HASIL PENELITIAN
E. Deskripsi Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis
3. Triangulasi Data Subjek Gaya Belajar Kinestetik
a. Triangulasi Data Subjek Gaya Belajar Kinestetiki Kemampuan Tinggi (VN) Pada Tes dan Wawancara Tahap I dan Tahap II
Bedasarkan hasil tes dan wawancara yang dilakukan pada subjek (VN) di tahap I dan tahap II langkah selanjutnya akan dilakukan perbandingan pada tes dan wawncara tersebut di waktu yang berbeda, hal ini berguna untuk mengetahui ajeg atau tidak ajegnya data yang telah dihasilkan. Hasil pekerjaan subjek (VN) dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.9
Triangulasi Data Subjek (VN) Pada tes, Wawancara Tahap I Dan Tahap II
Tahap I Tahap II
1. Soal nomor 1 a. Kefasihan (Fluency)
Peserta didik (VN) mampu menjelaskan jawabannya dengan gagasan-gagasan yang lancar dan fasih dalam memahami soal, proses perhitungan sehingga ia mampu menghasilkan jawaban dengan benar.
b. Keluwesan (Flexibility) Peserta didik (VN) dalam mengerjakan soal tersebut mengaku memiliki cara lain untuk menyelesaikannya hal ini dikarenakan ia mengetahui cara yang di tuliskan saja yaitu menggunakan 2 cara saja. c. Kebaruan (Originality)
Peserta didik (VN) dalam
mengerjakan dan menjawab soal tersebut memilik kebaruan.
1. Soal nomor 1 a. Kefasihan (Fluency)
Peserta didik (VN) mampu menjelaskan jawabannya dengan gagasan-gagasan yang lancar dan fasih dalam memahami soal, proses perhitungan sehingga ia mampu menghasilkan jawaban dengan benar.
b. Keluwesan (Flexibility) Peserta didik (VN) dalam mengerjakan soal tersebut mengaku memiliki cara lain untuk menyelesaikannya hal ini dikarenakan ia mengetahui cara yang di tuliskan saja yaitu menggunakan 2 cara saja. c. Kebaruan (Originality)
Peserta didik (VN) dalam
mengerjakan dan menjawab soal tersebut memilik kebaruan. 2. Soal nomor 2
a. Kefasihan (Fluency)
Peserta didik (VN) mampu menjelaskan jawabannya dengan gagasan-gagasan yang lancar dan fasih dalam memahami soal, proses perhitungan sehingga ia mampu menghasilkan jawaban dengan benar.
b. Keluwesan (Flexibility) Peserta didik (VN) dalam
mengerjakan soal tersebut mampu menyelesaikannya dengan cara yang berbeda hal ini ditunjukkan dengan cara yang dituliskan menggunakan dua cara.
3. Soal nomor 2 a. Kefasihan (Fluency)
Peserta didik (VN) mampu menjelaskan jawabannya dengan gagasan-gagasan yang lancar dan fasih dalam memahami soal, proses perhitungan sehingga ia mampu menghasilkan jawaban dengan benar.
b. Keluwesan (Flexibility) Peserta didik (VN) dalam
mengerjakan soal tersebut mampu menyelesaikannya dengan cara yang berbeda hal ini ditunjukkan dengan cara yang dituliskan menggunakan dua cara. c. Kebaruan (Originality) c. Kebaruan (Originality)
Peserta didik (VN) dalam
mengerjakan dan menjawab soal tersebut belum memiliki
kebaruan.
Peserta didik (VN) dalam
mengerjakan dan menjawab soal tersebut belum memiliki
kebaruan.
Pada tes tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik dengan subjek (VN) menjawab soal nomor 1 baik pada tahap I dan II dengan menggunakan 2 cara saja dengan menghasilkan gagasan-gagasann yang dijelaskan dengan pemikiran yang lancar dan benar, dan disoal kedua menggunakan 2 cara yang berbeda dengan menghasilkan gagasan-gagasann yang dijelaskan dengan pemikiran yang lancar dan benar pula. Akan tetapi dalam penyelesaian soal-soal tersebut (VN) belum mampu menunjukan dengan cara yang baru atau unik di soal nomor 2.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa gaya belajar Kinestetik (VN) pada saat dilakukan tes tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis dan wawancara disoal nomor 1 pada tahap I dan II memperoleh data yang sama dan disoal nomor 2 pada tahap I dan tahap II memperoleh data yang sama pula. Artinya, data yang dihasilkan dalam penelitian ini memiliki keajegan. b. Triangulasi Data Subjek Gaya Belajar Kinestetik Kemampuan Rendah
(MR) Pada Tes dan Wawancara Tahap I dan Tahap II
Bedasarkan hasil tes dan wawancara yang dilakukan pada subjek (MR) di tahap I dan tahap II langkah selanjutnya akan dilakukan perbandingan pada tes dan wawncara tersebut di waktu yang berbeda, hal ini berguna untuk mengetahui valid atau tidak validnya data yang telah dihasilkan. Hasil pekerjaan subjek (MR) dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.10
Triangulasi Data Subjek (MR) Pada tes, Wawancara Tahap I Dan Tahap II
Tahap I Tahap II
1. Soal nomor 1 a. Kefasihan (Fluency)
Peserta didik (MR) mampu menjelaskan jawabannya dengan gagasan-gagasan yang lancar dan fasih dalam memahami soal, proses perhitungan menghasilkan jawaban dengan benar.
b. Keluwesan (Flexibility) Peserta didik (MR) dalam mengerjakan soal tersebut
mengaku tidak memiliki cara lain untuk menyelesaikannya hal ini dikarenakan ia hanya mengetahui cara yang di tuliskan saja yaitu menggunakan satu cara saja. c. Kebaruan (Originality)
Peserta didik (MR) dalam mengerjakan dan menjawab soal tersebut belum memiliki
kebaruan.
1. Soal nomor 1 a. Kefasihan (Fluency)
Peserta didik (MR) mampu menjelaskan jawabannya dengan gagasan-gagasan yang lancar dan fasih dalam memahami soal, proses perhitungan menghasilkan jawaban dengan benar.
b.Keluwesan (Flexibility) Peserta didik (MR) dalam mengerjakan soal tersebut
mengaku tidak memiliki cara lain untuk menyelesaikannya hal ini dikarenakan ia hanya mengetahui cara yang di tuliskan saja yaitu menggunakan satu cara saja. c. Kebaruan (Originality)
Peserta didik (MR) dalam mengerjakan dan menjawab soal tersebut belum memiliki
kebaruan. 2. Soal nomor 2
a. Kefasihan (Fluency)
Peserta didik (MR) mampu menjelaskan jawabannya dengan gagasan-gagasan yang lancar dan fasih dalam memahami soal, proses perhitungan sehingga ia mampu menghasilkan jawaban dengan benar.
b. Keluwesan (Flexibility) Peserta didik (MR) dalam
mengerjakan soal tersebut mampu menyelesaikannya dengan cara
2. Soal nomor 2 a. Kefasihan (Fluency)
Peserta didik (MR) mampu menjelaskan jawabannya dengan gagasan-gagasan yang lancar dan fasih dalam memahami soal, proses perhitungan sehingga ia mampu menghasilkan jawaban dengan benar.
b. Keluwesan (Flexibility) Peserta didik (MR) dalam
mengerjakan soal tersebut mampu menyelesaikannya dengan cara yang berbeda hal ini ditunjukkan
dengan cara yang di tuliskan menggunakan dua cara yang berbeda.
yang berbeda hal ini ditunjukkan dengan cara yang di tuliskan menggunakan dua cara yang berbeda.
c. Kebaruan (Originality)
Peserta didik (MR) dalam mengerjakan dan menjawab soal tersebut belum memiliki kebaruan
c. Kebaruan (Originality)
Peserta didik (MR) dalam mengerjakan dan menjawab soal tersebut belum memiliki kebaruan Pada tes tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik dengan subjek (MR) menjawab soal nomor 1 baik pada tahap I dan II dengan menggunakan satu cara saja dengan menghasilkan gagasan-gagasann yang dijelaskan dengan pemikiran yang lancar dan benar, dan disoal nomor 2 baik di tahap I dan tahap II menggunakan 2 cara yang berbeda dengan menghasilkan gagasan-gagasann yang dijelaskan dengan pemikiran yang lancar dan benar pula. Akan tetapi dalam penyelesaian soal-soal tersebut (MR) belum mampu menunjukan dengan cara yang baru atau unik.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa gaya belajar kinestetik dengan subjek (MR) pada saat dilakukan tes tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis dan wawancara soal nomor 1 pada tahap I dan II memperoleh data yang sama dan soal nomor 2 pada tahap I dan tahap II memperoleh data yang sama pula. Artinya, data yang dihasilkan dalam penelitian ini memiliki keajegan.