• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II SEJARAH BERDIRINYA KOHATI

B. Tujuan Berdirinya KOHATI

Tujuan yang jelas, diperlukan dalam sebuah organisasi, sehingga setiap usaha yang dilakukan oleh organisasi tersebut dapat terlaksana dengan teratur dan terarah. Tujuan organisasi dipengaruhi oleh motivasi dasar pembentukan status dan fungsinya dalam totalitas dimana dia berada. Dalam totalitas pengaderan HMI, KOHATI merupakan bagian internal yang tidak dapat dipisahkan dalam mencapai tujuan HMI yaitu terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT.

Tujuan KOHATI pada awal didirikannya inheren dengan tujuan HMI pada saat itu. Pertama, Mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia

4

dan Meningkatkan derajat rakyat Indonesia. Kedua, Mensyiarkan ajaran agama Islam. Namun, Tujuan KOHATI pada saat itu lebih pada peningkatan kualitas dan kuantitas anggota HMI-wati dalam ikut serta melaksanakan cita-cita perjuangan bangsa5.

Kualitas insan cita HMI merupakan dunia cita yang terwujud dalam HMI melalui pribadi seorang manusia yang beriman dan berilmu pengetahuan serta mampu melaksanakan tugas kerja kemanusiaan. Kualitas tersebut sebagaimana dalam pasal 4 AD (Anggaran Dasar) yaitu sebagai berikut:

1. Kualitas insan akademis

a. Berpendidikan tinggi, berpengetahuan luas, berfikir rasional, obyektif dan kritis.

b. Memiliki kemampuan teoritis, mampu memformulasikan apa yang diketahui dan dirahasiakan. Dia selalu berlaku dan menghadapi suasana sekelilingnya dengan kesadaran.

c. Sanggup berdiri sendiri dengan lapang ilmu pengetahuan sesuai dengan ilmu pilihannya, baik secara teoritis maupun teknis dan sanggup bekerja secara alamiah yaitu secara bertahap. Teratur, mengarah pada tujuan sesuai dengan prinsip - prinsip perkembangan 2. Kualitas insan pencipta ; insan akademis pencipta

a. Sanggup melihat kemungkinan - kemungkinan lain yang lebih dari sekedar yang ada dan bergairah besar untuk menciptakan bentuk - bentuk baru yang lebih baik dan bersikap dengan bertolak dari apa

5

Korps HMI Wati Dalam Sejarah 1992-1994, Agussalim sitompul, (ed). KOHATI PB HMI Periode 1966-1994, (Jakarta: CV. Misaka Galiza, 1995), hal 14

yang ada (yaitu Allah). Berjiwa penuh dengan gagasan - gagasan kemajuan, selalu mencari perbaikan dan pembaharuan

b. Bersifat independent dan terbuka, tidak isolatif. Insan yang menyadari dengan sikap demikian. Potensi kreatifnya dapat berkembang dan menentukan bentuk yang indah.

c. Dengan ditopang kemampuan akademisnya dia mampu melaksanakan tugas kemanusiaan yang disemangati ajaran Islam.

3. Kualitas insan pengabdi ; insan akademis, pencipta pengabdi

a. Ikhlas dan sanggup berkarya demi kepentingan orang banyak atau untuk sesama umat.

b. Sadar membawa tugas insan pengabdi, bukan hanya membuat dirinya baik, tetapi juga mampu membuat lingkungan di sekelilingnya menjadi lebih baik.

c. Insan akademis, pencipta dan pengabdi adalah yang bersungguh - sungguh mewujudkan cita - cita dan ikhlas mengamalkan ilmunya untuk kepentingan sesamanya.

4. Kualitas insan yang bernafaskan Islam ; insan akademis, pencipta pengabdi yang bernafaskan Islam

a. Islam yang telah menjiwai dan memberi pedoman pola pikir dan pola lakunya tanpa memakai merk Islam. Islam akan menjadi pedoman dalam berkarya dan mencipta sejalan dengan nilai - nilai universal Islam. Dengan demikian Islam telah menapaki dan menjiwai karyanya.

b. Ajaran Islam telah berhasil membentuk unity personality dalam dirinya. Nafas Islam telah membentuk pribadinya yang utuh tercegah dari split personality tidak pernah ada dilema pada dirinya sebagai warga Negara dan dirinya sebagai muslimah insan cita ini telah mengintegrasikan masalah suksesnya dalam pembangunan nasional bangsa kedalam suksesnya perjuangan umat Islam Indonesia dan sebaliknya.

5. Kualitas insan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT

a. Insan akademis, pencipta dan pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat makmur yang diridhoi Allah SWT.

b. Berwatak sanggup memikul akibat - akibat yang dari perbuatannya sadar bahwa menempuh jalan yang benar diperlukan adanya kesadaran moral.

c. Spontan dalam menghadapi tugas, responsif dalam menghadapi persoalan - persoalan dan jauh dari sikap apatis.

d. Rasa tanggung jawab, takwa kepada Allah SWT yang menggugah untuk mengambil peran aktif dalam suatu bidang dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.

e. Korektif terhadap setiap langkah yang berlawanan dengan usaha mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

f. Percaya pada diri sendiri dan sadar akan kedudukannya sebagai khalifah fil ard yang harus melaksanakan tugas - tugas kemanusiaan6. Dalam rangka itu KOHATI merumuskan tujuannya sebagai berikut ; Terbinanya Muslimah Yang Berkualitas Insan Cita. Dengan rumusan tujuan ini, KOHATI memposisikan dirinya sebagai bagian yang ingin mencapai tujuan HMI (mencapai lima kualitas insan cita ) tetapi berspesialisasi pada pembinaan anggota HMI-wati untuk menjadi muslimah yang berkualitas insan cita.

Sebagai sebuah lembaga Korp HMI-wati (KOHATI) yang ide dasar pembentukannya dilandasi oleh kebutuhan akan pengemban misi HMI secara luas, serta kebutuhan akan adanya pembinaan untuk HMI-wati yang lebih aspiratif, memandang penting bahwa kualitas peranan HMI-wati perlu ditingkatkan lebih serius. Sesuai dengan ide dasar pembentukannya, maka proses pembinaan di KOHATI ditujukan untuk peningkatan kualitas dan peranannya dalam wacana keperempuanan. Ini dimaksudkan bahwa aktifitas HMI-wati tidak saja di KOHATI dan HMI tetapi juga dalam masyarakat luas terutama dalam merespon dan mengantisipasi berbagai wacana keperempuanan. Dengan demikian maka jelas tugas KOHATI adalah melakukan akselerasi pada pencapaian tujuan HMI.

Untuk dapat menjalankan peranannya dengan baik, maka KOHATI harus dapat membekali dirinya dengan meningkatkan kualitasnya sehingga anggota KOHATI memiliki watak dan kepribadian yang teguh, kemampuan

6

intelektual, kemampuan professional serta kemandirian dalam merespon, mengantisipasi berbagai wacana keperempuanan yang berkembang dalam masyarakat7.

Dalam kerangka tersebut, maka yang menjadi sasaran pemberdayaan KOHATI adalah anggotanya yaitu HMI-wati, dengan diselenggarakannya berbagai aktifitas maupun pelatihan khusus bagi HMI-wati. Aktifitas ini tentunya tidak terlepas dari rangkaian aktifitas pengkaderan HMI.

Dokumen terkait