Penanganan KLB Malaria
C. Tujuan Penyelidikan Epidemiologi Dan Surveilans
1. Memastikan adanya KLB malaria.
2. Menetapkan etiologi KLB malaria (jenis parasit). 3. Penemuan kasus.
4. Mengetahui gambaran epidemiologi KLB berdasarkan karakteristik waktu (kurva), tempat (dusun/desa) dan orang (umur, jenis kelamin) dan faktor risikonya.
5. Mengidentifikasi kelompok rentan KLB malaria. 6. Mengetahui pola musiman dan bionomik vektor.
7. Mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terhadap malaria.
8. Mengetahui musim dan curah hujan dan pengaruhnya terhadap perkembangan malaria.
9. Identifikasi penduduk migrasi dan hubungannya dengan perkembangan malaria.
10. Mengetahui sumber-sumber dan cara penularan malaria (idnetifikasi penularan setempat).
11. Rekomendasi upaya penanggulangan yang lebih baik.
D. Metode
Pedoman Manajemen Malaria 143
a. Sistem deteksi dini KLB malaria di Puskesmas, rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan (SKD-KLB malaria) melalui kegiatan pemantauan adanya KLB di masyarakat, Pemantauan Wilayah Setempat Kasus Malaria dan penyelidikan dugaan adanya KLB malaria
b. Laporan masyarakat
2. Pelaksanaan Kegiatan Penanggulangan KLB Malaria
a. Puskesmas segera membuat laporan adanya KLB malaria kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (laporan KLB 24 jam/W1)
b. Melaksanakan penyelidikan epidemiologi segera setelah Laporan KLB 24 Jam/W1 dikirim ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Survei pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dapat dilaksanakan bersama dengan kegiatan penyelidikan epidemiologi.
c. Mendirikan pos-pos pelayanan kesehatan dekat dengan pemukiman penduduk (metode Penemuan Kasus Demam Massal/MFS), terutama pada lokasi yang diduga terjadi penularan yang tinggi.
d. Melaksanakan upaya penanggulangan KLB malaria dengan menerapkan Pemeriksaan Darah Massal (MBS), sesuai hasil analisis dan keputusan tim penanggulangan KLB, terutama pada wilayah-wilayah KLB dengan attack rate dan atau case fatality rate yang tinggi
e. Melaksanakan upaya penanggulangan KLB malaria dengan mendistribusikan kelambu berinsektisida, sesuai analisis dan keputusan tim penanggulangan KLB f. Melaksanakan upaya penanggulangan KLB Malaria dengan melaksanakan
Penyemprotan Insektisida (IRS), sesuai analisis dan keputusan tim penanggulangan KLB
g. Sesuai dengan kebutuhan penyelidikan dapat dilakukan berbagai penyelidikan lebih luas :
1) Melakukan kajian pengaruh jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan terhadap KLB malaria
2) Melaksanakan survei pengaruh pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terhadap malaria dan KLB malaria
3) Melaksanakan kajian pengaruh kondisi lingkungan pemukiman, curah hujan dan migrasi penduduk terhadap KLB malaria, terutama untuk mengetahui adanya lingkungan sebagai sumber-sumber penularan
4) Melakukan survei dinamika penularan
5) Melaksanakan pengamatan dan survei vektor
Data vektor yang dikumpulkan adalah meliputi spesies vektor, bionomik dan tempat perkembangbiakan. Data tersebut dikumpulkan dari hasil kegiatan survey vektor pada saat konfirmasi KLB dan akhir KLB. (Lihat pada Pengmatan dan Survei Vektor)
6) Melaksanakan verbal otopsi h. Melaksanakan surveilans
Secara umum, surveilans selama periode KLB malaria adalah memanfaatkan data yang diperoleh saat melaksanakan kegiatan penanggulangan KLB malaria, antara lain, kegiatan Penemuan Kasus Malaria Secara Aktif di Pos-pos Kesehatan dan atau Fasilitas Kesehatan Lain; Pemeriksaan Darah Massal (MBS), kegiatan penyemprotan rumah (IRS), penyelidikan epidemiologi, pengamatan vektor dan sebagainya.
Pedoman Manajemen Malaria 144
Gambar
Surveilans Pada Saat KLB Malaria Di Daerah Tahap Pemberantasan
Penanggula ngan KLB Pengamatan dan observasi lapangan petugas KLB Malaria Pelaksanaan Surveilans Data Penemuan Kasus Secara Aktif (Pos Kesehatan) Survei kontak Pengamatan dan survey Vektor Penyelidikan epidemiologi Intervensi MBS Intervensi Kelambu Intervensi IRS Analisis
Sumber Data Epid. Laporan Png.KLB
Intervensi Lingkungan
3. Analisis Hasil Penemuan Kasus Demam Massal
Pada penemuan kasus malaria secara pasif di Puskesmas, Rumah Sakit dan Fasilitas lainnya mempunyai register pasien rawat jalan/inap harian standar. Demikian juga, pada pelayanan kesehatan di pos-pos pelayanan kesehatan dalam rangka Penemuan Kasus Demam Massal, menggunakan register pasien rawat jalan/inap harian standar. Setiap kasus demam pada register pasien rawat jalan/inap harian yang diyakini sebagai kasus malaria suspek, diwawancara lebih jauh dengan menggunakan formulir wawancara Kasus Malaria Suspek Pada KLB Malaria.
a. Penetapan Etiologi KLB Malaria
Etiologi KLB malaria dapat ditegakkan jika distribusi gejala kasus-kasus yang dicurigai menunjukkan gejala demam adalah dominan, dan gejala lain yang menonjol adalah menggigil, dan berkeringat, tetapi beberapa daerah bisa mempunyai gejala dan tanda lebih spesifik.
Sumber data analisis etiologi KLB malaria dapat berdasarkan data Penemuan Kasus Malaria Secara Pasif di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, atau Penemuan Kasus Demam Massal.
Setiap kasus yang dicurigai dilakukan uji diagnostik dengan pemeriksaan mikroskopis sediaan darah, RDT atau pengujian lain yang sesuai.
b. Memastikan adanya KLB Malaria
Penetapan KLB Malaria dilaksanakan secara bertahap sejak adanya dugaan adanya KLB Malaria, sampai KLB dinyatakan berakhir. Adanya dugaan KLB Malaria sudah memerlukan penyelidikan dan penanggulangan KLB sesuai dengan kondisinya. Jika diperlukan, melakukan penyelidikan lebih luas untuk mengetahui pengaruh faktor risiko tertentu dan identifikasi sumber-sumber penularan.
c. Menetapkan luasnya KLB berdasarkan waktu, tempat dan orang (epidemiologi deskriptif)
Pedoman Manajemen Malaria 145
Secara umum, data kasus malaria berdasarkan kegiatan Penemuan Kasus Demam Massal dapat diolah dan disajikan dalam berbagai bentuk tampilan analisis yang memberikan gambaran luasnya KLB malaria :
--- 1) Kurva epidemi atau grafik fluktuasi kasus mingguan, atau bulanan 2) Distribusi Kasus KLB malaria menurut hasil pengujian laboratorium 3) Distribusi Kasus KLB malaria menurut umur dan jenis kelamin 4) Distribusi Kasus KLB malaria menurut Desa/Dusun dan waktu 5) Distribusi Kasus KLB malaria menurut karakteristik khusus lainnya ---
4. Analisis Lain
a. Analisis karakteristik penularan 1) Penularan setempat
Indikasi penularan setempat antara lain :
a) ditemukan sejumlah kasus malaria positif, terutama bayi dan anak < 9tahun positif malaria
b) ditemukan vektor atau tersangka vektor c) ditemukan tempat perindukan potensial d) banyak kasus pada kelompok wanita
2) Penularan di luar wilayah KLB
Tidak ada indikasi penularan setempat antara lain : a) tidak terdapat vektor penular
b) kasus malaria pada umumnya laki-laki c) kasus malaria pada umumnya dewasa
b. Analisis Sumber dan Cara Penularan
Dimaksudkan sumber penularan adalah lokasi dimana penularan dari orang (kasus) - nyamuk - orang lain (kasus baru) terjadi. Artinya lokasi tersebut banyak terdapat kasus malaria ditempat tersebut atau banyak kasus malaria yang berhubungan dengan tempat tersebut, ada tempat dimana nyamuk berkembang biak (tempat perindukan nyamuk), dan terjadi hubungan antara kasus yang digigit nyamuk, dan nyamuk infected tersebut mengigit calon kasus baru.
Informasi adanya sumber dan cara penularan, sangat penting dalam upaya memutus rantai penularan malaria.
E. Pelaporan
Laporan kejadian dan tindakan penanggulangan yang telah dilaksanakan, dilakukan secara berjenjang dari puskesmas hingga ke Kementerian Kesehatan.
BACAAN LEBIH LANJUT :
1. Kementerian Kesehatan RI : Menuju Indonesia Bebas Malaria, Direktorat PPBB, Jakarta, 2010
2. Kementerian Kesehatan RI: Kepmenkes tentang Pedoman Eliminasi malaria di Indonesia, Jakarta 2010 3. Kementerian Kesehatan RI : Pedoman SKD-KLB, Jakarta, 2012.
4. Kementerian Kesehatan RI : Pedoman Penyelenggaraan Surveilans dan Sistem Informasi Malaria, Jakarta, 2012
Pedoman Manajemen Malaria 146