00 39.820,78 -0,32 39.947,39 Pendapatan Bukan Pajak 1.668,75 1.398,18 0,00 3.066,93 -10,37 3.421,85
Hibah 0,00 0,00 0,00 0,00 -100,00 23,84
Transfer 0,00 10.724,97 10.703,97 21,00 -19,23 26,00
Belanja Negara 18.333,99 17.876,09 10.703,97 25.506,11 12,51 22.669,12 Belanja Pemerintah 6.426,03 16.892,93 0,00 23.318,96 4,08 22.405,53
Belanja Pegawai 2.550,51 7.273,62 0,00 9.824,13 11,31 8.826,26
Belanja Barang 3.228,86 5.080,16 0,00 8.309,02 -1,85 8.465,81
Belanja Modal 643,44 2.435,19 0,00 3.078,64 -6,89 3.306,57
HIbah 0,00 2.049,02 0,00 2.049,02 35,98 1.506,86
Bantuan Sosial 3,22 42,91 0,00 46,13 -83,78 284,34
Belanja Lain-lain 0,00 12,03 0,00 12,03 -23,29 15,68
Transfer 11.907,96 983,15 10.703,97 2.187,15 729,75 263,59
Surplus (Defisit) 15.000,80 2.401,80 0,00 17.402,60 -16,13 20.749,96
Pembiayaan 0,00 2.080,30 0,00 2.080,30 1,82 2.043,16
Penerimaan Pembiayaan Daerah 0,00 2.127,15 0,00 2.127,15 1,14 2.103,13 Pengeluaran Pembiayaan Daerah 0,00 46,85 0,00 46,85 -21,87 59,97 Sisa Lebih (Kurang) Pembiayaan
Anggaran 15.000,80 4.482,10 0,00 19.482,90 -14,52 22.793,12
Uraian 2018
- 19 - B. Pendapatan Konsolidasian
1. Analisis Proporsi dan Perbandingan
Grafik 4.1. Perbandingan Komposisi Pendapatan Konsolidasian di Provinsi Banten Triwulan III Tahun 2017 dan Tahun 2018
Sumber: LKPK Kanwil DJPB Prov. Banten (diolah)
Proporsi komposisi pendapatan konsolidasian tahun 2017 dan 2018 dengan kontribusi tertinggi masih didominasi pendapatan perpajakan (92,80 persen) diikuti pendapatan bukan pajak (7,15 persen). Tingginya porsi pendapatan perpajakan antara lain disebabkan wilayah Banten merupakan kota industri dan perkantoran.
Grafik 4.2. Perbandingan Penerimaan Pemerintah Pusat dan Daerah terhadap Penerimaan Konsolidasian Provinsi Banten Triwulan III Tahun 2018
Sumber: LKPK Kanwil DJPB Prov. Banten (diolah)
Penerimaan Pempus triwulan III tahun 2018 sebesar Rp33,33 triliun berkontribusi terhadap Penerimaan Konsolidasian sebesar 62,18 persen, sedangkan penerimaan pemda sebesar Rp20,28 triliun hanya berkontribusi 37,82 persen. Penerimaan Pempus tertinggi diperoleh dari pendapatan perpajakan sebesar Rp31,67 triliun sedangkan penerimaan pemda tertinggi diperoleh dari transfer Rp10,72 triliun.
Pendapatan pajak pusat untuk PPN tertinggi diperoleh di daerah industri yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Cilegon sedangkan PPh tertinggi di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan sebagai daerah perkantoran. Pendapatan transfer masih mendominasi pendapatan pemda yang menunjukkan ketidakmadirian/ketergantungan pemda terhadap pemerintah pusat sehingga Pemda diharapkan dapat lebih mengoptimalkan penerimaan PNBP.
- 20 - 2. Analisis Perubahan
Pada tabel 4.1. Pendapatan negara konsolidasian triwulan III 2018 mengalami penurunan (1,18 persen) meskipun terjadi kenaikan Pajak Perdagangan Internasional, hal ini disebabkan antara lain karena tidak ada lagi penerimaan hibah, penurunan pendapatan perpajakan PPN dan PPh dari sektor pertambangan serta penurunan pendapatan bukan pajak yang berasal dari sektor minyak dan gas bumi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017
Grafik 4.3. Perbandingan Penerimaan Perpajakan Konsolidasian Provinsi Banten Triwulan III Tahun 2017 dan Tahun 2018
Sumber: LKPK Kanwil DJPB Prov. Banten (diolah)
3. Analisis Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kenaikan Realisasi Pendapatan Konsolidasian
PDRB Provinsi Banten (ADHK) triwulan III 2018 mencapai Rp110,18 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89 persen.
Tabel 4.2. Realisasi Pendapatan Konsolidaian Pempus dan Pemda di wilayah Provinsi Banten Triwulan III Tahun 2017 dan 2018
Sumber: LKPK Kanwil DJPB Prov. Banten (diolah)
Dari tabel di atas sampai dengan triwulan III 2018 terdapat penurunan realisasi pendapatan Banten sebesar 1,06 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sementara pertumbuhan ekonomi tumbuh dari 5,63 persen pada triwulan III 2017 menjadi 5,89 persen periode yang sama tahun 2018 dan sampai dengan triwulan III pertumbuhan ekonomi Banten sebesar 5,78 persen (c to c). Meskipun terdapat penurunan pendapatan akan tetapi pertumbuhan ekonomi Banten naik dibanding periode yang sama triwulan III tahun 2017. Penurunan Pendapatan 1,06 persen yang didominasi penurunan PNBP kurang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Banten.
Realisasi Realisasi Kenaikan
Penerimaan Perpajakan 39.947.389.973.680,00 39.820.778.352.013,00 -0,32%
PNBP 3.421.854.526.378,00 3.087.932.513.105,00 -9,76%
Total 43.369.244.500.058,00 42.908.710.865.118,00 -1,06%
PRDRB/Pert.Ekonomi Tw II 104.051.227.411.872,00 110.182.939.718.636,00 5,89%
Uraian 2017 2018
- 21 - C. BELANJA KONSOLIDASIAN
1. Analisis Proporsi dan Perbandingan
Realisasi Belanja operasi Pempus dan Pemda triwulan III 2018 sebesar Rp20,24 triliun atau 86,80 persen dari total belanja konsolidasian, sedangkan belanja modal sebesar Rp3,08 trilliun atau 13,20 persen dari total belanja konsolidasian. Belanja dan transfer Pempus sebesar Rp18,33 triliun atau 50,63 persen, dan Pemda sebesar Rp17,88 triliun atau 49,37 persen dari belanja dan transfer konsolidasian.
Grafik 4.4. Perbandingan Belanja dan Transfer Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap Belanja dan Transfer Konsolidasian
pada Provinsi BantenTahun 2018
Sumber: LKPK Kanwil DJPB Provinsi Banten (diolah)
Dilihat dari belanja, porsi terbesar berasal dari belanja transfer pemerintah pusat hal ini mencerminkan pemda dalam pembiayaan pemerintahannya masih mengandalkan dana transfer. Porsi Belanja pemerintah daerah terbesar adalah belanja pegawai hal ini mengindikasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masih bertumpu pada pengeluaran belanja pegawai, yang mendorong pertumbuhan ekonomi tumbuh 5,89 persen (yoy), 5,78 persen (c to c) dan 2,75 persen (q to q).
2. Analisis Perubahan
Realisasi belanja konsolidasian triwulan III tahun 2018 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 terdapat kenaikan sebesar Rp2,84 triliun (12,51 persen).
Grafik 4.5. Komposisi Belanja Konsolidasian Provinsi
Triwulan III Tahun 2017 Triwulan III Tahun 2018
Sumber: LKPK Kanwil DJPB Provinsi Banten (diolah)
- 22 -
Beberapa komponen belanja pemerintah yang menyumbang kenaikan belanja konsolidasian triwulan III 2018 antara lain hibah (35,98 persen), belanja pegawai (11,31 persen), dan transfer (729,75 persen). Tingginya kenaikan belanja transfer disebabkan outstanding dana transfer pemerintah pusat yang belum di catat oleh pemerintah daerah dan terdapat kenaikan transfer antar pemda (transfer bagi hasil ke desa dan transfer Bantuan Keuangan). Komposisi belanja konsolidasian triwulan III 2017 maupun triwulan III 2018 masih didominasi belanja pegawai diikuti belanja barang dan modal (grafik 4.5).
3. Analisis Dampak Kebijakan Fiskal Kepada Indikator Ekonomi Regional Kebijakan fiskal Pemerintah Banten tertuang dalam alokasi anggaran 2018 dimaksudkan untuk mempengaruhi perekonomian makro yang ditunjukkan pada pertumbuhan PDRB, Indeks Pembangunan Manusia, dan Tingkat Kemiskinan.
Tabel 4.3. Ratio Indikator Ekonomi Makro Provinsi Banten Tahun 2018
Sumber: LKPK Kanwil DJPB Provinsi Banten dan BPS (diolah)
Belanja Pemerintah tahun 2018 mengalami kenaikan (12,51 persen), peningkatan belanja pemerintah berpengaruh pada penurunan kemiskinan di Banten -0,21 poin menjadi 5,24 persen dibanding tahun 2017 sebesar 5,45 persen. Peningkatan belanja pada triwulan III 2018 masih belum valid disebabkan beberapa pemda belum mencatat dalam LRA sebagai penerimaan transfer dari pemerintah pusat.
Meskipun demikian perekonomian Banten secara agregat naik, hal ini terlihat dengan kenaikan PDRB ADHB maupun ADHK Provinsi Banten. Triwulan III 2018 PDRB meningkat sebesar 5,89 persen diikuti perbaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik 0,65 persen menjadi 71,42.
D. ANALISIS KONTRIBUSI PEMERINTAH DALAM PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB)
PDRB Provinsi Banten pada triwulan III 2018 (ADHB) Rp.157,33 triliun. Dilihat dari Laporan Operasional GFS konsumsi pemerintah (G) sebesar Rp22,41 triliun, sedangkan nilai investasi pemerintah dicerminkan dari nilai Pembentukan Modal Tetap Bruto atau Nilai Transaksi Aset Non Keuangan Netto pada LO yaitu sebesar Rp3,08 triliun.
Uraian 2017 2018 Ratio
Perbandingan Keterangan
Belanja 22.669,12 25.506,11 12,51% dalam miliar rupiah
PDRB Triwulan III 2018 104,05 110,18 5,89% dalam triliun rupiah
IPM 70,96 71,42 0,65% Indeks IPM 2017 rilis Juli 2018 Kemiskinan 5,45 5,24 -0,21 poindata angka kemiskinan Maret 2017 &
Maret 2018
- 23 -
Tabel 4.4. Ringkasan Laporan Operasional Provinsi Banten Triwulan II Tahun 2018
Sumber: LKPK Kanwil DJPB Prov.Banten (diolah)
Berdasarkan tabel 4.4, dapat diperhitungkan kontribusi Pemerintah terhadap PDRB, terutama belanja Pemerintah (G) dan Investasi (I) seperti dalam tabel berikut :
Tabel 4.5. Kontribusi Belanja Pemerintah dan Investasi Terhadap PDRB Triwulan III 2018
Sumber: LKPK Kanwil DJPB Prov.Banten & BPS(diolah)
Kontribusi belanja dan investasi pemerintah Provinsi Banten terhadap PDRB sampai dengan triwulan III 2018 relatif kecil masing-masing sebesar 4,91 persen dan sebesar 0,67 persen, meskipun kontribusi belanja dan investasi pemerintah relatif kecil tetapi pengeluaran tersebut menjadi trigger dan memiliki multiplier effect bagi komponen pembentuk PDRB. Dilihat dari data BPS, PDRB triwulan III 2018 tumbuh 5,89 persen banyak dipengaruhi oleh Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Swasta dengan proposional Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (51,71 persen) dan PMTB (30,85 persen) masing-masing sebesar Rp81,36 triliun dan Rp48,54 triliun.
Kompensasi pegawai 10.083.628.170.156 Penggunaan barang dan jasa 7.743.040.069.920 Net Lending/Borrowing 35.736.592.890.221 Transaksi Aset Keuangan dan Kew ajiban 35.736.592.890.221 Akuisisi Neto Aset Keuangan 35.736.592.890.221
Uraian Nilai Kontribusi terhadap
PDRB Belanja Pemerintah (G) 22.406.478.285.047 4,91%
PMTB/Investasi (I) 3.078.635.398.553 0,67%
PDRB sampai dengan Tw III 2018 (ADHB) 456.396.634.698.488
- 24 -
V. BERITA/ISU FISKAL REGIONAL TERPILIH
A. Investasi Di Banten Makin Cemerlang
www.kabar-banten.com (16/08/2018), Begitu besar kekayaan alam tanah Banten, mulai dari potensi kekayaan, kandungan bumi, beragam destinasi pariwisata hingga letaknya yang strategis, menjadi modal untuk terus melesat menjadi daerah tujuan investasi dunia. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, nilai investasi Provinsi Banten periode Semester I Tahun 2018 telah terealisasi sebesar Rp.29,99 triliun dengan 2.055 proyek. Realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Provinsi Banten Semester I tahun 2018 menempati urutan ke-3 setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan nilai investasi mencapai Rp. 21,97 triliun dari 1.518 proyek. Demikian halnya, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Provinsi Banten cukup tinggi, yakni berada di peringkat ke-7 dengan nilai investasi mencapai Rp 8 triliun dengan 537 proyek.
Untuk mendorong pertumbuhan investasi, Pemprov Banten melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan rasio kemudahan berusaha, melalui layanan yang prima, telah diterapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) online, Sehingga masyarakat tidak perlu repot atau bolak balik ke Dinas teknis (terkait) untuk melengkapi persyaratan perizinan yang dimohonkan, dan telah melaksanakan amanat PP 24 tahun 2018 tentang Pelayanan Perijinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, program integrasi perizinan berbasis daring atau online single submission (OSS)
Provinsi Banten bekerjasama dengan Polda Banten siap menjaga iklim investasi.
Jaminan keamanan yang diberikan dimulai dari proses perizinan, inventarisasi potensi gangguan keamanan disekitar kegiatan investasi hingga bantuan saat terjadi unjuk rasa, dan tindakan premanisme. Sehingga ketika terjadi masalah di lapangan sehingga bisa langsung ditangani. Salah satu dukungan yang diberikan Kepolisian yatu dengan dibentuknya Satgas Saber Pungli, guna membersihkan praktek kolusi dan korupsi dari penyelenggara dan pemohon izin.
Untuk mewujudkan percepatan kegiatan perizinan berusaha di daerah berdasarkan PP 91 tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha, pemerintah telah membentuk satuan tugas di masing-masing daerah di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Banten, untuk menjembatani, menyelesaikan, mengurai hambatan-hambatan dalam proses investasi baik perijinan maupun pelaksanaan (debottle necking).
- 25 -
B. Hari Ulang Tahun (HUT) Banten Jadi Momentum Kebangkitan Banten
Provinsi Banten adalah pecahan dari Provinsi Jawa Barat, yang terbentuk pada tanggal 04 Oktober 2000 hasil dari Deklarasi Rakyat Banten pada tanggal 18 Juli 1999 berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2000. Tanggal 4 Oktober 2018 Provinsi Banten genap berusia 18 tahun, suatu usia yang menuju kedewasaan apabila dihubungkan dengan usia manusia. Beberapa catatan penting dan merupakan tantangan yang masih harus
Provinsi Banten adalah pecahan dari Provinsi Jawa Barat, yang terbentuk pada tanggal 04 Oktober 2000 hasil dari Deklarasi Rakyat Banten pada tanggal 18 Juli 1999 berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2000. Tanggal 4 Oktober 2018 Provinsi Banten genap berusia 18 tahun, suatu usia yang menuju kedewasaan apabila dihubungkan dengan usia manusia. Beberapa catatan penting dan merupakan tantangan yang masih harus