BAB I PENDAHULUAN
1.2 Tujuan dan Manfaat Dokumen
Adapun tujuan dan manfaat keberadaan dokumenRenstra PPM UNSILini antara lain:
1. Menunjang penilaian standar 7 borang akreditasi pada masing-masing prodi/jurusan tentang pelayanan/pengabdian pada masyarakat;
2. Memberikan penguatan tumbuhnya budaya kompetisi yang sehat dalam mengaplikasikanhasil melaksanakan penelitian dalam pengabdian pada masyarakat.
3. Memberikan arahan yang jelas tentang rencana pengabdian masing-masing dosen UNSIL sampai tahun 2021, yang dijabarkan melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat setiap tahunnya, baik yang dibiayai dari hibah DRPM, DIPA, maupun mandiri. Kewajiban ini tentunya terkait
3
dengan pembayaran remunerasi dan persiapan menghadapi akreditasi di masing-masing jurusan (program studi) di lingkungan UNSIL.
4. Mensosialisasikan secara terstruktur, sistematis dan massif kepakaran dosen UNSIL sehingga layak diperhitungan di tingkat lokal, regional dan nasional bahkan internasional.
Skim pembiayaan yang ditawarkan DRPM yang ada saat ini tetap mengacu pada orientasi pelaksanaan pengabdian dosen untuk masyarakat, di Perguruan Tinggi Edisi X berupa :
1. Iptek bagi masyarakat (IbM), 2. Iptek bagi kewirausahaan (IbK), 3. Ipteks bagi produk ekspor
4. Iptek Bagi Produksi Unggulan daerah 5. Ipteks bagi Inovasi kreativitas kampus, 6. Ipteks bagi wilayah
7. Iptek bagi wilayah antar PT-CSR atau PT-PEMDA-CSR 8. Iptek bagi Desa Mitra
Adapun skim yang ditawarkan dari pembiayaan DIPA UNSIL adalah sebagai berikut
1. Ipteks Bagi Pesantren (IbP)
2. Ipteks Tepat Guna Bagi Masyarakat (ITGbM)
Skim ini menjadi panduan, sekaligus menjadi inkubasi bagi dosen dalam peranannya untuk terjun ke masyarakat sebagai implementasi tanggungjawab sosial bagi masyarakat atau University Social Responsibility (USR). Rencana pengabdian dosen dari hibah DIPAUNSIL memiliki 3 tema payung yang akan menjadi rambu-rambu bagi dosen Universitas Siliwangi dalam melaksanakan pengabdian pada masyarakat, antara lain:
1. Pendidikan 2. Kewirausahaan 3. Rekayasa Sosial
Adapun tema pengabdian masyarakat dapat diuraikan sesuai dengan fakultas yang ada di Universitas Siliwangi berdasarkan Kelompok Bidang Keahlian (KBK)masing-masing dosen.
4 1.3 Dasar Hukum
Arah pengabdian kepada masyarakat dosen UNSIL memperhatikan beberapa regulasi dan kebijakan sebagai berikut :
1. Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3. Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
4. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi;
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi;
7. Peraturan Menteri Ristek Dikti No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
8. Perpres Nomor 24 tahun 2014 tertanggal 1 April 2014 UNSIL tentang perubahan status dari PTS menjadi PTN.
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional nomor 135 tahun 2014 tertanggal 14 Oktober 2014 tentang Organisasi Tata Kerja Universitas Siliwangi.
10. Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Statuta Universitas Siliwangi.
11. Panduan pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi Edisi X tahun 2016.
12. Keputusan Rektor Universitas Siliwangi No. 570/UN58/KL/2016 tanggal 1 Juli 2016 tentang Penetapan Perubahan Nama Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) menjadi Lembaga Penelitian, Pengabdian dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2M-PMP).
5
BAB II
LANDASAN PENGEMBANGAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
2.1 Prinsip Dasar, Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Mutu Universitas Siliwangi
2.1.1 Prinsip Dasar Universitas Siliwangi
Universitas Siliwangi berpedoman pada pola ilmiah pokok “Bina Mulia Jiwa Juang”, pengabdian tanpa pamrih, mengembangkan mutu lingkungan hidup dalam pembangunan nasional serta memegang prinsip-prinsip dasar:
1) memelihara, mengembangkan, dan melestarikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dibaktikan kepada rakyat, bangsa dan Negara;
2) mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang beraneka ragam dengan semangat “Bhinneka Tunggal Ika” dan
3) menjunjung tinggi kebebasan ilmiah yang bertanggung jawab dan tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat, bangsa, dan Negara kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
2.1.2 Visi Universitas Siliwangi
Visi UNSIL menjadi perguruan tinggi yang tangguh dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk membentuk lulusan unggul yang berwawasan kebangsaan dan berjiwa wirausaha di tingkat nasional tahun 2021.
2.1.3 Misi Universitas Siliwangi
1. Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang berwawasan kebangsaan dan berjiwa wirausaha.
2. Melaksanakan penelitian untuk menghasilkan ipteks yang bermanfaat bagi masyarakat.
6
3. Melaksanakan pengabdian pada masyarakat sebagai wahana untuk mengimplementasikan ipteks hasil proses pendidikan dan penelitian bagi kesejahteraan masyarakat.
4. Melaksanakan kerja sama yang produktif, bermanfaat dan berkelanjutan dengan lembaga di tingkat lokal, nasional, dan internasional.
2.1.4 Tujuan Universitas Siliwangi
1. Menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan wawasan kebangsaan serta kewirausahaan dalam bidang keilmuan masing-masing.
2. Menghasilkan teknologi unggulan yang handal sesuai kebutuhan masyarakat.
3. Menghasilkan produk unggulan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
4. Terciptanya jaringan kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan mutu Tridharma Perguruan Tinggi.
2.1.5 Garis Besar Pengembangan Pengabdian dalam Rencana Induk Pengembangan Universitas Siliwangi 2005-2025
Pengabdian pada masyarakat di perguruan tinggi merupakan pengamalan ilmu dan teknologi secara langsung pada masyarakat dengan didasari niat dan dorongan yang murni untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Pengabdian masyarakat pada perguruan tinggi harus didasarkan pada pendidikan dan peneltian untuk mengembangkan kemampuan manusia sehingga dapat memenuhi dan meningkatkan mutu kehidupan serta menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.
Keterlibatan perguruan tinggi secara aktif dalam proses pembangunan harus disertai dengan kesadaran bahwa masyarakat masih kekurangan tenaga ahli terdidik dan terlatih, sedangkan perguruan tinggi merupakan tempat berkumpulnya tenaga ahli serta berbagai sumber peralatan yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.Secara ringkas dikemukakan bahwa tujuan pengabdian pada masyarakat sebagai berikut:
7
1. Mengembangkan sumber daya manusia ke arah terciptanya manusia pembangunan;
2. Meningkatkan kepekaan sosial civitas akademika universitas terhadap masalah-masalah yang muncul di masyarakat dan daerah sekitarnya;
3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna dan usaha kepakaran;
4. Ikut berperan aktif dalam pemerataan dan pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan periode 2017 – 2021 sebagai berikut:
1. Program Penguatan sumber daya manusia pengabdian kepada masyarakat;
2. Program Perluasan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan unit usaha;
3. Program Evaluasi pengabdian kepada masyarakat.
2.2 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran LP2M-PMP Universitas Siliwangi Sejalan dengan visi dan misi UNSIL, bahwa Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2M-PMP) UNSIL memiliki visi, misi, dan tujuan.
2.2.1 Visi LP2M-PMP Universitas Siliwangi
Lembaga penelitian dan Pengabdian Universitas Siliwangi menjadi lembaga yang unggul dan inovatif dalam mengelola penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan penjaminan mutu pendidikan di tingkat nasional dan internasional tahun 2021.
2.2.2 Misi LP2M-PMP Universitas Siliwangi
1. Mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara holistik dan integratif dalam rangka mewujudkan “academic excellence”.
2. Meningkatkan daya saing dosen dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat nasional dan internasional.
8
3. Mengembangkan dan meningkatkan hasil penelitian berbasis publikasi, haki, inovasi dan hak cipta.
4. Mengembangkan pengabdian kepada masyarakat dan budaya wirausaha berbasis riset yang bersifat tematik dan integratif serta berkesinambungan untuk kesejahteraan masyarakat.
5. Mengembangkan jaringan kerjasama kemitraan di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan produk ipteks baik internal maupun eksternal.
6. Mengembangkan revenue generating unit terpaduberbasis keunggulan riset.
7. Mengelola sistem penjaminan mutu internal untuk menjamin kualitas kinerja bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
2.2.3 Tujuan LP2M-PMP Universitas Siliwangi
1. Meningkatkan penyelenggaraan sistem penjaminan mutu internal, mekanisme kerja organisasi, dan standar mutu pada unit-unit kerja secara berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
2. Membantu universitas dalam menyusun kebijakan, perencanaan, dan program yang berkaitan dengan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa.
3. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia secara kualitatif dan kuantitatif dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
4. Meningkatkan publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas.
5. Meningkatkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk pengembangan pembelajaran, berorientasi produk dan kewirausahaan.
6. Membangun kerjasama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan perguruan tinggi, instansi pemerintah dan industri.
9
2.2.4 Sasaran LP2M-PMP Universitas Siliwangi
1. Meningkatnya mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkala dan berkesinambungan.
2. Meningkatnya kualitas dan kuantitas diseminasi produk penelitian dan pengembangannya dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat dan publikasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
3. Meningkatnya kompetensi sumberdaya manusia yang produktif, inovatif dan kompetitif dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi kepentingan institusi, masyarakat danpengambil kebijakan.
4. Meningkatnya jumlah publikasi pada jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi dan paten.
5. Meningkatnya jumlah produk hasil penelitian yang diterapkan bagi kesejahteraan institusi, masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.3 Kondisi Perkembangan dan Capaian LP2M-PMP Universitas Siliwangi
2.3.1 Riwayat Perkembangan Universitas Siliwangi
Dalam rangka mewujudkan keinginan dan cita-cita masyarakat di wilayah Priangan Timur Provinsi Jawa Barat sejak lama menginginkan adanya lembaga pendidikan tinggi, maka masyarakat Kabupaten Tasikmalaya memprakarsai pendirian sebuah lembaga pendidikan tinggi yang keberadaannya dihubungkan dengan sejarah berdirinya DIVISI SILIWANGI pada tanggal 20 Mei 1946 di Tasikmalaya. Sejarah ini digunakan sebagai tonggak pemikiran dalam pendirian Universitas Siliwangi yang diharapkan sebagai “monumen hidup” Siliwangi dan menjadi kebanggaan nasional yang perlu dilestarikan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pada tanggal 20 Mei 1978 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus Universitas Siliwangi oleh Pangdam VI Siliwangi, Mayjen TNI Himawan Soetanto. Tanggal, bulan dan tahun tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Universitas Siliwangi. Kemudian pada tanggal 22
10
Agustus 1979 Ketua Pengurus Harian BPC Siliwangi Pusat mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: Kep.008P/BPC/8/1979 tentang pembentukan Panitia Pelaksana Pembangunan Kampus Universitas Siliwangi di Tasikmalaya.
Untuk melengkapi gagasan pendirian Universitas Siliwangi, pada tanggal satu Oktober 1979 dibentuk badan hukum Yayasan Pembina dan Penyelenggara Universitas Siliwangi. Yayasan tersebut diberi nama Yayasan Universitas Siliwangi yang dikukuhkan oleh Akta Notaris Komar Andasasmita nomor satu tanggal satu Oktober 1979.
Melalui usaha berbagai pihak, akhirnya pada tanggal 6 Mei 1983, Universitas Siliwangi yang dicita-citakan resmi diakui keberadaannya oleh pemerintah. Hal ini ditandai dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 0231/0/1983 tanggal 6 Mei 1983, tentang Perubahan Bentuk dan Nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Siliwangi di Tasikmalaya menjadi Universitas Siliwangi di Tasikmalaya.
Selama 36 tahun Universitas Siliwangi di bawah pembinaan Yayasan Universitas Siliwangi terus berkembang dengan berdirinya beberapa fakultas dan program studi baru dalam rangka peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan.
Fakultas-fakultas yang ada pada saat sekarang sebanyak tujuh fakultas dan Program Pascasarjana dengan 24 program studi. Adapun fakultas tersebut adalah; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (9 Program Studi), Fakultas Ekonomi (4 Program Studi), Fakultas Pertanian (2 Program Studi), Fakultas Teknik (3 Program Studi), Fakultas Ilmu Kesehatan (1 Program Studi), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (1 Program Studi), Fakultas Agama Islam (1 Program Studi), dan Program Pascasarjana (3 Program Studi), serta unit kerja lainnya termasuk Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2M-PMP).
Berdasarkan Peraturan Presiden Rebublik Indonesia Nomor 24 tahun 2014 tentang Pendirian Universitas Siliwangi, sejak tanggal 1 April 2014 status UNSIL berubah dari PTS menjadi PTN. Dengan demikian, sejak tanggal tersebut pengelolaan UNSIL dialihkan dari Yayasan Universitas Siliwangi
11
kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hal ini merupakan hasil usaha dan keinginan yang kuat dari masyarakat di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya khususnya dan masyarakat Priangan Timur Jawa Barat umumnya dalam rangka peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia serta pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi di Provinsi Jawa Barat.
2.3.2 Riwayat Perkembangan PPM Universitas Siliwangi
Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu unsur pelaksana akademik memiliki peran yag cukup strategis dalam penyelenggaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Perkembagan PPM tidak terlepas dari peran dan komitmen UNSIL sebagai satu kesatuan yang terintegrasi. UNSIL sebagai PTN baru mempunyai cita-cita menjadi perguruan tinggi bermutu/unggul dengan berbagai pusat unggulan yang inovatif dan kompetitif secara nasional dan internasional.
Kegiatan-kegiatan PPM yang dilakukan oleh dosen di lingkungan UNSILterdiri dari PPM yang didanai oleh Universitas (dana internal) dan yang didanai oleh pihak luar (dana eksternal) yaitu dari skim penelitian desentralisasi dan kompetitif Nasional Ditlitabmas, dan juga kerjasama dengan pihak lain. Jumlah judul PPM yang dihasilkan oleh dosen UNSIL dengan sumber pembiayaan baik dana internal UNSIL maupun dana eksternal selama 5 tahun terakhir (2012-2016) adalah 148 judul (Gambar 2.1). Gambar 2.1 menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun, jumlah judul penelitian selalu meningkat. Berdasarkan sumber pendanaan terdapat: 132 judul PPM (89,19 %) didanai oleh dana penelitian internal UNSIL, 13 judul PPM (08,78%) mendapat pendanaan dari DRPM, dan 3 judul PPM (2,03%) dari IPTEKDA- LIPI, tetapi penyebarannya pada unit kerja belum merata. Hal ini menunjukkan bahwa akses untuk mendapatkan dana PPM eksternal terutama dana hibah pengabdian dari DRPM masih rendah.
2.3.3 Kondisi PPM Universitas Siliwangi
Berdasarkan hasil pemetaan kinerja penelitian yang dilaksanakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 2013, LP2M-PMP UNSIL termasuk
12
dalamkategori “Madya”,dari lima kategori yang ditetapkan oleh DRPM.
Meskipun demikian, kinerja LP2M-PMP UNSIL dalam pengelolaan pengabdianharus terus ditingkatkan. Hal ini penting, selain masih terdapat kelemahan-kelemahan dankendala yang dihadapi, juga peluang dan tantangan/ancaman yang dihadapi ke depansangatlah besar.
2.3.4 Kegiatan dan Penggunaan Anggaran PPM Universitas Siliwangi Periode 2012 s.d 2016
Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu unsur pelaksana akademik memiliki peran yag cukup strategis dalam penyelenggaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Perkembangan PPM tidak terlepas dari peran dan komitmen UNSIL sebagai satu kesatuan yang terintegrasi. UNSIL sebagai PTN baru mempunyai cita-cita menjadikan UNSIL sebagai perguruan tinggi bermutu/unggul dengan berbagai pusat unggulan yang inovatif dan kompetitif secara nasional dan internasional.
Kegiatan-kegiatan PPM yang dilakukan oleh dosen di lingkungan UNSILterdiri dari PPM yang didanai oleh universitas (dana internal) dan yang didanai oleh pihak luar (dana eksternal) yaitu dari skim penelitian desentralisasi dan kompetitif Nasional Ditlitabmas, dan juga kerjasama dengan pihak lain. Jumlah judul PPM yang dihasilkan oleh dosen UNSIL dengan sumber pembiayaan baik dana internal UNSIL maupun dana eksternal selama 5 tahun terakhir (2012-2016) adalah 148 judul (Gambar 2.1). Gambar 2.1 menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun, jumlah judul PPMmengalami perubahan. Berdasarkan sumber pendanaan yakni:
(1)didanai oleh dana penelitian internal (DIPA UNSIL) berjumlah 132 judul PPM (89,19 %) (Tabel 2.1), dan (2) didanai oleh DRPM sebanyak 16 judul PPM (9,81%) (Tabel 2.2). Dosen yang mendapatkan bantuan PPM baik dari DIPA UNSIL maupun dari DRPM jumlah bervariasi, dan penyebarannya pada unit kerja belum merata. Hal ini menunjukkan bahwa akses untuk mendapatkan dana PPM eksternal terutama dari dana hibah penelitian Direktorat Litabmas Ditjen Dikti masih rendah.
Adapun untuk melihat banyaknya kegiatan PPM tiap fakultas di lingkungan UNSIL melalui DIPA UNSIL pada kurun waktu 5 tahun (2012 s/d
13
2016) dapat dilihat pada Tabel 2.1. untuk melihat banyhaknya kegiatan PPM UNSIL berdasarkan penggunaan sumber dana tahun 2012 s.d. 2016 pada Tabel 2.2. Untuk melihat jumlah dana yang terserap untuk kegiatan PPMUNSILtahun 2012 s/d 2016 dalam juta pada Gambar 2.3 sebagai berikut:
Tabel 2.1 Kegiatan PPM Tiap Fakultas dan
Penggunaan Dana Internal (DIPA UNSIL) Tahun 2012 s.d. 2016
NO NAMA Pendanaan Pertahun (dalam juta)/Kegiatan
2012 2013 2014 2015 2016
1 FKIP 28,80/07 32,000/05 14,00/02 60,00/06 192,00/21
2 FE 25,00/01 48,00/03 34,95/03 20,00/02 98,00/10
3 FAPERTA 22,70/04 25,50/07 68,00/05 20,00/02 67,50/07
4 FT 22,50/02 9,95/03 30,00/06 50,00/05 117,00/10
5 FAI 0/00 0/00 9,40/01 0/00 18,50/02
6 FIK 3,60/01 0/00 0/00 20,00/02 67,50/07
7 FISIP 2,50/01 7,10/02 12,70/02 0/00 18,50/02
Jumlah 105,10/19 122,55/18 169,05/19 170,00/17 591,00/59
Tabel 2.2 Kegiatan PPM UNSIL dan
Penggunaan Sumber Dana Tahun 2012 s.d. 2016
No Deskripsi Pendanaan Pertahun (dalam juta)/Kegiatan
2012 2013 2014 2015 2016
1 Internal (DIPAUNSIL) 105,10/19 122,55/18 169,05/19 170/17 591/59 2 External (DIKTI)
1) IbM 0/00 0/00 40/01 243,50/05 159,50/04
2) IbK 0/00 0/00 100/01 110/01 150/01
3 IPTEKDA- LIPI 0/00 370/01 150/01 115,5/01 Dalam
proses
Gambar 2.1 Grafik Kegiatan PPM Universitas SiliwangiBerdasarkan Fakultas Periode Tahun 2012 s/d 2016
6 4 2 6
21
0 3 1 3 6 3 3 5 6 2 2 5 107
10
0 1 112 0 1 219 1 0 219 0 2 017 2 7 2
59
0 10 20 30 40 50 60 70
2012 2013 2014 2015 2016
FKIP FE FAPERTA FT FAI FIK FSIP Jumlah
14
Gambar 2.2 Grafik Kegiatan PPM Universitas Siliwangi Berdasarkan Sumber DanaPeriode Tahun 2012 s/d 2016
Pada penganggaran internal (DIPA) tahun 2012 s.d 2014 LP2M-PMP tidak mendapatkan anggaran PPM yang jelas sehubungan tergantung dari anggaran yang diterima oleh yayasan, sehingga aktivitas PPM tidak terprogram secara sistematis akibatnya kegiatan PPM terbatas pada dosen yang mengetahui kesediaan dana. Demikian juga pada tahun 2015 UNSILmasih dalam penyesuaian antara kondisi PTS dengan kondisi PTN sehingga alokasi dana yang disediakan untuk PPM masih relatif kecil.
Demikian juga untuk pemanfaatan dana dari DRPM; dosen UNSIL masih sedikit menerima informasi dan cara pembuatan proposal yang sesuai dengan panduan DRPM sehingga masih relatif sedikit yang mengajukan dan yang menerima dana hibah DRPM untuk PPM terutama pada tahun 2012 s.d 2014. Adapun untuk periode tahun 2015 dan 2016 mulai terdapat peningkatan terutama dari DIPA UNSIL. Selain sumber dana dari DRPM dan DIPA UNSIL , terdapat pula sumber lain yaitu IPTEKDA- LIPI.
12
19 18 17
59
0 0 2 6 5
12
19 20 23
64
0 10 20 30 40 50 60 70
2012 2013 2014 2015 2016
DIPA UNSIL Eksternal Jumlah
15
Gambar 2.3 Penyerapan Dana PPM Universitas Siliwangi Periode Tahun 2012 s/d 2016
Sarana dan Prasana, danOrganisasi Manajemen A. Sarana dan Prasarana
Pelaksanaan kegiatan akademik harus ditunjang dengan fasilitas yang memadai. Kebutuhan sarana dan prasarana jelas sangat tergantung dari kebutuhan masing masing program studi (sifat keilmuan bidang studi), kondisi masing-masing program studi dan arah kebijakan Universitas/Fakultas. Perencanaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan program studi yang sejalan dengan perencanaan kurikulum, penelitian, pengabdian dan pelayanan pada masyarakat merupakan syarat mutlak sehingga prasarana dan sarana dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan efisien.
Kampus UNSIL terletak di jalan Siliwangi No 24 Kota Tasikmalaya, mempunyai lahan seluas 66,900 m2. Di atas lahan tersebut terdapat aneka jenis sarana dan prasarana pendidikan dan fasilitas penunjang, seperti:
bangunan kantor dan ruang administrasi, ruang perkuliahan, ruang serba guna (auditorium), ruang laboratorium, perpustakaan, balai pengobatan, Masjid, fasilitas sosial ekonomi (Koperasi Pegawai UNSIL, Koperasi Mahasiswa, dan kantin), gedung dan lapangan olah raga. Selain itu, terdapat pula lahan untuk pengembangan sarana dan prasarana pendidikan UNSIL setelah menjadi PT negeri seluas 300.000 m2, yang terletak di Kelurahan
68 122,55 169,05 170
591
0
370 290
468
309 68
492,55 459,05
638
900
0 200 400 600 800 1000
2012 2013 2014 2015 2016
besaran penyerapan anggaran dalam juta rupiah
DIPA UNSIL Eksternal Jumlah
16
Mugarsari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, dengan jarak lebih kurang 5 km dari kampus sekarang. Lokasi, status, penggunaan dan luas lahan yang digunakan UNSIL untuk menjamin penyelenggaraan pendidikan tertera pada Tabel 2.3, sedangkan data prasarana yang digunakan dalam penyelengaraan kegiatan tertera pada Tabel 2.4, dan data prasarana lain yang mendukung pembinaan minat dan bakat, kesejahteraan, ruangan himpunan mahasiswa tertera pada Tabel 2.5.
Tabel 2.3. Lokasi, Status Penggunaan dan Luas Lahan Yang Dimiliki Universitas Siliwangi
No Lokasi Lahan Status kepemilikan
lahan
Penggunaan lahan
Luas lahan
(Ha) 1 Jl. Siliwangi No 24
Kota Tasikmalaya Milik Sendiri
(SHM) Penyelenggaraan
pendidikan 6,69
2 Kelurahan Mugarsari
Kecamatan Tamansari Milik Sendiri
(SHM) Rencana
Pengembangan kampus baru
30,00
Jumlah 36,60
Tabel 2.4. Prasarana Yang Digunakan dalam Penyelenggaraan Program/Kegiatan Universitas Siliwangi
No Jenis Prasarana Jumlah
(unit)
Total
luas (m2) Kondisi 1 Perkantoran/administrasi 4 3.976 Terawat
2 Ruang kuliah 12 11.159 Terawat
3 Ruang kuliah/kantor/ ruang dosen 2 2.835 Terawat 4 Laboratorium/studio/bengkel/
mikroteaching 10 1.783 Terawat
5 Gedung serbaguna/Auditorium 2 1.386 Terawat
6 Gedung Olah raga 1 795 Terawat
7 Perpustakaan Pusat 1 522 Terawat
8 Wisma Astra 1 169 Terawat
9 Masjid 1 424 Terawat
10 Lapangan sepak bola/atletik 1 1.100 Terawat
11 Lapangan Basket outdoor 1 360 Terawat
12 Lapangan Tenis outdoor 1 606 Terawat
Luas seluruhnya 25.115 Terawat
17
Tabel 2.5. Prasarana Pendukung dalam Penyelenggaraan Program/Kegiatan Universitas Siliwangi
No Jenis Prasarana pendukung Jumlah
Unit Luas
(m2) Kondisi
1 Kantin Mahasiswa 2 202 Terawat
2 Koperasi Mahasiswa 1 72 Terawat
3 Posko Menwa 1 54 Terawat
4 Gedung PPM 1 1.293 Terawat
5 Ruang ganti pakaian olah raga 1 24 Terawat
6 Ormawa 1 338 Terawat
7 Balai Pengobatan 1 356 Terawat
8 Koperasi Pegawai UNSIL 1 400
9 Tempat parkir sepeda motor 3 4.037 10 Jalan lingkungan dan taman
kampus 34.929
B. Sarana Laboratorium
Prasarana yang sangat penting dalam penelitian adalah ketersediaan laboratorium, termasuk unit pelaksana teknis lainnya, seperti kebun percobaan pertanian. Secara struktural, laboratorium di UNSIL berada di bawah unsur pelaksana akademis (Program Studi) atau fakultas. Secara kuantitas, cukup tersedia laboratorium di UNSIL untuk dapat dimanfaatkan sebagai sarana penelitian; namun pemanfaatan sarana ini masih berbagi dengan kegiatan praktikum/penelitian mahasiswa. Untuk pemanfaatan sarana penelitian ini, baik oleh pusat penelitian atau individu/kelompok dosen/peneliti yang penelitiannya berada di bawah pengelolaan lembaga penelitian, lembaga penelitian memfasilitasi/ berkoordinasi dengan fakultas/
universitas. Fasilitasi dalam bentuk koordinasi juga dilakukan dengan pihak luar apabila sarana penelitian yang dibutuhkan oleh peneliti tidak ada di Fakultas/ Universitas.
Fasilitas laboratorium dalam mendukung penyelenggaran pendidikan pada beberapa program studi telah berkembang. Saat ini, UNSIL memiliki laboratorium sebanyak sepuluh. Pengelolaan laboratorium-laboratorium ini dilakukan oleh fakultas, dan program studi sesuai dengan fungsinya masing-masing. Kapasitas pemanfaatannya diatur untuk kebutuhan internal
18
stakeholder atau external stakeholder. UNSILtelah lama melakukan investasi yang cukup besar untuk memperbanyak sarana laboratorium.
C. Sarana Kepustakaan
Perpustakaan di UNSIL menggunakan sistem terpusat, dimana terdapat satu perpustakaan besar (Perpustakaan Pusat) yang melayani dosen dan mahasiswa dari seluruh fakultas. Selain itu, pada masing-masing fakultas juga terdapat perpustakaan atau ruang baca yang memiliki koleksi bahan-bahan kepustakaan yang lebih spesifik keilmuan. Perpustakaan yang ada di fakultas dikelola oleh program studi.
Aksesibilitas dan pemanfaatan pustaka dapat dilakukan secara fisik dan online. Mahasiswa dan dosen dapat mengakses secara langsung bahan pustka melalui mekanisme peminjaman pustaka menggunakan kartu anggota. Untuk melakukan pengelolaan dan operasional, Perpustkaan Pusat UNSIL telah menggunakan sIstem informasi berbasis Web yang saat ini berjalan di server lokal. Sistem informasi tersebut dibangun diatas pondasi
Aksesibilitas dan pemanfaatan pustaka dapat dilakukan secara fisik dan online. Mahasiswa dan dosen dapat mengakses secara langsung bahan pustka melalui mekanisme peminjaman pustaka menggunakan kartu anggota. Untuk melakukan pengelolaan dan operasional, Perpustkaan Pusat UNSIL telah menggunakan sIstem informasi berbasis Web yang saat ini berjalan di server lokal. Sistem informasi tersebut dibangun diatas pondasi