Bab 4. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian
4.1.2. Trayek R-5
Pada penelitian ini mengambil studi kasus pada trayek rute R-5 tahun 2017 yang melayani daerah Bengkulu yang melalui 7 pelabuhan dengan tujuan rute Bengkulu – Enggano – Bengkulu – Enggano – Linau – Toboali – Mesuji – Sundakelapa - Panjang – Sundakelapa – Mesuji – Toboali – Linau – Enggano - Bengkulu – Enggano – Bengkulu. Tiap tahun trayek R-5 mengalami perubahan rute dan jarak tempuh yang dilayani sesuai dengan Surat Ketetapan seperti pada tabel berikut :
Tabel 4.1 Perubahan rute trayek R-5 tiap tahun
Tahun Rute per Voyage Jarak per
Voyage Jumlah Voyage per tahun 2015 Bengkulu-110-Enggano-110-Bengkulu-110- Enggano-84-Linau-Enggano-110-Bengkulu-125-Sinakak-62-Sikakap-82-Muko Muko-82-Sikakap-110-Teluk Bayur-110-Sikakap-62-Sinakak-125-Bengkulu 1366 25 2016 Bengkulu-110-Enggano-110-Bengkulu-110- Enggano-84-Linau-Enggano-110-Bengkulu-125-Sinakak-62-Sikakap-82-Muko Muko-82-Sikakap-110-Teluk Bayur-110-Sikakap-62-Sinakak-125-Bengkulu 1366 25 2017 Bengkulu-110-Enggano-110-Bengkulu-110- Enggano-84-Linau-146-Panjang-195-Mesuji-142-Toboali-217-Sunda Kelapa-217-Toboali-142- Mesuji-195-Panjang-146-Linau-84-Enggano-110-Bengkulu 2008 20 2018 Bengkulu-110-Enggano-110-Bengkulu-110- Enggano-84-Linau-84-Enggano-110-Bengkulu-144-Sikakap-82-Muko Muko-82-Sikakap-144-Bengkulu 2008 21
27 Meskipun rute yang disinggahi sudah ditetapkan dalam Surat Keputusan Jenderal Perhubungan Laut yang selain mengatur rute, juga mengatur frekuensi kapal dan lama waktu pelayaran, namun pada kenyataannya kapal KM Sabuk Nusantara 52 tidak memiliki jadwal rute yang tetap.
Untuk melayani 1 trayek ini, KM Sabuk Nusantara 52 membutuhkan waktu 20 hari tergantung cuaca dan kesiapan kapal. Seringkali keterlambatan waktu terjadi karena kondisi kapal yang tidak memungkinkan untuk berlayar akibat dari umur kapal yang sudah tua. Karena kapal yang dimiliki Kementerian Perhubungan Laut rata-rata memiliki umur yang sudah tua dan belum sepenuhnya terawat dengan baik, begitu pula dengan kapal pengganti yaitu kapal coaster yang kualitasnya tidak sebagus kapal perintis utama.
Gambar 4.2 Pola operasi trayek R-5
Pada penelitian ini mengambil studi kasus trayek R-5 pada ruas rute Bengkulu-Enggano-Bengkulu dan Enggano-Linau-Enggano. Berikut adalah jarak pada masing-masing ruas rute trayek R-5 :
Tabel 4.2 Matriks Jarak Tahun 2017
Dari/Ke Bengkulu Enggano Linau Panjang Mesuji Toboali Sunda Kelapa Sikakap
Bengkulu 0 110 194 269 408 457 9 144 Enggano 110 0 84 215 323 400 102 254 Linau 194 84 0 172 290 365 105 338 Panjang 269 215 172 0 185 236 321 383 Mesuji 408 323 290 185 0 78 410 530 Toboali 457 400 365 236 78 0 460 539 Sunda Kelapa 9 102 105 321 410 460 0 225 Sikakap 144 254 338 383 530 539 225 0 TOTAL 15212
28
KM Sabuk Nusantara melalui jarak total sepanjang 2.008 nm per tahun dan 14 kali roundtrip dalam 1 tahun dan memiliki spesifikasi sebagai berikut :
Tabel 4.3 Data kapal KM Sabuk Nusantara 52
No. Uraian Perintis tipe 750 DWT (980 GT)
1. Panjang Seluruh Kapal (LOA) 58,50 m
2. Panjang Antara Garis Tegak (LBP) 52,20 m
3. Lebar (B) 12 m
4. Tinggi Geladak (H) 4.50 m
5. Tinggi Sarat (T) 2.75 m
6. Kecepatan Percobaan 12 Knot
7. Daya Mesin 2 x 825 HP
8. Jumlah Penumpang 265 Org
- Kelas Ekonomi 265 Org
9 Kapasitas Ruang Muat 400 Ton
10. Jumlah ABK 21
11 Kap. Sekoci Penolong 2 x 40 Org (tipe terbuka)
Gambar 4.3 KM Sabuk Nusantara 52
Kementrian Perhubungan memiliki standar minimal jumlah roundtrip kapal perintis dalam 1 tahun adalah tidak boleh kurang dari 20 roundtrip per tahun, namun karena ada beberapa kendala yang membuat keterlambatan lama pelayaran seperti cuaca buruk, kondisi kesiapan kapal dan biaya yang sudah melampaui RAB membuat jumlah roundtrip kapal tidak
29 sampai 20 kali dalam setahun. Selain terkendala biaya atau subsidi yang sudah melampaui RAB, juga terkendala waktu penjadwalan kapal untuk turun docking. Pada tahun 2017, sesuai dengan surat penugasan docking rutin kapal yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan Laut, lama waktu untuk proses docking rutin adalah sekitar 2 hingga 3 bulan.Pelabuhan yang sering disinggahi KM Sabuk Nusantara 52 diantaranya adalah Bengkulu, Enggano dan Linau. Ketiga pelabuhan tujuan tersebut selalu memiliki demand berupa penumpang dan barang yang diangkut meskipun jumlah load factornya tidak sampai 60%.
a) Ruas Rute Bengkulu-Enggano
Pada rute ini dilalui oleh kapal KM Sabuk Nusantara 52 dengan jarak 110 nm, ditempuh dengan kecepatan 9 knot dan singgah di pelabuhan Pulau Baai sekitar 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Kapal KM Sabuk Nusantara tiba di pelabuhan Pulau Baai pada pukul 13:00 dan bertolak ke pulau Enggano pada pukul 18:00, namun jadwal seringkali berubah tergantung kondisi cuaca dan kondisi kapal. Di Bengkulu tidak ada kantor percabangan PT Pelni, sehingga untuk pengoprasian KM Sabuk Nusantara 52 ini dikontrol oleh petugas terminal point PT Pelni yang mengawasi keadaan KM Sabuk Nusantara 52 dilapangan.
Gambar 4.4 Rute Pelayaran Bengkulu-Enggano
Kapal KM Sabuk Nusantara 52 tidak menjual tiket berdasarkan kelas penumpang pada kapal, karena kapal ini adalah kapal perintis maka seluruh penumpang masuk dalam kelas ekonomi semua, yang membedakan hanyalah harga tarif untuk dewasa dan anak-anak. Meskipun semua penumpang masuk dalam kelas ekonomi, didalam kapal KM Sabuk Nusantara 52 juga menyediakan kamar tidur untuk penumpang yang beristirahat karena waktu pelayaran yang lebih dari 10 jam.
30
Mayoritas penumpang kapal dengan rute Bengkulu ke Enggano adalah wisatawan yang ingin menyebrang ke pulau Enggano, karena pulau Enggano adalah pulau wisata yang terkenal akan keindahan pantainya dan sedang mengalami pembangunan infrastruktur untuk tujuan wisata, dan untuk rute sebaliknya yaitu Enggano-Bengkulu mayoritas penumpangnya adalah para penduduk pulau Enggano yang akan menjual hasil bumi seperti pisang ke Bengkulu. Pada rute ini selain dilayani oleh KM Sabuk Nusantara 52, juga dilayani oleh 2 moda transportasi lain yaitu pesawat perintis milik Susi Airlines yang berkapasitas 40 orang dan kapal ferry KM Pulo Tello milik PT ASDP dengan perbandingan harga sebagai berikut :
Tabel 4.4 Tarif masing-masing moda
Untuk waktu tempuh jika menggunakan moda Susi Airlines adalah 40 menit, sedangkan jika menyebrang ke Bengkulu-Enggano atau sebaliknya dengan kapal KM Sabuk Nusantara 52 dan KM Pulo Tello adalah 10 hingga 12 jam. Jika menggunakan moda transportasi pesawat Susi Airlines untuk menyebrang dari Bengkulu ke Enggano atau sebaliknya, maka dari Bengkulu akan berangkat dari bandara Fatmawati Bengkulu, dan di pulau Enggano akan mendarat di bandara Enggano. Bandara Enggano adalah bandara kecil yang sedang dalam tahap pengembangan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pesawat perintis, bandara ini mampu menampung pesawat sekelas fokker untuk mendarat. Tetapi belum ada jadwal penerbangan yang tetap untuk rute Bengkulu-Enggano karena terpengaruh cuaca buruk mengingat letak pulau Enggano adalah bagian terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan samudera Hindia.
Semua moda transportasi penyebrangan rute Bengkulu-Enggano adalah perintis yang mendapatkan subsidi dari pemerintah. Menurut Kementerian Perhubungan Laut, pemberian
KM Pullo Tello (Bengkulu-Enggano) KM Sabuk Nusantara 52 (Bengkulu-Enggano) Susi Airlines (Bengkulu-Enggano) KM Sabuk Nusantara 52 (Enggano-Linau) Dewasa Rp 57,000 Anak-anak Rp 35,000 - Rp 11,000
-Golongan I (Sepeda Angin) Rp 46,000 -
-Golongan II (Sepeda Motor) Rp 115,000 -
-Golongan III (Sepeda Motor 500 cc keatas) Rp 290,000 -
-Golongan IV (Pickup) Rp 800,000 -
-Golongan IV (Minibus) Rp 1,174,000 -
-Golongan V (Bus Sedang) Rp 1,900,000 -
-Golongan V (Truck Sedang) Rp 1,500,000 -
-Golongan VI (Bus Besar) Rp 2,900,000 -
-Golongan VI (Truck Besar) Rp 2,500,000 -
-Golongan VII (Truck Tronton) Rp 3,450,000 -
-Golongan VIII (Trailer) Rp 5,200,000 -
-Golongan IX (Alat Berat) Rp 7,800,000 -
-Penumpang Keterangan Kendaraan 300,000 Rp 12,000 Rp Barang
31 subsidi untuk ketiga moda transportasi tersebut masih layak, karena belum adanya keterpaduan jadwal antara kapal perintis, kapal PT ASDP dan pesawat Susi Airlines.
Gambar 4.5 Susi Airlines
Gambar 4.6 KM Pulo Tello b) Ruas Rute Enggano-Linau
Pada ruas rute ini hanya dilayani oleh kapal perintis KM Sabuk Nusantara 52 dengan waktu pelayaran selama 10 jam. Untuk melalui ruas rute Enggano-Linau, KM Sabuk Nusantara 52 menempuh jarak sepanjang 84 nm dengan kecepatan 9 knot.
Gambar 4.7 Rute pelayaran Enggano-Linau
Berbeda dengan keadaan pada rute Bengkulu-Enggano, pada rute Enggano-Linau ini termasuk rute yang memiliki arus penumpang dan barang yang sedikit. Sesuai dengan data yang dikeluarkan PT Pelni dalam LPK (Laporan Perjalanan Kapal), dalam satu tahun total
32
demand hanya 675 ton saja atau hanya memenuhi load factor sebanyak 4% saja. Hal itu dikarenakan, mayoritas para wisatawan yang ingin berkunjunga ke pulau Enggano berangkat dari pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Utara, dan para penduduk Enggano yang akan menjual hasil bumi rata-rata menjual produknya ke Bengkulu Utara.
Untuk menyebrang dari Enggano ke Linau atau sebaliknya, penumpang hanya dikenakan tariff sebesar Rp. 9.600 per pax saja untuk semua kelas, karena di kapal ini semua penumpang adalah kelas ekonomi, dan untuk barang hanya dikenakan tariff sebesar Rp. 8.600 per ton saja belum termasuk biaya bongkar muat yang besaran tarifnya tergantung otoritas pelabuhan pemuatan. Menurut petugas PT Pelni Bengkulu, KM Sabuk Nusantara 52 singgah di pelabuhan Linau setiap 1 sampai 2 minggu sekali tergantung kondisi. Terkadang dalam seminggu sama sekali tidak disinggahi. Tetapi tidak menjadi masalah yang besar, karena pelayaran penyebrangan Enggano-Linau tidak menjadi transportasi yang vital seperti Bengkulu-Enggano. Menurut jadwal otoritas pelabuhan, KM Sabuk Nusantara singgah di pelabuhan Linau pada pukul 07:00 pagi hari dan bertolak ke Enggano pada pukul 14:00. Namun jadwal bias saja berubah tergantung kondisi.