TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.2. TUJUAN DAN SASARAN RENJA OPD
BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1. TELAAHAN TERHADAP KEBIJAKAN NASIONAL
Berdasarkan RPJM Nasional, sektor pendidikan merupakan sektor yang menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Pusat. Hal ini ditunjukkan dengan pengalokasian dana atau anggaran sebesar 20% untuk sektor pendidikan baik APBN, APBD Propinsi, maupun APBD Kab/Kota. Untuk itu, Pemerintah Pusat melalui Kementerian terkait telah mencanangkan sasaran utama yaitu:
RPJMN 2015-2019 menetapkan 9 agenda prioritas, yang dikenal sebagai Nawacita, yang sepenuhnya berlandaskan ideology Trisakti. Ideologi Trisakti mencangkup kedaulatan dibidang Politik, berdikari di bidang Ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Selain itu Visi Misi dan Tujuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus disejalankan dengan Visi Misi Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, untuk mendapatkan hasil yang optimal tentunya semua pihak harus dilibatkan. Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Panjang (RPPNJP) 2005 – 2025 menyatakan bahwa Visi 2025 adalah Menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif (Insan kami/Insan Paripurna) Untuk mewujudkan Visi tersebut mempunyai tujuh elemen ekosistem pendidikan antara lain :
1. Sekolah yang kondusif 2. Guru sebagai penyemangat 3. Orang tua yang terlibat aktif 4. Masyarakat yang sangat peduli 5. Industri yang berperan penting
6. Organisasi profesi yang berkontribusi besar 7. Pemerintah yang berperan optimal
3.2. TUJUAN DAN SASARAN RENJA OPD
33
Penelaahan tujuan dan sasaran Renja OPD mengacu pada isu-isu strategis yang tercantum pada RPJMD Kota Tanjungpinang Tahun 2018-2023. Hal ini dilakukan untuk melihat korelasi dengan usulan program dan kegiatan yang termuat dalam Renja SKPD. Matriks renja 2019
3.2.1 Tujuan dan Sasaran Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Repulik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja. Pelaporan Kinerja dan tata Cara Reviu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah bahwa Perjanjian Kinerja dapat direvisi atau disesuaikan dalam hal terjadi kondisi terjadi pergantian atau mutasi pejabat, perubahan dalam strategi yang mempengaruhi pencapaian tujuan dan sasaran (perubahan program, kegiatan dan alokasi anggaran), perubahan prioritas atau asumsi yang berakibat secara signifikan dalam proses pencapaian tujuan dan sasaran.
A. Tujuan
Dalam rangka mencapai visi dan misi Kota Tanjungpinang, maka perlu dirumuskan ke dalam bentuk yang lebih terarah dan operasional berupa perumusan tujuan strategis (Strategic goals).
Tujuan strategis merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi yang akan dicapai dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun. Untuk itu, agar dapat diukur keberhasilan organisasi di dalam mencapai tujuan strategis yang ditetapkan akan memiliki indikator kinerja utama yang terukur.
Tujuan yang ingin dicapai Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang yakni “ Pendidikan yang cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia”. Dengan tujuan tersebut diharapkan agar peserta didik selain cerdas, mereka juga memiliki karakter yang kuat serta mampu menjaga akhlak.
B. Sasaran Strategis
Sementara dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan, maka
34
disusunlah sasaran strategis dalam mencapai tujuan tersebut. Adapun Sasaran Strategis Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang adalah :
3.2.2. Isu Strategis dan Permasalahan Pendidikan
Tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang sesuai yang tertera dalam Perda Nomor 38 Tahun 2016 tentang Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendididkan Kota Tanjungpinan. Sejalan dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dalam melayani masyarakat di bidang pendidikan, tentunya menemui isu-isu penting dalam bidang pendidikan. Pada tanggal 5 – 8 Februari 2018 di Jakarta telah diadakan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo, dalam rembuk tersebut terdapat 3 (tiga) isu penting yang dapat dijadikan masukan dalam penyusunan program/kegiatan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang antara lain :
1. Peningkatan pemerataan layanan Pendidikan;
2. Peningkatan mutu relevansi dan daya saing;
3. Penguatan tata kelola pendidikan dan kebudayaan.
Dari hasil rembung Nasional yang berakhir tanggal 8 Februari 2018 menyimpulkan hasil pembahasan antara lain :
1. Ketersediaan, peningkatan profesionalisme, dan perlindungan serta penghargaan guru, pembiayaan pendidikan dan kebudayaan oleh pemerintah daerah.
2. Kebijakan revitalisasi pendidikan vokasi dan pembangunan ekonomi nasional, membangun pendidikan dan kebudayaan dari pinggiran, dan penguatan pendidikan karakter.
a. Memperluas Akses Pendidikan
b. Meningkatnya Kualitas dan Mutu Pendidikan
35
3. Sejumlah rekomendasi dari RNPK untuk peningkatan profesionalisme guru yakni pemerintah pusat dan daerah bekerja sama mempercepat regulasi yang lebih teknis tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memenuhi kebutuhan guru melalui pengangkatan guru baru atau redistribusi guru.
4. Pemerintah daerah perlu membuat aturan hukum terkait perlindungan dan penghargaan guru, serta penganggaran dari pemerintah pusat dan daerah untuk mengoptimalkan peran satuan pendidikan dalam menjamin keamanan serta kenyamanan guru dalam melaksanakan tugasnya.
5. Untuk pembiayaan pendidikan, perlu adanya ketentuan tentang pembiayaan pendidikan dan kebudayaan di luar kewenangan masing-masing tingkat pemerintah.
6. Untuk vokasi, provinsi diminta untuk melakukan pemetaan kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), potensi wilayah, analisa kompetensi dan kelompok guru untuk membuat peta jalan pengembangan pendidikan vokasi.
7. Untuk isu membangun pendidikan dan kebudayaan dari pinggiran, baik pemerintah pusat dan daerah menjamin kemudahan jangkauan dalam layanan pendidikan dan kebudayaan bagi masyarakat di daerah pinggiran.
8. Untuk isu kelima yakni penguatan pendidikan karakter, yakni mendorong kebijakan sekolah menjadi model lingkungan budaya yang dalam kesehariannya sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal dalam rangka pemajuan kebudayaan.
Dari isu-isu penting yang dapat juga dijadikan sebagai isu untuk dijadikan Rencana Kerja Dinas Pendidikan di tahun kedepannya Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang juga memiliki permasalahan antara lain:
1. Kekurangan sarana prasarana PAUD.
2. Jumlah Lembaga Program Pengembangan Kewirausahaan.
3. Jumlah guru PAUD yang masih terbatas.
4. Akreditasi Lembaga non Formal yang belum sesuai target.
5. Kekurangan guru kelas pada jenjang SD, dan guru SMP.
36
6. Kurangnya tenaga kependidikan meliputi penjaga perpustakaan, tenaga keamanan, TU, dan bendahara terutama pada jenjang SD.
7. Kekurangan RKB, kerusakan perpustakaan dan WC siswa.
8. Ketersediaan laboratorium dan Alat Laboratorium di Sekolah.
9. Peningkatan APM (Angka Partisipasi Murni).
10. Jumlah Kondisi Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
11. Guru yang bersertifikasi belum memadai karena guru SD yang ada pendidikannya masih belum Sarjana. Sistem sertifikasi berbeda dengan Ujian Kompetensi Guru (UKG), banyak guru masih belum lulus.
12. Kurangnya pengembangan diri tenaga pendidik dan kependidikan.
13. Implementasi K13 dimana guru yang dilatih hanya guru kelas 1 dan 4 untuk SD serta guru kelas 7 untuk SMP.
14. Mengingat banyak Kepala Sekolah dan Pengawas yang memasuki masa Pensiun maka terdapat kekurangan pada jabatan fungsional tersebut.