BAB II LANDASAN TEORETIK
D. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
3. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Berbicara tentang tujuan pendidikan, tidak terlepas dari tujuan hidup, di mana manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di bumi, manusia yang dianggap sebagai khalifah Allah tidak dapat memegang peranan tanggung jawab sebagai khalifah kecuali ia dilengkapi dengan potensi-potensi yang membolehkan berbuat demikian. Adapun tujuan pendidikan Islam menurut beberapa para ahli antara lain:
Tujuan pendidikan agama Islam adalah pencapaian tujuan yang diisyaratkan al-Qur‟an yaitu serangkaian upaya yang dilakukan oleh seorang pendidik dalam membantu (membina) anak didik menjalankan fungsinya di muka bumi, baik pembinaan pada aspek material maupun spiritual.80
Pendidikan agama Islam berfungsi mempertahankan, menanamkan, dan mengembangkan kelangsungan berfungsinya nilai-nilai Islami yang bersumber dari kitab suci Al-Qur‟an dan Hadist. Dan sejalan dengan tuntutan kemajuan atau modernisasi kehidupan masyarakat akibat pengaruh kebudayaan yang meningkat, pendidikan agama Islam memberikan kelenturan perkembangan nilai-nilai dalam ruang lingkup kongfigurasinya.81
Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, dan pantas untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan mempunyai tujuan dan fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.82
Tujuan pendidikan agama Islam menurut Ahmad Tafsir adalah pembinaan akhlak, menyiapkan anak didik untuk hidup di dunia dan akhirat, penguasaan ilmu dan keterampilan bekerja dalam masyarakat.83 Pendidikan agama Islam di sekolah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terns berkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya,
Media Pratama, 2001), h. 107
81H. M. Arifin, Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Bina Aksara), h. 121
82Umar Tirtarahardja dan La Sulo, Pengantar Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), h. 37
lebih tinggi.84
Sedangkan menurut zakiah Darajat mengungkapkan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah:
a. Menumbuh-suburkan dan mengembangkan serta membentuk sikap positif dan disiplin serta cinta terhadap agama dalam berbagai kehidupan anak yang nantinya diharapkan menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta taat kepada perintah-Nya. b. Ketaatan kepada Allah swt dan Rasul-Nya merupakan motivasi intrinsik terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang harus dimiliki anak. Berkat pemahaman tentang pentingnya agama dan ilmu pengetahuan, maka anak akan menyadari keharusan menjadi seorang hamba Allah swt. yang beriman dan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mencari keridaan Allah dan menambah ketakwaan.
c. Menumbuhkan dan membina keterampilan beragama dalam semua lapangan hidup dan kehidupan serta dapat memahami dan menghayati ajaran agama secara mendalam dan bersifat menyeluruh, sehingga dapat digunakan sebagai way of life, baik dalam hubungan dirinya dengan Allah melalui ibadah shalat, dan dalam hubungannya sengan sesama manusia yang tercermin dalam akhlak perbuatan serta dalam hubungan dirinya dengan alam sekitar melalui cara pemeliharaan dan pengolahan serta pemanfaatan hasil usahanya.85
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah memelihara dan mengembangkan hidup ini melalui
84Abdul majid dan Dian Handayani, Op.Cit,,h. 135
penularan ilmu pengetahuan,sikap dan nilai-nilai islami agar tercipta insan kamil sesuai dengan fitrah manusia.
Selain itu, pendidikan agama Islam (PAI) pada sekolah umum bertujuan meningkatkan keimanan, ketaqwaan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan siswa terhadap ajaran Islam sehingga menjadi manusia muslim yang bertaqwa kepada Allah Swt serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.86 Dari tujuan tersebut, terdapat beberapa dimensi yang hendak dituju dalam pembelajaran PAI yaitu: (1) keimanan siswa terhadap ajaran agama Islam; (2) pemahaman atau penalaran (intelektual) serta keilmuan siswa; (3) penghayatan atau pengalaman batin yang di rasakan siswa dalam menjalankan ajaran agama; (4) pengamalan,87 dalam arti bagaimana ajaran yang telah diimani, dipahami dan di hayati atau diinternalisasikan oleh peserta didik itu mampu menumbuhkan motivasi dalam dirinya untuk menggerakan, mengamalkan dan mentaati ajaran agama dan nilai-nilainya dalam kehidupan pribadi sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt serta mengaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Depdiknas merumuskan tujuan PAI di sekolah umum, yaitu:
a. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemukuan dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan serta pengalaman siswa tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanannya kepada Allah SWT. b. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak
mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas,
86 Nazarudin, Op.Cit. h. 13 87
produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
Tujuan PAI ini terelaborasi untuk masing-masing satuan pendidikan dan jenjangnya serta kemudian dijabarkan menjadi estandar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Tujuan pendidikan ini sangat terkait dengan standar kelulusan yang tetapkan oleh pemerintah. Penetapan standar kelulusan ini berlaku bagi semua siswa di Indonesia, sesuai dengan mata pelajaran, jenis dan jenjang pendidikan. Standar kelulusan tersebut termaktub dalam Permendiknas RI Nomor 24 tahun 2006 yang menyebutkan bahwa standar kompetensi lulusan pada mata pelajaran PAI pada SMP/MTs, ditetapkan yaitu: (1). Menerapkan tata cara membaca
Al-qur‟an menurut tajwid, mulai dari cara membaca “Al”-Syamsiyah dan “Al”- Qomariyah sampai kepada menerapkan hukum bacaan mad dan waqaf (2). Meningkatkan pengenalan dan keyakinan terhadap aspek-aspek rukun iman mulai dari iman kepada Allah sampai kepada iman pada Qadha dan Qadar serta Asmaul Husna (3). Menjelaskan dan membiasakan perilaku terpuji seperti qanaah dan tasamuh dan menjauhkan diri dari perilaku tercela seperti ananiah, hasad, ghadab dan namimah (4). Menjelaskan tata cara mandi wajib dan shalat-shalat munfarid dan jamaah baik shalat wajib maupun shalat sunat (5). Memahami dan meneladani sejarah Nabi
Muhammad dan para shahabat serta menceritakan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di nusantara.88