• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN KINERJA

KELOLA KEUANGAN DAERAH

2.1.3 Tujuan dan Sasaran

Berdasarkan pada visi dan misi yang telah diuraikan sebagaimana tersebut diatasDinas Pendaapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah telah menetapkan tujuan dan sasaran jangka menengah yang akan dicapai terutama tahun 2014 dan tahun 2015. Adapun keterkaitan antara visi, misi, tujuan dan sasaran Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sebagaimana dalam tabel sebagai berikut:

(lihat tabel 2.9)

Tabel 2.9

Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Visi Misi Tujuan Sasaran dan taat pada aturan yang berlaku

Mewujudkan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang akuntabel, transparan dan taat pada aturan yang berlaku dalam rangka asli daerah dalam rangka meningkatkan kemampuan keuangan daerah

Meningkatkan kemampuan keuangan daerah

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul 35 Pencapaian atas tujuan dan sasaran sebagaimana tersebut diatas dapat diukur dengan indikator kinerja yang merupakan ukuran kuantitatif dan atau kualitatif. Rumusan indikator kinerja dari tujuan dan sasaran Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sebagai berikut:

(lihat tabel 2.10)

Tabel 2.10

Rumusan Sasaran dan Indikator Kinerja

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Sasaran Indikator Kinerja Rumus

Meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel

1 Opini BPK Opini Pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK

2

Prosentase penyerapan anggaran belanja daerah sesuai dengan alokasi per triwulan

(Realisasi belanja daerah per triwulan dibagi dengan alokasi belanja daerah per triwulan)X100%

3

Prosentase SKPD yang telah menerapkan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)

(Jumlah SKPD telah menerapkan SAP dibagi jumlah SKPD)X100%

1 Prosentase pertumbuhan pendapatan daerah

((Pendapatan daerah tahun t dikurangi pendapatan daerah tahun t-1) dibagi pendapatan daerah tahun t-1))X100%

2 Derajat desentralisasi (Pendapatan asli daerah dibagi

pendapatan daerah)X100%

3 Prosentase kemampuan

keuangan daerah

(Pendapatan asli daerah dibagi belanja daerah)X100%

Sasaran-sasaran strategis dengan indikator kinerja-indikator kinerja pada kondisi awal (capaian tahun 2010) dan kondisi akhir rencana strategis (tahun 2015) yang hendak dicapai oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul 36 Aset Daerah dengan mengacu pada misi yang telah ditetapkan yaitu sebagai berikut: (lihat tabel 2.11)

Tabel 2.11

Indikator Kinerja dari Sasaran Strategis

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan

Kondisi

1 Prosentase pertumbuhan

pendapatan daerah % 11,87 12,79

2 Derajat desentralisasi % 8,27 16,88

3 Prosentase kemampuan

keuangan daerah % 8,06 35,65

2.1.4 Strategi

Sebagai upaya yang dilaksanakan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam merealisasikan target indikator kinerja dari sasaran stregis akan dijabarkan secara sistematis melalui perumusan strategi, kebijakan, program dan kegiatan yang dilaksanakan.

 Misi 1 “Mewujudkan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang profesional, akuntabel, transparan dan taat pada aturan yang berlaku”.

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul 37

 Stategi yang dipergunakan dalam rangka mewujudkan target indikator kinerja sasaran strategis dari misi ini adalah sebagai berikut:

1. Mempedomani kebijakan pemerintah dalam pengelolaan keuangan dan barang daerah;

2. Mengupayakan aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah yang terintegrasi dengan menjalin kerjasama dengan Perwakilan BPKP Provinsi DIY untuk mengadakan asistensi penerapan manajemen pengelolaan keuangan dan barang daerah yang transparan dan akuntabel melalui implementasi SIMDA Keuangan Daerah dan Simda BMD

3. Meningkatkan koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memonitor dan melaporkan pengelolaan keuangan dan barang daerah yang menjadi tanggung-jawabnya;

4. Penyebarluasan informasi pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah melalui media massa, media online, leaflet, dan lain-lain;

5. Menambah dan merevisi Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah berdasarkan peraturan yang berlaku;

6. Menjalin kerjasama dengan Perwakilan BPKP Pemda DIY untuk asistensi penerapan manajemen pengelolaan keuangan daerah melalui pendampingan atau coaching clinic penyusunan neraca SKPD.

 Program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka terselenggaranya strategi guna tercapainya

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul 38 target indikator kinerja sasaran dari misi I yaitu sebagai berikut:

1. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur terdiri dari terdiri dari kegiatan sebagai berikut:

a. Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan;

dan

b. Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan.

2. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah terdiri dari kegiatan sebagai berikut;

a. Penyusunan Analisa Standar Belanja;

b. Penyusunan Standar Satuan Harga;

c. Penyusunan Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah;

d. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD;

e. Penyusunan Rancangan Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD;

f. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD;

g. Penyusunan Rancangan Peraturan Bupati tentang Penjabaran Perubahan APBD;

h. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD;

i. Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD;

j. Pencermatan dan Penerbitan DPA SKPD;

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul 39 k. Penyusunan Anggaran Kas;

l. Penerbitan SPD;

m. Penerbitan SP2D;

n. Pencetakan Daftar Gaji;

o. Pengujian Lampiran Dokumen Penerbitan SP2D;

p. TP-TGR;

q. Penyusunan Neraca Dinas Instansi;

r. Rekonsiliasi Bank dan Evaluasi Realisasi APBD;

s. Pengelolaan dan Pelaporan Dana Tugas Pembantuan;

t. Penyusunan Laporan Semseteran;

u. Penyebarluasan dan Sosialisasi Berbagai Informasi Keuangan Daerah;

v. Pengendalian Pelaksanaan Pengelolaan Keuangan Daerah;

w. Fasilitasi Penyaluran Belanja PPKD;

x. Peningkatan Penilaian Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah;

y. Penerbitan SKPP;

z. Pengelolaan dan Pelaporan Potongan IWP, Taperum dan PPh ps 21 bagi PNS;

aa. Rekonsiliasi Belanja SKPD;

bb. Pengkartuan Data PNS;

cc. Penyusunan Standar Operasional dan Prosedure;

dd. Pengelolaan Simkeuda;

ee. Pendataan dan Pengelolaan Arsip DPPKADl

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul 40 ff. Percepatan Penyerapan Anggaran dan

Peningkatan Kualitas Akuntabilitas Keuangan Daerah;

3. Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan SKPD terdiri dari kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Pengelolaan Keuangan Daerah 4. Program Penata Peraturan

Perundang-undangan terdiri dari kegiatan Regulasi Peraturan tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

5. Program Pengelolaan Barang Daerah terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

a. Peningkatan SDM Aparatur Pemda;

b. Simbada;

c. Penyusunan Perencanaan dan Pelaporan Pengelolaan Barang Milik Daerah;

d. Pentaan Aset;

e. Penghapusan Barang Daerah;

f. Verifikasi dan Inventarisasi Barang Milik Daerah;

g. Verifikasi Hasil Pengadaan Barang Milik Daerah;

h. Evaluasi dan Rekonsiliasi Barang Milik Daerah;

i. Pengamanan Dokumen Pemilikan Barang Milik Daerah.

 Misi 2 “meningkatkan pendapatan asli daerah dalam rangka memperkuat sumber-sumber pendanaan belanja daerah”.

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul 41

 Startegi yang dipergunakan dalam rangka mewujudkan target indikator kinerja sasaran strategis dari misi ini sebagai berikut:

1. Optimalisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah melalui langkah-langkah intensifikasi dan ekstensifikasi:

a) Intensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah terutama ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan (compliance) dan memperkuat basis pajak dan retribusi daerah yang ada, meliputi:

penyederhanaan dan modernisasi (komputerisasi) sistem perpajakan dan retribusi daerah; Penyempurnaan landasan hukum serta law enforcement bagi pengenaan pajak dan retribusi daerah; peningkatan ketaatan masyarakat dalam kewajiban membayar pajak dan retribusi daerah melalui sosialisasi dan pemberian penyuluhan yang memadai kepada masyarakat mengenai ketentuan pajak daerah dan retribusi daerah;

peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan pemungutan pajak dan retribusi daerah; peningkatan koordinasi dan kerja sama yang intensif dan efektif dengan seluruh SKPD pengelola pendapatan; dan peningkatan kualitas aparat pajak/retribusi daearh.

b. Ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah terutama ditujukan untuk

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul 42 memperluas basis pajak/retribusi daerah, meliputi sebagai berikut:

a) Mendata obyek dan wajib pajak yang belum terdata dan pendataan ulang terhadap obyek pajak dan wajib pajak yang mengalami perubahan, sehingga potensi pendapatan asli daerah yang bersumber dari pajak daerah dapat diketahui baik secara kuantitatif maupun kualitatif, antara lain dengan cara meningkatkan serta menggali potensi wajib pajak daerah yang ada khususnya wajib pajak restoran dan wajib pajak hotel.

b) Optimalisasi penyerapan penerimaan dari basis pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan yang pengelolaannya dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah mulai tanggal 1 Januari 2014 dengan mengoptimalisasikan pelayanan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan melalui:

c. Pelayanan pendaftaran obyek pajak dan mutasi obyek/subyek PBB P2, Pelayanan pembetulan, pembatalan dan salinan atas SPPT/SKPD/STP PBB P2, dan memberikan kemudahan pembayaran pajak daerah khususnya PBB P2 dengan sistem on line.

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul 43 d. Permohonan keberatan dan

pengurangan atas pajak terutang;

e. Restitusi/pengembalian kelebihan pembayaran pajak daerah;

2. Peningkatan kontribusi penerimaan bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik daerah/BUMD melalui upaya memperkuat permodalan perusahaan milik daerah/BUMD.

3. Optimalisasi penerimaan yang berasal dari bagi hasil pajak melalui kerjasama instansi vertikal dan daerah dalam menyerap basis pajak terkait.

 Program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka terselenggaranya strategi guna tercapainya target indikator kinerja sasaran dari misi I yaitu sebagai berikut:

1. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

a. Peningkatan Manajemen Investasi Daerah;

b. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber-sumber Pendapatan Daerah (Penghargaan Pajak Daerah);

c. Pengelolaan Dana Perimbangan;

d. Penyusunan SPT Tahunan;

e. Operasional Pajak Daerah;

f. Intensifikasi PPh OP (PPh ps 21);

g. Pengendalian PAD;

h. Optimalisasi Pendapatan Daerah;

i. Pelayanan Pajak Daerah;

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul 44 j. Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan;

k. Pendataan dan Penetapan Wajib Pajak;

l. Pengelolaan Arsip Wajib Pajak;

m. Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai dan Pemberantasan Cukai Illegal;

n. Studi Potensi Pajak Daerah;

o. Studi Potensi Retribusi Daerah;

p. Pendataan PBB;

2. Program Penataan Peraturan Perundang-undangan dengan kegiatan Regulasi Peraturan Pajak dan Retribusi Daerah.

Dokumen terkait