• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

B. TUJUAN KHUSUS

Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi memberi pakan ini guna memfasilitasi peserta sehingga pada akhir diklat diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut:

1. Menyiapkan pakan 2. Menimbang pakan 3. Memberikan pakan 4. Membuat laporan

Modul Diklat Berbasis Kompetensi Perikanan Air Tawar

Kode Modul PRK.CF02.006.01

Judul Modul: Memberi pakan

Buku Informasi - Versi 2019 Halaman: 5 dari 62

BAB II

MENYIAPKAN PAKAN

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam menyiapkan pakan

Pakan buatan adalah pakan yang dibuat dari bahan makanan baik nabati maupun hewani dengan memperhatikan kandungan gizi, sifat dan ukuran ikan. Dengan diberikan pakan buatan maka kebutuhan gizi ikan dapat dipenuhi setiap saat tanpa bergantung pada pakan alami yang ada. Pakan buatan harus sesuai dengan kebutuhan nutrisi biota air yang dibudidayakan, sehingga dapat memberikan pertumbuhan yang optimal.

1. Nutrisi Pada Pakan

Fungsi makanan bagi ikan adalah sebagai sumber energi yang diperlukan dalam proses fisiologis ditubuh ikan. Makanan harus mengandung zat-zat penghasil energi yaitu protein, lemak, karbohidrat dan harus mengandung vitamin, mineral, serat dan air. Zat-zat makanan yang terkandung didalam makanan tersebut disebut zat gizi atau nutrien. Oleh karena itu Identfikasi jenis pakan ikan harus mempertimbangkan nutrisi yang terkandung di dalam pakan . (protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral) untuk memenuhi kebutuhkan ikan dan stadia pertumbuhan ikan

1) Protein

Protein merupakan unsur yang paling utama yang terkandung dalam pakan sebagai sumber energi untuk kehidupan ikan antara lain :

Sebagai zat pembangun yang membentuk jaringan baru untuk pertumbuhan, mengganti jaringan yang rusak maupun untuk reproduksi.

Sebagai zat pengatur yang berperan untuk pembentukkan enzim dan hormon penjaga dan pengatur berbagai proses metabolisme didalam tubuh.

sebagai zat pembakar karena unsur karbon yang terkandung didalamnya dapat difungsikan sebagai sumber energi pada saat kebutuhan energi tidak terpenuhi oleh karbohidrat dan lemak. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dasar. Mutu protein sangat ditentukan oleh

Modul Diklat Berbasis Kompetensi Perikanan Air Tawar

Kode Modul PRK.CF02.006.01

Judul Modul: Memberi pakan

Buku Informasi - Versi 2019 Halaman: 6 dari 62

komposisi asam amino penyususunnya komposisi ini akan berbeda antara satu bahan dengan bahan lainnya.

2) Karbohidrat

Karbohidrat merupakan zat sumber energi dan pada umumnya berasal dari tumbuh-tumbuhan yang pembentukkannya melalui proses fotosintesis dengan bantuan sinar matahari. Fungsi karbohidrat dalam pakan berfungsi sebagai sumber energi yang murah dan juga sebagai perekat. Dalam formulasi pakan karbohidrat termasuk kelompok yang sering disebut NFE (Nitrogen Free Extract) atau dalam bahasa Indonesia BETN (Bahan Extract Tanpa Nitrogen). Kemampuan ikan untuk memanfaakan karbohidrat sangat tergantung pada jenis ikan. Pada ikan karnivora kadar karbohidrat lebih dari 12% dalam pakannya akan menyebabkan penimbunan glikogen dalam hatinya yang dapat menyebabkan kematian. Tetapi ikan pemakan segala (omnivora) dapat hidup baik dengan kadar karbohidratnya lebih dari 50%.

Serat termasuk keluarga karbohidrat yang sukar dicerna. Serat biasanya digolongkan sebagai bahan bukan sumber energi namun penambahan serat dapat memperbaiki proses asimilasi zat-zat makanan, memantapkan bentuk pakan yang berguna membentuk gumpalan ampas makanan menjadi feses (kotoran) yang mudah dikeluarkan dari saluran makanan. Pengunaan serat kasar pada makanan ikan tidak lebih dari 8% karena jika terlalu banyak akan menganggu proses pencernaan dan penyerapan sari makanan.

3) Lemak

Dalam kimia pakan istilah lemak disebut juga fat, lipid, oil. Lemak berfungsi sebagai sumber energi dan membantu penyerapan mineral-mineral tertentu (terutama kalsium) serta vitamin yang mudah larut dalam leman (vitamin A, D, E, K). Dalam kaitannnya dengan pakan buatan pengunaan lemak berpengaruh pada tekstur dan rasa pakan yang dibuat.

Modul Diklat Berbasis Kompetensi Perikanan Air Tawar

Kode Modul PRK.CF02.006.01

Judul Modul: Memberi pakan

Buku Informasi - Versi 2019 Halaman: 7 dari 62

Lemak tergolong mudah teroksidasi sehingga penggunaanya dalam pembuatan pakan jumlahnya dibatasi. Jika kandungan lemak yang digunakan terlalu tinggi akan tidak efisien. Sebab ikan yang mengkonsumsi lemak terlalu tinggi cenderung makan dalam jumlah sedikit.

4) Vitamin

Vitamin adalah senyawa komplek yang dibutuhkan dalam berbagai proses.

Walaupun tidak merupakan sumber tenaga tetapi dibutuhkan sebagai sumber katalisator terjadinya proses metabolisme didalam tubuh.

Secara umum vitamin dibedakan menjadi dua macam yaitu vitamin yan larut dalam lemak (Vitamin A, D, E, K) dan vitamin yangt larut dalam air (Vitamin B dan C). Kekurangan vitamin dapat menyebabkan terjadinya gejala umum seperti napsu makan turun, warna ikan abnormal, ikan kelihatan gelisah, keseimbangan ikan hilang, pembentukan lendir terganggu, ikan mudah terserang penyakit atau bakteri, ikan mudah kena luka bakar karena sinar matahari.

5) Mineral

Mineral dalam makanan ikan mempunyai peranan penting karena ikan tidak dapat memproduksi mineral sendiri. Zat-zat mineral dalam tubuh ikan banyak memiliki fungsi antara lain : membentuk bagian dari kerangka, gigi, kulit dan hemoglobin.

Mempertahankan sistem celloid (tekanan osmose, vicosity, difusi) dan sebagai buffer untuk mempertahankan keasaman pada lenel tertentu.

6) Air

Kadar air merupakan pengencer nutrien dalam bahan pakan. Kadar air dalam bahan pakan sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme dan pembentukan cairan tubuh. Ikan-ikan air tawar menyerap air melalui selaput permeabel pada ingsang dan alat tubuh lainnya, sedangkan ikan laut menelan air melalui mulut.

Protein dalam pakan ikan akan saling keterkaitan dengan zat nutrien lainnya, misalnya protein bersama dengan mineral dan air merupakan bahan baku utama dalam pembentukan sel-sel dan jaringan tubuh. Protein bersama dengan vitamin dan

Modul Diklat Berbasis Kompetensi Perikanan Air Tawar

Kode Modul PRK.CF02.006.01

Judul Modul: Memberi pakan

Buku Informasi - Versi 2019 Halaman: 8 dari 62

mineral ini berfungsi juga dalam pengaturan suhu tubuh, pengaturan keseimbangan asam basa, pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh serta pengaturan metabolisme dalam tubuh. Oleh karena itu ikan yang dibudidayakan harus memperoleh asam amino dari protein makanannya secara terus menerus yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan sel dan pembentukan jaringan tubuhnya. Melalui sistem peredaran darah, asam amino ini diserap oleh seluruh jaringan tubuh yang memerlukannya.

Pertumbuhan somatik, pertumbuhan kelanjar reproduksi, perkembangan dan pembangunan jaringan baru ataupun perbaikan jaringan yang rusak selalu membutuhkan protein secara optimal yang terutama diperoleh dari asam-asam amino essensial yang bersumber dari pakan ikan yang dikonsumsi.

Ikan tidak mempunyai kebutuhan protein yang mutlak namun untuk menunjang pertumbuhannya ikan membutuhkan suatu campuran yang seimbang antara asam-asam amino esensial dan non esensial. Protein yang dibutuhkan ikan dipengaruhi faktor-faktor yang bervariasi seperti ukuran ikan, temperatur air, kecepatan pemberian pakan, ketersediaan dan kualitas pakan alami, kandungan energi keseluruhan yang dapat dihasilkan dari pakan dan kualitas protein.

Kualitas pakan dikatakan rendah apabila kadar asam-asam amino esensial dalam proteinnya juga rendah. Pemilihan komposisi bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan akan sangat menentukan kelengkapan dan keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan asam amino non esensial. Ikan dapat tumbuh normal apabila komposisi asam amino esensial dalam pakan tak jauh berbeda (mirip) dengan asam amino dalam tubuhnya. Oleh karena itu adanya variasi keseimbangan antara asam amino esensial dan non esensial dalam pakan diharapkan dapat memacu pertumbuhan ikan.

Cepat tidaknya pertumbuhan ikan ditentukan oleh banyaknya protein yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh sebagai zat pembangun. Oleh karena itu agar ikan dapat tumbuh secara normal, pakan harus memiliki kandungan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi metabolisme sehari-hari dan memiliki

Modul Diklat Berbasis Kompetensi Perikanan Air Tawar

Kode Modul PRK.CF02.006.01

Judul Modul: Memberi pakan

Buku Informasi - Versi 2019 Halaman: 9 dari 62

kandungan protein yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan sel-sel tubuh yang baru.

Keseimbangan antara energi dan kadar protein sangat penting dalam laju pertumbuhan, karena apabila kebutuhan energi kurang, maka protein akan dipecah dan digunakan sebagai sumber energi. Pemakaian sebagian protein sebagai sumber energi ini akan menghambat pertumbuhan ikan, mengingat protein sangat berperan dalam pembentukan sel baru.

Standar umum kadar kebutuhan zat gizi ikan :

 Protein : Kebutuhan Protein untuk setiap jenis komoditas perikanan berbeda tergantung ukuran,jenis, kelompok ikan. Umumnya kisaran kadar protein yang dibutuhkan 18-50%.

 Lemak : sebagai sumber energi dan menimbulkan bau khas pakan (attractant) tidak kurang dari 3%.

 Serat Kasar : Karbohidrat, semakin tinggi kadar serat kasar semakin jelek kualitas pakan. Kadar serat kasar maksimal 8%.

 Abu : semakin tinggi semakin banyak jumlah pakan yang tidak tercerna. Kadar maksimal 15%.

 Air : Kadar air maksimal 10%.

Kebutuhan protein sangat bervariasi tergantung pada umur, stadia ikan. Ikan pada stadia yang muda membutuhkan tingkat protein yang tinggi untuk mendukung pertumbuhannya daripada ikan yang dewasa. Pakan formula untuk larva, benih umumnya mengandung 5-10% protein lebih tinggi dibandingkan pada pakan formula untuk ikan-ikan yang lebih besar.

Sifat fisik dan bentuk pakan yang diberikan juga sangat tergantung pada jenis ikan tingkatan stadia ikan yang dibudidayakan. Sebagai contoh ikan pada stadia larva lebih menyukai pakan alami namun pada stadia dewasa lebih menyukai pakan yang lebih besar sehingga lebih praktis dan efisien memberikan pakan buatan. Dilihat dari

Modul Diklat Berbasis Kompetensi Perikanan Air Tawar

Kode Modul PRK.CF02.006.01

Judul Modul: Memberi pakan

Buku Informasi - Versi 2019 Halaman: 10 dari 62

bentuknya ikan pada stadia awal memerlukan pakan berbentuk powder sedangkan pada stadia lanjut memerlukan bentuk pakan pellet.

2. Karakteristik Pakan

Jenis pakan yang akan diberikan pada ikan ditentukan berdasarkan perkembangan alat pencernaan dan perkembangan organ tubuh ikan lainnya. Sebagi contoh pada fase larva, pakan yang dikonsumsi oleh larva digunakan untuk proses morfogenesis, organogenesis dan metamorfosis. Oleh karena itu pakan yang diberikan pada ikan harus benar-benar sesuai dengan ukuran bukaan mulut ikan dan mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Pada fase larva belum banyak terjadi pertumbuhan karena seluruh energi yang diperoleh digunakan untuk ketiga proses tersebut.

Organ pencernaan pada fase larva belum sempurna dimana saluran pencernaan dan mulut belum terbuka secara sempurna sehingga dalam menentukan jenis pakan yang tepat harus diperhatikan tentang :

a. Perkembangan bukaan mulut larva agar dapat menetapkan pakan yang tepat, pada umur berapa, jenis pakan dan ukuran pakan. Bukaan mulut larva ini berkaitan dengan kemampuan larva untuk memangsa pakan yang berasal dari luar. Ukuran pakan yang dapat dimangsa oleh larva biasanya adalah berkisar antara 30 – 50%

dari bukaan mulut larva, misalnya ukuran bukaan mulut larva adalah 1 cm, maka pakan yang dapat dimangsa oleh larva ikan maksimal berukuran 3 - 5 mm.

b. Kemampuan mencerna larva sangat dipengaruhi oleh enzim pencerna, produksi enzim dalam tubuh larva tubuh larva yang ditentukan oleh kelenjar enzim belum sempurna, oleh karena itu larva belum mampu mencerna pakan yang masuk kedalam tubuhya. Berdasarkan hasil penelitian larva ikan lele, lambungnya baru terbentuk pada usia 12 hari oleh karena itu pada usia larva belum ada enzim yang dapat mencerna makanan didalam tubuhnya dan pada fase tersebut pakan yang tepat diberikan adalah pakan alami yang didalam tubuh pakan alami terdapat enzim yang dapat mencerna makanan.

Jenis pakan ikan secara umum bisa dikelompokkan menjadi dua besaran yaitu :

Modul Diklat Berbasis Kompetensi Perikanan Air Tawar

Kode Modul PRK.CF02.006.01

Judul Modul: Memberi pakan

Buku Informasi - Versi 2019 Halaman: 11 dari 62

a. Pakan alami, baik masih hidup maupun sudah mati sesuai bentuk aslinya,

b. Pakan buatan, berupa olahan yang sudah berubah bentuk dari bahan dasarnya dan menjadi bentuk pakan ikan.

Masing-masing pakan baik pakan alami maupun pakan buatan memiliki tujuan dan peruntukan yang kadang sama dan kadang berbeda. Pakan alami secara umum diperuntukan benih masih kecil, dengan kelemahan bukaan mulut masih kecil dan organ masih rapuh dan belum sempurna atau belum kuat. Sedang pakan buatan dengan segala bentuk diperuntukkan mulai dari benih hingga ikan dewasa. Pakan alami katagori makroalgae (rumput laut) juga diperuntukkan ikan atau abalone dewasa.

Ikan sangat menyukai pakan yang berkembang di alam yang dikenal dengan pakan alami terutama pada stadia larva karena pakan alami memiliki kelebihan sebagai berikut :

a. Kandungan gizinya lengkap dan cukup tinggi sangat dibutuhkan untuk proses perkembangan tubuh ikan.

b. Mempunyai bentuk dan ukuran yang kecil sesuai dengan bukaan mulut larva ikan c. Isi selnya padat dan mempunyai dinding sel yang tipis sehingga mudah diserap,

karena pada fase larva belum ada enzim yang akan mencerna pakan sehingga pakan alami mudah dicerna dalam saluran pencernaan larva dan didalam tubuh pakan alami terdapat enzim yang dapat melakukan autolisis sendiri sehingga dapat mudah dicerna oleh larva.

d. Tidak menyebabkan penurunan kualitas air, karena pakan alami selama berada dalam media pemeliharaan tidak mengeluarkan senyawa beracun.

e. Pergerakan pakan alami relatif tidak terlalu aktif sehingga sangat mudah untuk ditangkap oleh ikan.

f. Meningkatkan daya tahan ikan terhadap penyakit dan perubahan kualitas air.

g. Ketersediaan pakan alami dapat disediakan melalui proses budidaya/kultur dimana perkembangbiakannya sangat cepat.

Jenis-jenis pakan alami yang biasa dibudidayakan dan diberikan kepada larva ikan air tawar antara lain adalah Artemia salina, Daphnia, moina dan rotifer. Ukuran nauplii

Modul Diklat Berbasis Kompetensi Perikanan Air Tawar

Kode Modul PRK.CF02.006.01

Judul Modul: Memberi pakan

Buku Informasi - Versi 2019 Halaman: 12 dari 62

Artemia salina kurang lebih adalah 500 μm, Daphnia berukuran 2 kali lipat dari Moina, ukuran Moina dewasa adalah 700 – 1000 μm, sedangkan Moina muda berukuran kurang dari 400 μm, ukuran rotifer air tawar adalah 130 – 340 μm.

Perkembangan pakan alami sedikit menurun pada kondisi tertentu antara lain musim hujan, kekurangan unsur hara untuk menumbuhkan fitoplankton maupun jumlah organisme yang memangsanya sangat banyak dalam suatu rantai makanan. Oleh karena itu dapat diganti dengan jenis pakan buatan.

Komposisi nutrisi pakan yang terdapat pada pakan buatan sangat spesifik untuk setiap ukuran ikan. Hal ini selain nilai gizi yang dikandung dalam pakan dan sesuai dengan kebutuhan ikan, juga pakan buatan harus disukai ikan baik rasa, aroma dan lain sebagainya yang dapat merangsang ikan untuk memakan pakan buatan ini. Berikut kriteria pakan buatan yang berkualitas baik yakni:

 Kandungan gizi pakan terutama protein harus sesuai dengan kebutuhan ikan/biota air

 Diameter pakan harus lebih kecil dari ukuran bukaan mulut ikan/biota air

 Pakan mudah dicerna

 Kandungan nutrisi pakan mudah diserap tubuh

 Memiliki rasa yang disukai ikan

 Kandungan abunya rendah

 Tingkat efektivitasnya tinggi

Berdasarkan jenis makanannya ikan dapat dibedakan dalam beberapa golongan:

a. Jenis ikan yang hanya makan bangsa tumbuh-tumbuhan (Herbivora). Ikan herbivora pada umumnya mudah menerima makanan tambahan maupun makanan buatan. Begutu juga ikan pada tingkat larva setelah habis persediaan kuning telur (yolk) mulai makan plankton dari phytoplankton.

b. Golongan ikan pemakan daging (Karnivora). Golongan ikan pemakan daging atau pemakan sebangsanya, ikan ditandai dengan mulut yang relatif besar dengan rahang bergigi. Saringan insangnya kasar dan jarang-jarang makan. Makanannya terdiri dari macro intervertebrata misalnya jenis-jenis cacing (anelida), binatang

Modul Diklat Berbasis Kompetensi Perikanan Air Tawar

Kode Modul PRK.CF02.006.01

Judul Modul: Memberi pakan

Buku Informasi - Versi 2019 Halaman: 13 dari 62

lunak (moluska), crustacea dan arthropoda. Ikan-ikan karnivora pada umumny agak sulit menerima makanan tambahn terutama pakan buatan. Jenis ikan ini pada umumnya menyukai makanan berupa cincangan atau gilingan daging ikan atau hewan-hewan lain yang masih segar. Apabila diberikan makan buatan ikan ini memerlukan latihan yang lama dan komposisinya harus banyak mengandung bahan hewani dan aroma cukup merangsang (aroma dagingnya).

c. Golongan ikan pemakan segalanya, baik tumbuh-tumbuhan maupun binatang (Omnivora). Golongan omnivora terdapat baik dilaut maupun di air tawar giginya tidak tajam seperti pada jenis penerkam mangsa tetapi berbentuk alat pengerat.

Ikan omnivora lebih mudah menerima makanan tambahan maupun makanan buatan sewaktu masih larva, benih maupun dewasa.

d. Golongan ikan pemakan detritus. Pemakan detritus tidak bergigi seperti jenis ikan belanak (mungil), petek (Leioghtus). Detritus adalah sisa-sisa berasal dari daun-daun yang membusuk. Disekitar tempat terjadinya pembusuk selain bakteri terdapat juga banyak protozoa cacing kecil, larva dan jenis crustucea kecil sebagai sumber makanan ikan.

e. Pemangsa bangkai (scavenger) adalah jenis binatang yang bergerak lambat didasar perairan. Beberapa jenis kepiting udang, bulu babi dan cibalone (haliostis) hidup dan sampah dan sisa-sisa binatang atau tumbuh-tumbuhan.

Ikan yang berhasil mendapatkan makanan yang sesuai dengan posisi mulut, setelah bertambah besar ikan itu akan merubah makanan baik dalam ukuran dan kualitasnya, Apabila telah dewasa ikan itu akan mengikuti pola kebiasaan induknya. Refleksi perubahan makanan pada waktu kecil sebagai pemakan plankton dan bila dewasa akan mengikuti kebiasaan induknya dapat terlihat pada sisiknya.

Secara umum kebiasaan ikan makan dengan cara makan terdiri dari aspek tempat makan atau lokasi makan, cara makan, waktu makan dan jenis makanan kegemaran ikan. Kebiasaan makan ikan dapat ditentukan berdasarkan tempat ikan menangkap makanannya terdiri dari :

 Ikan di dasar perairan (domersal) yaitu ikan yang mencari makan di dasar perairan.

Biasanya jenis ini banyak menghabiskan waktu di dasar perairan. Contohnya ikan

Modul Diklat Berbasis Kompetensi Perikanan Air Tawar

Kode Modul PRK.CF02.006.01

Judul Modul: Memberi pakan

Buku Informasi - Versi 2019 Halaman: 14 dari 62

lele dan patin. Jenis pakan yang tepat diberikan pada ikan demersal yakni pakan tenggelam.

 Ikan lapisan tengah perairan yaitu ikan yang mencari makanan yang mengapung ditengah perairan. Ikan jenis ini hanya sewaktu-waktu muncul ke permukaan air atau berenang didasar air. Ikan mas termasuk dalam kelompok ini. Jenis pakan yang tepat diberikan pada ikan ini yakni pakan tenggelam dan pakan terapung.

 Ikan permukaan perairan yaitu ikan yang mencari makan dipermukaan perairan.

Contohnya ikan gurami dan nila. Jenis pakan yang tepat diberikan pada ikan ini yakni pakan terapung.

 Ikan menempel yaitu ikan pemakan bahan organik yang menempel pada benda yang terdapat di air misalnya ikan nilem. Jenis pakan yang tepat diberikan pada ikan ini yakni pakan terapung/melayang.

3. Penyiapan Pakan

Penyiapan pakan ikan yang tepat sesuai dengan jenis dan ukuran ikan, ditentukan berdasarkan bentuk jenis pakan tersebut yakni :

a. Larutan

Pakan dalam bentuk larutan sering digunakan sebagai pakan ikan berumur 2 - 30 hari (stadia burayak). Pakan bentuk larutan ada 2 macam, yaitu:

1) Emulsi, bahan yang terlarut menyatu dengan air pelarutnya;

2) Suspensi, bahan yang terlarut tidak menyatu dengan air pelarutnya.

Bentuk larutan ini biasanya diberikan pada saat larva dengan komposisi bahan baku yang utama adalah kuning telur bebek atau ayam dengan tambahan vitamin dan mineral.

b. Bentuk tepung/meals

Pakan dalam bentuk tepung digunakan sebagai pakan benih ikan berumur 20-40 hari. Pakan tepung dapat diperoleh dari remah yang dihancurkan atau dibuat komposisi dari berbagai sumber bahan baku seperti menyusun formulasi pakan, dan biasanya diberikan pada larva sampai benih ikan.

c. Bentuk butiran/granules

Modul Diklat Berbasis Kompetensi Perikanan Air Tawar

Kode Modul PRK.CF02.006.01

Judul Modul: Memberi pakan

Buku Informasi - Versi 2019 Halaman: 15 dari 62

Pakan dalam bentuk butiran digunakan sebagai pakan benih ikan berumur 40-80 hari (stadia gelondongan). Pakan bentuk butian juga diperoleh dari remah yang dihancurkan atau dibuat sama seperti membuat formulasi pakan lengkap dan bentuknya dibuat menjadi butiran.

d. Remahan/crumble

Pakan dalam bentuk remah digunakan sebagai pakan ikan berumur 80-120 hari (stadia gelondongan besar/ikan tanggung). Pakan bentuk remah berasal dari pellet yang dihancurkan menjadi butiran kasar.

e. Bentuk lembaran/flake atau Waver

Biasa diberikan pada ikan hias atau ikan laut dan dibuat dari berbagai bahan baku disesuaikan dengan kebutuhan dan pada saat akan dibentuk dapat menggunakan peralatan pencetak untuk bentuk lembaran atau secara sederhana dengan cara membuat komposisi pakan kemudian komposisi berbagai bahan baku tersebut dibuat emulsi yang kemudian dihamparkan di atas alas aluminium atau seng dan dikeringkan, kemudian diremas-remas.

f. Pellet

Pakan dalam bentuk pellet digunakan sebagai pakan ikan dewasa yang sudah mempunyai berat > 60-75 gram dan berumur > 120 hari atau ukuran bukaan mulut ikan yang mengkonsumsi pakan bentuk pellet lebih dari 2 mm. Jenis pakan pellet terdiri dari :

 pellet tenggelam/ sinking.

Umumnya digunakan untuk kegiatan pembesaran ikan air tawar maupun ikan air laut yang mempunyai kebiasaan tingkah laku ikan tersebut berenang di dalam/dasar perairan.

 Bentuk pellet terapung/floating.

Umumnya digunakan untuk kegiatan pembesaran ikan air tawar maupun ikan air laut yang mempunyai kebiasaan tingkah laku ikan tersebut berenang di permukaan perairan.

Jenis pakan ikan berdasarkan kandungan airnya dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu :

Modul Diklat Berbasis Kompetensi Perikanan Air Tawar

Modul Diklat Berbasis Kompetensi Perikanan Air Tawar