• Tidak ada hasil yang ditemukan

TRAUMA PERGELANGAN TANGAN Wrist :

Dalam dokumen protap ortopedi (Halaman 41-51)

 Merupakan regio yang meliputi tulang karpalia dan bagian metafise serta permukaan sendi tulang radius dan ulna

Klasifikasi

1. Fraktur distal radius

 Fraktur Colle’s fraktur yang terletak 1 inchi dari sendi radioulner distal dengan “displaced” fragmen distal ke dorsal

 Fraktur Smith’s kebalikan dari fraktur Colle’s (reverse Colle’s) denga “displaced” fragmen distal ke palmar

2. Fraktur dislokasi radiokarpal

 Fraktur dislokasi tepi dorsal (Barton’s type colle’s fracture)

 Fraktur dislokasi radiokarpal

 Fraktur styloid radius (Chaufeur’s fracture)

 Fraktur dislokasi tepi palmar (Barton’s type Smith’s fracture) 3. Dislokasi sendi radioulner

 Dorsal dislokasi

 Palmar dislokasi 4. Fraktur karpalia

 Fraktur skafoid

 Chip fraktur dorsal

 Instabilitas karpal post trauma dengan atau tanpa dislokasi

 Fraktur lunatum

 Fraktur tulang karpalia lainnya

Standar tenaga  Ahli Ortopedi

1. Fraktur radius distal Definisi

 Fraktur yang terjadi pada bagian metafisi distal os radius dengan atau tanpa perluasan garis fraktur ke artikuler (permukaan sendi)

Klasifikasi

 Klasifikasi AO :

 Fraktur extraartikuler :

 Fraktur extraartikuler ulna dengan radius intak  Fraktur extraartikuler radius, simple & implikasi  Fraktur extraartikuler radius, multifragmen  Fraktur artikuler partial

 Fraktur artikuler partial radius dengan garis fraktur sagital

 Fraktur artikuler partial radius dengan dibagian sisi dorsal (Barton)  Fraktur artikuler partial radius dibagian sisi volar (reserve Barton,

Goyran Smith II)  Fraktur artikuler komplit

 Fraktur artikuler komplit radius, artikuler simple, metafisis simple

 Fraktur artikuler komplit radius, artikuler simple, metafisis multifragmen

 Fraktur artikuler komplit radius, multifragmen

Diagnostik

 Pemeriksaan fisik

 Edema & pembengkakan di distal radius

 Fraktur dengan angulasi ke dorsal  single-fork deformity

 Segera evaluasi fungsi neurovasculer, khususnya nervus medianus

 Pemeriksaan penunjang

 Foto standard AP / Lat dari seluruh lengan bawah dan tangan  Foto oblik lengan bawah distal

 EMG : bila lesi saraf (+)

Penanganan  Emergensi

 Pada anak dan orang tua  lokal anesthesi (hematom blok)  immobilisasi dengan gips sirkuler

 Definitif

 Faktor yang mempengaruhi optimalisasi  Stabilisasi fraktur

 Besarnya displacement  Kualitas tulang

 Usia & aktifitas penderita  Ketersediaan peralatan  Macam

 Reduksi tertutup dan splint

 Reduksi tertutup dan pinning perkutan  Fiksasi eksterna

 Reduksi terbuka dan fiksasi interna  Fiksasi dan interna

Komplikasi

 Hilangnya reduksi awal

 Malunion

 Instabilitas radio-ulnar distal

 Reflex sympathetic dystrophy (RSD)

 Non union (jarang)

Standar tenaga  Ahli Ortopedi

2. Dislokasi radio karpal Definisi

 Hilangnya hubungan / cerai sendi radius dengan baris proksimal os karpalia baik pada sebelah sisi dorsal maupun volarnya.

Klasifikasi

 Type I : isolated radiocarpal joint injuries

 Type II : dislokasi dengan injuri interkarpalia

Diagnostik

 Pemeriksaan fisik

 Penampilan  mirip fraktur distal radius

 Periksa apakah terdapat lesi neurovaskuler (khususnya n. medianus)  Periksa juga apakah terdapat injuri pada bagian proximal lengan

 Pemeriksaan penunjang

 Standar foto AP / Lat antebrachii dan manus

 Tomografi atau CT-scan  melihat aligment karpus

Penanganan  Emergensi

 Reposisi harus segera dilakukan  Dislokasi ke dorsal

 Dislokasi ke volar imobilisasi dalam slight volar flexi

 Definif

 Tipe II  sebagian besar dengan reduksi terbuka karpus, fixasi dengan k-wire dan ligamen repair  LAC 8 minggu  latihan ROM aktif setelah  3 bulan

 Komplikasi

 Loss of reduction

 Neurovasculer : CTS, RSD  Significant joint stifness

Standar tenaga

 Ahli Ortopedi  Residen Ortopedi

3. Instabilitas karpalia Definisi

 Ketidakstabilan tulang karpalia akibat lesi traumatik pada ligamen interkarpalia

Klasifikasi

Klasifikasi Green & O’brein  Major carpal dislocation

 Dorsal perilunate / volar lunate dislocation (paling banyak terjadi)  Dorsal trans-scaphoid perilunate dislocation

 Transradial styloid perilunate dislocation  Scaphocapitate syndrome

 Volar perilunate / dorsal dislocation  Complete dislocation og the scapoid  Capitate – hamate diastasis

 Carpal instability, dissociative  Radial carpal instabilities

 Scapholunate dissection (paling sering)  Dorsiflexion instability (disi) (paling sering)  Ulnar capal instabilities

 Triquetrolunate instability (visi)  Volarflexion carpal instability)  Central carpal instability

 Carpal instability, non dissociative

 Non dissociative instability of the proximal carpal row  Mid carpal joint

 Radiocarpal

Diagnostik

 Pemeriksaan fisik

 Pembengkakan, ekimosis, deformitas didaerah wrist dan loss of motion, pain

 Kemungkinan terjadi lesi neurovasculer (n.medianus dan ulnaris)

 Pemeriksaan penunjang

 Plain foto AP & terutama lat dan oblique scaphoid view : evaluasi terhadap sudut-sudut penting : scapholunate, capitate-lunate & radioulnate

 Tomogram & CT-scan

 Kasus – kasus akut dan khronis : perlu videotaped arthograms, bone scan, arthrography

Penanganan  Emergency

 Segera immobilisasi dengan cukup padding dan long arm splint  urgent definit

 Definitif

 Penanganan tergantung lama waktu berselang  Instability <3 minggu  akut

 Instability 3 minggu – 4 bulan  sub akut  Instability > 4 bulan  kronis

 Instability akut  pertahankan anatomi os karpalia

 Instability krnonis & sub akut rekonstruksi ligament + fiksasi interkarpalis

 Komplikasi

 Loss of motion

Standar tenaga

 Ahli Ortopedi  Residen Ortopedi

4. Injuri sendi radio-ulner distal Definisi

 Cerai sendi radio-ulner distal akibat lesi traumatik pada struktur-struktur ligamen penyetabilisasi sendi tersebut.

Klasifikasi

 Tidak klasifikasi baku

 Bowers mengelompokkan kedalam kelompok-kelompok :  Fraktur akut

 Injuri sendi akut

 Injuri or late-aapearing joint disruption  Gangguan sendi kronis

 Snapping tendon ECU  Fixed rotational deformities

Diagnostik

Pemeriksaan fisik

 Periksa seluruh extremitas atas (nyeri, limitas ROM dan instabilitas)

Pemeriksaan penunjang

 Plain foto AP & Lat anterbrachii pada rotasinya yang normal dan view dengan center pada wrist dan elbow, oblique view untuk mengetahui apakah terdapat fraktur non displaced atau chip fraktur

 Tomografi : small fractures ?, displacmenet large fragment ?

 CT-scan pembanding dengan yang sehat

 Arthrography : ruptur TFCC ?

Penanganan Emergensi :

 Ulna displaced ke dorsal  splint anterbrachii posisi supinasi

 Ulna displaced ke volar  splint anterbrachii posisi pronasi

Definitif

 Coba dengan konservatif (cast) dalam 6 minggu

 Bila sendi tetap tak stabil dengan konservatif  operatif

 Operatif :

 Fraktur styloid  TBW (Tension Band Wiring)  Rekonstruksi ligament

 Post op : cast long arm (LAC) 6 minggu dalam mid rotasi Lat ROM & strengthening esercise dan split s/d 3 bulan.

Komplikasi

 Post traumatic arthritis

 Ulnar neuritis dan kompresi kronis n.ulnaris

 Adheis tendon dan stifnes

Standar tenaga  Ahli Ortopedi

5. Fraktur Skapoid Definisi

 Fraktur yang terjadi pada os scaphoid yang dapat disertai dengan fraktur radius distal dan dislokasi transchapoid perilunate

Klasifikasi

Klasifikasi Russe

 Fraktur horinzontal (900) terhadap axis longus radius)

 Fraktur transvers (dalam bidang aixs scaphoid)

 Fraktur vertikal (sejajar dengan axis longus radius) paling tidak stabil

Klasifikasi lain : displaced atau non displaced (translasi > 1mm dan

Diagnostik

Pemeriksaan fisik

 Pembengkakan, berkurangnya ROM wrist, nyeri pada snuf box, berkurangnya kekuatan genggam.

Pemeriksaan penunjang

 Plain foto AP / Lat dengan posisi wrist netral dan deviasi ke ulna, oblique view dengan wrist pronasi

 Bila foto awal : fraktur tidak ada, tapi klinis suspek fraktur  thumb spica cast  2 minggu foto ulang

 Bila dalam foto ulangan : fraktur tetap tidak ada tapi klinis suspek fraktur  bone scan

 Tomogram sesuai bidang axis scaphoid sering menolong

Penanganan Emergensi

 Long arm thumb spica cast

Definitif

 Non displaced fraktur thumb spica cast  6 minggu dengan posisi wrist netral flexi dan deviasi ke radial ringan + thumb posisi fungsional.

 Displaced >1 mm + dislokasi perilunate  operatif + bone graft

 Fraktur dengan sudut radiolunate >150 dan fraktur dengan sudut scapholunate >600  operasi + bone graft.

 Post op : thumb spica cast klinisi  cast bisa dilepas dan latihan sendi.

Komplikasi  Non union  Malunion Standar tenaga  Ahli Ortopedi  Residen Ortopedi

Dalam dokumen protap ortopedi (Halaman 41-51)

Dokumen terkait