• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Lampiran 4. Transkip Wawancara

TRANSKIP WAWANCARA Nama : NS

Jenis Kelamin : Laki-laki Usia : 37 Tahun Waktu : 17 April 2013 Pukul : 08.40 - 09.30 Tempat : Ruang Staff

P : Peneliti

S : Subyek

No. P/S Transkip Wawancara

1. P

Apakah dalam proses pembelajaran di dalam kelas Bapak sering menjumpai siswa yang kurang/tidak memperhatiakan Bapak saat memberikan materi?

S Kadang ada.

2. P Tindakan apa yang Bapak lakukan saat menjumpai siswa demikian? S Saya tegur.

3. P

Apakah siswa tersebut pada akhirnya mengalami kesulitan belajar matematika?

S Iya, nilainya rendah, di bawah KKM.

4.

P Apakah Bapak juga menjumpai anank yang tidak mencacat materi yang Bapak berikan?

S Jarang, tapi memang ada ya sebagaian kecil saja sekitar 5%-10% saja.

5.

P Lalu tindakan Bapak apa?

S

Saya tegur, tapi saya ingatkan kembali pentingnya mencatat materi. Tapi terkadang memang pembawaan anak yang begitu, meski dia tidak mencatat tapi dia paham. Ada beberapa anak yang begitu dan saya tidak permasalahkan pada intinya mencatat atau tidak yang saya tekankan adalah siswa memahami materi yang saya berikan.

6.

P Pernahkan Bapak menemukan siswa yang membolos ?

S Membolos dalam arti masuk tanpa keterangan tidak, ada yang absen karena sakit dan ada juga yang tidak bisa mengikuti pelajaran

karena ada tugas sekolah seperti mengikuti lomba mewakili sekolah. Dan bila ada siswa yang sakit biasanya wali murid sms saya memberitahu anaknya tidak bisa berangkat sekolah karena sakit.

7.

P Apakah Bapak menemui siswa yang suka mencontek baik dalam mengerjakan tugas atau ujian?

S

Kalau kerja sama iya, tapi bila mencontek menyalin jawaban teman atau membuka buku saat ujian tidak. Mereka cenderung bekerja sama, mengerjakan tugas secara diskusi, misalnya dengan teman sebangku. Bila mengerjakan tugas mereka lakukan secara diskusi tidak saya permasalahkan, kecuali untuk ujian itu kan sifatnya untuk mengukur kemampuan personal siswa jadi ya harus mengerjakan sendiri-sendiri. Namun sejauh ini saya tidak menemui siswa yang curang seperti itu.

8. P Apakah Bapak melakukan identifikasi kesalahan belajar siswa? S Ya sebagian saja, tidak keseluruhan siswa.

9.

P Siswa yang seperti apa yang dimaksud Bapak?

S Beberapa siswa yang saya perhatikan kurang perhatian dalam proses belajar juga mereka yang nilainya paling rendah.

10.

P Bagaimana cara Bapak melakukan identifikasi?

S

Biasanya saya memperhatikan anak yang dari dulu tidak menyukai matematika, ciri-cirinya cenderung tidak perhatian saat pelajaran berlangsung kemudian lambat mengerjakan tugas dan nilainya rendah, atau saat pelajaran matematika berlangsung ada siswa yang malah mengerjakan tugas lain seperti TIK atau mencari materi tentang pelajaran lain melalui internet yang setelah saya lakukan pendekatan personal anak tersebut mengungkapkan kalau lebih tertarik pada itu.

11. P Apakah Bapak mengamati gaya belajar anak?

kelas, seperti saat saya menyampaikan materi dengan ceramah kadang ada yang kurang tertarik, namun ada anak yang antusias saya saya melakukan peragaan, melalui gambar. Ya kecenderungan masing-masing anak memang berbeda. Kadang dalam menyampaikan materi saya tidak menerangkan saya hanya memberi rambu-rambu saja serta memberikan pengarahan untuk siswa berperan lebih aktif, sisanya saya mengawasi proses tersebut, membantu bila siswa mengalami kesulitan.

12. P

Apakah Bapak sering menemui siswa yang lambat dalam mengerjakan tugas?

S Lambat yang seperti apa?

13.

P Misal terlambat mengumpulkan tugas, atau mengerjakan soal melewati batas waktu yang ditentukan.

S

Kalau saat ujian sebagain besar selesai mengerjakan pas saat waktu hampir habis tapi ada juga sebagian kecil yang menyelesaikan soalnya sebelum waktu habis. Untuk terlambat mengerjakan tugas ya ada beberapa siswa yang kalau tidak saya kejar-kejar dalam arti harus saya tegur ingatkan pentingnya mengumpulkan tugas tidak juga mengumpulkan tugas. Tapi biasanya setelah saya tegur dengan mengingatkan pentingnya mengumpulkan tugas tersebut anak langsung mengumpulkan

14.

P Apakah bapak selalu mengabsen siswa?

S

Kalau mengabsen satu per satu tidak, saya hanya menanyakan hari ini siapa yang tidak masuk. Kalau ada tugas saya tanyakan siapa yang tidak mengumpulkan.

15.

P Apakah bila ada siswa yang tidak hadir apakah Bapak mencari tahu alasan ketidak hadiran siswa tersebut?

S

Tidak, kan biasanya ada petugas tersendiri yang menuliskan di papan absensi di kelas. Atau ya seperti tadi saya dapat sms [emberitahuan dari wali murid.

16.

P Apakah Bapak memberikan tugas kelompok?

S Ya, setiap sebulan sekali ada kegiatan yang dilakukan secara berkelompok.

17. P

Apakah dalam kerja kelompok tersebut Bapak menemukan anak yang introvert atau tidak mau bekerjasama dengan anggota kelompok lainnya?

S

Ada 1 siswa di kelas VIII.8, prestasinya tidak terlalu menonjol, tapi anaknya memang begitu suka menyendiri. Bila temannya menyampaikan pendapat atau mengerjakan dia mencatat, tapi dia tidak banyak berperan aktif. Tapi memang pembawaannya demikian, bahkan sehari-hari pun tidak berkumpul dengan teman- temannya, saat jam istirahat dia memilih di dalam kelas saja.

18.

P Apakah Bapak mencari tahu penyebab siswa tersebut bersikap demikian?

S

Ya, pada awalnya dari teman-teman sekelasnya terus bekerja sama dengan guru BK karena anak tersebut dulu juga pernah akan pindah sekolah. Akhirnya kami panggil wali murid ya menanyakan masalah apa yang sebenarnya terjadi, dan orangtuanya pun menyatakan kalau anak tersebut memang tertutup tidak banyak bergaul. Pulang sekolah hanya di kamar main game. Akhirnya setelah dibujuk ana tersebut mengurunkan niatnya untuk pindah. Tapi ya masih begitu, belum banyak bersosialisasi dengan teman- temannya.

19.

P Standar penilaian di sini menggunakan KKM atau rata-rata kelas?

S

KKM, tapi pakai rata-rata juga. Setiap habis ulangan baik harian, mid atau semesteran selalu saya rata-rata. Anak yang nilainya kurang ada.

20. P

Apakah Bapak mencari tahu penyebab siswa mendapat nilai kurang atau dibawah KKM?

anak yang saya dekati, saya tanyakan kenapa nilaimu rendah, termasuk anak yang ramai saya ajak bicara, pendekatan secara personal. Sebenarnya secara materi kemampuan akademik siswa mampu untuk bisa mencapai KKM, tapi mungkin ada permasalahan pribadi atau kadang mereka merasa masih belum perlu untuk terlalu serius untuk belajar karena masih kelas VIII.

21.

P Apa tindakan Bapak saat siswa menjawab masih santai karena masih kelas VIII?

S

Saya jelaskan bahwa nilai raport kan juga dipakai untuk menentukan kelulusan, jadi bukan saat kelas IX saja. Boleh satai tapi harus punya target, nilai harus di atas KKM.

22.

P Bapak pernah menemukan siswa yang mengalami kesulitan belajar karena masalah keluarga? Lalu tindakan Bapak apa?

S Ya, pernah yang seperti itu. Saya koordinasikan dengan wali kelas dan juga meminta bantuan guru BK.

23.

P Apakah Bapak melokalisasi kesulitan belajar siswa?

S

Tidak, secara global saja. Pada bagaian mana saja siswa mengalami kesulitan, misal pada materi A banyak siswa yang mendapat nilai rendah ya saya bahas lagi saya beri soal. Ttetapi tidak satu per satu siswa. Kalau ada siswa yang belum paham materi B dan menanyakan pada saya ya saya bahas lagi di kelas, untuk mengulang saja sekedar sampai siswa tersebut paham.

24.

P Apa yang Bapak ketahui tentang pengajaran perbaikan?

S

Remidi tiu saat anak mengalami kesulitan hingga ni;lainya tidak mencapai KKM kita harus melakukan remidi ajar ulang materi terbsebut.

25.

P Ajar ulang, dalam arti sekedar mengulang materi kembali atau seperti apa?

S Ya saya menjelaskan materi kembali. Juga pemberian soal, misal soal tentang A banyak siswa yang kesulitan maka saya akan

memberikan soal sejenis dengan sedikit perubahan lalu saya pantau. Misalnya tentang materi menggambar, anak kok masih kesulitan menggambar, saya menjelaskan lagi langkah – langkah dalam menggambar, nanti kalau sudah sesuai yang dimaksud anak saya beri soal.

26.

P Apakah terdapat perbedaan saat mengajar pengajaran perbaikan dengan mengajar reguler?

S

Sama saja, hanya saja saya menambahkan juga sumber-sumber dari buku lain tentang materi yang akan dibahas. Juga menggunakan alat peraga, simulasi.

27.

P Apakah ada waktu khusus untuk melaksanakan pengajaran perbaikan?

S Biasanya setelah ulangan harian, ualangan harian kok materi A masih banyak yang tidak bisa y=maka saya ulangi lagi materi A.

28.

P Berarti tidak ada alokasi waktu khusus untuk pelaksaan pengajaran perbaikan?

S

Harusnya ada, di akhir semester kalau masih ada siswa waktu, tapi jika tidak ada ya kapan saja saat hendak memberi materi baru tapi ada beberapa hal yang belum dimengerti siswasaya lakukan remidi. Pernah juga dilakukan setelah jam sekolah, itu dilakukan bila tidak ada siswa waktu dan mendekati ujian akhir. Tapi seringnya ya saat jam pelajaran matematika.

29.

P Apakah sebelum melakukan pengajaran perbaikan Bapak merumuskan tujuannya terlebih dahulu?

S

Sebenarnya spontan, tapi ya tentu bertujuan yaitu agar anak bisa memahami materi yang sebelumnya dia kesulitan. Memang sebaiknya direncanakan, tapi ya itu terbentur waktu.

30.

P Apakah Bapak merinci kegiatan yang akan dilakukan saat remidi? S Sebenarnya tidak dirinci yang detil, yang pasti saya menyampaikan

lain selain buku yang digunakan sekolah, menggunakn alat peraga, kemudian diskusi dengan siswa apakah masih ada kesulitan kalau sudah tidak ada kesulitan saya beri soal. Ya pokoknya menjelaskan sedetil mungkin, bagaimana caranya suaya siswa dapat menangkap isi materi itu.

31.

P Apakah Bapak menentukan terlebih dulu strategi yang akan diterapkan dalam remidi?

S

Ya memperjelas. Mengingat apada saat pelajaran reguler apakah siswa tidak paham bila hanya melaui ceramah, jadi saat remidi saya gunakan alat bantu peraga lainnya.

32. P Apakah Bapak mengatur posisi duduk siswa? S Tidak, seperti biasanya saja.

33.

P Adakah trik khusus yang bapak lakukan saat memberikan remidi?

S

Ya biasanya saat remidi, agar lebih menggigit, artinya bila saat pelajaran reguler saya hanya menyampaikan garis besarnya saja saat remidi sacarjelaskan lebih detil, rinci dan runtut.

34.

P Apakah Bapak berusaha membangun suasana saat pelaksanaan remidi?

S

Iya, saya mengkondisikan kelas agar tidak kaku, anak saya bebaskan memilih temapat duduk. Lebih santai sesekali diselingi joke agar siswa merasa lebih enjoy

35.

P Apakag setelah melakukan remidi Bapak melakukan evaluasi?

S

Iya, saya selalu memperhatikan apakah masih ada kesulitan setelah diberi remidi, kemudian apakah nilai anak lebih tinggi ya seperti itu saja.

36. P Lalau bagaimana nilai siswa setelah mengikuti remidi? S Lebih bagus.

37.

P Adakah target waktu dalam pelaksanaan remidi?

S Maksimal 2x pertemuan untuk 1 bab, kalau masih ada kesulitan dilihat nanti apakah akhir semester masih ada waktu, klo masih saya

berikan remidi bab itu lagi.

38.

P Apakah hasilnya sesuai target?

S Kadang sesuai kadang tiadak. Kendalanya waktu, seperti semster 2 seperti ini anak kelas VIII sering libur untuk latihan ujian kelas IX.

39.

P apakah terjadi perubahan pada anak setelah memperoleh remidi?

S

Ya tentu, karena sudah memahami materi sebelumnya jadi untuk menuju materi baru lebih mudah. Selain tentunya nilai mereka lebih bagus.

40.

P Apakah Bapak melakukan penilaian terhadap diri sendiri setelah melakukan remidi?

S

Ya, saya mencari feedback dari anak, saya bertanya dengan cara saya menyampaikan materi seperti ini apakah bisa diterima atau masih belum paham. Kalau sebagaian besar anak masih mengalami kesulitan ya saya coba metode lain.

41.

P Hambatan dalam remidi selain mengenai waktu apa ada yang lain? S Ya paling kondisi siswa, semangat belajarnya, minat juga

ketertarikannya.

42.

P Kalau semangat siswa belajar kurang apa yang Bapak lakukan?

S

Person to person, cari tahu kenapa demikian, keinginan apa saja yang lebih kuat dari pada belajar matematika. Biasanya saya ajak ngobrol di luar kelas, saya beri masukan biasanya berubah. Kalau malesnya muncul lagi saya kembali ingatkan, biasanya anak kembali fokus.

TRANSKIP WAWANCARA Nama : DT

Jenis Kelamin : Laki-laki Usia : 15 Tahun Kelas : VIII.10 Waktu : 20 April 2013 Tempat : Ruang Kelas VIII.5

P : Peneliti

S : Subyek

No. P/S Transkip Wawancara

P Apa kamu sering tidak memperhatikan saat Pak Guru menyampaikan materi di dalam kelas?

S Jarang, kadang memperhatikan, kadang ngga.

1.

P Kenapa ngga memperhatikan?

S

Kadang ngga mood mbak, apa yang saya lakukan sangat dipengaruhi oleh mood. Kalau hati lagi senang ya saya semangat belajar, fokus mengikuti pelajaran di kelas, tapi kalau moodnya jelek mau ngapa-ngapain juga males mbak, apa lagi buat belajar.

2.

P Lalu apa yang kamu lakukan saat tidak memperhatikan pelajaran? S Paling ya ngobrol sama teman, atau nggambar aja biar ga jenuh

kadang malah ngga sengaja jadi melamun.

3.

P Apa reaksi Pak Guru kalau tahu kamu seperti itu?

S Kadang ditegur, kadang yo dibiarin. Tapi kemarin ini waktu ketahuan melamun aku jadi dipanggil untuk menghadap Pak NS.

4.

P Nymenghadap untuk apa?

S

Waktu dipanggil itu Pak NS tanya kenapa akhir-akhir ini saya sering kedapatan melamun ditambah nilai matematika saya juga menurun.

5.

P Memangnya kenapa jadi begitu?

S

Dulu sih nilaiku ga jelek-jelek banget sampai harus ikut remidi. Cuma mungkin karena kepikiran di rumah mama sama papa sering bertengkar jadi ngga mikir belajar malah mikirin tentang itu.

S

Iya mba, sama Pak NS saya dinasehati biar jangan terlalu memikirkan masalah itu karena sudah mengganggu pelajaran saya, saya juga disuruh menemui guru BK biar dapat bantuan agar pikiran saya ngga terlalu terbebani begitu.

7. P Pernah bolos pas pelajaran matematika? S Ngga pernah.

8.

P Pernah nyontek pas ngerjain tugas atau ujian?

S Pernah, pas ngerjain tugas. Soale agak susah jad nyontek sama teman, tapi sambil minta diajari ngerjainnya juga

9.

P Jadi, nyalin jawababn teman atau minta diajarkan cara mengerjakannya?

S Awale sih tanya jawabannya mbak, tapi aku juga tanya kok iso jawabane ngene. Terus diajari sama temenku itu mba.

10. P Kalau dikasih tugas sama Pak Guru ngumulinnya suka telat ngga? S Ngga pernah telat mba, in time!

11.

P Waktu ngerjain ulangan kamu selesai mengerjakan soal saat waktu belum habis, pas waktu habis atau setelah waktu habis?

S Kadang sebelum waktu habis, tapi seringe sih sebelum waktu habis. Tergantung soalnya juga mba.

12. P Bberapa kali ikut remidi? S Mmm....kayake 2 kali ini mba.

13.

P Menurut kamu apa sih remidi itu?

S Remidi itu kalau kata Pak Nanang kita mengulang lagi soal yang tidak bisa dikerjakan.

14. P Pas remidi apakah Pak Guru mengatur posisi duduk kalian? S Ngga, ya biasa aja kayak pelajaran biasa itu mba.

15.

P Ada ngga perbedaan cara mengajara Pak guru saat remidi dengan saat pelajaran reguler?

S Ada sedikit.... ngga kaya biasanya, cara neranginnya bikin dong pakai alat bantu juga, misale tempat pensil, kayak kubus itu dan

lain-lain.

16. P

Metode mengajar yang dilakukan saat remidi seperti apa? Apakah ceramah, diskusi, kerja kelompok, kerja kelompok, pemberian tugas atau seperti apa?

S

Ceramah iya mba, diskusi iya, tanya jawab juga, diaksih soal, kalau kerja kelompok sih ngga disuruh cuma kadang kita ngerjainnya bareng-bareng.

17.

P Ngerjain bareng-bareng itu diskusi,tukar pikiran gitu? Memang ngga dilarang sama Pak Guru?

S

Ya kadang diskusi kadang teman yang udah dong ngajarain yang belum dong, Pak Nanang tahu tapi ngga dilarang malah kadang ditanya apa ada kesulitan. Ya gitu-gitu lah mba.

18. P

Pak Guru ngasih kesempatan ngga buat kalian bertanya kalau masih ada yang belum kalian pahami?

S Ngasih, tapi aku jarang tanya soale udah dong.

19. P

Reaksi Pak Guru kalau ada teman yang bertanya karena belum mengerti materi yang dibahas seperti apa?

S Pak Nanang ngasih penjelasan lagi yang lebih detil sampe paham. 20. P Kapan remidi dilakukan?

S Biasane pas habis ujian mid atau semsteran.

21. P

Pelaksanaannya ada waktu jam pelajaran matematika atau setelah jam sekolah?

S Kemarin sih habis pulang sekolah mba. 22. P Berapa lama sekali remidi itu?

S 1 jam mba.

23. P 1 jam pelajaran atau 1 jam 60 menit? S 1 jam 60 menit.

24.

P Remidi dilakukan perorangan, perkelompok atau per kelas?

S Per kelas, ya yang nilainya masih kurang per kelas diremidi bareng- bareng mba.

25. P Pelaksanaannya di mana? S Di kelas.

26. P Ngga ada ruangan khusus buat remidi? S Ngga.

27.

P Apa kamu menyukai metode yang digunakan Pak Guru saat remidi?

S

Kadang ada sukanya, adang ngga. Ngga suka karena kadang ada yang masih ngga mudheng. Tapi kebanyakan Pak Nanang mudheng kok njelasinnya.

28.

P Kenapa masih ngga mudheng?

S Kadang lagi ngga mood mba, jadi ngga tertarik untuk memperhatikan pelajaran.

29. P Terus apa manfaat remidi buat kamu? S Kalau buat aku sih lebih ngedongin lagi.

30.

P Setelah mendapat remidi apa ada perubahan cara belajarmu?

S

Karena udah dong jadi ke sananya lebih enak, jadi ada peningkatan nilai lha mba sekitar 10%. Saya juga jadi lebih semangat belajar matematika, saya mencoba lebih fokus saat pelajaran dan mencoba mengurangi pikiran-pikiran yang bisa merusak mood saya seperti yang

31.

P Apa Pak Guru memberi masukan tentang cara belajar?

S Ya paling pesen suruh mempelajari sama memahami, sama latihan juga. Tapi kebanyakan disuruh latihan sama Pak Nanang itu.

32. P Latihannya seperti apa? S Ngerjain soal, dikasih tugas.

TRANSKIP WAWANCARA Nama : NAL

Jenis Kelamin : Peremuan Usia : 14 Tahun Kelas : VIII.10 Waktu : 20 April 2013 Tempat : Ruang Kelas VIII.10

P : Peneliti

S : Subyek

No. P/S Transkip Wawancara

1. P

Apakah dalam proses pembelajaran di dalam kelas Bapak sering menjumpai siswa yang kurang/tidak memperhatiakan Bapak saat memberikan materi?

S Kadang ada. 2. P

Tindakan apa yang Bapak lakukan saat menjumpai siswa demikian?

S Saya tegur. 3. P

Apakah siswa tersebut pada akhirnya mengalami kesulitan belajar matematika?

S Iya, nilainya rendah, di bawah KKM.

4.

P Apakah Bapak juga menjumpai anank yang tidak mencacat materi yang Bapak berikan?

S Jarang, tapi memang ada ya sebagaian kecil saja sekitar 5%-10% saja.

5.

P Lalu tindakan Bapak apa?

S

Saya tegur, tapi saya ingatkan kembali pentingnya mencatat materi. Tapi terkadang memang pembawaan anak yang begitu, meski dia tidak mencatat tapi dia paham. Ada beberapa anak yang begitu dan saya tidak permasalahkan pada intinya mencatat atau tidak yang saya tekankan adalah siswa memahami materi yang saya berikan.

6.

P Pernahkan Bapak menemukan siswa yang membolos ?

S

Membolos dalam arti masuk tanpa keterangan tidak, ada yang absen karena sakit dan ada juga yang tidak bisa mengikuti pelajaran karena ada tugas sekolah seperti mengikuti lomba mewakili sekolah. Dan bila ada siswa yang sakit biasanya wali murid sms saya memberitahu anaknya tidak bisa berangkat sekolah karena sakit.

mengerjakan tugas atau ujian?

S

Kalau kerja sama iya, tapi bila mencontek menyalin jawaban teman atau membuka buku saat ujian tidak. Mereka cenderung bekerja sama, mengerjakan tugas secara diskusi, misalnya dengan teman sebangku. Bila mengerjakan tugas mereka lakukan secara diskusi tidak saya permasalahkan, kecuali untuk ujian itu kan sifatnya untuk mengukur kemampuan personal siswa jadi ya harus mengerjakan sendiri-sendiri. Namun sejauh ini saya tidak menemui siswa yang curang seperti itu.

8. P Apakah Bapak melakukan identifikasi kesalahan belajar siswa? S Ya sebagian saja, tidak keseluruhan siswa.

9.

P Siswa yang seperti apa yang dimaksud Bapak?

S Beberapa siswa yang saya perhatikan kurang perhatian dalam proses belajar juga mereka yang nilainya paling rendah.

10.

P Bagaimana cara Bapak melakukan identifikasi?

S

Biasanya saya memperhatikan anak yang dari dulu tidak menyukai matematika, ciri-cirinya cenderung tidak perhatian saat pelajaran berlangsung kemudian lambat mengerjakan tugas dan nilainya rendah, atau saat pelajaran matematika berlangsung ada siswa yang malah mengerjakan tugas lain seperti TIK atau mencari materi tentang pelajaran lain melalui internet yang setelah saya lakukan pendekatan personal anak tersebut mengungkapkan kalau lebih tertarik pada itu.

11.

P Apakah Bapak mengamati gaya belajar anak?

S

Ya, tetapi tidak secara mendalam. Secara tidak langsung dalam kelas, seperti saat saya menyampaikan materi dengan ceramah kadang ada yang kurang tertarik, namun ada anak yang antusias saya saya melakukan peragaan, melalui gambar. Ya kecenderungan masing-masing anak memang berbeda. Kadang dalam menyampaikan materi saya tidak menerangkan saya hanya memberi rambu-rambu saja serta memberikan pengarahan untuk siswa berperan lebih aktif, sisanya saya mengawasi proses tersebut, membantu bila siswa mengalami kesulitan.

12. P

Apakah Bapak sering menemui siswa yang lambat dalam mengerjakan tugas?

S Lambat yang seperti apa?

13.

P Misal terlambat mengumpulkan tugas, atau mengerjakan soal melewati batas waktu yang ditentukan.

S

Kalau saat ujian sebagain besar selesai mengerjakan pas saat waktu hampir habis tapi ada juga sebagian kecil yang menyelesaikan soalnya sebelum waktu habis. Untuk terlambat mengerjakan tugas ya ada beberapa siswa yang kalau tidak saya kejar-kejar dalam arti harus saya tegur ingatkan pentingnya mengumpulkan tugas tidak juga mengumpulkan tugas. Tapi biasanya setelah saya tegur dengan mengingatkan pentingnya mengumpulkan tugas tersebut anak langsung mengumpulkan

14.

P Apakah bapak selalu mengabsen siswa? S

Kalau mengabsen satu per satu tidak, saya hanya menanyakan

Dokumen terkait