• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan penelitian ini adalah membuat prototipe Next Generation OPAC yang mempunyai fungsionalitas yang memungkinkan partisipasi pengguna dalam memperkaya isi katalog.

Mendefinisikan Fungsionalitas Prototipe I

Fungsionalitas yang akan diterapkan dalam prototipe ini ditentukan berdasarkan studi literatur, wawancara dengan pengelola perpustakaan dan pengamatan terhadap beberapa situs web perpustakaan.

Studi literatur terhadap perkembangan Web 2.0 dan Library 2.0

memperlihatkan bahwa perpustakaan perlu merubah paradigma untuk lebih memusatkan perhatian pada pengguna. Perhatian terhadap pengguna dapat diwujudkan dengan mengakomodasi kebutuhan mereka dalam penciptaan dan pembagian informasi dalam layanan perpustakaan. Prinsip crowdsourcing

merubah paradigma bahwa pengguna bukan hanya penikmat informasi, tetapi dapat menjadi sumberdaya penghasil informasi.

Wawancara dengan Kepala Perpustakaan Sekolah Tinggi Teologi Amanat Agung menyimpulkan bahwa layanan perpustakaan perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan juga tuntutan pengguna teknologi yang terbentuk karena penggunaan teknologi. Tanpa penyesuaian ini, perpustakaan akan menjadi artefak kebudayaan yang kurang relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini. Wawancara dengan pengelola Perpustakaan Universitas Bina Nusantara dan Universitas Katholik Atma Jaya, menyimpulkan bahwa penambahan fungsionalitas komentar dalam OPAC mereka lebih merupakan sarana layanan komunikasi antara pemustaka dan perpustakaan, misalnya berkaitan dengan pengadaan jumlah eksemplar buku. Dari pihak pengelola perpustakaan belum muncul kesadaran untuk mengakomodasi perkembangan Web 2.0 untuk menuju Library 2.0.

Pengamatan pada beberapa OPAC perpustakaan dilakukan untuk mengidentifikasi fitur-fitur yang mengakomodasi partisipasi pengguna dalam memperkaya informasi. Tujuh OPAC yang diamati adalah LibraryThing, Ann Arbor Distric Library, New York Public Library, Harvard Library, WorldCat, Universitas Bina Nusantara, Universitas Katholik Atma Jaya. Tabel 2 memperlihatkan bahwa partisipasi tersebut dimungkinkan dengan fitur rating,

13

tagging dan user review. Untuk dapat melakukan hal tersebut pengguna harus log in dengan memasukkan user ID dan password. OPAC perpustakaan dalam negeri sudah ada yang mencoba mengarah kepada Next Generation OPAC dengan menambahkan fungsionalitas user review.

Tabel 2 Fitur Library 2.0 beberapa perpustakaan Fitur

Library 2.0

Library

Thing AADL NYPL

Harvard

Library WorldCat Binus

Atma Jaya Tagging ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✕ ✕ Rating ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✕ ✕ User Review ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ User Login ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ = menunjukkan ketersediaan

Berdasarkan studi literatur, wawancara, pengamatan terhadap beberapa situs web, maka fungsionalitas pengayaan dokumen yang akan diterapkan dalam prototipe Next Generation OPAC ini adalah rating, tagging dan user review. Tabel 3 mendaftarkan fungsionalitas prototipe Next Generation OPAC.

Tabel 3 Fungsionalitas prototipe I Next Generation OPAC No Fungsionalitas Tujuan

1 Login Memberikan akses bagi pengguna untuk masuk ke

dalam sistem. 2 Manipulasi data

pengguna

Memungkinkan administrator mengelola pengguna dengan cara memasukan, mengedit atau menghapus data pengguna

3 Manipulasi data bibliografi

Memungkinkan administrator memasukkan, mengedit atau menghapus data bibliografi.

4 Tagging Memungkinkan penggunauntuk memberikan

penandaan dengan kata kunci secara bebas sesuai preferensinya.

5 Rating Memungkinkan penggunauntuk memberikan evaluasi

pada data bibliografi.

6 Review Memungkinkan penggunauntuk memberikan

komentar atau tinjauan pada data bibliografi. 7 Pencarian koleksi Memungkinkan penggunauntuk mencari informasi

14

Pengembangan Prototipe I Next Generation OPAC

Prototipe I Next Generation OPAC dirancang supaya pengguna dapat menambahkan data pada OPAC. Gambaran umum dari Next Generation OPAC ini dapat diperlihatkan melalui diagram konteks pada Gambar 4. Diagram konteks menggambarkan cakupan sistem dalam hubungan dengan input dan output. Sistem berinteraksi dengan administrator dan pengguna. Untuk masuk ke dalam sistem, administrator dan pengguna harus melakukan login dengan memasukkan

username dan password, sesudah terjadi validasi login, administrator dan pengguna diizinkan masuk ke dalam sistem. Administrator mempunyai wewenang untuk melakukan manipulasi dan pengaturan data bibliografi, pengguna,

comments, rating dan tagging. Sedangkan pengguna dapat memasukkan data

rating, comments, dan tagging untuk memperkaya data bibliografi.

Gambar 4 Diagram konteks prototipe I Next Generation OPAC Karakteristik Pengguna

Terdapat dua jenis pengguna yang dapat terlibat dalam sistem Next Generation OPAC ini:

1. Pengguna otentik (selanjutnya disebut pengguna), yaitu pengunjung yang log in menggunakan user ID dan password. Pengguna ini dapat memperkaya informasi pada OPAC.

2. Administrator, yaitu pengelola OPAC. Administrator merupakan anggota yang mempunyai otoritas tertinggi dan berfungsi sebagai

superuser. Administrator bertanggung jawab memelihara data seperti mengelola pengguna, mengelola data bibliografi, back up, user management, security, pengembangan dan lainnya.

Desain Perangkat Lunak

Perangkat lunak Content Management System (CMS) yang digunakan dalam pembuatan prototipe ini adalah Drupal. Drupal merupakan CMS yang tersedia gratis, namun dikenal tangguh, fleksible dan aman. Situs-situs yang menggunakan Drupal, bukan hanya situs kecil, tetapi beberapa situs terbesar

15 dalam Web juga menggunakannya, seperti The Economist, The White House. Daftar situs yang menggunakan Drupal dapat dilihat di https://drupal.org/case-studies. Selain itu banyak perpustakaan yang menggunakan Drupal, bahkan

Library Technology Reports secara khusus membahas Drupal dalam satu edisi. Dalam Web terdapat situs Drupalib (http://drupalib.interoperating.info/) bagi perpustakaan-perpustakaan yang menggunakan Drupal untuk berkumpul berbagi ide.

Desain basisdata

Struktur basisdata untuk Next Generation OPAC adalah mengacu pada format Machine-Readable Cataloging (MARC). MARC adalah standar data bibliografi yang dikembangkan pertama-tama oleh Library of Congres di Amerika Serikat pada tahun 1968 sebagai format standar untuk bibliografi. Dengan format ini perpustakaan dapat menyimpan dan saling bertukardatabibliografi. Format ini dapat mengakomodasi bukan hanya buku, tetapi juga berbagai material perpustakaan lainnya, termasuk elektronik. Selain perpustakaan, format MARC juga dapat dipergunakan oleh industri penerbitan dan komunitas informasi. Cantuman dalam format MARC dapat diaplikasikan untuk keperluan: temu kembali infomasi, menampilkan sitasi, katalog, mengidentifikasi terbitan baru, dan pembagian sumber informasi. Contoh cantuman bibliografi dalam format MARC yang diambil dari situs Perpustakaan Nasional RI dapat dilihat pada Gambar 5, sedangkan format dalam bentuk lengkap dapat dilihat pada Gambar 6.

16

Gambar 6 Contoh bentuk lengkap cantuman bibliografi Persyaratan Fungsionalitas Prototipe I Next Generation OPAC

Prototipe I Next Generation OPAC ini mempunyai persyaratan fungsionalitas yang dijelaskan sebagai berikut:

1. Login

Tujuan : Memberikan akses bagi pengguna untuk masuk ke dalam sistem. Masukan : Masukan berupa user name dan password melalui formulir login. Operasi : Sistem memeriksa apakah pengguna telah memasukkan

informasi pada textbox username dan textbox password yang tersedia pada formulir login. Kemudian sistem melakukan pengecekan kecocokan informasi dengan data yang terdapat pada tabel pengguna.

Keluaran : Keluaran yang dihasilkan pada tahap ini berupa pesan atau reaksi sebagai berikut:

a. Pesan meminta pengguna memasukkan data login jika belum terisi.

b. Pesan kesalahan jika informasi login tidak benar.

c. Memindahkan pengguna pada menu pengguna jika data masukan valid.

2. Manipulasi data pengguna

Tujuan : Memungkinkan administrator mengelola pengguna sistem. Masukan : Masukan berupa username, alamat email, password, pilihan

status dan pilihan role.

Operasi : Sistem memeriksa apakah administrator telah memasukkan informasi pada text box username, email address, password

yang tersedia pada formulir Add New User. Kemudian sistem melakukan pengecekan informasi dengan data yang terdapat pada tabel pengguna.

Keluaran : Keluaran yang dihasilkan berupa:

a. Pesan meminta pengguna memasukkan data username jika belum terisi.

b. Pesan meminta pengguna memasukkan data alamat email jika belum terisi.

17 c. Pesan meminta pengguna memasukkan data password jika

belum terisi.

d. Pesan meminta pengguna memasukkan data konfirmasi

password jika belum terisi.

e. Pesan kesalahan jika username sudah ada dalam basisdata. f. Pesan kesalahan jika alamat email sudah ada dalam

basisdata.

g. Pesan kesalahan jika password dan password confirmation

tidak sesuai.

h. Menampilkan formulir Add New User jika data berhasil disimpan dalam basisdata.

3. Manipulasi data bibliografi

Tujuan : Memungkinkan administrator mengelola data bibliografi.

Masukan : Masukan berupa judul publikasi, tahun publikasi dan data-data lain.

Operasi : Sistem memeriksa apakah administrator telah memasukkan informasi pada judul publikasi dan tahun publikasi.

Keluaran : Keluaran yang dihasilkan berupa:

a. Pesan kesalahan jika data judul publikasi belum terisi. b. Pesan kesalahan jika data tahun publikasi belum terisi. c. Menampilkan cantuman bibliografi publikasi yang baru

dimasukkan. Menampilkan formulir Add New User jika data berhasil disimpan dalam basisdata.

4. Tagging

Tujuan : memungkinkan pengguna untuk memberikan tagging dengan kata kunci secara bebas sesuai preferensinya.

Masukan : Masukan berupa kata kunci yang dimasukkan pada formulir web

tag.

Operasi : Kata kunci yang dimasukkan disimpan dalam basisdata tagging. Keluaran : Keluaran yang dihasilkan berupa:

a. Kata kunci ditampilkan di bawah label My Tags. b. Kata kunci ditampilkan di bawah label All Tags

5. Rating

Tujuan : Memungkinkan pengguna untuk memberikan evaluasi pada cantuman bibliografi.

Masukan : Masukan berupa jumlah bintang yang dipilih pengguna.

Operasi : Jumlah bintang disimpan dalam basisdata. Sistem akan menghitung jumlah pemberi suara dan rata-rata suara yang diberikan.

Keluaran : Keluaran yang dihasilkan berupa:

a. Bintang berubah warna sesuai jumlah suara yang dipilih pengguna.

b. Jumlah suara yang diberikan pengguna tertera dibawah bintang.

18

d. Detil pemberian suara dan jumlah rata-rata suara ditampilkan dalam tab Voting results.

6. Comment

Tujuan : Memungkinkan pengguna untuk memberikan komentar atau tinjauan pada data bibliografi.

Masukan : Masukan berupa teks subyek komentar dan isi komentar.

Operasi : Sistem akan menyimpan komentar dalam basisdata berikut dengan data pengguna dan time stamp.

Keluaran : Keluaran yang dihasilkan berupa komentar yang ditampilkan di bawah label Comments berikut data pemberi komentar dan time stamp.

7. Pencarian Koleksi

Tujuan : Memungkinkan pengguna untuk mencari informasi dalam basisdata berdasarkan kriteria pencarian.

Masukan : Masukan berupa kata kunci melalui formulir web pencarian. Operasi : Sistem mencari kata kunci dalam basisdata OPAC

Keluaran : Keluaran yang dihasilkan berupa

a. Daftar cantuman bibliografi yang mengandung kata kunci. b. Pesan kesalahan jika kata kunci tidak terdapat dalam

basisdata.

Antarmuka Prototipe I Next Generation OPAC

Ketika pengguna membuka Next Generation OPAC (Home), maka sistem akan menampilkan halaman utama dengan beberapa fitur, yaitu daftar cantuman bibliografi yang terdapat dalam OPAC, formulir login untuk memasuki sistem dan formulir pencarian untuk mencari koleksi (Gambar 7).

Gambar 7 Menu Home

Jika administrator login ke dalam sistem, maka administrator dapat melakukan tugas-tugas administrasi melalui tautan-tautan yang ada di paling atas

19 halaman (Gambar 8). Tugas-tugas yang dapat dilakukan antara lain: manipulasi dan melihat data pengguna melalui antarmuka People (Gambar 9); dan manipulasi data bibliografi, seperti memasukkan data bibliografi melalui antarmuka Create Biblio (Gambar 10).

Gambar 8 Menu Administrator

20

Gambar 10 Antarmuka Create Biblio

Pengguna yang masuk ke dalam sistem dapat menggunakan fungsionalitas yang memperkaya cantuman bibliografi dengan masukan dari pengguna. Fungsionalitas-fungsionalitas ini adalah tagging, rating dan comment, yang terletak di bagian bawah cantuman bibliografi, seperti yang terlihat pada Gambar 11.

21

Gambar 11 Antarmuka cantuman bibliografi Prototipe I Next Generation OPAC

Hasil Pengujian

Prototipe I Next Generation OPAC diuji dengan metode Black Box.

Prototipe diberikan stimulus untuk diperhatikan responnya apakah sesuai dengan harapan pengembangan prototipe. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 4 yang menunjukkan prototipe berfungsi sesuai dengan harapan.

22

Tabel 4 Hasil pengujian prototipe I Next Generation OPAC No Pengujian Stimulus Hasil yang diharapkan Hasil uji 1 Login Administrator Memasukkan username dan password Administrator

Masuk ke dalam sistem

Next Generation OPAC dengan menu adminisitrator 1 2 Login pengguna Memasukkan username dan password pengguna

Masuk ke dalam sistem

Next Generation OPAC

1

3 Manipulasi data pengguna

Memasukkan data pengguna

Pengguna terdaftar dan memiliki username dan

password 1 4 Manipulasi data bibliografi Memasukkan data bibliografi Cantuman bibliografi terdaftar 1 5 Tagging Memasukkan

kata kunci pada data bibliografi

Kata kunci tertera dalam cantuman bibliografi

1

6 Rating Memilih

sejumlah bintang

Bintang berubah warna sesuai pilihan

1

7 Review Memasukkan

teks ke dalam

text box

Teks tertera di bawah label Comments 1 8 Pencarian Memasukkan kata kunci sebagai kriteria pencarian Menampilkan daftar bibliografi yang mengandung kata kunci

1

1 : Sesuai dengan hasil yang diharapkan 0 : Tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan

Evaluasi Pengguna

Prototipe I Next Generation OPAC dievaluasi oleh responden di lingkungan STT Amanat Agung. Jumlah responden adalah 10 mahasiswa STT Amanat Agung yang sudah terbiasa menggunakan OPAC. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui presepsi kegunaan dan kemudahan dari prototipe Next Generation

OPAC.

Tabel 5 memperlihatkan bahwa pengguna merasa fungsionalitas-fungsionalitas Next Generation OPAC mempunyai kegunaan dalam penemuan kembali informasi, pemberian peringkat dan pemberian komentar yang merupakan masukan dari pengguna untuk memperkaya cantuman bibliografi.

23 Tabel 5 Presepsi Kegunaan Fungsionalitas Next Generation OPAC

Kegunaan Setuju Tidak Setuju Total

f % f % f %

Dengan fitur tagging saya dapat menemukan

kembali buku yang saya tandai

10 100% 0 0% 10 100%

Dengan fitur tagging saya dapat menemukan buku lain yang berkaitan dengan subyek yang saya cari

10 100% 0 0% 10 100%

Dengan fitur rating saya dapat menilai buku

10 100% 0 0% 10 100%

Dengan fitur komentar saya dapat

mengekspresikan pendapat saya tentang sebuah buku

10 100% 0 0% 10 100%

Dari fitur komentar saya memperoleh tambahan informasi buku

10 100% 0 0% 10 100%

Tabel 6 Presepsi Kemudahan Fungsionalitas Next Generation OPAC

Kemudahan Setuju Tidak Setuju Total

f % f % f %

Saya dapat dengan mudah memasukkan tag

10 100% 0 0% 10 100%

Saya dapat dengan mudah memberi komentar

10 100% 0 0% 10 100%

Saya dapat dengan mudah memberikan peringkat

10 100% 0 0% 10 100%

Next Generation OPAC mudah dipelajari

10 100% 0 0% 10 100%

Susunan menu Next Generation OPAC mudah dipahami

10 100% 0 0% 10 100%

Tabel 6 memperlihatkan semua responden menyatakan Next Generation

OPAC mempunyai kemudahan dalam penggunaanya, tidak ada kesulitan dalam menggunakan fungsionalitas-fungsionalitas yang ada dalam OPAC.

24

Wawancara dengan responden pada evaluasi pengguna ini menghasilkan masukan sebagai berikut:

1. Judul OPAC sebaiknya mencirikan institusi. 2. Menampilkan nama pengguna yang log in.

3. Tag dari pengguna dapat ditampilkan semuanya dalam bentuk Tag Cloud.

Prototipe II Tujuan Pembuatan Prototipe

Prototipe II Next Generation OPAC merupakan pengembangan prototipe I berdasarkan masukan dari pengguna. Pengguna mengusulkan perbaikan antarmuka dan dapat menampilkan semua tag.

Mendefinisikan Fungsionalitas Prototipe

Fungsionalitas yang ditambahkan pada prototipe II ini ditentukan berdasarkan wawancara dengan responden pada evaluasi prototipe I. Fungsionalitas yang ditambahkan adalah sebagai berikut

Tabel 7 Fungsionalitas tambahan prototipe II Next Generation OPAC No Fungsionalitas Tujuan

1 Menampilkan nama pengguna

Memberikan aspek personal bagi pengguna.

2 Tag cloud Memberikan gambaran secara visual tag yang

digunakan oleh pengguna.

3 Judul web Memperlihatkan identitas institusi.

Pengembangan Prototipe II Next Generation OPAC

Prototipe II Next Generation OPAC merupakan pengembangan dari Prototipe I

Next Generation OPAC dengan menambahkan tiga fungsionalitas yang merupakan usulan dari pengguna. Ketiga fungsionalitas ini merupakan tugas-tugas yang dilakukan administrator untuk memperbaiki tampilan antarmuka prototipe. Perubahan pertama terjadi pada judul dan logo situs web yang lebih mencirikan identitas tempat penelitian dilakukan. Perubahan kedua adalah My Account

berubah menjadi nama pengguna, jika pengguna log in pada sistem, sehingga lebih memberikan aspek personal bagi pengguna. Hal ketiga adalah penambahan

tag cloud, yang menampilkan semua tag yang dimasukkan oleh pengguna. Persyaratan Fungsionalitas Prototipe II Next Generation OPAC

Prototipe II Next Generation OPAC ini mempunyai persyaratan fungsionalitas yang dijelaskan sebagai berikut:

25 1. Menampilkan nama pengguna

a. Tujuan : Memberikan aspek personal bagi pengguna. b. Masukan : Basisdata pengguna.

c. Operasi : Pengguna login. Nama pengguna ditampilkan di sebelah kanan atas.

d. Keluaran : Keluaran yang dihasilkan berupa nama pengguna. 2. Tag cloud

a. Tujuan : Memberikan gambaran secara visual tag yang digunakan oleh

pengguna

b. Masukan : Basisdata tag OPAC.

c. Operasi : Sistem menampilkan semua tag yang dimasukkan pengguna

d. Keluaran : Keluaran yang dihasilkan berupa visualisasi kumpulan tag yang sesuai dengan banyaknya tag. Tag yang banyak digunakan mempunyai huruf yang lebih tebal dan besar. 3. Judul situs web

a. Tujuan : Memperlihatkan identitas institusi.

b. Masukan : Administrator mengganti judul situs web pada pengaturan web.

c. Operasi : Sistem membaca data judul situs web. Sistem menampilkan judul situs web.

d. Keluaran : Keluaran yang dihasilkan judul situs web. Antarmuka Prototipe II Next Generation OPAC

26

Antarmuka Prototipe II Next Generation OPAC, yang diperlihatkan Gambar 12, mempunyai beberapa perubahan dibandingkan dengan sebelumnya, yaitu, judul dan logo situs web mencerminkan identitas tempat penelitian, nama pengguna yang log in ditampilkan pada sudut kanan atas situs web, serta tag cloud

pada sisi kiri. Hasil Pengujian

Hasil pengujian prototype II dapat dilihat pada Tabel 8 yang menunjukkan prototipe berfungsi sesuai dengan harapan.

Tabel 8 Hasil pengujian prototipe II Next Generation OPAC No Pengujian Stimulus Hasil yang diharapkan Hasil uji 1 Judul situs web Administrator mengubah judul pada pengaturan web

Judul situs web berganti 1

2 Menampilkan nama

pengguna

Pengguna login Nama pengguna tampil pada web

1

3 Tag cloud Sistem

membaca basis data tag.

Tag cloud menampilkan

tag-tag masukan dari pengguna

1

1 : Sesuai dengan hasil yang diharapkan 0 : Tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan Evaluasi Pengguna

Prototipe II Next Generation OPAC dievaluasi oleh responden di lingkungan STT Amanat Agung. Jumlah responden adalah 10 mahasiswa STT Amanat Agung yang sudah terbiasa menggunakan OPAC. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui presepsi kegunaan dari prototipe II Next Generation OPAC. Tabel 9 Presepsi Kegunaan Fungsionalitas Prototipe II Next Generation OPAC

Kegunaan Setuju Tidak Setuju Total

f % f % f %

Judul situs web

mencirikan identas tempat penelitian.

10 100% 0 0% 10 100%

Tag cloud memberikan ikhtisar tag yang dimasukkan pengguna

10 100% 0 0% 10 100%

Menampilkan nama pengguna memberikan kesan personal pada OPAC ini.

27 Tabel 9 memperlihatkan bahwa pengguna merasa fungsionalitas tambahan pada prototipe II Next Generation OPAC mempunyai kegunaan mengetahui identitas penelitian, memberi rasa personal bagi pengguna, serta memberikan gambaran visual tentang tag dari pengguna.

Implikasi Pengembangan Next Generation OPAC

Pengembangan Next Generation OPAC mempunyai beberapa implikasi bagi layanan perpustakaan:

1. Layanan katalog perpustakaan yang selama ini bersifat statis dan searah akan bertransformasi menjadi layanan dinamis dengan adanya tambahan masukan dari pengguna.

2. Layanan Next Generation OPAC mengakomodasi perilaku pengguna generasi Web 2.0 untuk dapat berkolaborasi dalam penciptaan informasi. 3. Layanan katalog menjadi bersifat personal dan pengguna mempunyai rasa

kepemilikan dengan dimungkinkannya partsipasi pengguna dalam Next Generation OPAC.

4. Cantuman bibliografi dapat dengan lebih mudah ditemukan kembali melalui tag karena menggunakan bahasa alamiah.

5. Cantuman bibliografi mempunyai nilai tambah dengan informasi tambahan dari evaluasi pengguna baik melalui peringkat atau komentar. 6. Prinsip crowdsourcing dapat membantu pustakawan dalam pengkatalogan

dan pengorganisasian informasi.

7. Pustakawan tidak memegang kendali dalam pemberian tagging, sehingga ada kemungkinan kesalahan dalam pemberian kata kunci. Walaupun demikian administrator Next Generation OPAC masih mempunyai kendali dalam mengelola sistem, termasuk dalam pengelolaan tagging.

8. Pada basisdata OPAC dapat terjadi penumpukan data dari masukan pengguna. Data ini dapat diolah untuk melihat kecenderungan pengguna dalam pencarian informasi.

5 SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Simpulan yang diperoleh dalam membangun prototipe Next Generation

OPACadalah

1. Pengembangan Next Generation OPAC dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Drupal 7. Drupal 7 merupakan jenis perangkat lunak Content Management System yang mampu digunakan untuk mengelola informasi. 2. Prototipe Next Generation OPAC ini mampu mengakomodasi perilaku

generasi Web 2.0 untuk berpartisipasi dalam memperkaya informasi OPAC. 3. Partisipasi ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan fitur comment, rating

dan tagging. Fitur comment dan rating digunakan untuk memberikan evaluasi pada dokumen. Comment memungkinkan pengguna menyatakan pendapatnya terhadap item yang dinilainya. Fitur tagging digunakan untuk menandai

28

dokumen dengan istilah yang disukai oleh pengguna. Evaluasi dan penandaan dokumen ini akan memberikan nilai tambah pada dokumen.

Saran

1. Prototipe Next Generation OPAC dimungkinkan untuk dapat dihubungkan dengan sistem informasi perpustakaan dengan mengembangkan modul penghubung.

2. Prototipe ini dapat dihubungkan dengan media sosial sehingga pengguna dapat membagikan informasi yang dikontribusikannya dengan lebih luas.

Dokumen terkait