BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Kondisi Obyektif Dan Lokasi Penelitian
3. Komite Sebagai Badan Pengontrol
Peran komite sekolah sebagai badan pengontrol, perlu dilihat sejauh mana pengontrolan yang dilakukan komite sekolah berjalan secara optomal terhadap pelaksanaan pendidikan.
Peran control komite sekolah di SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto dilakukan dalam bentuk koordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua murid.
Berikut ini gambaran dalam bentuk tabulasi angket tentang peranan komite sekolah sebagai badan pertimbangan di SMP Negeri 3 Kelara Kab.
Jeneponto.
Tabel 15
Pengontrol terhadap pengambilan kebijakan di sekolah
No. Kategori Jawaban Frekuensi Persentase
1. Sering 4 36%
2. Kadang-kadang 6 55%
3. Tidak pernah 1 9%
Jumlah 11 100%
Sumber Data: Tabulasi Angket No. 8
Berdasarkan tabulasi angket diatas, dari 11 responden/
pengurus komite sekolah, penulis dapat mengetahui 4 reponden/ pengurus komite sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto atau 36%
mengatakan sering dan 6 atau 55% responden yang mneyatakan kadang-kadang dan 1 atau 9% yang menyatakan tidak pernah. Sehingga penulis menyimpulkan bahwa komite sekolah kadang-kadang mengontrol pengambilan kebijakan di sekolah.
Tabel 16
Pemantauan terhadap hasil ujian akhir siswa di SMP Negeri 3 Kelara No. Kategori Jawaban Frekuensi Persentase
1. Sering 1 9%
2. Kadang-kadang 7 64%
3. Tidak pernah 3 27%
Jumlah 11 100%
Sumber Data: Tabulasi Angket No. 9
Berdasarkan tabulasi angket diatas, dari 11 responden/ pengurus komite sekolah, penulis dapat mengetahui 1 reponden/ pengurus komite sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto atau 9% mengatakan sering dan 7 atau 64% responden yang mneyatakan kadang-kadang dan 3 atau 27% yang menyatakan tidak pernah. Sehingga penulis menyimpulkan bahwa
komite sekolah kadang-kadang memantau hasil ujian akhir siswa di SMP Negeri 3 Kelara.
Dalam melakukan control terhadap pelaksanaan program pendidikan, dari hasil wawancara dengan Pengurus Komite (5-6 april 2014) dikatakan bahwa komite sekolah selalu melakukan Pemantauan terhadap pelaksanaan program yang ada di SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto, apakah sesuai dengan kebijakan yang telah direncanakan. kemudian dalam pelaksanaannya tersebut bagaimana mneganalokasikan dana dan sumber daya bagi pelaksana program yang dilakukan oleh pihak sekolah.
4. Komite Sekolah Badan Penghubung (Mediator)
Dalam rangka pemberdayaan dan peningkatan peran serta masyarakat maka perlu di bentuk dewan pendidikan di tingkat Kabupaten/kota, dan komite sekolah di tingkat satuan pendidikan, ini sejalan dengan konsepsi desentarsasi pendidikan, baik di tingkat Kabupaten/ kota maupun di tingkat sekolah. .
Berikut ini gambaran dalam bentuk tabulasi angket tentang peranan komite sekolah sebagai badan pertimbangan di SMP Negeri 3 Kelara Kab.
Jeneponto.
Tabel 17
Menciptakan hubungan dan kerja sama antar sekolah dengan orang tua dan masyarakat
No. Kualifikasi Jawaban Frekuensi Responden
1. Sering 8 73%
2. Kadang-kadang 2 18%
3. Tidak Pernah 1 9%
Jumlah 11 100%
Sumber data: Tabulasi Angket No. 10
Berdasarkan tabulasi angket diatas, dari 11 responden/ pengurus komite sekolah, penulis dapat mengetahui 8 reponden/ pengurus komite sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto atau 73% mengatakan sering dan 2 atau 18% responden yang mneyatakan kadang-kadang dan 1 atau 9%
yang menyatakan tidak pernah. Sehingga penulis menyimpulkan bahwa komite sekolah sering membantu sekolah dalam menciptakan hubungan dan kerja sama antar sekolah dengan orang tua dan masyarakat.
Tabel 18
Mengadakan rapat atau pertemuan antara pihak sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat sekitar sekolah.
No. Kualifikasi Jawaban Frekuensi Responden
1. Sering 4 36%
2. Kadang-kadang 5 46%
3. Tidak Pernah 2 18%
Jumlah 11 100%
Sumber data: Tabulasi Angket No. 11
Berdasarkan tabulasi angket diatas, dari 11 responden/ pengurus komite sekolah, penulis dapat mengetahui 4 reponden/ pengurus komite
sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto atau 36% mengatakan sering dan 5 atau 46% responden yang mneyatakan kadang-kadang dan 2 atau 18% yang menyatakan tidak pernah. Sehingga penulis menyimpulkan bahwa komite sekolah kadang-kadang mengadakan rapat atau pertemuan antar pihak sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat sekitar sekolah.
Tabel 19
Pengaruh komite sekolah terhadap peningkatan sarana dan prasarana Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto.
No. Kualifikasi Jawaban Frekuensi Responden
1. Sangat baik 5 46%
2. Baik 4 36%
3. Tidak baik 2 18%
Jumlah 11 100%
Sumber data: Tabulasi Angket No. 12
Berdasarkan tabulasi angket diatas, dari 11 responden/ pengurus komite sekolah, penulis dapat mengetahui 5 reponden/ pengurus komite sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto atau 46% mengatakan
sangat baik dan 4 atau 36% responden yang menyatakan baik dan 2 atau 18% yang menyatakan tidak baik. Sehingga penulis menyimpulkan bahwa komite sekolah sangatlah berpengaruh terhadap peningkatan sarana dan prasana pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Kelara.
Komite sekolah dalam menjalankan perannya sebagai mediator di SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto dari hasil wawancara dengan pengurus komite sekolah (Wawancara Asrianti 5-6 April 2014 di Sapaloe ) yaitu menampung dan menganalisis aspirasi, pandangan, tuntutan dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat serta menjalin kerja sama dengan semua unsur baik perseorangan, organisasi, pemerintah, maupun industri.
C. Deskriptif Pelaksanaan Komite Sekolah Terhadap Peningkatkan Sarana dan Prasarana Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Kelara Kabupaten Jeneponto
Pengurus komite sekolah mempunyai tugas pokok yang termaktub dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 004/U/2002 tentang komite sekolah sebagai pemberian pertimbangan (Advisory Agency), pendukung dan mediator antar pemerintah dengan masyarakat pada satuan pendidikan.
Berdasarkan data yang diperoleh melalui wawancara dengan pengurus komite sekolah SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto dapat
disimpulkan bahwa komite sekolah dapat menjalankan roda organisasi melalui berbagai kegiatan, kegiatan-kegiatan tersebut telah disusun pada rapat kerja pengurus komite sekolah. Dalam menjalankan tugasnnya sesuai dengan job deskripsion diimbannya perlu adanya program kerja komite sekolah sebagai langkah-langkah yang ditempuh dalam meningkatkan sarana dan prasarana Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Kelara Kab.
Jeneponto, anatara lain:
1. Mensosialisasikan RAPBS ke masyarakat umum terkhusus kepada orang tua siswa.
2. Mengawal dan mensosialisasikan serta pengawal kebijakan-kebijakan sekolah.
3. Mengawal bantuan-bantuan yang masuk.
4. Membantu pihak sekolah berupa dana untuk gaji guru honorer 5. Rapat pengurus enam bulan sekali.
6. Rapat pengurus komite sekolah bersama pihak sekolah setiap setahun sekali
7. Pengadaan inpentaris komite.
D. Pengaruh Komite Sekolah Terhadap Peningkatkan Sarana dan
Prasarana Pendidikan Agama slam di SMP Negeri 3 Kelara Kabupaten Jeneponto
Berdasarkan data yang diperoleh melalui wawancara dengan Pengurus Komite sekolah SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto. Komite
sekolah dalam menjalankan perannya sebagai mitra sekolah sangat saling mempengaruhi di dalam menjalankan tugasnya sebagai komite sekolah didalam meningkatkan sarana dan prasarana merupakan tugas yang cukup berat yang tidak lepas dari kendala-kendala yang bisa saja menghambat dalam menjalankan peran dan fungsinya, apalagi sebagian besar orang tua siswa yang bertempat tinggal di pelosok-pelosok pedesaan yang sulit dijangkau serta status perekonomiannya yang rata-rata berada pada kalangan menengah kebawah.
Disamping itu, kendala-kendala yang dihadapi oleh komite sekolah, sebagaimana yang disampaikan oleh ketua komite sekolah bahwa kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan terkhusus orang tua siswa tak terkecuali pengurus komite kemudian ditambah lagi dengan adanya alokasi anggaran pendidikan gratis yang membuat banyak kalangan masyarakat beranggapan bahwa semua biaya ditanggung oleh pihak sekolah sehingga tanpa disadari mereka justru cenderung mengabaikan dan membebankan sepenuhnya kepada pihak sekolah.
Dari berbagai macam kendala-kendala yang dikemukakan oleh peneliti diatas, maka dapat disimpulkan dalam beberapa poin, antara lain:
1. Sebagian besar orang tua siswa sibuk dalam bekerja sehingga komunikasi kadang terhambat.
2. Sebagian besar masyarakat setempat dan orang tua siswa berstatus ekonomi menengah kebawah.
3. Kurangnya kesadaran masyarakat dan orang tua siswa terhadap pentingnya pendidikan.
4. Ketidak aktifan beberapa pengurus komite sekolah sehingga tidak maksimal dalam menjalankan program.
5. Kurang pahamnya masyarakat terhadap pendidikan gratis sehingga banyaknya masyarakat yang membebankan sepenuhnya kebutuhan anaknya kesekolah.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis dapatkan tentang Peranan Komite Sekolah Terhadap Peningkatkan Sarana dan Prasarana Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Kelara Kabupaten Jeneponto, dapat kesimpulan sebagai berikut:
1. Komite sekolah mempunyai peranan pokok dalam dunia pendidikan khususnya di sekoah yaitu sebagai badan pertimbangan, badan pendukung, badan pengontrol dan sebagai mediator.
2. Pelaksanaan Komite Sekolah Terhadap Peningkatkan sarana dan prasarana Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Kelara Kabupaten Jeneponto adalah kebanyakan adalah komunikasi dengan orang tua siswa kadang terhambat, tingkat ekonomi masyarakat yang sebagian
besar menengah kebawah, kurangnya kesadaran masyarakat dan orang tua siswa terhadap pentingnya pendidikan, ketidak aktifan beberapa pengurus komite sekolah.
3. Pengaruh Komite Sekolah Terhadap Peningkatkan Sarana dan prasarana pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Kelara Kabupaten Jeneponto adalah mensosialisasikan RAPBS, mensosialisasikan serta mengawal kebijakan-kebijakan sekolah, mengawal bantuan-bantuan yang masuk, membantu pihak sekolah berupa dana untuk gaji guru honorer, rapat. pengurus enam bulan sekali, rapat.
4. Pengurus komite bersama pihak sekolah setiap setahun sekali, pengadaan inpetaris komite.
B. Saran
Melalui skripsi ini penulis menyarankan:
1. Kepada pemerintah Dinas Pendidikan agar senantiasa memperhatikan dan memberikan dukungan serta motivasi agar pendidikan dapat berkembang dan lebih maju dari sebelumnya.
2. Kepada seluruh pemerhati pendidikan harus senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
3. Memoga tulisan ini dapat menjadi bahan kajian untuk melihat berbagai permasalahan pendidikan dewasa ini, sekaligus menjadi acuan dalam upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama Islam.
68
DAFTAR PUSTAKA
Alqur‟anul Kariim.
Akbar, Muhammad. 2009. Fungsi Komite Sekolah Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan di Tsanawiyah Negeri I Kelara Kabupaten Jeneponto. UIN Alauddin: Makassar.
Al-Mundzin, Iman. 2003. Ringkasan Hadis Shahih Muslim, cet: II. Jakarta:
Pustaka Amani.
Al-Usmani, Syaikh, Muhammad bin Shalih. 2010. Syarh Shahih Al-Bukhari.
cet: 1. Jakarta: Darus Sunnah.
Alisjahbana dan Mappangonro. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah Sebagai Wujud Desentralisasi Pendidikan. Makassar: Makalah PPS UNM.
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian, Jakarta:Bulan Bintang.
________________. 2003. Organisasi dan Administrasi Pendidikan, Teknologi dan kejujuran. Jakarta: PT. Grafindo Persada.
Arifin, M. 2006. Ilmu Pendidikan Islam , Tinjauan Teoritis Dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner.jakarta:sinar Grafika offset.
Bafadal, Ibrahim. 2003. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah, Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Bafadal. 2002. Peluang dan Tantangan Manajemen Berbasis Sekolah.
Jakarta: Makalah Konfrensi Nasional Manajemen Pendidikan.
Daryanto, M. 2006. Pengelolaan Sekolah. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Djati, Indra, Sidi. 2001. Menuju Masyarakat Bekerja, Mengagas Paradigma Baru Pendidikan. Cet. I. Jakarta: Lgos.
Faisal, Sanafiah, Dalam Tim Dosen Fip Malang. 1998. Pengantar Dasar-Dasar Pendidikan. Usaha Nasional: Surabaya.
Feisal, jusuf, Amir. 2005. Roerintasi Pendidikan Islam. Jakarta: Gema Insani press.
Hadi, Sutrisno. 2008. Statistik. Jakarta: Andi Offset.
Hadi, Sutrisno dalam Amirul Hadi & Haryono. 1998. Statistik. Jakarta: Andi Offset.
Hendarmoko & Samsuddin. 2008. Efektifitas Pelaksanaan Peran dan Fungsi Komite Sekolah Pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Swasta. Vol 1 no. 3. Jakarta Selatan.
Kartini, Kartono. 1991. Quo Vadis Tujuan Pendidikan, Harus Singkron dengan Tujuan Manusia. Bandung: Mandar Maju.
Kemenag RI,Al-qur‟an dan terjemahnya. 2011 Bandung: Syaamil Quran.
Keputusan, Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 Tentang Komite Sekolah, (Salinan Kepmen Diknas RI), Lampiran II.
Marimba, Ahmad, D. 2005. Pengantar Filsafat Pendidikan . Bandung : Al-Qur‟an Ma‟arif.
Margono, 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Cet. I. Jakarta: Rineka Cipta.
Mulyasa, E. 2004. Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Peraturan Pemerintah Nomor. 19 Tahun 2005, Tentang Standar Proses Pembelajaran.
Ramayulis & Al-Jamalii. 2002, Metologi Pendidikan Agama Islam. cet. III.
Jakarta: Kalam Mulia.
Salinan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 044/U/2002.
Tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.
Suhardan, Dadang. 2010. Supervise Profesional: Layanan dalam meningkatkan Mutu pembelajran di Era Otonomi Daerah. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung:
CV. Alfabeta.
Syam, Noor, Muhammad, 1996. Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila, Surabaya: Usaha Nasional.
Tafsir, Ahmad. 1994. Pendidikan Agama Dan Keluarga. cet III. Bandung.
Remaja Rosdakarya.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Cet. III Bandung: Fokus Media.
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah. Bandung:
Citra Umbara.
W.J.S Poewadarminta, 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.